ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 244


Di suasana pesta


Surya yang melihat sukma menghampiri nya dan sangat mengejutkan bagi suk.a karena melihat surya di tempat ini .


" Sukma ,,,."


" Surya ,,,,."


Mereka terkejut secara bersamaan karena melihat orang yang lama hilang berada di depan mereka .


" Sukma , aku mencari mu keberadaan mu ? Di mana kau selama ini ?"


Sukma hampir tak percaya orang yang membuat nya berada di dalam kehancuran bahkan seluruh keluarga membuang nya kini berada di depan mata nya .


" Kau mencari keberadaan ku ? Apa aku tidak salah mendengar nya ?"


Perkataan sukma seakan membuat nya pedih meskipun tak ada luka .


" Sukma , apa kau masih membenci ku ? Maafkan aku sukma , jika keluarga ku tidak menginginkan mu namun aku berusaha mempertahankan mu ."


Ucap surya.


" Apa aku harus menjawab pertanyaan mu pada orang yang telah menghancurkan hidup ku ? Memberikan sebuah aib ? Membuat semua keluarga ku membenci ku ? Bahkan mengacaukan pernikahan ku ?"


Sukma mengenang saat seperti dulu dan ketika ia harus bertahan sendiri demi hidup nya .


" Aku tahu , aku terlalu banyak melakukan kesalahan tapi apa kau tahu jika saat itu aku juga mencari mu meninggalkan kemewahan itu namun kau telah menghancurkan hidup ku ."


Surya yang tak kalah membela diri sendiri panjang lebar berbicara .


" Apaaa,,,, aku menghancurkan hidup mu ? Atas dasar apa kau menuduh ku seperti itu ? Apa kau tahu hancur nya seorang wanita ketika menerima aib dan tanpa suami ?"


Ucapan sukma seakan menusuk jantung nya yang telah terluka dengan luka yang baru .


" Apa maksud mu ? Jadi benar yang di katakan wijaya kau hamil anak ku ? Tapi bagaimana kau bisa menikah dengan nya ?"


Surya yang masih tak mengerti dengan drama yang ia lihat saat itu sukma memakai gaun pengantin .


" Menikah ? Hahahaha,,,,, . Bagaimana kau bisa mengatakan seorang yang hamil menikah dengan suami orang ? Apa kau sudah gila ?"


Sukma merasa jengkel dengan apa yang di katakan surya , ia pun pergi meninggalkan nya sendiri berjalan menuju lobby utama dimana maya telah menunggu nya .


" Sukma ,,,, tunggu sukma !"


" Kita belum selesai bicara ."


Ucapan surya tak diperdulikan oleh sukma yang terus berjalan hingga sesuatu yang terjadi membuat nya berhenti melangkah .


" Om,,,,om pergi kemana ? kenapa tinggalin jane sendiri ?"


Jane yang meraih tangan surya membuat sukma mau pun surya menoleh kearah sumber suara .


" Siapa dia om ?"


Jane yang tak punya malu bertanya seperti itu pada seorang yang lebih tua daripada ia .


"Oh,,, jadi ini yang kau bilang aku menghianati mu karena hadir di pernikahan adikku dan kau sedang dengan daun muda yang lebih menggiurkan ?"


Sukma yang sebenar nya masih memendam rasa pada surya tersulut emosi dengan hadir nya jane di hadapan nya .


" Jaga ucapan tante ! Setidak nya kecantikan ku mampu memikat om surya dari pada ,,,."


Jane dengan sombong nya berbangga diri membuat surya maupun sukma naik darah.


Plakkk,,,,,


Surya menampar jane yang berkata seperti itu yang mana membuat nya naik darah .


" Sukma,,,, sukma,,, ."


" Sukma,,,, sukma ,,,."


Sukma tak mengindahkan panggilan surya meskipun memanggil nya berulang kali .


" Om,,, kenapa menampar jane ?"


Jane menarik lengan surya yang hendak pergi mengejar sukma.


" Dengar jane ! Aku tak memintamu ikut campur urusan ku."


Surya melepaskan pergelangan tangan jane yang menarik lengan nya .


" Om ,,,, om ,,, . Aaaaaa,,, brengsek !!"


Jane mengumpat kesal karena surya memilih mengejar sukma dari pada dengan nya .


" Awas kau wanita tua !!"


Jane berlalu pergi dari tempat itu sedangkan surya yang mencari keberadaan sukna tak menemukan keberadaan nya .


Ketika ia hendak keluar dari hotel tersebut sebuah panggilan masuk ke layar handphone nya yang menyatakan ada penyerangan di markas redofil .


Surya akhir nya mengurungkan niat nya mencari sukma tapi ia harus kembali ke markas nya karena penyerangan tersebut .


Di suite presidential room.


Dave yang kesulitan dengan kondisi lily yang memprihatinkan dan membuat nya kewalahan harus menggendong secara bolak balik antara ranjang dan bathup menghela nafas kasar nya .


" Kau merepotkan saja tapi bagaimana mungkin kutub utara itu membiarkanmu pulang sendiri ?"


" Orang orang nya juga banyak kenapa wanita cantik seperti mu tak di antar ?"


" Apa dia sedang merencanakan sesuatu ?"


" Aku harus menghubungi nya . Aku tak ingin terjadi kesalahpahaman antara kita ."


Tak berapa lama dave kemudian mengeluarkan ponsel nya meskipun hari telah larut dan juga mungkin bisa mengganggu orang tidur .


📞 Calling " Kutub utara "


Zain yang tengah memandikan ayris karena bau minyak yang menempel di tubuh nya tak mengindahkan panggilan telepon dave .


" Aneh ,kenapa kutub utara itu tak mengangkat telepon ku ?"


Ia pun mencoba nya sekali lagi .


📞 Calling " kutub utara ."


Zain yang baru selesai mengganti pakaian ayris meraih telepon yang bunyi beberapa kali .


📞 Incoming call " casanova ."


📞 :" Hemm,,,."


📞 :" Kenapa lama sekali ? Kau sengaja tak mengangkat nya ?"


📞 :" Tidak,,,. Aku sedang di kamar mandi ."


📞 :" Hei,,, kutub utara , aku tak menyangka kau sekejam itu . Kau membiarkan gadis mu pulang sendirian dalam kondisi seperti itu ."


📞 :"Gadis ,,, ? Hahahaha ,,, . Apa maksud mu ?"


📞 :" Kau sengaja atau pura pura tidak tahu ? Bagaimana dengan lily ?"


📞 :" Lily ? apa kau mengikuti nya ?"


📞: " Tentu saja, kau jangan salah paham dulu . Aku tak sengaja mengikuti karena melihat ia berjalan sempoyongan dan hampir jatuh ke lantai . Bagaimana seorang pengusaha seperti mu membiarkan gadis nya pulang sendiri ?


📞 :" Hahahaha,,,,."


" Sayang , kau bicara dengan siapa ? Kenapa tengah malam seperti ini menelepon ?"


" Ssttt ,,,, . Adik ipar mu menelepon ."


" Dave atau chle ? "


" Dave ."


" Cepat sedikit ! Baby menginginkan lengan nya ?"


" Baiklah ."


Dave yang di seberang telepon terkejut mendengar suara seorang perempuan dan jekas jelas berbincang dengan kakak nya .


📞 :" Apa kau sudah menikah ? kenapa kau menyebut ku adik ipar ? Dan baby ,,, kau akan punya baby ? Kenapa aku tidak tahu ?"


📞 :" Hahahaha,,,, . Apa casanova seperti mu pernah berkunjung ke tempat kakak nya ?"


📞 :" Bagaimana dengan lily ?"


📞 :" Tanyakan pada nya ketika ia terbangun ! Tapi ,,, kenapa kau tak memanfaatkan kesampatan seperti ini ? Bukankah kau seorang casanova ?"


📞:"Kau,,,, ."


📞 :" Klik ."


Zain memutus sambungan telepon dengan dave lalu menatap tajam ke arah sofa dimana istri nya masih membuka layar televisi .


Ia pun mematikan saluran televisi tersebut dan menggendong ayris ke ranjang tempat tidur .


" Sayang , tidurlah !! Sudah terlalu larut . "


Zain meraih istri nya ke lengan yang ia sukai kemudian mencium kening nya.


Dave yang tengah kesal pada kakak karena memutus sambungan telepon dari nya.


" Huhh,,,, tidak sopan sekali memutus sambungan telepon."


" Siapa wanita itu dan dia ? Ada hubungan apa sebenar kau dengan kutub utara itu ?"


" Adik ipar ,,, . Jadi kau sudah menikah tanpa memberitahu ku ? Awas kau !! Aku akan membuat perhitungan dengan mu ."


" Baby ,,,, ? Jadi aku akan menjadi seorang paman ? Hahahaha ,,, ."


Dave bermonolog sendiri setelah sambungan telepon dari kakak nya terputus .


Ia menelaah setiap perbincangan nya dengan kakak nya dan juga seorang yang baru saja ia dengar lewat sambungan telepon yang berada di samping kakak nya .


Dave kemudian berjalan menghampiri lily yang hanya berbalut bathrobe dan selimut tertidur pulas di tempat tidur .


Ia mengusap pelan wajah orang yang memvuat jantung nya berdegup kencang .


" Kau cantik sekali jika tertidur ? "


" Apa yang sebenar nya terjadi ? memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan tapi tidak dengan mu ?"


" Aku ingin melakukan nya dengan rasa cinta dan dalam keadaan sadar .Tapi semua itu hanyalah mimpi ."


Dave yang kemudian mengirim satu pesan pada asisten nya untuk membawakan dress beserta isian nya besuk pagi setelah itu ia yang masih menatap wajah cantik lily akhir nya tertidur di samping nya .


Mentari yang menyorot di sela sela korden dan bunyi suara bel pintu membangunkan dave yang dengan langkah gontai berjalan ke arah pintu dan membuka nya .


Seorang laki laki bertubuh tegap berada di balik pintu yah, dia mike asisten pribadi dave .


Ceklek,,


" Selamat siang tuan , ini pesanan yang anda minta . Apa anda membutuhkan sesuatu ?"


Ucap mike memberikan paper bag yang berisi gaun wanita pada dave .


" Tidak mike , terima kasih . "


Derrrr,,,


Karena masih menahan rasa kantuk dave menutup pintu kembali .


Sedangkan mike menggelengkan kepala nya dan mengelus dada nya sendiri .


" Tuan , sampai kapan kau akan seperti ini ? Tak adakah seorang perempuan yang membuatmu terpikat ?"


Mike kemudian berjalan meninggalkan hotel tersebut.


Di dalam ruangan .


Dave meletakkan paperbag di sofa lalu kembali tidur di samping lily .


" Euggghh,,,, ."


Lily yang merasa tubuh nya seperti tertimpa bongkahan batu merasakan nyeri dan pegal semua.


Ia membuka mata nya memandang ke arah langit langit lalu memejamkan kembali setelah beberapa detik kemudian lily yang merasa janggal dengan langit langit kamar nya membuka mata nya .


" Dimana ini ? Kenapa aku seperti berada di hotel ?"


Gumam lily yang kemudian menoleh ke arah samping kanan nya .


Lily yang kemudian melihat keadaan tubuh nya yang hanya berbalut bathrobe ia pun menoleh ke samping kiri yang ternyata ada seorang laki laki tidur di samping nya dan dengan reflek lily berteriak dengan keras dan juga mendorong pria itu hingga tersungkur di lantai .


" Aaaaaaaaaaa,,,,."


Buk,,,


" Aduh,,,."


Dave yang tersungkur di lantai merintih kesakitan yang membuat lily terkejut karena seperti mengenal suara itu .


Dave yang bangun memegang kepala nya melihat ke arah lily.


" Kenapa kau mendorong ku ? Tidak berterima kasih tapi membuat ku celaka ."


Dave yang mengusap kepala nya karena kesakitan jatuh tersungkur di lantai .


Lily yang memandang dave hanya tertegun terbang ke alam mimpi tak percaya jika yang ada di depan nya dave orang yang ia sukai sejak lama .


" Dave ,,, . Kau kah itu ? Tapi kenapa kau ada di sini ? dan ini gaun ku ,,,? siapa yang mengganti nya ?"


Lily yang tak percaya melihat dave di depan mata nya bahkan tidur seranjang berdua dengan nya namun ia merasa kecewa dengan apa yang terjadi .


" Memang nya kau kira aku hantu . Kau hampir jatuh di lantai saat berjalan menuju lobby dan aku membawa mu kesini . Gaun mu ,,,."


Dave yang sengaja menggoda lily mengedipkan salah satu mata nya membuat lily seketika naik pitam dan berlari mengejar dave yang duduk di sofa menikmati secangkir kopi .


" Kau,,,, . melakukan nya pada ku ? Kau tega ,,, merenggut kehormatan ku."


buk ,,buk ,,,


buk,,, buk ,,,


" Auww,,, cukup hentikan ! "


buk ,,buk,,,


" Hentikan ! Kau bisa membuat ku khilaf melihat belahan bathrobe mu. Gaun mu aku buang ,puas !"


Lily yang tersulut emosi seketika sadar dengan ucapan dave menutup dada nya dan membenarkan bathrobe yang ia pakai .


" Aku menyuruh room girl melepas baju mu dan mengganti dengan bathrobe setelah kau pulih dari rancauan mu ."


Ucap dave .


" Ah ,,,panas ,,, haus ,,, panas ."


Dave yang menirukan rancauan lily membuat nya malu dan menundukkan kepala nya .


" Semua gara gara wanita brengsek itu yang akan menggunakan jarum injeksi pada kakak mu tapi mengenai ku ."


Dave terkejut mendengar penjelasan lily dan merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar .


" Apa maksud mu ? kak zain ,,,?"


" Ah sudah lah . Lalu bagaimana kau bisa menemukan ku dan bagaimana aku bisa bebas dari obat terlarang itu ?"


Lily mengalihkan pembicaraan nya.


" Aku mengikuti mu ketika melihat jalan mu seperti ayam bertelur dan kau lihat saja di bath up ?"


Ucap dave yang kemudian meneguk kopi hitam nya sedangkan lily berlari ke bathup melihat begitu banyak es batu yang masih tersisa di dalam nya.


" Terima kasih atas pertolongan mu . Tapi kau tidak menyentuh ku kan ?"


Lily yang mendekati dave dan duduk di samping nya yang membuat dave panas dingin .


" Menjauhlah ! Aku tak ingin berbuat khilaf , kau bukan milikku . Kakak ku bisa membunuh ku jika aku menyentuh mu ."


Dave merasa kesal karena lily semakin mendekati nya membuat hawa kelakian nya memanas .


" Hahahaha,,, . Seorang casanova takut dengan gadis seperti ku ."


Lily yang tengah mengejek dave membuatnya semakin kesal .


" Aku tidak takut dengan mu bahkan aku bisa melakukan nya semalam tanpa susah payah meminta es batu . Kau itu gadis kakak ku bagaimana aku bisa mendekati mu ?"


Dave yang kesal dengan lily kemudian membuka balkon kamar dan menyalakan sebatang rokok .


" Hahahaha,,,. Apa kau sudah gila ? Aku gadis kakak mu ? Hei ,,,aku kasih tahu pada mu , jika aku mendekati kakak mu kau tahu apa yang terjadi ? kakak ipar mu akan menyuruh leon dan leona memangsaku hidup hidup ."


Dave yang terkejut lalu mematikan rokok nya mendekati lily.


" Apa maksud mu kakak ipar ? Jadi kakak ku benar benar menikah ?"


Dave memegang tangan lily yang sedang duduk di sofa dan lily hanya tersenyum menganggukkan kepala nya .


" Jadi ini maksud perkataan nya semalam dan ditelepon ."


Gumam dave lirih namun terdengar oleh lily .


" Memang nya bicara apa ?"


Lily yang tertegun dengan ucapan dave merasa tak mengerti dengan apa yang ia katakan .


" Tidak penting . Yang terpenting adalah kau ."


Dave meraih tengkuk lily mencium bibir nya dalam dalam membuat lily yang semula memberontak berubah menikmati nya bahkan mengalungkan kedua tangan nya pada leher dave .


Semakin lama semakin dalam membuat sang casanova terbuai dengan kenikmatan duniawi .


Kedua tangan yang menjelajah hingga berhenti di suatu tempat kesukaan sang casanova .


Dave yang cepat sadar dari kenikmatan tersebut secara tiba tiba menghentikan langkah nya .


" Ada apa ?"


Tanya lily yang sebenar nya menginginkan lebih .


" Aku belum menikahi mu . Bagaimana bisa aku menyentuh mu ?"


Ucapan dave membuat lily tertegun. Ia merasa haru dengan sikap casanova tersebut namun saat ia merasakan suatu sentuhan di bawah sana, mata lily yang mengalihkan pandangan nya melihat tangan dave di area nya.


" Tapi tangan mu menyentuh itu ,,,."


Ucap lily menundukkan kepala nya .


" Ah ,,,maaf ,,, maaf sayang. Aku khilaf , Mandi lah ! Kita akan pergi ke suatu tempat ."


Ucap dave kemudian dengan cepat menarik tangan nya dari dalam bathrobe yang lily kenakan .


" Sayang ,,,, kau memanggilku sayang .Hahahaha,,, Aku mencintai mu , Muach ."


Lily yang bersorak gembira berdiri melompat kegirangan di sofa setelah mencium pipi dave .


" Hei,,, kenapa kau mendahului ku menyatakan cinta ?"


" Memang nya kenapa ? aku memang mencintai mu ."


" Sejak kapan ? "


" Sejak pertama kali bertemu ."


Ucapan lily membuat dave tertegun lalu meraih tengkuk lily dan mencium bibir lily kembali lalu meletakkan kening nya pada kening lily.


" Aku juga mencintai mu . Pergi lah mandi ! Atau jiwa kelakian ku tak kan bisa terkontrol ."


Mendengar ucapan dave lily bangun dari duduk nya dan berlari ke kamar mandi .


"Baiklah ,,, baiklah ."


Belum lama di kamar mandi , lily pun keluar menengok pada dave .


" Hei tuan dave ,,, apa aku akan memakai pakaian seperti ini ?"


" Nyonya dave arijaya , aku sudah menyiapkan dress untuk mu ."


Ucap dave menunjuk paper bag di atas meja .


" Aaa nyonya dave ,,, .Aku mencintai mu tuan dave ."


Lily kemudian hilang di balik pintu kamar mandi sedangkan dave menghubungi asisten nya untuk membantu nya menyiapkan dokumen pernikahan antara ia dan lily .


" Ternyata cinta ku pada pandangan pertama tak bertepuk sebelah tangan . Aku mencintai mu ."


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏