ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 17


Di ruang bawah tanah


Max tidak menemukan orang yang ia cari lalu max mencari keberadaan rian di tempat latihan beladiri yang ternyata juga kosong. Ia heran kemana rian pergi jam segini ? Dan akhir nya Max memilih duduk di depan layar monitor cctv mengamati setiap cctv .


Dengan tergopoh gopoh rian memapah jeky yang terluka akibat serangan mendadak beberapa penyusup . Dengan seketika max menoleh saat ia mendengar langkah suara kaki yang tak beraturan di belakang nya.


" Jeky,, ,kenapa bisa terluka seperti ini ?"


Tanya Max yang terkejut melihatvsalahbsatubanak buah nya terluka .


ia mengeluarkan ponsel milik nya menghubungi Leo, Dokter pribadi black devil.


" Ada penyusup yang menggunakan bom di badan nya ."


Ucap Rian yang membantu memapah jeky.


" Mereka sengaja memasang penyadap dan bom di badan nya untuk menghilangkan jejak." Ucap Rian lagi.


" Shitttt,,,,,." Umpat Max .


" Rian per ketat penjaga mansion ! tarik beberapa anak anak pilihan black devil ."


Ucap Max .


" Okay,,,."


Rian menjawab singkat dan mengangguk pelan lalu mengamati beberapa layar monitor di depan nya .


" Pasang cctv di kamar nona ke handphone tuan ."


Ucap Max mengeluarkan ponsel milik Zain dan memberikan nya pada nya.


Rian terkejut mendengar nya seketika menoleh lalu diam melamun menerima handphone milik Zain.


Buk


" Aduhhh ."


Rian berteriak ketika mendapat pukulan dari Max.


" Kau sedang melamun ? Hampir saja terjatuh ponsel milik bos ."


Ucap max menatap heran pada rian .


" Bos benar benar jatuh cinta pada nona muda ."


Ucap rian yang segera memasang cctv di layar handphone majikan nya .


" Setidak nya lebih baik dari pada mengingat masa lalu ."


Ucap max yang kemudian duduk di samping nya .


beberapa saat rian telah memberikan handphone itu kembali pada max .


Mereka tengah menunggu iedatangan leo untuk mengobati luka luka nya.


Di kamar Ayris


Ayris mulai tersadar dari pengaruh obat tersebut kepalanya terasa berat dan pusing.


Ayris membuka mata nya secara pelan pelan namun rasa pusing yang masih di rasakan nya hanya mampu menatap langit langit kamar tersebut .


Kamar mewah yang ia tempati penuh dengan kemewahan ,lengkap dengan pernak pernik yang begitu elegan yang sangat ia sukai begitupun warna dinding kamar yang menjadi warna favorite nya.


"Kamar siapa ini ? Aku dimana ? " Gumam ayris dalam hati .


Ia mencoba mengingat saat pagi tadi ada beberapa kaki yang menghadang nya ketika ia hendak berangkat bekerja. Ya ,,,,tapi setelah itu ia tidak ingat apa yang terjadi . Ayris mulai berpikir dalam ingatan nya apa yang sevenar nya terjadi .


Atau ia tak sadar kan diri di jalan ?


Rumah siapa ini ?


Ia pun mencoba bangun dari tempat tidur dan betapa terkejut nya ia melihat pakaian nya yang sudah di ganti dengan pakaian tidur.


" Apa ? kenapa aku sudah ganti pakaian ? siapa yang mengganti nya ? dan aku di mana ?" .Ayris bermonolog sendiri didalam hati nya .


Ia merasa bingung dengan apa yang terjadi .


Ceklekk,,,,,


" Nona,, ,anda sudah bangun ?"


Tanya wanita yang usia nya mungkin lebih tua dari Ayris.


" Mbak siapa ? Aku di mana ?"


Ayris bingung kenapa perempuan itu memanggil nya nona .


" Nona ada di kamar nona ?"


Kata wanita itu yang di panggil dengan nama Mira .


" Kamar ku ,,,,?"


Ucapan mira membuat ayris bingung dan pusing.


" Mbak, kamar ku itu kecil tidak sebesar ini . Kontrakan saya juga kecil."


Ucap Ayris .


Mira hanya tersenyum mendapat jawaban dari nona muda nya .


" Ini mansion tuan zain nona ."


Ucap mira.


" Perkenalkan saya mira yang akan melayani segala keperluan nona ."


Perkataan Mira membuat Ayris tertegun bahkan semakin bingung .


" Zain,,,,,? siapa Tuan Zain ? aku tidak mengenal nya ? "


Ayris semakin bingung membuat kepala nya sakit dan hampir membuat nya jatuh terduduk jika Mira tak segera menopang badan nya.


Mira membantu Ayris duduk di tepi ranjang dan membantu nya berbaring kembali di ranjang king size tersebut.


Ia masih tak mengerti dengan apa yang terjadi , ia menepis pikiran nya jika ia telah di culik .


" Nona ,makan lah sedikit !


Agar nona cepat sembuh !"


Kata kata Mira membuat nya semakin terkejut .


Dengan telaten Mira menyuapi Ayris yang semula menolak nya namun pada akhir nya mau memakan nya .


" Apa aku sakit ? sakit apa ? ini di mana? Siapa Zain ? kenapa Mira memanggilku nona? Apa ia tidak tahu aku sudah menikah ? "


Gumam ayris dalam hati memandang wajah mira lekat lekat .


bersambung,,,,,,, ,😊🙏*