ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 150.


Ayris yang telah sampai di depan pintu ruang kerja suami nya menghela nafas dalam dalam dan berhenti sejenak mengatur nafas nya yang tak beraturan dan juga rasa gugup di hati nya .


Ia merasa detak jantung nya berdebar lebih kencang dari biasa nya , ada sedikit rasa takut dalam hati nya namun ia harus tetap mendinginkan kemarahan suami nya karena ulah nya sendiri .


Ceklekk,,,,,,


" Letak kan saja di meja pak mus , terimaksih ." Ucap Zain tanpa melihat siapa yang datang .


Sedangkan Ayris yang berjalan mendekati suami nya terasa agak takut di hati nya mencoba untuk tetap tenang .


Suara langkah kaki yang semakin mendekat membuat zain agak sedikit kesal dan marah .


" Apa kau tidak mendengar ucapan ku ?" Ucap Zain yang sedikit kesal namun tidak terdengar jawaban dari sumber suara langkah kaki tersebut.


"Huhhhhh,,,,,, seharus nya aku tidak membawa mu kesini jika tahu kau sama sekali tidak patuh ." Namun ayris tidak sedikit pun menjawab apa yang zain katakan , terus berjalan mendekati sang suami yang sedang marah.


" Kau tahu , papa dan mama akan senang sekali mendengar berita jika menantu kesayangan nya tengah mengandung cucu mereka ." Ucap Zain yang masih memejamkan kedua mata nya .Ia tidak menyadari jika sang istri tengah berada di ruangan itu .


" Apaaaa,,, aku menantu kesayangan ? Bagaimana mungkin ? Sedangkan berita itu mengatakan jika mereka akan menikah ." Gumam ayris dalam hati nya .


" Mereka akan menjaga nya dua puluh empat jam , bahkan untuk turun dari ranjang pun mama akan melarang nya. " zain melanjutkan ucapan nya .


" Apaaaa ,,, mama menyayangi ku ? Padahal ia belum mengenal ku. Se beruntung itu kah aku ." Gumam ayris tersenyum mendengar perkataan Zain suami nya .


" Tapi aku belum bisa membawa nya ke mansion utama karena keadaan nya sekarang ."


" Emosi nya belum stabil, Aku takut membahayakan nya dan buah cinta kami ."


Zain hanya bisa menghembuskan nafas kasar nya .


" Sayang ,,,,, kau,,,.?" Zain yang menatap sendu pada ayris yang langsung duduk di pangkuan nya kemudian membelai wajah cantik nya yang masih terlihat pucat .


"Mana selang infus nya ,,,.? Jangan bilang jika kau ,,,,,?" Ayris tersenyum kemudian mengangguk pelan . Terlihat raut wajah Zain yang berubah menjadi marah ketika mendapat anggukan kepala dari Ayris .


Ayris yang melihat mimik wajah Zain berubah segera mencium bibir sang suami , bermain main di sana kemudian turun pada leher zain .


Zain hanya diam tanpa reaksi sedikit pun namun ayris tak menyerah sampai di sana .


Hingga akhir nya Zain menikmati setiap permainan Ayris .


Tangan nakal Ayris yang membuka kemeja putih sang suami menyusup ke sela sela bilah dada Zain .


Zain yang menikmati sentuhan sang istri kemudian teringat ucapan leo , jika istri nya sedang hamil apalagi dehidrasi yang ayris alami membuat tubuh nya lemah .


Dengan gerakan cepat Zain menghentikan ayris sebelum ia makin nakal dan juga sebelum sang ular naga susah untuk di kendalikan .


Namun semua terlambat tangan mungil ayris yang nakal sudah menyusup ke dalam hutan belantara Zain mendapati dimana sang ular bersembunyi .


Meskipun demikian Zain tetap menghentikan aksi nakal sang istri , mengenggam erat tangan mungil tersebut kemudian memandang wajah istri nya .


" Sayang ,,,, jangan lakukan ini !! Aku tidak ingin menyakiti mu dan juga anak kita ." Ucap Zain .


" Dokter meminta mu untuk beristirahat agar badan mu cepat pulih ." Ucap Zain yang kemudian bangun menggendong Ayris kembali ke kamar meskipun kemeja nya sudah terbuka .


Setelah sampai di kamar nya Zain membaringkan ayris kembali ke ranjang tempat tidur .


" Kenapa di lepas infus nya ? Sayang ,,,kau tidak ingin cepat pulih ?" Ucap Zain membelai lembut wajah ayris hingga ke pucuk kepala nya .


Namun ayris hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan sang suami .


" Tunggu sebentar !! Aku akan segera kembali ." Ucap Zain kemudian berjalan ke kamar mandi , tanpa Zain sadari ternyata Ayris memperhatikan langkah zain . Ayris melihat kemana langkah kaki zain akan bertanda yaitu ke kamar mandi.


Ayris tersenyum melihat nya kemudian ia bangun dari tempat tidur menyusul sang suami ke kamar mandi. Ia melepas semua baju nya memeluk sang suami dari belakang. Zain yang merasa ada sesuatu meraba tubuh nya terkejut ketika ia melihat tangan mungil istri nya .


" Sayang ,,,, Apa yang kau lakukan ?" Ucap Zain membalikkan badan nya kemudian meraih kedua tangan ayris.


" Tidak,,,,aku hanya menemani mu mandi ." Ucap Ayris kemudian tersenyum mencium bibir zain .


" Kenapa tidak bilang jika kau ingin mandi ? Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu ." Zain kemudian mematikan air shower yang memang sengaja ia nyalakan bagian dingin untum meredam sang ular naga yang menginginkan berkelana ke hutan belantara.


" Air nya akan berubah hangat sebentar lagi." Ucap Ayris dengan tangan nya yang nakal mengalungkan kedua tangan nya ke leher zain lalu mencium nya dalam dalam .


Zain sontak saja terkejut membelalakkan mata nya melihat aksi nakal sang istri yang di luar dugaan tersebut .


" Sayang ,,,, jangan !! Dokter memberitahu jika kita tak boleh melakukan hal itu ." Ucap Zain yang terlihat sangat khawatir jika ayris akan marah lagi .


" Haaaaaaaa ,,,,, haaaaaaaa,,,,, tapi aku menginginkan nya ." Ayris berbisik tepat di telinga zain .


" Tapi ,,,, sayang ,,,." Zain terkejut ketika melihat aksi nakal ayris dan juga bisikan nya yang sebenar nya zain juga menginginkan nya namun ia teringat pesan Leo .


Ayris mencengkeram erat sang ular naga membiarkan nya bersarang di gua terlarang hutan belantara tersebut . Zain yang semula menolak kemauan ayris hanya bisa pasrah mengikuti keinginan nya .


Hingga akhir nya perkelanaan sang ular naga menyusuri setiap lekuk hutan belantara tersebut berlangsung cukup lama . Zain yang terbuai dengan aksi nakal sang istri merasa puas dengan nya tingkah sang ular naga dalam perkelanaan nya. Ayris pun dengan wajah yang sumringah dan nafas tersengal sengal membiarkan sang ular bersarang lebih lama hingga menyemburkan bisa nya ke dalam gua terlarang itu.


Zain menyudahi pertempuran itu ketika melihat sang istri yang terlihat letih . Ia memandikan nya dengan sangat pelan dan hati hati , sesekali Zain mengelus perut ayris yang masih rata . Ayris hanya tersenyum melihat tingkah sang suami , setelah beberapa saat kemudian rutinitas mandi mereka selesai zain menggendong sang istri yang berbalut bathrobe membaringkan nya ke atas ranjang .


Kemudian Zain mengambil pijama ayris untuk dikenakan nya . Ayris yang melihat wajah sang suami dengan sabar dan telaten melayani nya meskipun status nya ia adalah seorang suami . Namun Zain tidak pernah malu melakukan semua itu pada istri nya . Bagi nya Ayris adalah segala nya untuk nya apalagi ia tengah mengandung buah cinta mereka .


" Sayang ,,, kau sudah tidak marah ?" Ayris mencoba untuk mencairkan suasana .


" Tidak ,,, kapan aku marah dengan mu ?" Zain yang telah selesai membantu ayris memakai pijama.


" Maafkan Aku , Aku mencintaimu ." Ayris berbisik dan memeluk suami nya.


Zain tersenyum mendengar bisikan tersebut kemudian mengusap pelan kepala ayris.


" Aku juga mencintai mu .Dan ,,,, Jangan sampai kau melangkahkan kaki mu meninggalkan kamar ini !!." Ucapan zain membuat nya bergidik ngeri .


Ayris hanya tersenyum mendengar perkataan sang suami , ia merasa sedikit ngeri namun ia yakin semua yang ia lakukan demi kebaikan nya dan juga bentuk rasa sayang nya terhadap ayris .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏


Maaf ya terlk