
" Sayang ,,,,,." Zain yang terkejut melihat Ayris hampir saja terjatuh ternyata pingsan kembali .
" Mira,,, Cepat panggil Leo untuk datang kesini !." Ucap Zain
" Baik tuan ." Mira pun segera berlari ke lantai bawah menyuruh pak mus memanggil dokter leo sementara mira mengambil air hangat .
" Sayang ,,,, Bertahanlah !! Jangan tinggalkan aku sendiri !!." Ucap Zain yang menggenggam erat tangan Ayris yang ia baringkan kembali di ranjang nya .
" Kau mengkhawatirkan orang lain tapi tidak dengan diri mu sendiri ,,,,."
" Kau harus kuat ! Sayang ,,, jangan biarkan mommy menderita !!." Ucap Zain mengelus lembut perut rata ayris.
Beberapa saat yang lalu mansion yang kembali tenang karena sedikit kekacauan kini berubah kembali menjadi kacau setelah mendengar penjelasan mira jika nyonya muda mereka pingsan kembali .
Mereka mulai meraba tengkuk mereka sendiri merasakan hawa ngeri yang akan terjadi nanti nya. Sementara pak mus yang menunggu dokter berjalan kesana sini di depan pintu utama . Sementara mira yang membawa air jahe hangat untuk sang nyonya kembali berjalan ke atas menaiki anak tangga .
Beberapa saat kemudian Leo yang datang tergopoh gopoh terlihat seperti kehabisan nafas nya . Ia beristirahat sejenak sebelum akhir nya berlari lagi ke lantai atas memeriksa kakak ipar nya .
" Dokter ,,, lama sekali !!." Ucap Pak mus berkari membantu dokter leo membawakan tas nya .
" Aku sedang ada pasien . Ayo cepat sebelum tuan mu itu memangsa ku !!." Ucap Leo yang setengah berlari ke lantai atas . Sementara pak mus mengikuti nya dari belakang .
Mereka berdua yang baku kejar hampir saja menabrak mira yang sedang membawakan minuman untuk nyonya muda nya .
" Aduhhhh,,,,." Mira hampir saja terjatuh karena mempertahankan nampan bawaan nya namun sang dokter dengan sigap menopang tubuh mira hingga membuat dokter tersebut terpesona terhadap nya .
" Ehhh hemm ,,,,." Suara pak mus membuat dokter leo tersadar dari pandangan nya terhadap mira .
" Ehh ,,,maafkan saya nona ." Dokter leo yang tersadar dari lamunan nya segera membenarkan diri nya sendiri .
" Tidak apa apa pak dokter , saya baik baik saja ." Ucap mira tersenyum pada nya .
" Ohhh,,, senyum mu itu membuatku terpesona ." Gumam dokter leo dalam hati nya .
" Dokter , tuan sudah menunggu ." Ucapan pak mus membuat nya sadar kembali jika ia memang terpesona terhadap mira .
" Hemmmmm ,,, aku tahu pak mus .kau ini ,,,." Ucapan dokter leo mendapat tatapan tajam dari dokter leo .
" Jika anda tahu, kenapa memandangi calon istri orang lain ." Pak mus berbisik tepat ditelinga dokter leo .
" Apaaaaa,,,,." Dokter leo yang terkejut mendengar bisikan pak mus tak percaya jika mira calon istri orang lain .
" Jadi ,,,,." Belum sempat sang dokter berbicara pak mus terlebih dahulu menganggukkan kepalanya .
" Sialan ,,,,,,." Pak dokter yang sedang mengumpat membuat mira menoleh ke arah nya .
" Ada apa pak dokter ,,,,?" Ucapan mira membuat leo tersadar dengan segera ia mempercepat langkah nya .
" Ehhhh ,,, tidak ada nona ." Pak dokter yang sedikit malu mempercepat langkah nya .
Beberapa menit kemudian mereka sampai pada tempat tujuan yaitu kamar utama mansion yang tak lain adalah kamar sang tuan .
" Zain ,,,, aku akan memeriksa kakak ipar !!." Ucap dokter leo . Ia sendiri adalah sepupu Zain dari pihak mama nya , belajar dan bekerja ikut dengan Zain semenjak ia di bangku pendidikan .
Zain dengan tatapan elang nya tidak terima dengan perkataan Leo ,ia hanya bisa menururuti perkataan sang adik sepupu yang notabene nya adalah seorang dokter .
" Bagaimana leo ? Apa yang terjadi dengan istri ku ?." Ucap Zain dengan rasa cemas nya .
" Tidak apa apa Zain , kakak ipar hanya perlu istirahat saja . Badan nya masih lemah ,sebaik nya jangan biarkan betaktivitas dulu ." Ucap leo menjelaskan tentang keadaan ayris.
" Ehh,,, bagaimana selang infus ini terlepas ?" Leo menatap tajam pada zain .
" Ia melepas nya sendiri ." Perkataan yang tak masuk akal membuat leo geram .
" Heeeii ,,, Jawaban yang tidak masuk akal . Seorang mafia seperti mu menjaga selang infus saja tidak bisa ." Perkataan leo mendapat tatapan tajam Zain, namun apa yang di katakan Leo ada benar nya juga .
" Sejak kapan kau takut sama istri mu ? Atau jangan jangan kau sudah menjadi bucin . Haaaaaaaa haaaaaaaa ."
Suara tawa leo yang seperti mengejeknya membuat nya agak kesal namun zain pun tengah berpikir jika yang di katakan Leo ada benar nya juga .
" Sudah lah ,,,. Kakak ipar hanya butuh istirahat saja , jaga baik baik zain . Sering juga terjadi perubahan sikap dan emosi pada wanita yang tengah hamil muda jadi kau harus bersabar ." Dokter leo yang menjelaskan sedikit penjelasan membuat nya agak paham karena memang akhir akhir ini ayris berubah .
" Untuk saat ini kau harus menjaga nya agar selang infus itu tidak terlepas agar keadaan nya cepat membaik ."
" Hemmm ,,,,." Zain tidak menjawab sepatah kata pun.
" Heii ,,, satu lagi ini sangat penting !! Jika adekmu sedang terbangun kau harus solo dulu , jangan terlalu sering untuk trimester pertama !!." Ucapan Leo mendapat tatapan tajam mata elang nya .
" Kecuali jika kakak ipar menginginkan nya , itu pun harus cari posisi yang aman dan jangan terlalu keras ." Zain menghela nafas kasar nya sementara Leo puas mengerjai nya .
" Haaaaaa haaaaaa ,,,, mampus kau !! Emang enak di kerjai ." Gumam Leo dalam hati nya .
" Jangan biarkan ia banyak pikiran atau stres itu akan mempengaruhi janin yang di kandung nya. " Leo yang terus menerus berucap membuat Zain gerah .
" Aku akan turun ke bawah tidur , badan ku seperti mau patah saja karena kecerobohan mu ."
" Heii apa kau sudah jinak dengan serigala betina mu ? Haaaaaaa haaaaaa ,,,,. Bagus lah !." Ucap Leo menghilang dari balik pintu .
Sementara Zain yang jengah mendengarkan setiap ocehan leo bernafas lega ,ia pun duduk di samping sang istri mengusap pelan wajah nya .
" Kenapa kau seperti serigala siap memangsa umpan nya jika sedang marah ? " Ucap Zain kemudian ia mencium kening sang istri .
Tidak berapa lama sang papa menelepon nya karena merasa khawatir dengan apa yang terjadi dengan menantu nya . Zain kesal karena kabar berita itu begitu cepat sampai terhadap nya , ia hanya jadi orang kedua yanh menyampaikan kabar tersebut karena Pak Mus mendahului nya .
Sang papa yang terlihat gembira karena ia akan segera menggendong cucu mengancam putra nya sendiri untuk menjaga sang menantu dan calon cucu nya .
Zain hanya diam terpaku setelah menutup sambungan telepon nya .
" Sebenar nya siapa anak nya aku atau ayris ? Kenapa sekarang papa lebih menyayangi nya dari pada aku ?" Zain bermonolog sendiri menatap layar handphone di tangan nya .
''Cihhkkkkk,,,,." Zain berdecak kesal .
Tanpa ia sadari Ayris yang membuka mata nya mendengar perkataan zain ,namun ia tidak segera memanggil suami nya karena amarah nya masih mendidih dalam diri nya .
Sementara Zain yang berjalan kembali mendekati ranjang terkejut ketika melihat Ayris yang sudah membuka mata nya .
" Sayang ,,,, kau sudah bangun ." Ucap Zain yang berjalan mendekati ayris namun zain merasa ada yang aneh dengan tatapan tajam nya .
" STOP,,,,,!! Berhenti di sana , jangan mendekat !!" Ayris dengan sangat garang berkata pada Zain .
" Sayang ,,,, ada apa ?" Zain tidak tahu jika ayris masih marah dengan potongan video tersebut .
" Kau tak perlu menjelaskan nya ! Aku sudah tahu . Pantas saja semua saluran media tidak ada ternyata ini yang kau sembunyikan ." Ucap Ayris yang masih tersulut emosi .
" Sayang ,,,,,,,kau hanya salah paham !!." Zain yang mencoba mendekat mendapat respon tidak baik dari ayris .
" Haaaaaahhhh ,,,, salah paham ? Lalu bagaimana dengan kedua orang tua mu yang begitu senang terhadap wanita itu ?"
" Tidak sayang ,,,, Papa dan mama sangat menyayangimu ."
" Haaaa,,,haaaaaaa . Aku tidak percaya . Pergi dari sini !! Jangan mendekat !! Atau ,,,,." Belum sempat Ayris melanjutkan perkataan nya Zain sudah memeluk nya dengan sangat erat .
Ayris tak kuasa menahan tangis nya , ia menangis dalam pelukan Zain .
Zain yang mengerti apa yang ia rasakan merasa bersalah karena tidak memberi nya penjelasan . Hanya demi sesuatu yang belum terungkap ia membuat sang istri merasakan perih .
" Aku janji sayang tidak akan membuatmu menangis lagi .
Bersambung 😊😊😊🙏🙏🙏