
Rian dan anton yang telah menyelesaikan pekerjaan mereka harus kembali ke paviliun .
Jika dulu anton dan rian akan tidur di ruang bawah tanah , berbeda sekarang harus kembali ke paviliun karena mereka sudah menikah .
Semua orang masih menginap di mansion zain atas perintah zain ,karena ia tak ingin ada salah satu dari mereka yang akan menjadi korban keganasan tamu yang akan hadir beberapa saat .
Seperti biasa nya pagi yang cerah di hiasi dengan raungan leon leona membangunkan ayris dan zain karena ketiga baby A yang sedang menangis membuat satu kegaduhan tersendiri di antara pasangan suami istri tersebut .
Ketiga baby terlelap kembali setelah ayris memandikan nya dan juga menyusui mereka hingga tertidur .
Giliran ayris yang membersihkan diri nya saat suami nya sedang menjaga ketiga baby nya . Zain menyuruh pak mus membawakan sarapan ke lantai atas karena ia sama sekali tidak ingin turun setelah mendapat pesan dari rian tentang tuan adinata yang ingin bertemu dengan nya.
Melihat istri nya berjalan menghampiri nya deru degup jantung nya tak beraturan ketika melihat rambut basah ayris yang membuat nya semakin sexy .
" Ada apa menatap ku seperti itu ? Apa aku terlihat buruk ?"
Zain menggeleng pelan lalu menarik istri nya duduk di pangkuan nya .
" Kau semakin sexy saat rambut mu dalam kedaan basah ."
Ayris menatap suami nya yang tengah mencium rambut basah nya .
" Tapi aku habis melahirkan ."
" Memang nya kenapa ?"
" Tidak ."
" Kau pasti memikirkan hal yang kotor."
Zain menyentil dahi ayris membuat nya merintih kesakitan tapi juga tersipu malu ketahuan memikirkan hal lain.
" Tidak, biasa nya kau selalu melayang ketika berkata demikian."
Ucap ayris tertawa kecil tersipu malu dengan perkataan nya.
" Hahahaha,,,, . Yang benar saja, kau habis melahirkan tak mungkin membuat mu melayang seperti yang ada di kepalamu ."
Ucap zain .
" Hihihi,,,,."
Ayris tertawa kecil merasa sedikit malu karena perkataan nya.
" Sudah lah. Ayo sarapan ! Setelah ini aku akan ke ruang kerja dan aku akan memanggil nebek untuk menemani mu ."
" Baik lah ."
Pasangan suami istri , zain dan ayris terlihat semakin romantis meskipun telah memiliki anak .
Zain akan menyelesaikan beberapa dokumen yang menumpuk karena max yang mengambil cuti sedangkan diana juga baru saja cuti .
" Sayang, aku akan ke ruang kerja. Kau butuh sesuatu ?"
" Tidak , pergilah sayang ! Bekerja yang giat untuk anak istri mu."
Ayris mencium pipi zain memberi semangat pada suami nya yang akan ke ruang kerja.
Tak selang berapa lama nenek jaya datang menghampiri ayris setelah mendapat telepon dari zain untuk menemani ayris.
Di ruang kerja zain .
Orang orang kepercayaan zain sudah menunggu nya beberapa saat yang lalu untuk sekedar meeting .
" Tuan , saya dan leny akan menemui tuan adinata . Sesuai pesan yang beliau kirim kan ."
Ucap rian pada zain setelah zain duduk di kursi kebesaran nya.
" Hmm,,,, ."
" Saya juga akan keluar sebentar tuan , untuk bernegosiasi dengan tuan jack ."
Anton menyela pembicaraan rian dan tuan muda nya.
" Dan kau max,,,, kapan kau akan mulai bekerja ?"
Zain menatap ke arah max yang tengah duduk di sofa .
" Maaf kak , seperti nya tidak minggu ini . Istri ku sama sekali tidak ingin jauh dari ku ."
Ucap max.
" Baik lah ,, jika begitu kau akan menggantikan ku memeriksa dokumen dokumen dan menyelesaikan nya."
" Kau tahu, diana sedang cuti pernikahan nya. Rian tak mungkin sanggup menyelesaikan pekerjaan ini sendiri.
Zain menunjuk pada map map di meja kerja nya yang menumpuk entah dari kapan .
" Baik lah. "
Max mengiyakan permintaan kakak nya menyelesaikan berkas berkas tersebut.
Anton dan rian keluar undur diri dari ruang kerja zain sedangkan max tetap di sana membantu kakak nya .
Mobil melaju kencang menuju tempat yang di tentukan oleh tuan adinata .
Tak berapa lama rian berhenti di sebuah hotel mewah dan menyerahkan kunci mobil pada joki dimana mereka yang akan memindahkan mobil nya ke tempat parkiran .
Wanita sexy yang tengah menggandeng tangan nya yang tak lain adalah leny sahabat nya.
Zain mengutus mereka ingin memberi peringatan pada tuan adinata .
Restoran vip yang di pesan cukup mewah dan beberapa orang yaitu kolega maupun orang terdekat nya entah apa yang di rencanakan .
Zain tidak ingin mengetahui apa yang orang tua itu lakukan karena ia yang sebenar nya sudah mengetahui jika ada musuh di balik pertemuan tersebut.
Ceklek,,,,.
" Zain, kau sudah datang ?"
Tanpa menoleh siapa yang membuka pintu adinata menyapa cucu nya yang sudah pasti datang atas perintah nya.
Rian tak menjawab sapaan tuan adinata hanya berjalan tersenyum pada yang hadir di ruangan tersebut .
" Zain , kenalkan ini teman lama kakek !"
Ketika menoleh ke arah belakang tuan adinata terkejut melihat yang datang ternyata bukan zain .
" K,,,,."
" Stt,,,, . Sebaik nya anda diam dan anggap aku sebagai tuan muda atau anda akan malu sendiri ?"
Bisik rian pada tuan adinata .
" Kau,,, . Lancang sekali !!! Kenapa aku harus menganggap mu cucu ku jika kau bukan zain ?"
Adinata masih tidak terima dengan apa yang di lihat nya dan di dengar nya.
" Apa anda yakin tuan muda sudi menghadiri acara anda ? Sedangkan di mansion ia sedang berpesta menyambut kelahiran anak nya termasuk anak dan istri anda ."
Adinata terkejut mendengar penuturan rian , bagaimana mungkin mereka melupakan nya yang ada di sini ?
" Apa maksudmu ?"
" Seperti yang anda dengar ? Aku tidak akan mengulangi perkataan ku ."
" Dan anda tahu tuan adinata , ancaman mu tidak berarti apa apa pada tuan muda . Bahkan jika kau mati sekali pun anak dan istri anda tidak akan menyesal ."
Ucapan rian membuat nya semakin geram bahkan sempat menggebrak meja.
Brakk,,,,
Semua orang terkesiap melihat apa yang di lakukan oleh tuan adinata bahkan mereka sempat berdiri.
" Ada apa tuan adinata kau membuat semua orang terkejut ?"
Ucap salah satu orang teman nya.
Sadar dengan tindakan nya , adinata kembali duduk dan meminta maaf pada mereka atas apa yang mereka melihat karena semua itu adalah ketidaksadaran nya.
" Oh ,,tidak teman teman ,maafkan aku. Aku terkejut dengan berita yang di bawa cucu ku. "
Ucap adinata melirik pada rian yang tersenyum .
" Dan kau tahu tuan adinata , keluarga anda tahu jika anda telah meninggal ."
Bisik rian kembali .
'' Apaaaa,,,, ."
Adinata berteriak tanpa sengaja dan tanpa memperhatikan sekeliling nya yang tengah menatap pada nya.
" Ada apa lagi tuan adinata ? Seperti nya anda sedang gelisah ."
Ucap salah seorang teman nya .
" Apa kita tunda saja pertemuan bisnis kita ? Dan juga pertunangan sila dengan zain ."
" Huk,,,huk,,,."
" Sayang , ada apa ? Kenapa tidak hati hati minum nya ?"
Leny yang sengaja batuk mendengar kata pertunangan tuan muda nya .
Leny sejenak berpikir kenapa tuan muda menolak pertemuan seperti ini apalagi yang berhubungan dengan tuan adinata dan ternyata ini alasan nya .
Semua orang menoleh pada rian yang mereka kira zain tengah memanggil leny dengan sebutan sayang .
" Maaf , apa dia kekasih mu ? "
Ucap orang yang tak lain adalah ayah sila yang sengaja menolong tuan adinata dari kecelakaan dengan imbalan putra nya .
" Benar tuan ."
" Apaaa,,,,,."
Ceklek,,,,
Semua orang terpana dengan kecantikan orang yang berdiri di depan pintu termasuk leny yang nenoleh ke arah pintu .
" Sila,,,."
Ayah sila mendengus kesal dengan kehadiran nya , gadis itu selalu mengacaukan rencana nya .
Obsesi nya pada zain sangat tinggi hingga menggunakan segala cara untuk mendapatkan nya.
" Waow,,,gadis itu cantik sekali ."
Ucap leny pada rian .
" Eh ,,, kau tidak ingin melihat nya ?"
" Tidak , aku sudah melihat nya."
" Kapan ?"
" Ini,,,."
" Waow,,,fantastis ,,, sexy ."
"Eh,,, bagaimana perempuan itu mendapatkan nomor ponsel mu ? Apa mira tidak cemburu ?"
" Ini ponsel tuan muda. Tentu saja dari tua bangka itu ."
Bisik nya melirik pada adinata.
" Hihihi,,,,. Tapi kenapa ia melakukan nya ? "
"Kau pasti tahu jawaban nya."
Mereka berdua yang berbisik bisik tak mengindahkan kedatangan sila hanya melirik sekilas .
Tuan adinata harus menghela nafas kasar nya karena selama ini ia telah salah menilai zain .
Bocah kecil yang dulu penurut terhadap nya kini telah berubah bahkan tak menghiraukan dengan ancaman nya sama sekali.
" Kakek , apa dia zain ? "
Gadis itu menunjuk dengan jari telunjuk nya pada rian .
Dan mau tak mau adinata harus mengiyakan jika rian adalah zain dengan menganggukkan kepala nya dan juga tersenyum dengan sedikit memaksa .
Ketika sila tampak senang dan mencoba ingin mendekati nya leny berada di line garis depan mencegah sila bermain kotor dengan mendekati nya.
" Sayang, apa kau kenal gadis ini ?"
Leny yang bersikap manja seperti tidak merasa sungkan jika harus berakting sedikit mesra .
" Tidak."
Jawab rian dengan meneguk minuman di depan nya.
Sila merasa geram ketika rian menolak mengenal nya padahal ia sudah mengirimkan biodata nya melalui pesan singkat dan juga photo photo termasuk video vulgar.
" Apaaa,,,, kau tidak mengenal ku zain ? Bukan kah aku sudah mengirim kan photo pada mu ?"
Sila yang semula bersikap anggun bahkan sangat elegan dengan gaun yang ia pakai tapi berubah menjadi barbar ketika rian sengaja memancing emosi nya.
" Apa yang nona maksud photo seperti ini ?"
Rian sengaja meletakkan handphone duplikat nya pada meja putar di depan nya dan sengaja di putar secara pelan .
Beberapa orang yang melihat nya saling berpandangan dan terkejut , seorang putri pengusaha terkenal melakukan hal serendah itu .
"Sastro , apa ini benar putri mu ? "
" Iya benar . Tapi seperti nya chat nya asli bukan rekayasa."
" Benar , aku tidak menyangka jika putri mu melakukan hal serendah itu ."
Merasa penasaran dengan handphone dan pembicaraan mereka , sila menghampiri ponsel tersebut .
"Apaaa,,,, photo itu ? Jadi benar ia zain ?"
Gumam sila dalam hati nya.
" Lagi pula tidak salah aku mengirim photo , aku calon istri nya."
Sila masih bergelayut di alam pikiran nya tanpa sadar tersenyum sendiri.
" Tidak ,,, tidak ,,,. Ini pasti salah paham ."
Ucap sila setelah melihat photo photo tersebut.
" Salah paham,,, ? Bagaimana kau bisa bilang salah paham ?"
Salah seorang teman ayah nya menimpali perkataan nya.
" Tidak paman , lagi pula apa salah nya jika berkirim pesan dengan calon suami ?"
" Tidak ada yang salah gadis kecil itu hak mu tapi tidak wajar jika seorang baru di kenal mengirimkan video vulgar seperti itu ."
Ucap paman rusdi.
" Kau beruntung anak muda , mengetahui sebelum kakek mu memaksa mu bertunangan ."
" Jika aku jadi ayah nya tentu akan sangat malu."
" Untuk apa malu jika memang orang itu akan menjadi suami ku ."
" Cukup sila !! Cukupp,,,,! Kau membuat ayah malu .
Sastro tak menyangka putri nya bersikap sangat tidak sopan dan juga tak pernah menduga jika obsesi nya terlalu tinggi .
" Kau dengar itu sastro !! Jika aku jadi adinata, sudah pasti akan mundur ."
Ucap nya lagi .
" Ayah,,,,."
" Cukup sila !!"
" Apa maksud anda tuan ?"
Rian sengaja mencari tahu untuk apa mereka mengadakan pertemuan tersebut.
" Yah, pertemuan ini bertujuan menyatukan perusahaan kami dengan mu dan juga untuk membalas budi kakek mu karena mereka menolongnya dalam kecelakaan. "
Ucap salah satu dari mereka yang tak lain adalah teman dari mereka.
" Apa anda tidak salah ?"
" Tentu saja tidak . Adinata sahabatku, jadi aku tahu apa yang terjadi ."
Yah , sahabat adinata sebut saja nama nya Rusdi.
" Bagaimana mungkin aku bertunangan sedangkan aku memiliki kekasih ?"
" Aku tidak peduli kau memiliki kekasih , sesuai janji kakek jika dia akan menjodohkan mu dengan ku .Lagi pula kau bisa memutuskan kekasih mu dan menikah dengan ku ."
Ucap sila yang berubah menjadi lebih arogan.
" Hahahaha,,, . Apa anda yakin jika aku mau menikah dengan mu ?"
Rian semakin membuat gadis itu tersulut emosi dengan menggebrak meja.
Brakkkk,,,,
" Mau tidak mau kau adalah milik ku tidak ada penawaran yang lain . Kau mengerti !!"
" Jadi nona , jangan bersaing dengan ku atau kau akan menyesal !!"
Sila semakin menjadi ketika tersulut api yang kini membara di hati nya .
" Ini gadis pilihan mu yang kau banggakan adinata ?"
Ucap rusdi yang sedikit kecewa melihat gadis mungil seperti nya sangat bar bar bahkan sangat terobsesi .
" Maaf tuan tuan , saya harus pergi sekarang . Masih ada pekerjaan yang lebih penting dari pada berada di tempat ini ."
" Ayo sayang !"
Rian memilih untuk meninggalkan perdebatan mereka secara tidak langsung membuang waktu nya meskipun perdebatan itu sangat seru.
" Tunggu ! Jangan berani meninggalkan tempat ini ! Jika tidak,,,,,."
Sila berteriak dengan nada tinggi bahkan sedikit mengancam membuat semua terkesiap melihat nya.
" Silaaa,,,,!!"
"Tidak ayah , aku tidak akan mundur ."
Gadis kecil yang terlihat masih lugu ternyata mempunysi obsesi yang sangat tinggi dan juga sangat temperamen.
" Maaf nona , seharus nya anda tidak berkata seperti itu pada orang yang baru saja bertemu ."
Ucap rian yang tengah menggandeng leny .
" Lagi pula ancanan mu tidak berlaku pada ku ."
" Aku juga bisa menyebarkan photo dan video vulgar mu dalam satu detik . Kau ingat itu nona !!"
Rian berjalan keluar tanpa menghiraukan lagi ancaman mau pun perkataan sila atau adinata.
Sila hanya tersenyum seakan tak peduli dengan ucapan rian tetapi mendekati adinata yang tengah duduk diam di kursi .
Adinata sendiri tak bergeming dengan sikap sila yang ternyata sungguh di luar dugaan .
" Silahkan ! jika kau ingin melihat kakek mu ini menderita ."
Adinata sontak saja menatap pada gadis tersebut .
Namun rian tak lagi menghiraukan ancaman sila , ia tetap kelyar dari ruangan meninggalkan orang orang yang seakan menggilai tuan muda nya.
" Hei,,,, tunggu !! Jangan berani keluarr,,,!"
Sila berteriak histeris seajan tak membuat rian kembali tetapi membuat beberaoa teman ayah nya merasa malu .
" Silaaa,,, cukup !! Ayah bahkan tak mendidik mu seperti ini "
" Sastro kita pamit dulu , rasa nya ini sudah di luar batas tentang bisnis kita . Selesai kan secara baik baik ."
Ucap rusdi dan kedua teman nya yang kemudian menatap adinata sengit .
" Semula aku menyangka kau sudah berubah adinata , tapi ternyata benar kata arijaya kau tidak pernah berubah meskipun ajal menjemput mu .
Deg,,,,
Hati adinata sangat sakit ketika nama arijaya di sebut kan , bahkan ia sama sekali tak bisa menandingi sahabat nya tersebut .
Mereka pergi meninggalkan ruangan tersebut , tersisa sila yang seperti orang gila dan juga sastro yang duduk diam membisu .
Plakkkk,,,,,,,
" Auww,,,, ."
Sila merintih kesakitan memengang pipi yang baru saja di tampar oleh ayah nya.
" Kau membuat gagal rencana ayah bekerja sama dengan mereka ."
" Tapi ayah , semua ide kakek adinata ."
Sila mulai berkelit agar tidak di salahkan .
" Akuu,,,,,? Bukan kah aku hanya menyuruh mu datang bukan berdebat . Lagi pula aku menyuruh mu berkenalan dengan nya bukan mengirim photo seperti itu ."
" Sila, kau gadis baik tapi temperamen mu sangat buruk . Maaf kan aku sastro , aku tidak bisa melanjutkan nya lagi."
" Tidak kakek , aku akan berubah . Sila janji ."
Sila merengek agar kakek adinata tidak membatalkan perjodohan tersebut namun adinata berpikir sejenak tentang apa yang di katakan rian dan juga apa yang di katakan teman teman nya.
Jika pernikahan itu terjadi , bukan tidak mungkin akan membunuh nya suatu hari .
Adinata masih bergelayut dalam pikiran nya sendiri tanpa menoleh pada sila atau pun sastro .
Bersambung 😊😊🙏