ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 269.


" Sayang kenapa kita ke kamar ? baby masih di bawah ."


Zain tidak mengerti kenapa istri nya menyuruh nya menggendong nya sampai ke kamar mereka .


" Aku akan membungkus beberapa hadiah untuk mira dan selly ."


" Oh,,,."


Jawaban singkat yang di berikan zain seperti biasa nya sudah sangat di hafali ayris , memang zain bersikap dingin bahkan kepada nya .


" Eh,,, lihat lah ! Aku jauh jauh hari membelikan kedua perhiasan untuk mereka , bagus tidak ?"


Ayris memperlihatkan dua pasang perhiasan pada suami nya dan mengeluarkan barang barang yang sengaja ia beli untuk mereka berdua.


" Hmm,,,, ."


" Kau ini, tak ada jawaban selain oh ,hem,, .Menyebalkan ."


Ayris tampak kesal dengan jawaban zain yang dingin seperti biasa nya kemudian mengerucutkan bibir nya yang terlihat semakin sexy di mata zain .


" Aaaaa,,,,. Sayang,,, kau membuatku terkejut ."


Zain yang menarik lengan ayeis hingga jatuh ke dalam pelukan nya membuat ayris mengeluarkan suara teriakan kecil tanda keterkejutan nya .


Tanpa basa basi atau pun permisi zain menyambar lembut bibir cerry kesukaan nya menyesap nya dalam dalam hingga yang empu nya terlihat kehabisan nafas nya.


"emmhhh,,,,."


Satu ******* lolos membuat zain semakin bersemangat lalu menciumi leher jenjang ayris .


Namun sebelum terlambat , zain menyudahi nya karena tak ingin yang di bawah sana tersiksa .


"Kenapa ?"


" Kau membuat ku di atas awan hingga aku melupakan jika aku habis melahirkan."


Ucap ayris memandangi wajah suami dan juga tampak kesal .


" Hahahaha,,,,."


Zain mengerti apa yang di maksud ayris tertawa ketika istri nya mencebirkan bibir nya .


Zain membantu ayris membungkus kado kado untuk pernikahan mira dan rian serta selly dan anton .


Di paviliun .


Rian yang memang tinggal di paviliun mulai saat ini harus berbagi tempat tidur dengan mira yang sudah menjadi istri nya .


Sedangkan anton yang semula tidur di bawah tanah pindah di paviliun dengan selly .


" Semua ini gara gara kau mira , kita harus menikah di saat seperti ini ."


Ucap selly melempar sebuah benda pada mira .


" Bukan aku , tapi suami ku . Jika dia tidak melamar ku pasti kita tidak akan menikah bersama dengan tuan leo."


Ucap mira menyangga kepala nya dengan salah satu tangan nya .


" Hei,,, mira sayang, bukan salah ku jika nyonya mengetahui nya . Lagi pula aku ingin segera menikah dengan mu agar aku tak mandi air dingin ketika melihat ini ."


Anton, selly dan mira melihat ponsel tuan muda zain yang di pegang oleh rian untuk segala urusan kantor atau pun urusan black devil.


" Haaaa,,,,."


" Haaaa,,,,."


" Haaaa,,,,."


Ketiga nya melihat ke arah rian dengan tatapan mata yang sangat tajam bahkan mira hampir saja mengeluarkan taring nya ketika mira melihat photo photo sexy tersebut .


" Kau,,,,."


Mira hendak mencakar kepala rian tapi beruntung selly dengan sigap menahan tubuh mira .


" Apa maksud mu dengan photo tersebut ? Kau ingin membuat ku marah atau kau sengaja menunjukkan nya pada ku ?"


Mira terlihat sangat marah dengan photo tersebut .


" Hei,,, sayang . Jangan marah dulu ! Ini ponsel tuan muda ."


" Apaaaaa,,,,."


" Apaaaaa,,,,."


" Apaaaaa,,,,,."


Ketiga nya terkejut ketika mendengar ponsel tersebut adalah ponsel tuan nya .


" Jika nyonya muda tahu , habislah kita ."


Ucap mira.


" Seorang perempuan gila mengirim photo photo tersebut bahkan video vulgar dengan ancaman tuan adinata."


" Ini,,,ku berikan pada mu ."


Rian memberikan nya pada anton untuk di selidiki , siapa perempuan tersebut dan untuk motif apa perempuan tersebut melakukan nya .


" Tidak, enak saja. Kenapa kau berikan pada suami ku ?"


Selly mendorong ponsel tersebut kembali pada rian .


" Cieee,,,, yang memanggil dengan panggilan suami ku ."


Mira meledek selly dengan sengaja ketika mendengar selly berkata demikian .


" Eh'em ,,, Apa tadi kau bilang ?"


Anton pun sengaja meminta selly untuk di ulangi sekali lagi namun selly tertunduk malu dengan pipi merah seperti tomat .


"Tadi bilang kenapa menikah secepat ini ? Sekarang menyebut suami. Heh ,,, selly akui saja kalau kau juga ingin cepat menikah ."


" Kalau aku karena malu ketika nyonya menanyakan kapan melamar nya ? Apa lagi ketika perempuan laknat itu mengirim photo seperti ini . Kau tidak tahu bagaimana jadi aku ?"


Rian duduk menyangga kepala nya dengan kedua tangan nya .


Sedangkan mira tersipu malu ketika mendengar jika nyonya muda nya ternyata mempunyai perhatian besar pada nya.


" Aku sudah tahu perempuan itu dan kau harus tahu, perempuan itu sangat licik. "


"Apaaa,,, kau sudah tahu ?"


" He'em ,,,, bersiap lah ! Tamu kita dari luar daerah dan juga sangat handal ."


" Apa mereka sekuat black devil hingga kau memberi ku peringatan ?"


"Bukan tapi perempuan itu licik ."


Ucap anton melirik pada kedua wanita tersebut namun rian mengerti apa yang di maksud oleh anton .


Mereka berempat duduk di meja bundar dengan masing masing menyangga kepala mereka.


" Eh'em,,,, ."


" Nyonya,,, tuan ."


Semua terkejut ketika melihat tuan dan nyonya mereka ada di depan pintu membawa beberapa bungkusan .


" Ini untuk kalian , selamat menempuh hidup baru ."


" Terima kasih nyonya , tuan."


Zain menghampiri kedua anak buah nya yang sudah ia anggap seperti adik nya menepuk kedua bahu mereka.


" Selamat dengan pernikahan kalian. Berliburlah sejenak untuk bersama istri kalian ."


Ucap zain berbisik pada kedua nya lalu meninggalkan mereka di paviliun .


" Baik tuan. "


Jawab mereka kompak.


Zain menggenggam erat tangan istri nya mengajak bergabung dalam perayaan pernikahan leo dan diana .


" Sayang, aku lelah . Ingin istirahat ."


Ayris tersenyum pada zain lalu merentangkan kedua tangan nya .


Zain yang semula mengajak ayris ke ruang tengah memutar balik menggendong ayris ke lantai atas.


Setelah itu membaringkan ayris ke tempat tidur , seperti biasa nya menyelimuti ayris dan juga mencium kening ayris, zain yang turun kembali membawa beberapa asi untuk di berikan pada ketiga baby .


" Zain, mana ayris ? Kenapa kau turun sendirian ?"


Mona melihat putra nya turun sendiri terlihat cemas jika terjadi sesuatu dengan ayris.


" Ayris sedang istirahat ma , seperti nya kecapekan ."


Ucap zain memberikan asi pada mama nya dn juga pada nenek nya untuk menyusui ketiga baby A.


" Istri mu pasti kelelahan mengurus ketiga baby nya ."


Ucap nenek adinata .


" Kau tidak ingin mencari orang membantu nya ?"


Nenek adinata merasa kasihan dengan cucu menantu nya tersebut .


" Tidak nek, bukan kah ada kalian ?"


Ucap zain mengedipkan sebelah mata nya .


" Dasar cucu kurang ajar !"


Nenek jaya terlihat kesal dengan jawaban zain meskipun ia tahu akan sangat berbahaya jika memperkerjakan orang luar di mansion ini .


" Sudah lah jaya . Lagi pula zain benar , aku tak ingin melewatkan waktu bersama ketiga cicit kita. Iya kan sayang ."


Ucap nenek wijaya .


" Oek,,, oek,,,."


" Ah,,, dia menangis , berarti setuju ."


"hahaha ,,,,."


" Hahaha,,,."


" Kau kalah telak jaya ."


Ucap nenek adinata yang sengaja meledek besan nya jaya.


Acara pernikahan leo dan diana telah usai, diana dan leo hendak mengajak ibu dina untuk istirahat.


" Sayang , mama ke kamar kakak mu dulu ya . Baby aksa sudah tertidur."


" Iya ma."


Diana mengiyakan permintaan mama mertua nya yang pasti akan ke kamar kakak ipar nya.


" Oh ,,ya mama sudah siapin hadiah untuk mu ."


" Aku juga kakak ipar ,,,."


Chleo ikut mama nya ke atas karena merasa lelah dengan perut nya yang kini membesar.


" Aku juga ,,,adik ipar ."


Lily pun mengikuti mama mertua dan juga adik ipar nya ke kamar ayris.


" Nenek juga. "


Ketiga nenek pun telah menyiapkan hadiah untuk leo dan diana yang memang di letakkan di kamar leo .


Mereka yang pergi ke lantai atas ke kamar ayris meletakkan baby ke ranjang box yang ada di kamar ayris.


Chleo dan lily memilih untuk beristirahat di kamar nya masing masing .


Sedangkan kakek dan para lelaki masih berbincang bincang di ruang santai.


" Bu, untuk beberapa hari ibu akan menginap disini . Leo tak kan membiarkan ibu tinggal di apartemen sendirian ."


" Tapi nak,,,."


" Hanya sementara bu, kita akan pindah ke mansion leo yang sedang tahap renovasi ."


Ucap leo memegang tangan ibu dina menatap sendu pada wanita paruh baya tersebut berharap mengiyakan permintaan nya.


" Baik lah ."


Dengan senyum tenang ibu dina mengiyakan permintaan menantu nya tersebut .


" Mari bu, leo antar ke kamar ibu ."


Leo mengantar ibu dina ke kamar tamu , sedangkan diana pamit terlebih dahulu merasa tak nyaman dengan baju dan juga riasan yang membuat nya gerah .


" Apa tidak merepotkan jika ibu tinggal di sini ?"


Ibu dina khawatir jika kehadiran nya akan merepotkam keluarga leo.


" Tidak bu, jangan khawatir ! Kak zain yang menyuruh ibu tinggal di sini , karena kebetulan kakak ipar melahirkan ketiga bayi nya ."


Leo memapah ibu mertua sampai di kanar tamu yang di sediakan .


" Bu, istirahat lah ! Kamar leo ada di sebelah sana , jika ibu butuh sesuatu ."


Ucap leo ketika mereka sudah sampai di kamar .


"Baik lah , jangan lupa segera buatkan cucu untuk ibu !"


Bisikan ibu dina menjadi semangat leo untuk segera membuka segel rumah nya yang masih tersegel .


" Pasti bu , ibu tenang saja ."


Leo mengacungkan kedua jari jempol dengan senyum yang mengembang ketika mengetahui semua nya .


Setelah dari kamar ibu dina, leo merasa gerah ingin segera mengganti pakaian nya .


Ceklek,,,,


''Sayang, kau sedang apa ?"


" Membuka kado ."


Tanpa memperhatikan penampilan diana yang hanya memakai lingerie yang kebetulan ia temukan dari salah satu kado yang di berikan salah satu keluarga .


Leo berjalan ke kamar mandi membersihkan diri untuk beberapa saat setelah rasa gerah menyelimuti nya.


Glek,,, glek,,,


Leo menelan saliva nya ketika melihat istri nya hanya memakai lingerie terbuka di depan nya.


" Sayang, apa kau ingin memulai nya sekarang ?"


" Memulai apa ?"


Diana mengalihkan pandangan nya ketika leo menanyakan perihal tersebut menatap pada leo yang tak berkedip melihat nya.


Sadar akan tatapan mata nya , diana dengan gerak reflek menutup bagian atas nya yang sedikit terbuka.


" Apa yang kau lihat ?"


" Kenapa di tutupi ? Aku sudah melihat nya bahkan menikmati nya ."


Leo mengedipkan salah satu mata nya membuat diana tersipu malu menundukkan kepala nya.


Ternyata diana tidak melihat ke ruang wardrobe dimana kakak ipar nya telah mengisi pakaian wanita untuk nya .


Leo menyunggingkan senyum nya mendapati istri nya yang seorang sekertaris ternyata bersikap polos .


Leo tak lantas menghampiri nya , ia mengambil laptop nya menyelesaikan beberapa tugas rumah sakit dan juga memeriksa beberapa dokumen yang ia kirimkan ke email nya .


" Apa ini,,,? Kenapa semua kado isi nya lingerie ? Apa mereka semua janjian ?"


Diana berbicara sendiri mengangkat beberapa lingerie tersebut lalu menepuk jidat nya sendiri .


Tanpa diana sadari jika ia memakai lingerie juga menghampiri leo yang tengah teduduk di sofa memperlihatkan beberapa perhiasan dari ayris mau pun dari mama mertua nya.


" Eh,,, sayang,,, lihat lah ! Kakak ipar memberikan nya untuk mu ."


" Ini limited edision ."


Leo merasa tersengat jiwa nya berdekatan dengan diana apalagi bersentuhan dengan kulit nya.


" Bagus."


" Mama dan nenek juga."


Merasa sudah tidak tahan , leo meletakkan laptap nya lalu mendekatkan wajahnya pada wajah diana .


Diana merasa ada yang janggal berusaha menghindar ingin berdiri kembali namun terlambat sudah. Kedua tangan leo yang kuat meraih pinggang ramping diana .


" Aaaa,,,,. Sayang , perhiasan nya hampir jatuh."


Diana memegang perhiiasan yang di berikan kakak ipar nya .


" Tapi kau yang memulai nya ."


Leo mengambil perhiasan tersebut menutup nya kembali dan meletakkan di atas meja .


" Memulai apa ? Aku hanya menunjukkan perhiasan pemberian kakak ipar ."


" Tapi kenapa pakai baju seperti ini ?"


" Aku tidak membawa baju ."


" Bukan kah di wardrobe ada baju baju untuk mu yang sudah di siapkan kakak ipar ?"


" Apaaa,,,, ada baju untuk ku ? Aduh,,."


Diana menggigit gigi nya menyesal tidak melihat ruang ganti karena keingin tahuan dengan kado kado yang menumpuk di salah satu sudut kamar .


" Maaf , aku tidak tahu."


" Maaf,,? Setelah menggoda ku kau meminta maaf . Tidak akan ku biarkan kau lepas kali ini ."


" Aaa,,,,."


Leo menggendong diana dengan tiba tiba ke atas tempat tidur nya .


Memulai sesuatu yang indah seperti yang di lakukan pasangan pada umum nya setelah mereka menikah .


" Apa kau sudah siap ?"


Leo memandang manik mata diana yang terlihat seperti ada sesuatu di dalam nya.


" Em,,, tapi aku takut ,,,."


" Aku akan melakukan nya secara perlahan ."


Dia mengangguk pelan yang meskipun sedikit ragu teringat perkataan chleo namun ia yakin suami nya tak kan menyakiti nya .


Selang berapa saat detik berlalu menit dan berlalu dengan jam ,leo yang merobohkan diana hingga tertidur pulas dengan tubuh polos yang bercampur peluh keringat setelah menghabiskan waktu dengan suami nya .


Leo menutupi tubuh polos tersebut dengan selimut membiarkan diana tertidur pulas .


Sedangkan ia membersihkan diri nya dan juga membereskan barang barang yang masih berserakan di lantai meletakkan nya ke lemari wardrobe .


Di ruang bawah tanah,


Rian dan anton tengah mempersiapkan strategi yang cocok untuk menghadapi musuh tersebut yang pasti dapat dukungan dari kakek zain adinata.


Ting,,,,


Bunyi lift yang terbuka membuat mereka mendongakkan kepala nya namun merwka terkejut ternyata sang andalan yang jago berakting telah kembali .


" Surprise,,,,."


Yah , siapa lagi jika bukan leny . Manusia licik seribu cara ini kembali atas perintah zain menggantikan diana .


" Selamat atas pernikahan kalian. Hahaha,,,


nyonya punya seribu cara membuat kalian menikah ."


" Ih,,, senang sekali ."


Anton mencebirkan mulut nya kesal terhadap sindiran leny.


" Terima kasih, kapan kau kembali ? Apa kedatangan mu untuk menetap di sini ? Tapi bagaimana dengan pacar mu itu ?"


Rian sengaja menyindir leny yang baru saja datang dari luar kota .


" No,,, no,,,,no,,,.Aku sudah meninggalkan nya dan menetap di sini."


" Bagus . kau bisa membantu ku ."


Mereka bertiga melepas rindu lama tak bertemu namun sebuah pesan masuk membuat raut mimik wajah rian berubah menjadi kecut .


" Hei , ada apa ?Kenapa wajah mu berubah seperti itu ?"


" Tuan adinata menginginkan pertemuan dengan tuan muda ."


" Lalu,,,?"


" Lalu ,,,, kau akan ikut bersama ku ."


" Kenapa bisa begitu ?"


" Tentu saja mewakili tuan muda karena tuan muda tak mengijinkan siapa pun keluar dari mansion ini. "


" Baiklah , sampai jumpa besuk. "


Leny berlenggang pergi meninggalkan mereka .


Sedang akan anton masih membereskan pekerjaan kantor sedangkan anton membantu nya mengatasi sedikit masalah yang terjadi dengan beberapa partner kerja .


bersambung 😊🙏


Maaf ya para fans plot cerita agak lambat