
" Maaf tuan,kalian berdua kami tangkap ."
Keduanya tercengang ketika melihat pihak yang berwajib datang tepat dihadapan mereka .
" Ditangkap ? Apa salah kami pak ? "
" Anda tidak bisa menangkap kami tanpa adanya surat penangkapan yang resmi, pak."
" Kami membawa surat penangkapan resmi tuan, silahkan di lihat !"
Salah seorang pihak yang berwajib memberikan dua lembar surat resmi yang menerangkan penangkapan secara resmi keduanya atas kasus keterlibatan pembunuhan yang dilakukan kedua nya.
Deg,,,
Ajinata terkejut melihat isi dari surat tersebut bahkan tak percaya kejadian puluhan tahun yang lalu dimana ia menyingkirkan kakak kandungnya hanya karena kecemburuan dan rasa iri maupun dengki yang merasuk ke dalam hati nya .
Dengan tangan gemetar membaca surat tersebut ,raut wajah mimik yang berubah menjadi pucat pasi ,keringat dingin keluar bercucuran membasahi dahi nya.
" Tidak,,,, tidak mungkin . Ini tidak mungkin terjadi . Bagaimana mungkin ada yang mengetahui kematian kak adi ?"
" Aku menutupnya dengan rapat , bahkan satpam itu telah ku singkirkan ."
" Siapa lagi yang mengetahui kejadian ?"
Ajinata bergumam dalam hati nya memegang erat surat tersebut.
" Tidak ,,tidak,,, aku tak mau menghabiskan waktu di penjara . Aku harus pergi dari tempat ini ."
Kediaman ajinata bukan menyesal dengan kejadian yang telah berlalu namun tengah memikirkan cara bagaimana bisa lari dari tempat itu .
Sedangkan sastro terkejut ketika melihat surat penangkapan tersebut yang menyatakan dirinya merencanakan pembunuhan kakak nya dan juga prily keponakan nya.
" Apaa,,,, bagaimana mungkin ada yang mengetahui semua kejadian itu ?"
" Tidak mungkin , bahkan aku telah memastikan sendiri mobil itu terbakar tak tersisa .
" Apa semua ini ulah jack ?"
" Tidak , dia tak mungkin mengetahui nya . Bahkan dia sedang terbaring koma."
" Lalu siapa yang mengetahui nya ?"
Sastro bergumam dalam hati nya bahkan rasa tak percaya atas apa yang terjadi membuatnya mengeluarkan keringat dingin keluar di sekitar dahinya.
" Tidak , aku harus lari . Aku tak mungkin menghabiskan waktu dipenjara."
Kedua nya tengah bergulat dengan pikiran nya masing masing bahkan tak kan ada yang mengetahui apa yang sedang mereka rencanakan sebenarnya.
" Mari tuan , ikut dengan kami !"
Keduanya pasrah menuruti permintaan pihak yang berwajib .
" Auw,,,aduh."
Sastro berusaha mengecoh pihak yang berwajib dengan berpura pura memegang dada nya dan ternyata membuahkan hasil . Beberapa orang dan wartawan melihat sekilas kejadian tersebut hingga datang berkerumunan banyak orang.
Kesempatan itu dimanfaatkan ajinata maupun sastro untuk melarikan diri dari tempat tersebut .
" Pak , bisakah kami minta keterangan sebentar ?"
" Iya benar pak, ada kasus apa sebenarnya ?"
" Kenapa bapak datang ke suasa pesta ini ?"
" Shtt,,, kejar ,,,!"
Beberapa petugas sigap segera mengejar kedua nya yang berusaha melarikan diri ditengah kerumunan awak media .
" Pak , tolong jelaskan sebentar !"
" Benar pak , tersangkut kasus apa tuan satro maupun tuan adinata ."
" Pak ,,,pak,,,."
Awak media terus mengejar pihak yang berwajib yang menghindar dari pertanyaan mereka karena ingin melakukan pengejaran.
Namun kerumunan awak media tak memberi celah hingga salah satu dari mereja teroaksa memberi keterangan .
" Pak ,tolong beri kami sedikit penjelasan tentang kasus apa yang tengah menjerat mereka."
" Benar , pak ."
" Baiklah , para awak media sekalian . Saya akan memberi keterangan tentang kasus yang dihadapi kedua tuan tuan tersebut."
" Tuan ajinata terjerat kasus pembunuhan kakak kandung nya yaitu tuan adinata . Dan juga memalsukan identitasnya mengaku sebagai tuan adinata."
Ucap salah seorang pihak yang berwajib pada awak media.
" Jadi tuan adinata bukan tuan adinata yang asli ?"
" Benar sekali, tuan adinata meninggal puluhan tahun yang lalu. Dan yang sekarang mengaku sebagai tuan adinata adalah tuan ajinata adik kembar tuan adinata."
'' Apakah ada bukti bukti yang memberatkan atau membuktikan tuan ajinata bersalah ?"
" Sebuah rekaman cctv dan juga saksi kunci security mansion beliau melaporkan kejadian tersebut."
" Kenapa kasus yang sudah puluhan tahun itu di buka kembali ?"
" Benar itu pak ."
" Kenapa tidak pada saat itu ?"
" Saksi kunci yang kecelakaan dan mengalami koma tersadar pada saat itu mengalami amnesia karena benturan di kepala nya . Jadi kasus itu ditutup pada saat itu."
Ungkapnya lebih lanjut.
" Jadi ,,, dengan kata lain , orang tersebut sudah sembuh dan pulih dari amnesia yang di derita, pak ?"
" Benar sekali ."
" Lalu,,, bagaimana dengan tuan sastro , pak ? Apa ada keterkaitan dengan kasus ini ?"
" Tidak . Tuan sastro terlibat rencana pembunuhan tuan Adrian dan putri nya nona prisilya."
" Seseorang mengirimkan rekaman cctv mobil yang memperlihatkan dimana tuan sastro mengotak atik mobil yang dikendarai tuan adrian."
" Baiklah , saya permisi ! "
Keterangan tersebut mengakhiri wawancara awak media dan pihak yang berwajib .
Berita tentang kasus yang mereja alami menjadi trending topik teratas disusul dengan scandal yang di lakukan oleh putri dari tuan sastro pada saat acara pernikahan mekakukan hal yang tidak senonoh .
Sastro maupun ajinata yang berhasil lari dari kejaran pihak yang berwajib , kedua nya berpisah di jalan menempuh jalur yang berbeda untuk mengecoh petugas yang berwajib.
Namun untuk bisa lari tempat itu sangat tidak mungkin , baik sastro maupun ajinata belum mengetahui jika anak buah mereka telah berganti orang .
Pesta besar yang di adakan untuk menjebak orang lain kini berbalik membahayakan mereka sendiri.
Berulang kali baik ajinata maupun sastro menghubungi anak buah nya tak ada satu orang pun yang menjawab telepon mereka.
Rusdi mau pun jack dari awal memperhatikan tingkah polah sastro maupun adinata hingga kedatangan beberapa orang dari pihak yang berwajib dan ketika mereka berusaha mengecoh nya dan berhasil melarikan diri . Bahkan kedua nya bekerja sama untuk membantu rian menangkap keduanya.
" Ayo, jack ! Jangan biarkan kedua nya lolos !"
Ucap rusdi yang memberikan gelas minuman itu pada istri nya .
" Iya ,om . Tentu ."
Jack berlalu mengejar kedua nya dari arah yang berlawanan agar kedua nya tak lolos.
Sementara itu sastro maupun ajinata mengumpat keras ketika tak satu pun anak buah nya ada di sekitar mereka.
" Brengsek , kemana mereka semua ? "
" Sialan , aku terlalu meremehkan mereka ."
Ajinata berhenti berlari mengatur nafasnya yang tersengal sengal dan juga mencoba menghubungi beberapa anak buah nya yang berada di gudang penyekapan namun lagi lagi hal pahit ia rasakan .
Tak satu pun mengangkat telepon dari nya bahkan tak ada yang tersambung sama sekali .
" Kemana mereka semua ? Tak satu pun busa di hubungi ."
" Atau jangan jangan mereka telah tertangkap ."
Tak sadar ketika menyusuri besar nya hotek bahkan raut wajah senang tampak bersinar ketika ia hampir sampai di pintu utana lobby hotel .
Brukkk,,,,,
" Auww,,,."
Ajinata terjatuh ketika berjalan tanpa melihat kanan kiri , terlalu fokus melihat pada layar ponsel nya .
Sebuah kaki membuatnya terjatuh di lantai dan juga tersungkur hingga terlihat beberapa orang bahkan security hotel lila bergegas menghampiri nya .
" O,,,,o ,,, maaf , tidak sengaja tuan."
Leny memicingkan sebelah matanya kemudian mengedipkan nya ketika melihat ajinata jatuh tersungkur .
Ajinata yang mendongakkan kepala nya ke atas melihat orang tersebut yang ternyata adalah leny , merasa sangat geram lalu mencoba untuk beradu fisik dengan leny .
Ajinata tak mengetahui kalau leny memang menguasai ilmu beladiri , dengan mudah menghindar bahkan memukul dan menendamg beberapa kali tendangan hingga ajinata jatuh tersungkur sampai pihak yang berwajib datang menangkap nya.
" Terima kasih atas bantuan nya , nona ."
" Sama sama ,pak."
" Daaa ,,, tuan ajinata . Nikmati masa tua mu di kerangkeng indah !"
Ucap leny melambaikan tangan nya pada ajinata .
" Sial, semua gara gara kau . Awas kau !!"
Ajinata sempat mengumpat kesal karena tertangkap atas bantuan leny.
Tak selang berapa lama , pertahanan leny mulai goyah dan hampir saja jatuh tersungkur ke lantai jika rian tak datang tepat pada waktu nya.
" Leny, apa yang terjadi ?"
" Bawa aku pulang segera ! Cecunguk itu memberikan aroma parfum di gaunku ."
Ucap leny .
" Hah,,,, kenapa kau selalu ceroboh ?"
Rian menghela nafas kasar nya melihat sahabat nya yang tak mungkin bertahan lama , sementara ia harus menyingkirkan mark atau pun sila .
Tak jauh dari tempat tersebut terlihat mike yang berjalan dari pintu utama hotel , rian tersenyum manis bahkan sangat berbeda dari sebelum nya tersimpan sejuta makna dari senyuman itu.
" Mike, kau bisa membantuku ?"
" Tentu saja , apa yang bisa ku lakukan ?"
Mike menatap sejenak pada leny terlihat sudah tak berdaya seperti orang sedang mabuk .
" Tolong antar dia pulang ."
Rian yang semula menopang pertahanan leny memberikan tubuh leny pada mike .
" Tapi,,,,,."
Rian berlari ke arah dalam ketika mike ingin menyuarakan pendapat nya.
" Aku percayakan dia padamu mike ."
Rian berteriak pada mike saat berlari meninggalkan mereka berdua .
" Hah,,,. "
Mike menghela nafas kasar nya dan juga mengerutkan dahinya.
Sementara rian dan anak buah nya telah membereskan sila dan mark , tuan muda menginginkan mereka di bawa ke pinggiran kota untuk di eksekusi.
Sedangkan sastro yang hampir sampai pintu utama hotel terlihat sangat senang.
Ia berjalan dengan mengatur nafasnya yang tersengal sengal setelah berlarian meloloskan diri dari kejarab pihak yang berwajib.
"Apa kau butuh bantuan kak ?"
Jack secara tiba tiba muncul di depan nya membuat nya sedikit terkejut dan juga sedikit khawatir jika jack akan menghalangi nya.
" Kau,,,,."
" Sastro , pesta mu belum selesai . Bahkan acara belum di mulai , kenapa kau meninggalkan tempat acara ?"
Rusdi berada tepat di belakang nya membuat sastro sedikit terkejut menoleh ke belakang.
" Aa,,,, iya, aku sedang menunggu keluarga zain datang ."
Sastro masih berkilah tak terjadi sesuatu meskipun keadaannya di nilai genting .
" Benarkah ? Kenapa kau tampak pucat pasi ?"
Deg,,,,
Detak jantung sastro tak beraturan bahkan terlihat sangat gugup ketika rusdi bertenya demikian.
" Tidak ,aku hanya gugup karena mereka belum datang ."
Sastro tak mengakui kejadian yang baru saja terjadi dan juga tak menginginkan orang lain tahu meskipun mereka sudah mengetahui nya.
" Apa kau yakin ?"
" Benar ,kak. Aku tidak yakin mereka datang . Setahuku yang bernama zain hanya tuan muda zain arijaya bukan zain adinata . Apa mereka kembar dan memiliki cucu yang lain ?"
Pernyataan jack semakin membuat hati nya tak tenang bukan karena kenyataan yang baru saja di ucapkan melainkan karena melihat dari arah samping beberapa pihak yang berwajib yang mengejarnya mulai terlihat.
Keringat dingin mulai bercucuran ketika petugas tersebut mulai mendekat .
Sastro terlihat sangat panik dan khawatir hingga secara reflek bersiap berlari namun terjatuh terhadang kaki jack yang sengaja berada di depan sastro.
Brukk,,,
" Kak, bagaimana bisa terjatuh ?
Jack berpura pura menolong dengan mengulurkan kedua tangan nya namun kesempatan itu di manfaatkan oleh sastro melihat petugas keamanan yang telah mendekati mereka.
Sastro mengeluarkan senjata api milik nya menodongkan pada jack , rusdi dan beberapa orang terkejut melihat apa yang telah dilakukan oleh sastro .
Bahkan tak menyangka jika sahabat nya mempunyai barang yang sangat dilarang karena tergolong sangat berbahaya .
" Jangan mendekat ! Atau aku akan menembak nya ."
" Sastro turunkan senjata mu ! Itu sangat berbahaya."
Ucap rusdi .
" Tuan, turunkan senjata anda tuan ! Dan menyerahlah !"
Petugas keamanan yang juga mengeluarjan senjata nya mengarahkan pada sastro .
Namun sastro tak kenal menyerah justru menaikkan senjatanya.
" Mundur ! Atau aku benar benar menembak nya ."
Ulah sastro semakin menjadi saja hingga menarik jack sebagai sandra untuk melepaskan diri dari mereka.
Tetapi sastro melupakan sesuatu yang mungkin tidak diketahui nya kalau jack yang sekarang sudah berbeda .
Jack menendang sebelah kaki nya hingga sstro merasa kesakitan dan juga menjatuhkan senjatanya ketika jack memukul bagian perut nya .
" Auw,,,,."
Suara pekik kesakitan terdengar dari mulut sastro .
Sastro menjauhkan diri dari jack lalu mencoba berlari dari tempat itu .
Petugas keamanan mengambil kesempatan mengunci pergerakan sastro ,melupuhkan sakah satu kaki nya dengan tembakan .
Derrrrrr,,,,,
Sastro jatuh tersungkur di lantai dan beberaoa orang petugas keamanan mendekat menangkapnya namun tetap waspada.
Bersambung 🙏😊😁