ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 95


Tok tok tok,,,,,,.


Bunyi suara ketukan pintu membuat mereka berdua menghentikan aktivitas nya .Namun saat Zain hendak bangun dari duduk nya dan melepaskan pelukan nya terhadap Ayris ,Ayris menarik nya kembali hingga terjatuh tepat di atas tubuh Ayris .


Zain memandang lekat lekat bola mata ayris , seakan zain tertarik ingin melahap bibir cerry tersebut . Dalam hitungan detik ketika bibir itu akan sampai Ayris menggelitiki badan Zain . Konsentrasi zain terputus kala merasakan geli di antara badan nya .


Ia berguling ke arah samping kanan kiri namun ayris tidak melepaskan nya sedikit pun . Suara tawa riuh menghiasi seluruh isi ruangan kamar mereka .


Mira yang temgah kesal menunggu lama nengerucutkan bibir nya . Ia mencoba mendengar dengan mendekatkan telinga nya disela sela pintu. Namun tidak terdengar suara karena memang kamar tersebut kedap udara .


Tok tok tok ,,,,,


Mira mengetuk pintu sekali lagi , tetapi lama tidak ada jawaban dari dalam suara riuh tawa Ayris dan Zain membuat suara ketukan pintu itu tidak terdengar ditelinga mereka .


" Nona dan tuan muda kemana kenapa lama sekali membuka pintu . Jangan jangan ...."


Gumam Mira dalam hati.


Sampai akhir nya mereka merasa lelah dengan canda tawa nya terbaring di sofa bulat yang memang berukuran agak besar . Zain maupun Ayris mengatur nafas nya yang terengah engah karena tertawa sedari tadi .


" Kruk,,, kruk,,,,."


Suara bunyi perut ayris meminta untuk di isi membuat Zain menoleh pada nya , kemudian ia melihat ke arah samping yang ternyata Zain tengah memandang nya dengan senyuman .


" Sayang , aku sangat lapar. Kenapa Mira belum juga datang ?" Ucap Ayris yang masih mengatur nafas nya .


" Sudah ." Zain hanya menjawab dengan singkat , kemudian tersenyum pada Ayris.


" Apaaaaaaa,,,,! Kenapa tidak tidak menyuruh nya masuk ? " Ucap Ayris ,ia merasa kesal bangun dari tidur nya kemudian berjalan ke arah pintu .


Sedangkan Zain hanya menyangga kepala mya dengan posisi tidur miring nya , ia tersenyum melihat tingkah Ayris yang begitu menggemaskan .


Disaat sampai pada pintu kamar ayris tiba tiba menarik gagang pintu tersebut dan hasil nya sangat mengejutkan nya.


" Aaaaaaaa,,,, aduh ." Mira terjatuh ketika ia mencondongkan tubuh nya karena ingin mendengar suara dari kamar ketika ia mengetuk berkali kali tidak ada jawaban .


Ayris yang melihat nya terkejut tak percaya mira menguping di depan pintu.


" Maaf kan saya nyonya." Ucap Mira ketika mendongakkan kepala nya melihat siapa yang membuka pintu.


" Mira , kau tidak apa apa ?" Ucap Ayris membantu Mira berdiri .


" Ti ,,,,,tidak nyonya . Saya baik baik saja ."Jawab Mira menundukkan kepala nya . Ia merasa malu karena ketahuan menguping di depan kamar.


" Terimaksih Mira." Ucap Ayris kemudian mendorong troly meja yang berisi makanan .


Mira pun mengangguk pelan dan tersenyum serasa membungkukkan badan nya tanda undur diri , sedangkan Ayris masih sempat tersenyum sebelum akhir nya mendorong makanan tersebut.


Zain yang tadi nya masih berbaring di sofa ternyata sudah berpindah dengan memangku laptop nya. Ayris merasa tidak senang dengan kebiasaan Zain membawa pekerjaan nya di dalam kamar.


Setelah sampai dengan troly meja nya , Ayris mengambil piring mengambilkan makanan untuk Zain .


" Sayang , ini ." Ayris menyodorkan piring berisi makan malam untuk Zain , namun Zain masih terlihat senang menatap layar laptop nya hingga tak mengindahkan perkataan Ayris . Hingga akhir nya Ayris kembali duduk menerobos di antara kedua tangan Zain dan laptop nya.


Ia kembali duduk di atas pangkuan Zain, zain pun tersenyum melihat tingkah lucu Ayris.


Kemudian ia menyentuh wajah zain ke arah nya .


" Aku tidak suka kau membawa pekerjaan mu disini ! dikamar kita ." Ucap Ayris kemudian mencium seluruh wajah Zain . Zain pun meletakkan laptop nya kemudian menatap sang istri penguasa hati nya .


Dalam sekejap saja ia bisa menempati seluruh ruangan hati nya.


" Sayang , kau menggemaskan sekali." Jawab Zain seketika mencium lembut bibir cerry milik ayris . Namun Ayris seketika menutup bibir nya dengan kedua tangan nya.


" Sayang ,aku lapar ." Ucap Ayris kemudian bangun dari pangkuan Zain dan meraih piring makan .


Zain hanya tersenyum melihat nya ,ia pun ikut makan bersama Ayris satu piring dengannya dan saling menyuapi.