ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 147.


Setelah berapa saat Zain keluar dari kamar nya turun ke lantai satu menyelesaikan masalah yang sedang menanti nya .


Beberapa saat kemudian ia telah sampai ke ruang tengah Mansion terlihat rian dan mira yang masih terduduk lemas dan juga beberapa orang yang cemas menanti keputusan sang big bos .


" Apa kau sudah siap dengan hukuman mu ? " Ucap zain yang tiba tiba muncul dan duduk di kursi kebesaran nya .


" Saya sudah siap tuan , tapi saya mohon lepaskan mira ?" Ucap Rian yang mendapat tatapan sendu dari mira . Sementara mira hanya bisa menangis menitik kan air mata .


" Kau mencintai nya ?" Ucapan Zain membuat rian terkejut mendongakkan kepala nya .


" Tuan ,,,,, saya ,,,, saya ,,,,." Rian merasa ragu untuk mengatakan nya , ia benar benar takut jika terjadi sesuatu dengan mira .


" JAWAB,,,,,." Dengan setengah berteriak Zain menatap pada rian , sementara mira hanya menangis .


" I,,,, i,,, iya tuan . Saya mencintai nya ." Ucapan rian membuat mira terkejut menatap nya .


Ia mengira jika cinta nya ber tepuk sebelah tangan karena ia terlihat seperti seorang play boy ternyata rian mencintai nya


'' Cikkkhhhhhh ,,,,, Kenapa kau tidak menikahi nya saja ?" Ucap Zain menatap tajam pada kedua nya .


" Tuan ,,,, anda ,,,,." Belum sempat rian melanjutkan ucapan nya Zain terlebih dahulu memberi isyarat anggukan kepala pada rian.


" Dan kau,,,,, ." Zain memang sengaja memotong perkataan nya untuk memainkan hati gadis itu .


" Istri ku sangat menyayangi mu ,,,, pergunakan dengan baik kesempatan ini ." Ucapan Zain membuat mira yang menitikkan airmata berubah tersenyum .


" Menikah lah dengan nya ! Agar aku tak susah payah mencari jodoh untuk pria nakal itu ." Ucap Zain menghembuskan nafas kasar nya .


"Tapi tuan ,,,, ." Mira berhenti berkata kemudian menatap rian ,sedangkan rian menatap sendu pada nya .


" Ada apa ?" Zain yang semula ingin berdiri ingin meninggalkan tempat itu berhenti ketika melihat mira seakan ragu pada rian .


" Saya sudah tidak punya orang tua , bagaimana dengan kedua orang tua rian ?" Ucapan Mira mendapat tatapan tajam Zain .


" Haaaahhh,,,,, Rian apa kau tidak mengatakan nya pada nya ? " perkataan zain membuat rian menggelengkan kepala nya kemudian menunduk kan kepala nya.


" Huuuuhhh,,,, kedua orang tua nya sudah meninggal . Aku membawa nya pulang ketika ia menangis di pusara kedua orang tua nya .Apa kau mengerti ?" Ucapan Zain hanya mendapat anggukan dari mira .


" Aku akan menyuruh orang menyiapkan pernikahan kalian ." Zain berdiri berjalan meninggalkan tempat itu .


" Terima kasih tuan ." Ucap rian dan mirasecara bersamaan .


Rian kemudian meraih tubuh mira memeluknya dengan erat .Kemudian mencium wajah nya dan bibir mungil yang cerewet selalu menggoda nya .


" Ehhh hemmm ,,,, ehhh hemmmm . " Suara itu menghentikan rian yang begitu gembira seakan lupa jika mereka di kelilingi anak buah nya .


" Apa kalian melupakan kami ?" Ucap salah satu anak buah nya .


Rian dan mira yang tersadar pun kemudian melepas pelukan mereka dan memandang ke arah sekitar yang ternyata beberapa anak buah rian yang mengelilingi nya .


Mira dengan malu malu kemudian mencubit pinggang rian , bangun dari duduk nya dan berlari ke belakang .


Sementara Rian hanya menggaruk kepala nya meski tidak gatal .


" Selamat brow ,,, sebentar lagi akan melepas masa lajang mu . Haaaaaa haaaaa." Ucap Anton yang ternyata muncul dari balik pintu .


" Kau ,,, mengejek ku ? Kenapa menertawakan ku ? Sebentar lagi kau juga akan menikah dengan S,,,,,,." Belum sempat rian melanjutkan ucapan nya Anton sudah terlebih dahulu membekap mulut nya .


" Awasss kau jika sampai bilang !!" Anton berbisik tepat di telinga nya .


" Dengan S,,,, siapa ?" Sely yang tiba tiba muncul membuat mereka berdua gugup .


" Ti ,,, ti ,,,tidak . Bukan siapa siapa ?" Ucap Anton kemudian mengandeng rian berjalan ke ruang bawah tanah .


Sementara Zain yang sudah sampai di kamar nya duduk disamping istri nya dan memandang wajah istri nya yang terlihat letih .


" Sayang ,, kau hadir tepat pada waktu nya .Baik baik di perut mommy , daddy akan menjaga mu !!." Ucap Zain meraba perut rata Ayris kemudian mencium nya .


" Kau harus membuat mommy mu kuat seperti baja ."


" Haaaaa haaaaaa . Kau akan lihat nanti , mommy mu seperti serigala yang begitu kejam memakan mangsa nya ."


Zain yang bermonolog sendiri tersenyum menyentuh pelan perut Ayris, kebahagiaan yang kini ia rasakan begitu indah dengan kehadiran janin yang ada dalam perut ayris .


Beberapa saat kemudian Zain yang ikut duduk disamping ayris mengambil sebuah buku pengetahuan tentang kehamilan membaca nua secara perlahan .


Ayris yang secara perlahan bangun dari tidur nya masih mengingat kejadian yang beberapa saat terjadi .


" Miraaaaaaaaaa,,,,, ." Ayris berteriak kencang mengkhawatirkan mira . Sedangkan Zain yang berada di samping nya terkejut melihat ayris yang secara tiba tiba bangun dan berteriak .


" Sayang ,,,, ada apa ?" Zain yang menenangkan Ayris yang terlihat cemas .


" Mira ,,,, mana mira ? Jawab Zain ,,,,,Jawabbbb !." Ayris yang mengguncang guncang kan badan Zain yang begitu khawatir dengan mira .


" Hikss,,,, hikss,,,hikss,,,, ." Ayris yang belum mendapat jawaban tiba tiba menangis.


Zain tahu jika ayris memang mengkhawatirkan mira , karena mira begitu dekat dengan nya .


" Kau jahat Zain ,,,, kau jahat ,,,!!." Ayris seakan tersulut emosi memukul badan Zain . Zain membiarkan nya meluapkan amarah dalam diri nya .


" Aaaaaaaaaghhhhh hiks ,,,, hiks,,,, hiks." Ayris terus saja menangis merasa kehilangan mira .


Sementara Zain yang tanpa sepengetahuan ayris menekan intercom memanggil mira naik ke atas .


Setelah agak tenang meskipun masih menangis Zain menarik tubuh mungil istri nya ke dalam pelukan nya . Ayris yang masih terpukul hanya bisa menangis di dalam pelukan sang suami .


Setelah beberapa saat mira masuk ke kamar dengan membawa nampan berisi makanan kesukaan sang nyonya .


" Nyonya ,,,." Panggilan familiar menghentikan tangis ayris .


" Miraaaa ,,,,." Ayris melepas pelukan Zain ,ia yang hendak bangun dari tempat tidur tertahan selang infus di tangan nya .


"Aaaaaghhh,,,,." Ayris yang mencabut selang infus nya demi berlari ke hadapan mira.


" Nyonya ,,,, Jangan nyonyaa !!" ucap Mira yang setengah berteriak kemudian meletakkan nampan makanan tersebut berlari ke arah sang nyonya yang ingin melepas selang infus nya .


" Sayang ,,,,.!!" Panggilan Zain tidak ia indahkan sama sekali ,Ayris berlari ke hadapan mira . Zain begitu khawatir karena Ayris tidak mendengarkan perkataan nya .


" Mira,,, kau baik baik saja ?." Ayris begitu khawatir terhadap nya membolak balikkan badan nya .


" Kaki mu ,,,,? " Ayris merasa lega karena mira baik baik saja .


" Iya nyonya , saya baik baik saja ." Ucap mira tersenyum pada sang nyonya .


" Syukurlah ." Ayris bernafas lega karena mira baik baik saja .


" Tapi nyonya ,,,,, nyonya tidak boleh berlari lagi ." Ucapan mira mendapat tatapan tajam dari Ayris , sementara Zain yang masih duduk di ranjang dengan melipat kedua tangan nya .


" Memang nya kenapa ?" Ayris yang mulai kesal melipat kan tangan nya di atas perut nya .


" Karena di tempat nyonya melipat tangan ada junior ." Ayris yang semula terlihat cuek terkejut mendengar nya kemudian Ayris melihat perut rata nya ketika mendengar penjelsan mira . Sedangkan mira hanya tersenyum menganggukkan kepala nya.


" Sayangg ,,,, Aku hamil !!" Ayris berlari menghambur ke pelukan sang suami .Zain tersenyum menganggukkan kepala nya .


" Anak kita,,, ." Ucap Ayris .


Setelah beberapa saat kemudian Ayris yang mengingat isi video tersebut . Ia kemudian melepas pelukan nya dan menjauh dari Zain .


" Sayang ,,,, ada apa ? " Zain seakan mengerti kerisauan istri nya namun berpura pura tidak mengetahui apapun .


Ayris tidak menjawab nya tetapi melangkah mundur tetapi dalam tiga langkah tetapi Ayris merasa tubuh nya terasa ringan .Zain yang melihat perubahan mimik wajah istri nya segera bangun dan berlari menangkap tubuh mungil istri nya yang hampir jatuh karena tak sadar kan diri .


" Sayang ,,,,, ."


Bersambung 😊😊😊🙏