ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 298.


"Diana,,, sayang,,,diana."


Leo menepuk nepuk pipi diana namun tak mendapatkan jawaban sama sekali , leo menggendongnya ke lantai atas dimana kamarnya berada.


Semua orang mengikuti mereka meskipun harus lewat tangga karena lift sedang di gunakan leo .


Zain menyentuh pelan tangan dina lalu tersenyum padanya .


" Ibu sudah mendapatkan permintaan ibu."


Dina tersenyum mendengar perkataan zain . Semula tak sadar apa yang di ucapkan zain tapi setelah tangan zain memberi isyarat di perutnya ,bu dina berlari lebih dulu menuju kamar leo dan diana.


" Eh,,,,dina ,,,hati hati ! Jangan sampai jatuh !"


Seperti biasa nenek jaya orang yang kali pertama menegur penghuni mansion dengan kecerewetan nya.


" Tenang bu ! Aku sudah mahir ."


Teriak dina.


" Awas ya kalau jatuh , aku tak mau menolongmu ."


Dina hanya melambaikan tangannya pada nenek jaya.


Leo memeriksa keadaan istrinya sepertinya tak ada yang salah dari diana bahkan tentang makanan yang baru saja dimakan nya.


" Sayang , apa aku tidak salah ?"


" Bagaimana salah ? Aku kan seorang dokter."


" Ini akan sedikit sakit tapi hanya untuk memastikan saja ."


Leo mengambil sedikit darah dari lengan diana , membawanya ke ruang laboratorium yang berada di bawah tanah .


" Bu , tolong jaga diana sebentar !"


" Eh,,, eh ,,, kau mau kemana, nak ? Bagaimana keadaan diana ?"


Dina terperanga melihat nenantunya membawa sesuatu ditangan nya tanpa memberitahu keadaan diana .


Leo bergegas ke ruang laboratorium meneriksa sampel darah istrinya untuk meyakinkan dirinya sendiri jika diana tengah mengandung .


" Eh,,, brow ,,, tumben ke bawah ?"


Anton menyapa leo yang berjalan tergesa gesa ke ruang laboratorium namun tak menjawab sapaan anton pergi melenggang begitu saja.


" Ada apa dengan nya ? Kenapa seperti kesurupan ?"


Gumam anton .


Tak mau ambil pusing , anton kembali melanjutkan pekerjaan nya .


" Sayang , ini minuman nya ."


Selly memberikan minuman pada anton .


" Hem,,, terima kasih. Eh,, sejak kapan kau memanggilku sayang ?"


Anton terkejut mendengar selly yang tak biasa bersikap mesra dengan nya.


" Hihihi ,,, sejak ada ini ."


" Ada apa ?"


Tak memperhatikan isyarat tangan selly , anton yang tengah serius dengan layar laptopnya mengulangi pernyataan selly sekali lagi.


" Ini,,,."


Merasa ada yang ganjil dengan pernyataan selly , anton menoleh pada istrinya penasaran dengan kata ini yang dikatakan selly .


Anton tak menyadari pernyataan selly kembali melihat layar laptopnya namun otak nya kembali berpikir dengan isyarat yang diberikan selly pada nya .


" Hah,,,, sayang , kau hamil ?"


Selly tersenyum menganggukkan kepala nya tanda membenarkan pernyataan anton.


" Hahaha,,,, benarkah aku akan menjadi seorang ayah ?"


Selly kembali menganggukkan kepala nya .


" Terima kasih ,sayang . Muach ."


Anton menangis haru mencium perut selly yang masih rata.


Tak selang berapa lama, leo keluar dari ruang laboratorium dengan tergesa gesa bahkan diam membisu seperti orang linglung .


" Kenapa dia ?"


Selly yang melihat keganjilan leo bertanya pada anton .


" Entahlah , sejak masuk ruang laboratorium seperti kesurupan . Diam seperti patung."


Ucap anton.


" Aku akan meeting dengan tuan muda , tunggu di rumah ya sayang ."


Selly tersenyum menganggukkan kepalanya .


" Jangan nakal ya nak !"


Anton berbalik lagi seperti melupakan sesuatu, ternyata anton pun seperti sedang kesurupan mengajak berbicara janin yang baru berumur beberapa minggu .


Setelah anton pergi , selly kembali ke paviliun seperti permintaan anton untuk menunggunya disana.


Ruang kerja zain yang kini ada beberapa orang yakni rian dan max yang berada disana sedang menunggu kedatangan anton.


" Tuan , ada hal penting yang harus tuan ketahui ."


Ucap anton pada tuan nya yang kini disibukkan dengan setumpuk berkas berkas yang ada di depan nya.


" Hem,,, ada apa ?"


" Kecelakaan yang melibatkan mobil polisi yang membawa tuan ajinata disengaja seseorang untuk mencegah mobil tersebut membawa tuan ajinata ."


" Maksudmu dia masih hidup ?"


" Benar , tuan ."


" Lalu ,,,?"


" Seorang dokter bedah plastik membuat mobil tersebut seolah olah kecelakaan , tuan ."


Zain tercengang mendengar penjelasan anton bahkan tak bisa dipercaya jika orang tua itu selamat dari kecelakaan tersebut.


" Motif belum diketahui , saya masih mengadakan penyelidikan."


Ucap anton.


" Siapa dokter itu ? Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang dokter itu ?"


" Sudah ,tuan . Dokter bedah plastik yakni dokter yudi yang mengalami gangguan mental. Dokter yang melakukan bedah plastik pada tuan ajinata menyerupai tuan adinata."


" Maksudmu dia yang mengoperasi wajah ajinata seperti kakek ?"


" Benar ,tuan. "


Anton membenarkan perkataan zain bahkan tak bisa di pungkiri jika dokter tersebut menaruh dendam pada ajinata.


" Lalu ,,,?"


" Dokter yudi dinyatakan hilang setelah melakukan bedah plastik pada tuan ajinata . Beberapa tahun setelahnya beliau ditemukan dalam keadaan mengenaskan bahkan hilang ingatan."


" Menurut saksi mata , orang orang tuan ajinata lah yang menculik dokter tersebut."


Anton menjelaskan secara detail pada tuan nya dan juga memperlihatkan bukti melalui layar laptopnya.


" Motif dokter tersebut mungkin membalas dendam, tuan . Atas apa yang dilakukan tuan ajinata terhadapnya."


" Bagaimana kau yakin ?"


" Lihatlah , tuan !"


Anton memperlihatkan potongan video yang menyatakan dokter tersebut berbicara sendiri ketika berhasil mendapat tubuh ajinata yang tengah pingsan ..


'' Awasi terus pergerakan nya !"


" Baik , tuan."


" Bagaimana dengan lisha ?"


" Nona lisha dalam keadaan kritis tuan."


Ucap anton.


" Singkirkan wanita itu ! Dia akan menjadi boemerang selanjutnya."


" Baik tuan."


" Baik, tuan."


Zain pergi melewati pintu rahasia ke kamarnya saat rian maupun anton keluar dari pintu ruang kerja nya . Sedangkan max masih menyelesaikan sedikit permasalahan kantor.


" Sayang, kau masih tidur ? Baby ingin menyusu ."


Zain mengangkat baby aksa yang merengek menangis mencari ****** susu ,meskipun zain memberinya dengan botol dot susu tetap tak menangis .


" Ehmm,,,, sini , sayang mommy jangan nangis ya ! mommy ada disini."


Ayris mengambil baby aksa menyusuinya .


Terkadang baby tak ingin menyusu dengan dot botol susunya melainkan ingin menyusu pada mommy nya.


" Sayang , kau terus menyusui nya ."


Ayris mendongakkan kepala nya ketika suaminya berkata demikian hampir tak pernah terbayangkan sama sekali zain akan cemburu pada putranya sendiri.


" Sayang , dia anakmu . Masih membutuhkan asi ekslusif , bagaimana kau bisa cemburu padanya ?"


Zain tak menjawab kecemburuan nya hanya menatap tajam pada dua squisy milik nya dan duduk disamping ayris.


" Eh ,,, aksa akan mirip sekali dengan mu . Lihatlah lahap sekali bahkan menginginkannya kedua nya ."


Ayris sengaja membuat suaminya lebih cemburu .


Zain hanya menghela nafasnya melihat putranya memiliki kuasa penuh atas apa yang diinginkannya.


" Apa dia akan menjadi pendian dingin seperti mu ? Terlebih lagi kejam , aaa tidah ,,,tidak ,,, tidak boleh."


Zain menyunggingkan senyum nya pada ayris atas perkataan nya.


Muncul sebuah ide terbesit di dalam otaknya untuk menyudahi aksi menyusu baby aksa .


" Sayang , mommy mu bilang kau kejam ."


Zain sengaja menciumi aksa dan berbisik padanya .


" Oek,,,oek,,,,oek,,,oek,,,."


Aksa melepas ****** susu menangis keras .


Zain sepertinya berhasil membuat baby lepas dari benda kesukaannya.


" Sayang, cup ,,,cup,,, kesayangan mommy . Cup ,,cup,,,, ."


Ayris melirik tak percaya pada zain yang mekakukan trik kotor pada putranya .


" Cup cup sayang ,,,, daddy mu memang keterlaluan."


Baby aksa tak diam dalam gendongan ayris , zain meraih baby mungil tersebut ke dalam gendongan nya .


Benar saja , dalam sekejap baby terdiam lalu kembali memejamkan matanya.


" Hahaha,,,, benar kan ? Baby seperti mu , dia lebih menurut pada mu ."


Ayris mengambil baby lain untuk disusui namun tak seperti baby aksa yang tak ingin lepas dari mommy nya .


Kesibukan zain maupun ayris mengurus ketiga baby kembarnya membuat mereka sedikit kerepotan tapi ada mira dan juga keluarga yang membantu mereka .


Dikamar diana.


" Dina apa yang terjadi pada putri mu ? Mana leo ?"


Nenek jaya tak melihat keberadaan cucunya di kamar merek melihat ke srluruh penjuru ruangan .


" leo turun ke bawah bu tanpa mengatakan apapun ."


" Hah,,,,."


Tak berapa lama leo datang dari lantai bawah membawa kertas yang kini tengah dipegang nya yakni hasil test sampel darah diana.


" Leo , bagaimana ? Apa yang terjadi pada diana ?"


Nenek jaya yang melihat kali pertama leo datang merasa sedikit cemas dengan raut mimik wajah leo yang terlihat memprihatinkan .


" Leo,,,,."


" Nak,,,,."


Wajah kusut yang lusuh terlihat sangat khawatir membuat semua orang merasa khawatir .


" Leo,,,katakan pada mama, diana baik baik saja kan ? "


" Ma , mama ,,,,,mama."


Mona terlihat khawatir dengan ucapan leo yang memanggilnya terbata bata.


" Iya , sayang."


" Ma,,,, leo akan menjadi seorang ayah ."


" Haa,,,,, Aaaa syukurlah , semua baik baik saja bahkan akan ada bayi mungil lagi dalam keluarga kita ."


Mona memeluk putra nya leo.


" Apa ,,, diana hamil ? Permintaan ku terpenuhi ."


" Iya , ibu ."


Jawaban singkat leo membuat dina tersenyum bahagia menghampiri putri nya.


" Lengkap sudah ."


Nenek jaya keluar dari kamar diana dan leo bersamaan nata dan maya.


" Aku benar benar tak menyangka persahabatan kita berubah menjadi besan bahkan anak kita memberikan cucu . Cucu kita memberikan cucu buyut untuk kita."


Ketiga nya berpegangan tangan turun ke lantai bawah tersenyum bahagia dengan kehidupan mereka saat ini.


Max merasa ada yang ganjil dengan istri nya , tak seperti biasanya chleo manja mengirimkan photo yang hanya berbalut lingerie saja padanya.


" Ada apa dengan nya ? "


Max yang masih berada diruang kerja zain menggelengkan kepala nya .


Tak berapa lama perasaan gusar max memenuhi isi kepala nya bahkan hampir tak bisa berkonsentrasi dengan photo yang dikirimkan chleo pada nya .


Max bergegas pergi ke kamar nya melihat apa yang sebenarnya terjadi .


Ceklek,,,,


" Sayang ,,,,."


Max ternganga melihat istrinya ternyata hanya sengaja photo memakai lingerie untuk kenangan di album nya .


" Hem,,, ada apa kak ? Kakak sudah melihat photo nya ? Bagaimana cantik tidak ? Itu kado dari kakak ipar aku belum sempat memakai nya . Sekarang sudah tak muat ,, hihihi,,,."


Chleo terkekeh geli.


Tanpa basa basi tak menjawab pertanyaan chleo ,max meraih tengkuk chleo mencium dalam dalam bibir ranum miliknya menyesap dalam dalam .


" Kenapa kau menggodaku ? Bagaimana kalau yang itu bangun ?"


" Tidurin. "


" Cara nya ,,,?"


Perkataan penuh jebakan kini menjadi boemerang untuk chleo . Chleo merutuki kebodohan nya sendiri sengaja photo memakai lingerie .


" Apa maksud kakak ?"


" Apa maksudku ? Diana bilang setelah melahirkan akan lama berpuasa jadi harus sering sering menengok dedek bayi ."


" Hah,,, tidak , kak diana salah ,,,,."


Chleo diam tak melanjutkan perkataan nya karena memang benar apa yang dikatakan diana .


" Kenapa diam ? Aku tidak menyangka , mencintaimu dari kecil bahkan menikah dengan mu membuat hidupku penuh arti ."


" Bahkan diluar dugaanku , istriku juga mencintaiku."


Max memeluk istri nya dari belakang mengusap pelan perut besar chleo tidak hanya sampai disitu bahkan menyusur keseluruh tubuh chle.


Chle hanya bisa menghela nafas kasarnya menerima setiap sentuhan jemari tangan max yang kini nakal menyusur ke setiap lekuk tubuh nya .


Bahkan chle merasa tak tega ketika dengan max jika harus menghentikan aksi nya .


Kedua nya tengah berburu nafas saling menikmati bahkan hampir saja chle kehabisan nafas karena ******* yang tak kunjung dilepaskan max.


" Aaaaaaaaa,,,,, ."


Bersambung 😊🙆