ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 290


" Waow,,,,."


Ayris melihat melihat mama dan papa yang tengah bahagia menimang dua bayi di gendongan papa dan satu bayi di gendongan mama .


" Eh,,,, sayang, apa kau melihat papa bahagia dengan kehadiran baby a ?"


" Hem,,,."


" Bagaimana kalau mereka punya baby sendiri ? kau yakin kalau mama hamil ? bukan tipu muslihat mu kan ?"


Ayris menatap zain dengan tatapan penuh intimidasi .


" Tidak , leo memberitahu kalau papa datang konsultasi kehamilan dengan temannya lalu dia menelepon leo menanyakan kalau mama hamil di usia sekarang ."


" Lalu ,,,?


" Leo sempat khawatir mama yang ber usia lebih dari empat puluh beresiko tinggi tapi jika menjalani sesuai prosedur resiko kehamilan akan teratasi ."


" Kenapa kau mengijinkan jika beresiko tinggi ?"


Ayris menatap tajam pada suaminya penuh dengan intimidasi.


" Sayang , aku hanya ingin melihat papa bahagia. Baru kali ini papa antusias menginginkan baby ."


" Menurutmu saat mama hamil dave dan chleo tak seantusias sekarang ?"


" Maybe ,,,."


" Ih,,, kenapa bisa seperti itu ? Pasti campur tangan kakek tua itu kan ."


" Hem,,,."


" Baiklah ,biarkan mereka seperti itu . Aku tak sampai hati menyuruh mama dan papa pergi dari kamar kita ."


Ucap ayris lalu berbalik menggandeng suaminya pergi ke ruang kerja zain.


" Apa kau berniat menyicil bulan madu kedua kita ?"


" Menurutmu ,,,?"


Ucap ayris mengedipkan salah satu matanya .


Zain begitu bersemangat saat istrinya mulai merayunya . Beberapa hari ,pekan bahkan hingga saat ini bertubi tubi masalah dalam keluarga mulai teratasi bahkan saat akan segera selesai tapi muncul masalah baru yang datang menghadang di antara keluarga mereka.


" Apa yang kau rencanakan menangkap si tua itu ?"


" Sesuatu yang tidak mungkin tapi akan membuatnya terkejut ."


" Benarkah ?"


" Hem,,,."


Zain dan ayris memilih bermesraan di ruang kerja zain , tak ingin mengganggu kebahagiaan yang terpancar di wajah kedua orang tuanya .


Tak ada yang tahu apa yang tengah di rencanakan zain dan juga anak buah zain untuk orang yang tega menghancurkan keluarganya.


Zain menyunggingkan senyum ketika mengingat apa yang akan dilakukannya untuk membalas kejahatan yang dilakukan ajinata.


Sementara zain tengah bahagia dengan bulan madu keduanya seperti yang dijanjikan ayris , tapi tidak dengan ayris yang merasa detak jantungnya berdegup kencang ketika zain memulai ritual seperti biasanya.


" Sayang, pelan pelan ."


Ayris menahan lengan zain ketika tengah menikmati surga duniawi nya.


" Hem,,,."


" Apa kau sedang gugup ?"


Ayris tak menjawab pertanyaan zain melainkan hanya dengan anggukan kepala.


" Takut seperti kali pertama kau membuka segel rumah ini ."


Zain menyunggingkan senyum nya bahkan wajahnya berbinar mengingat hari itu dimana ia mendapatkan mahkota didalam rumahnya .


" Aku akan berhenti jika kau merasa sakit ."


" Hem,,."


" Aku akan memulainya."


Ayris menganggukkan kepalanya tanda menyetujui perkataan zain.


Rasa gugup cemas dan khawatir menyelimuti hati ayris ketika suaminya memulai membuka segel rumahnya untuk yang kedua kali.


" Aaaaa,,,,, ."


Teriakan ayris menghentikan pergerakan zain menatap lekat lekat wajah istrinya yang mengeluarkan airmata di kedua sudut matanya .


Setelah melihat ayris lebih tenang , zain menghentakkan sekali lagi hingga menerobos segel rumah nya.


" Aaaaaaaa,,,,,."


Zain diam membenamkan diri di bilah dada ayris menunggu nya untuk lebih tenang.


Ayris mulai mengatur nafasnya yang tak beraturan karena kecemasan nya membuat sedikit rasa ketakutan menyelimuti dirinya.


Melihat istrinya yang tampak lebih baik , zain memulai pergulatan panasnya sebagai bulan madu yang kedua.


Ayris tampak terkapar lemah tak berdaya sama saat kali pertama zain membuatnya seperti ini .


" Aku mencintaimu dan anak anak."


Zain ikut berbaring disamping istrinya meninggalkan ketiga baby bersama kedua orang tuanya.


Ia tak pernah merasa bahagia seperti saat ini dimana seluruh keluarga besarnya berkumpul di mansionnya.


Bahkan kesempatan langka ini bertahun tahun di nanti semua orang saat zain berhasil membuktikan kakek yang ada dan bersama mereka adalah orang yang menimbulkan masalah.


Mereka terlelap di bersembunyi dibalik ruang kerja zain hingga saat malam tiba datang. Zain tak kuasa membangunkan istrinya yang kelelahan , bahkan sengaja membiarkan ayris tidur lebih lama .


Zain menitipkan baby bersama mira juga kakek dan nenek mereka bergantian menjaga mereka dengan leluasa tanpa adanya pengusiran dari kamar mereka.


Mereka sangat senang kalau kedua cucu nya tidak ada di kamar akan lebih lama bersama cucu buyutnya dan juga lebih leluasa.


" Kemana perginya kedua harimau itu ? "


Maya membuka percakapan disela sela menggendong baby a.


" Bulan madu ?"


Jaya menhawab pertanyaan sahabat sekaligus besannya.


" Apaaa ,,,,bulan madu ? Yang benar saja , baby masih kecil pergi bulan madu ."


Maya hampir tak percaya apa yang dikatakan jaya.


" Kenapa memangnya ? lebih baik kita punya banyak cicit menemani masa tua kita ?"


" Iya benar ,maya. "


Nata menyela percakapan mereka.


" Hem,,, ."


" Kau ini,,,, aku hanya bercanda . Kenapa kau serius ? Biasanya zain dan ayris menghabiskan waktu dibioskop .Cucu mu sangat menyukai drama korea yang sedang booming."


" Hihihi,,,, apa kau tidak menyukainya ? Adegan nya mantaf,,, ."


Maya masih suka bercanda meskipun usianya tak muda lagi.


" Tidak."


Jaya menjawab sini saat sahabatnya sengaja menggoda nya.


Sedangkan nata dan maya tersenyum melihat reaksi jaya ketika mereka menggodanya.


Keluarga besar mereka benar benar menikmati masa tua bersama cucu dan cicit mereka dan sebentar lagi akan kedatangan tamu daribsi kecil chleo yang kini hamil besar.


lightblue


Sementara lisha yang telah berganti nama menjadi lucy karena ulahnya kini menghadapi masalah serius dengan jack .


Plakk,,,,,,


Plakk,,,,


" Berani sekali kau mencoba kabur dari light blue ? Apa kau punya seribu nyawa ?"


Plak,,,,


Darah mengalir di sudut bibir lusy tak bisa berbuat apa apa karena kedua tangannya terikat.


" Awas ,,, kau , aku akan membalasmu ."


Plakk,,,,


Plakk,,,,


" Kau masih bisa melawan bahkan mengancam . Hahahaha,,,,, siapa kau ?"


" Hanya gadis ingusan mengancam petinggi lightblue."


" Apa nyawamu bisa kembali setelah aku menusukkan pisau ini ?"


Lusy membelalakkan matanya bahkan tak bisa berkutik ketika bram mengeluarkan pisau belati dari balik saku celananya.


" Tidak,,,, tidak,,,, kau tak bisa melakukan itu . Jack tidak akan mengampunimu ."


" Hahahaha,,,,, apa kau sudah gila ?"


" Jack,,,, kau bahkan memanggil tuan dengan sebutan nama .Siapa dirimu berani sekali bersikap kurang ajar ?"


Bram mencengkeram kuat dagu lusy bahkan disela sela kukunya yang tajam menusuk wajah manis lusy hingga mengeluarkan darah segar.


"Aaaaa,,,,, sakit. Tolong ampuni aku ! Aku mohon ! Aku janji tidak akan kabur lagi ."


Lusy meringis kesakitan ketika kuku tajam bram menusuk disela sela dagu nya.


" Hahahaha,,,,, . Ampun ? Apa menurutmu tuan jack akan mengampunimu ?"


Deg,,,,


Lusy menatap tajam bram yang seakan melupakan sisi sifat kejam jack terhadap anak buahnya yang suka membangkang.


Jack tak punya sisi pengecualian terhadap siapapun .


" Bagaimana ini ? Apa yang harus ku lakukan ? Kenapa aku bisa tertangkap meskipun ponselku telah berpindah tangan ?"


Gumam lusy dalam hatinya.


" Aku benar benar hilang akal menentang mereka . Semua bujuk rayu tua bangka itu ."


" Bagaimana jika mereka membuangku kembali di pulau itu ?"


" Aaaaa,,,, tidak ,,,tidak . Aku harus cari cara keluar dari sini ."


Byurrrrr,,,,,


Siraman air dingin membuyarkan lamunan lusy bahkan tak bisa berkutik sedikitpun.


" Apa kau sedang berencana untuk kabur ?"


" Kubur dalam dalam rencanamu itu ."


Bram kembali meraih dagu lusy mencengkeram erat hingga yang empunya meringis kesakitan.


Tak berapa lama bram meninggalkan lusy sendiri dalam ruangan yang bahkan tak saru orangpun berani mendekati ruangan tersebut.


Bram masih menunggu jack yang tengah mengurus pernikahannya bahkan masih dalam suasana bulan madu .


Pemilik light blue tersebut memang tergolong pemilih bahkan lebih sering hanya bersenang senang bukan untuk dijadikan pendamping hidup .


Sedangkan diluar dugaan bram , jack ternyata dalam perjalanan ke light blue bersama istrinya meskipun jack sudah melarang liana ikut dengannya .


Entah mengapa hati liana tersimpan rasa cemburu ketika jack akan pergi ke lightblue.


Jack yang menangkal sinyal kecemburuan liana akhirnya mengajaknya pergi bersamanya.


" Sayang, kau masih marah ?"


Liana tak menjawab pertanyaan jack tapi membuang wajahnya menghadap ke jalanan.


Jack tersenyum dengan sikap liana lalu menepikan mobilnya setelah mempercepat laju kecepatannya.


Jack mendekat ke arah liana dengan senyum devilnya , meskipun tak muda lagi casanova lightblue tersebut masih menjadi idaman wanita wanita di luar sana.


" Kau mau apa ? "


" Menenangkan istriku yang sedang marah ."


Jack melepas seatbelt lalu meraih wajah liana menatapnya lekat lekat tampak ada rasa cemburu di bola mata liana.


" Aku memang pemilik sekaligus casanova lightblue tapi ,,,tak seorang pun ku jadikan pendamping selain dirimu . Apa kau paham ?"


" Suamimu memang cetar membahana meskipun usianya tak lagi muda namun aku cukup mempesona setiap wanita memandangku ."


Ucap jack mengedipkan salah satu matanya , sengaja menggoda liana karena rasa keingintahuan jack terhadap reaksinya.


" Aku tidak peduli semua itu , tuan jack. Yang terpenting aku lah yang jadi pemenang . Huh,,,,."


Liana sekali lagi membuang wajahnya ke arah jalan kesal dengan perkataan jack.


" Hahahaha,,, . Benarkah ? Kita lihat saja nanti ."


Mendengar jawaban liana ,jack semakin tertantang dengan perkataannya.


Jack melanjutkan kembali perjalanan mereka meskipun liana sedang marah . Selang beberapa menit , mereka sudah sampai di halaman parkir lightblue namun jack tak lantas parkir disana .


Jack lebih memilih memarkir mobilnya di basement tempat biasanya atau bisa dibilang halaman pribadinya.


" Sayang, kita sudah sampai."


" Ya ."


Sikap acuh liana semakin membuat jack merasa tertantang bahkan jack semakin menyukai sikap liana .


Tampak dari kejauhan bram tengah menunggunya ketika melihat jack yang sudah sampai bergegas menghampirinya.


" Bos,,,."


" Bagaimana ? Apa kau sudah mempersiapkan segalanya ?"


" Tentu ,bos. Semua sudah siap."


" Selamat datang ,nyonya."


" Ya."


Jawaban singkat dan juga terkesan cuek membuat bram melongo lalu menatap pada tuannya.


" Bos , apa kalian sedang bertengkar ? Bukankah masih dalam masa bulan madu ?"


Bisik bram pada jack.


" Dia sedang cemburu saat kau meneleponku."


" Apaaa ,,, jadi nyonya cemburu padaku ?"


" Bukan , tapi pada lightblue."


" Hah,,,, ada ada saja nyonya."


" Hihihi,,,,."


Kedua nya berbisik bisik tengah membicarakan liana.


Jack berjalan ke ruangannya di ikuti liana maupun bram sendiri.


" Bos, seseorang menelepon di ponsel lucy."


" Sambungkan !"


" Loudspeaker."


📞 Calling '' Nomor tak di kenal."


📞 :" Lisha, dimana kau ? kenapa sulit dihubungi ?"


📞 :",,,,,,."


📞 :" Apa kau tertangkap mereka ? Tenang saja , aku akan membebaskanmu."


📞 :" Selamatkan saja nyawamu sendiri."


📞 :" ,,,,,klik."


Bersambung 😊🙏