
Ayris yang tengah memasak di dampingi mira dan chef khusus yang bekerja di mansion juga ada beberapa orang yang khusus bekerja di dapur .
" Leon , kau tunggu di sofa mama akan memasak sebentar !" Leon yang meraung kecil berjalan menuju sofa ruang tengah .
Ayris tahu jika leon tetap di sana semua orang akan ketakutan .Harimau itu telah jinak pada nya karena waktu itu ayris sempat menolong nya ketika ia tercebur di kolam .
" Benar benar jinak sekarang , ia menuruti semua perkataan nyonya ." Bisik mira pada pak mus.
"Benar , aku tidak menyangka jika nyonya mampu menjinak kan kedua nya ." Pak mus yang menjawab perkataan mira terkejut melihat pemandangan di depan nya .
Beberapa saat setelah selesai ayris meletakkan beberapa menu kesukaan zain pada kotak makan yang disiapkan oleh mira .
Setelah semua nya selesai ayris yang berjalan ke sofa mendekati leon yang tengah tertidur .
Ia menatap pada kotak makan yang di berikan vani pada nya lalu meraih nya dan membuang nya ke tempat sampah .
" Leon , mama akan ke kantor papa kau mau ikut ? " Ayris yang mengusap pelan harimau tersebut membuat leon menatap nya lalu kembali memejamkan mata nya .
"Baiklah jika kau masih mengantuk mama akan membiarkan mu tidur , tapi ingat kau tidak boleh nakal ." Ucap ayris pada leon . Binatang yang tergolong buas itu seakan mengerti apa yang di ucapkan tuan nya .
Leon yang meraung kecil memilih pergi berjalan ke taman belakang di mana ia sering bermain main dengan ikan .
" Mira, Tolong beritahu sely aku akan ke kantor tuan mu ! Suruh ia mempersiapkan mobil sekarang ! Terima kasih mira ." ucap ayris pergi ke lantai atas mengganti pakaian nya sebentar .
" Baik nyonya . Iya nyonya sama sama ." Jawab mira singkat kemudian ia berlari mencari keberadaan selly .
" Eh ' hem,,,." Mira yang tengah melihat sely bercanda dengan anton sengaja mengeluarkan suara.
" Sely , nyonya akan ke kantor ." Mira memberitahu sely yang tengah bercanda dengan anton .
Anton dan selly terkejut dengan kedatangan mira yang tiba tiba tanpa sepengetahuan mereka .
" Baik lah ." Ucap selly tersipu malu karena ketahuan sedang tertawa bersama anton .
Sementara anton hanya menggaruk kepala nya , ia memgerti jika sang kekasih tidak ingin di ketahui orang lain .
Sely dan anton yang siap menunggu nyonya mereka di depan pintu utama tertegun melihat nyonya yang ber dandan agak sexy tidak seperti biasa nya .
" Sely bilang pada kekasih mu untuk mengantar ku ke kantor tuan ." Ucap ayris yang sengaja membuat mereka tersipu malu .
" Ba ,,, baik nyonya ." Jawaban yang ter bata bata membuat ayris tersenyum puas dan juga membuat selly dan anton tersipu malu.
Mobil yang anton kemudi melaju menuju gedung mewah sesuai permintaan nyonya nya .
Ayris hanya tersenyum melihat kotak makanan yang ia bawa , ia yang memiliki kesalahan pada suami nya karena cemburu nya yang berlebihan meskipun zain sudah menjelaskan nya .
Beberapa saat berlalu mobil hitam mewah yang membawa nya ke kantor zain telah sampai , anton dan selly ber siaga membukakan pintu untuk nyonya nya.
Resepsionis yang menyambut nya tersenyum kemudian mengantar nya ke lift khusus untuk pemilik gedung sekaligus kantor tersebut .
Ting,,,,
Pintu lift yang terbuka membuat beberapa karyawan memandang ke arah lift . Diana yang sudah mendapat pesan dari resepsionis bahwa nyonya pemilik gedung tiba di kantor bersiap di depan lift menyambut nyonya muda yang sudah lama tidak ikut dengan tuan nya ke kantor bahkan tuan nya pun beberapa waktu tidak datang ke kantor .
" Selamat pagi nyonya ." Ucap diana tersenyum membungkukkan badan nya .
" Selamat Pagi diana . Apa presdir mu ada ?" Ayris yang berbicara setengah berbisik pads diana membuat nya tersenyum .
" Ada nyonya .Mari nyonya !." Diana yang mempersilahkan nyonya nya masuk di ikuti selly dan anton di belakang mereka .
Ayris berjalan menuju ruangan suami nya , rasa takut dan khawatir menyelimuti nya .
Ceklek,,,,
Zain berhenti menatap berkas nya mengalihkan pandangan nya ke arah pintu .
Setelah beberapa detik Ayris yang berhenti di depan pintu seakan ragu untuk masuk ke dalam ruangan membuat zain tetap menatap ke arah pintu tersebut .
Ayris yang muncul dari belakang pintu tersebut membuat zain menelan saliva nya melihat ayris yang berpakaian sexy di depan nya .
" Max , kita lanjut kan nanti ." Max yang mengerti arti perkataan kakak nya mengambil beberapa berkas di meja dan meninggalkan ruang kerja kakak nya .
" Selamat pagi kakak ipar ." Max yang menyapa ayris membuat sedikit kenyamanan hati nya.
" Selamat pagi max. " Ayris membalas sapaan max .
Zain berjalan dengan cepat ke arah ayris membuat nya sedikit ketakutan . Ia mengira zain akan marah tetapi zain menutup pintu dan mengunci nya .
Ia kemudian menarik ayris duduk di sofa tanpa memperhatikan bawaan ayris .
" Kenapa pakai pakaian seperti ini ?" Zain dengan nada tinggi nya , ia merasa tidak senang melihat ayris berpakaian sexy .
" Sayang , kau tidak menyukai nya ? '' Jawaban ayris bukan membuat zain senang tapi ia terlihat marah kemudian menarik ayris ke ruang istirahat nya .
" Gantiiiii,,,!." Zain yang terlihat marah membuat ayris semakin takut apalagi dengan nada tinggi nya .
Zain mengambilkan baju ganti yang sengaja ia simpan di ruang istirahat nya . Ia selalu tersulut gairah ketika ayris sedang menggoda nya apalagi tubuh ayris yang semakin berisi terlihat sexy membuat kepala nya terasa pusing .
Ayris yang ketakutan kemudian melepas pakaian nya di depan zain dan mengganti nya dengan yang lebih tertutup juga terlihat elegan .
Zain yang melihat ayris dari cermin pantulan tanpa sengaja , ketika istri nya menyeka airmata di sudut mata nya membuat zain menghela nafas nya .
Ia berjalan menghampiri ayris memeluk nya dari belakang bermain main di leher putih ayris yang terbuka . Ayris yang semula terkejut dan masih merasa takut menikmati permainan tersebut .
" Emmm ,,, ahhhhh,,,,." Satu desahan lolos dari bibir mungil ayris . Zain yang mendengar nya kemudian memutarbalikkan badan ayris menghadap nya lalu mencium dalam dalam bibir ayris .
Ayris mengalungkan kedua tangan nya ke leher zain menikmati sesapan bibir zain .Tangan zain yang bergerilya pada tubuh polos ayris . Dress ganti yang akan ia pakai turun lagi ke bawah karena ulah zain .
Zain melepas pagutan nya kemudian membantu ayris mengenakan dress yang akan di pakai ayris .
" Aku tidak ingin kau memakai dress seperti ini lagi , kau mengerti !!." Ucap Zain menyentil hidung ayris .
Ayris tersenyum menganggukkan kepala nya , ia kemudian memeluk erat tubuh zain . Zain merasa ada yang aneh dengan sikap ayris tetapi ia urung menayakan apa yang terjadi .
Zain yang melepas pelukan ayris kemudian menggandeng tangan nya duduk ditepi ranjang .
Ia mengusap wajah ayris yang tersapu rambut panjang ayris .
Detak jantung ayris berdegup kencang ketika berpandangan dengan zain meskipun ia sudah menjadi istri nya .
" Sayang, aku memasak untuk mu ." Ucap ayris untuk menghilangkan rasa gugup nya.
"Benarkah ?" Zain yang tahu jika ayris memasak lewat layar handphone nya berpura pura tidak tahu .
" He ' em ." Ayris yang menjawab menarik zain ke ruang kerja nya dimana ia meletakkan kotak kotak bekal makanan disana .
Zain hanya mengikuti ayris dari belakang , tingkah manja nya membuat zain yang semula marah luluh seketika .
Ayris membuka kotak makanan tersebut sementara zain duduk di samping nya memandang ayris begitu dalam .
Istri kesayangan nya itu mampu mengisi hari hari nya.
Bersambungπππππ