ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 253.


Sore menjelang malam ketika acara makan bersama selesai dave bersama istri nya undur diri sesuai perintah kakak nya menjenguk nenek nata yang sedang sakit .


Setelah berpamitan pada semua orang mereka pun meninggalkan mansion zain.


Dave dan istri nya yang tengah ber bahagia harus rela kehilangan waktu bersama kakak dan adik nya serta kakek dan nenek ketika sang kakak tengah memberi nya sebuah perintah .


" Sayang , kita akan kemana ?"


Lily menggenggam tangan dave dengan penuh kebahagiaan .


" Pulang ke mansion papa dan mama."


Ucap dave memandang wajah istri nya .


" Apa kau merasa takut bertemu dengan mereka ?"


Dave yang kemudian mencium tangan istri nya melihat nya tersenyum disertai gelengan kepala.


" Bagus , be good wife !"


Dave kemudian menarik lily ke dalam pelukan nya agar bersandar di bilah dada nya sekama perjalanan menuju mansion adinata.


" Aku tidak mengerti kenapa kak zain menyuruh ku pulang dan memberi ku amplop ini ."


Gumam dave dalam hati nya .


Dave tak mungkin melibatkan lily dalam permasalahan keluarga yang mungkin akan timbul di antara mereka.


" Apa terjadi sesuatu dengan mereka ? Apa yang sebenar nya kakak rencanakan ?"


" Kakak tak mungkin menyuruhku pulang jika tidak terjadi sesuatu yang penting ."


Dave masih bermonolog sendiri dalam hati nya yang membuat kepala nya sedikit sakit .


Perjalanan yang mereka tempuh tidak terlalu lama hingga cepat sampai ke kota dimana dave pun mempunyai sebuah penthouse mewah dan juga bisnis yang di jalani nya .


Beberapa saat setelah mereka sampai di bandara sebuah mobil mewah sudah siap di sana yang akan membawa nya ke penthouse terlebih dahulu karena hari telah gelap .


Sang asisten mike pun harus mengantar mereka berdua sebelum akhir nya tugas hari itu selesai .


Tak berapa lama mereka sampai ke penthouse mewah milik dave , mike hanya mengantar sampai di lobby sebelum akhir nya ia pulang ke apartemen nya .


" Mike , terimakasih. "


Ucap dave tersenyum pada mike asisten nya .


" Sama sama tuan , saya permisi !"


Mike membungkukkan badan nya yang kemudian berlalu neninggalkan dave yang tengah menggendong lily karena sudah tertidur semenjak dalam perjalanan dari bandara.


" Hati hati mike ."


Ucap dave sebelum meninggalkan lobby tersebut .


" Baik tuan ."


Mike membalikkan badan nya tersenyum pada tuan nya yang berlalu menggendong istri nya .


Tak berapa lama dave sampai di penthouse milik nya , ia pun membaringkan lily di kamar nya dan juga menyelimuti gadis tersebut .


" Sayang , kau terlihat sangat lelah . Tidurlah !"


Ucap dave mencium pucuk kening lily .


Dave meninggalkan lily setelah menyelimuti nya kemudian berjalan ke ruang shower untuk membersihkan diri.


Setelah selesai dengan rutinitas mandi nya , dave ikut berbaring di samping istri nya meraih gadis itu dalam pelukan nya .


Mereka terlelap dalam keheningan malam yang semakin larut dengan udara dingin yang menusuk di persendian tulang .


Mentari pagi yang masuk melalui sela sela korden membuat lily menggeliat dan mencoba untuk membuka mata nya yang sebebar nya masih mengantuk dan masih ingin tidur di samping suami nya .


Namun badan nya yang terasa lengket karena semalam tak sempat mandi terkalahkan dengan rasa kantuk yang memang mekanda nya semenjak di dalam pesawat.


Ia pun memutuskan untuk berendam di bathup setelah memindahkan tangan kekar suami nya secara perlahan lalu mencium kening dave .


Lily berjalan menyusuri setiap sudut ruangan melihat design kamar nya yang terlihat sangat elegan bagi seorang casanova seperti nya.


Setelah menemukan letak kamar mandi , ia pun mengisi bathup dengan air hangat serta menambahkan cairan aroma terapy ke dalam nya .


Setelah itu ua berendam ke dalam bathup mewah yang di miliki sang casanova tersebut.


Dave yang meraba raba ke arah samping tak menemukan keberadaan istri nya , ia pun membuka kedua mata nya yang sebenar nya masih mengantuk .


" Sayang,,,,,."


Dave mencoba memanggil istri nya namun tak ada jawaban yang terdengar di telinga nya .


Dave memutuskan untuk bangun dan memeriksa di setiap sudut ruangan .


Setelah mencari di beberapa tempat tapi tak menemukan keberadaan lily , dave merasa sedikit khawatir.


" Kemana pergi nya ?"


" Tidak mungkin kabur dari penthouse ini ."


" Lily tak mengetahui kode pintu penthouse."


Dave yang sedikit khawatir mulai tak tenang lalu memeriksa nya sekali lagi di setiap sudut ruangan .


Ia yang melupakan kamar mandi nya sendiri baru tersadar dan bergegas memeriksa nya .


Dan ternyata benar , lily sedang berendam di bathup namun ia seperti ketiduran .


"Pantas saja kau tak mendengar panggilan ku , ternyata kau tidur disini ."


" Aku akan memberi mu hukuman ."


Dengan senyum devil nya , dave menemukan sebuah ide yang akan membuat nya sedikit senang .


Tanpa basa basi dave melepas pakaian nya lalu ikut masuk berendam di bathup .


Pergerakan dave membuat lily membuka kedua mata nya dan melotot seperti ingin keluar bola mata nya .


" Sayang ,,, apa yang kamu lakukan ?"


Lily bertanya pada dave yang secara sengaja mengangkat tubuh lily lalu mendudukkan nya tepat di atas paha nya dan menarik nya untuk bersandar ke bilah dada nya .


" Kau akan mendapat hukuman karena membuat ku khawatir. "


Bisik dave di telinga lily.


" Apa yang ku lakukan ? Aku hanya berendam karena badan ku terasa lengket ."


" Kenapa tak membangunkan ku ?"


" Kau tidur sangat nyenyak , mana mungkin aku membangunkan mu ?"


Beberapa kalimat perdebatan terlontar antara suami istri tersebut membuat dave semakin jahil dengan kedua tangan nya menyusuri setiap lekuk tubuh lily .


" Sayang, kau itu mau ikut berendam atau ingin launching junior ?"


Ucapan lily membuat lelaki tampan itu tersenyum lalu tertawa kecil .


" Hahaha,,,.Kedua nya , aku mau dua dua nya ."


Lily menghela nafas panjang nya mendengar jawaban sang suami yang tak kenal lelah untuk segera memiliki keturunan .


" Seperti nya benar kata kakak ipar , kalau aku akan segera menyusul nya ."


Ucap lily yang kini tengah menikmati setiap belaian sang suami .


Meskipun mulut berkata tidak tapi tidak dengan respon tubuh nya yang menginginkan lebih.


" Tentu saja, aku tak kan membiarkan mu lepas dari tangan ku ."


" Aku ini seorang mafia , mudah sekali kabur dari mu. "


" Aku juga seorang casanova mudah sekali membuatmu kembali ke pangkuan ku ."


Ucap dave .


" Huh ,,,,."


Lily yang merasa kesal dengan ucapan suami nya dan juga kejahilan dave.


Acara berendam yang lily harapkan ternyata lebih sekedar berendam yang membuat nya lebih lama di kamar mandi .


Dave merasa senang telah membuat istri nya cemberut karena kejahilan nya .


Setelah selesai dengan rutinitas mandi nya dan juga aksi hot yang dave tunjukkan pada istri nya , dave menggendong lily ke ruang ganti dimana sudah ada banyak pakaian wanita uang telah dave siapkan untuk istri nya.


" Eh,,, kenapa banyak pakaian wanita ? Jangan bilang kau menyiapkan semua nya untuk para wanita mu ?"


Ucap lily melipat kedua tangan nya di dada nya .


" Tidak , ini semua untuk mu. Aku menyuruh mike mempersiapkan semua nya untuk mu ."


Ucap dave yang melihat raut wajah lily berubah ketika melihat para pakaian tersebut .


" Aku tidak percaya ."


Ucap lily menolehkan kepala nya ke samping .


" Coba saja ? Mana ada body sebelas tiga belas seperti mu kalau tidak istri ku ."


Ucapan dave membuat nya semakin penasaran lalu mencoba nya dan ternyata benar semua memang sesuai ukuran tubuh lily.


" Eh ,,,bagaimana kau bisa tahu ukuran ku semua ?"


Ucap lily kemudian mengalungkan kedua tangan nya ke leher dave .


" Bagaimana aku tidak tahu ukuran istri ku sendiri ? Sudahlah , ayo cepat atau kita akan terlambat !"


" Memang nya kita mau kemana ?"


Lily yang mulai memoles make up natural mengalihkan pandangan nya pada dave .


" Tentu saja ke rumah mama dan papa . Apa kau lupa ?"


Ucapan dave membuat nya sedikit gugup karena selama ini ia hanya bertermu para gangster tapi kini bertemu dengan keluarga sang suami yang notabene nya harus bersikap sopan .


" Aku takut ."


Ucapan lily membuat nya terkejut membelalakkan kedua mata nya pada istri nya lalu tertawa kecil .


" Hahahah,,,,,,,. Seorang mafia takut bertemu mertua ?"


Melihat sang suami yang menertawakan nya bukan menenangkan nya membuat nya kesal .


buk,,,buk,,,


" Aku ini juga manusia biasa yang punya rasa takut ketika bertemu dengan mertua nya . kenapa kau menetertawakan ku ? bukan menenangkan ku ."


melihat perubahan mimik wajah lily membuat dave merasa bersalah lalu menghampiri nya ketika lily memukul tempat duduk nya.


" Sayang , maaafkan aku . Tenanglah ! aku akan disamping mu ."


Ucap dave yang memeluk istri nya .


Dave memeluk lily untuk sesaat sampai lily merasa tenang sebelum akhir nya membawa nya pergi ke mansion adinata .


Setelah lily sudah merasa lebih baik , akhir nya dave membawa lily keluar pent house turun ke lobby bawah di mana mike sudah siap di bawah menunggu nya dengan sang sopir .


Tegur sapa antara bos dan asisten itu terjadi seperti biasa nya dan juga beberapa orang orang nya .


Lily merasa kagum dengan sang suami yang bersikap ramah pada seluruh pegawai nya.


Mobil mewah yang siap membawa mereka ke mansion adinata melaju kencang menuju tempat tujuan .


Tak berapa lama mobil tersebut sampai ke mansion adinata dan beberapa iringan mobil pengawal dave yang berada di belakang .


Sebelum berangkat dave dan lily memang telah mengetahui jika terjadi sesuatu dengan keluarga tersebut .


Lily yang seorang mafia sudah hafal dengan proses samar menyamar .


Sampai di pintu utama beberapa orang datang menyambut kedatangan sang tuan muda kedua pemilik mansion tersebut .


" Selamat datang tuan ,,, nona ."


Ucap salah seorang pelayan di mansion tersebut .


" Hemm ,,, ."


Dave memang jarang ada di mansion tersebut karena ia lebih memilih tinggal di pent house mewah milik nya .


Setelah beberapa saat dave menghampiri beberapa pelayan , ia pun sampai ke ruang makan dimana semua orang telah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi .


" Selamat pagi ."


Sapa dave pada orang yang berada di meja makan dan semua nya menoleh ke arah dave dan lily .


" Dia ,,,, wanita itu ."


Bersambung 😊😊😊🙏