ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 273.


" Maaa,,,, mama,,,,. Kakek,,, nenek,,,."


Suara teriakan ayris dari lantai atas membuyarkan perbincangan antara keluarga besar tersebut hingga membuat kalang kabut semua orang .


Mona berlari menaiki tangga , sedangkan nenek dan kakek menaiki lift untuk sampai ke lantai dua .


" Ada apa sayang ? "


" Apa terjadi sesuatu dengan baby ?"


Mona berdiri didepan pintu masih mengatur nafas nya dengan terengah engah ketika dengan tergesa gesa menaiki tangga saat mendengar ayris berteriak .


Mona masuk ke kamar ayris melihat zain tengah menggendong salah satu baby lalu meletakkan nya ke dalam box bayi , mona memeriksa ketiga bayi dan juga ayris dengan seksama.


" Ada apa ? Apa yang terjadi ?"


Ucap nenek jaya.


" Zain, ada apa ?"


Kakek wijaya pun menanyakan hal serupa pada mereka berdua.


" Tidak ada kek ."


Ucap zain yang mengerutkan dahi nya melihat semua orang datang .


Semua orang berbondong bondong ke atas karena mendengar suara teriakan ayris namun terdiam saat mereka melihat ayris dan baby baik baik saja.


" Ada apa nak ? Ayris apa terjadi sesuatu dengan mu ,,,?"


Nenek maya pun berjalan menghampiri ayris yang terlihat cemas bahkan bingung .


" Aduh,,, kenapa kalian melihat ku dan baby ?"


" Ini bukan soal kami tapi leona akan melahirkan ."


Semua orang terkejut mendengar pernyataan ayris bahkan saling pandang satu sama lain .


" Leona ,,,? Siapa leona ?"


Nenek maya dan nenek adinata heran mendengar leona akan melahirkan dan menanyakan nya pada ayris.


" Kenapa diam saja ? Cepat bawa ke rumah sakit !"


Ibu dina secara spontan berbicara demikian karena memang baru kali pertama tinggal di sini dan tidak tahu jika leona seekor harimau.


" Ibu, leona itu harimau ."


Bisik diana di samping ibu nya .


" Apaaa,,, Harimau ?"


Secara spontan juga ibu dina berteriak mengetahui jika leona seekor harimau .


" Apa maksud nya leona harimau ? Jadi leona ity harimau ."


Ucap nenek wijaya dengan raut mimik muka heran karena menyebut harimau seperti nama manusia.


" Iya Itu,,,,. Kesayangan ayris ."


Ayris menunjuk leona yang meraung kecil di samping box bayi yang memang ada kasur kecil untuk leon dan leona.


Semua orang memandang ke arah kedua harimau tersebut dengan masing masing mempunyai perasaan lain yang mereka rasakan .


Di satu sisi menepuk jidat nya masing masing karena tingkah konyol ayris yang tanpa sengaja membuat semua orang khawatir.


Sedangkan zain memanggil pawang leon dan leona dan beberapa orang untuk segera ke kamar nya dan memindahkan leona dari kanar nya ke kandang leona sebenar nya.


" Kenapa diam saja ?"


Ayris berbalik menatap mereka secara bergantian dengan sedikit agak bingung .


" Sayang, aku sudah menyuruh pak mus memanggil pawang kesini ."


" Dan sebentar lagi akan datang , tenang lah !"


Ucap zain menepuk pelan tangan nya .


"Aku kira mereka bisa membantu ."


" Kau ,,,ini. Tentu saja tidak , leona hanya menurut pada kita . Bagaimana akan membantu ? Yang ada ,mereka akan menjadi sasaran amukan leona."


" Hihihi,,,,."


Ayris tertawa lirih dengan ekspresi yang sangat lucu karena tingkah konyol nya membuat semua orang cemas dan khawatir kini bernafas lega.


Semua orang bernafas lega dan juga panjang melihat tingkah sang tuan rumah yang membuat gempar seisi mansion .


Ayris kemudian mendekati leon dan leona untuk menenangkan leona yang terus saja meraung karena menahan kesakitan .


" Leona, kau harus kuat ! Kau tahu mommy berjuang sendiri melahirkan baby A ."


Ucap ayris mengusap pelan kepala leona .


" Aung,,,."


" Aung,,,, "


" Kakak ipar , seperti nya kau melupakan jasa ku ."


Leo tidak terima dengan pengakuan kakak ipar nya yang menyatakan berjuang sendiri karena saat itu dia ada di sana menjadi korban amukan nya.


" Hihihi,,,, . Aku sudah membayar mu ."


Ayris mengedipkan salah satu mata nya ,sedangkan leo yang paham dengan maksud kakak ipar nya menghela nafas panjang .


" Haaah,,,. Kakak ipar benar , baik lah aku menyerah jika harus berdebat dengan kakak."


Leo pun sedikit kesal dengan ejekan kakak ipar nya .


" Hahaha,,,,. Aku bahkan memberi mu bonus ."


Lagi lagi ayris membuat keo tak bisa berkutik .


" Tuan ,,, nyonya , kami akan membawa leona ke bawah ."


Ucap salah seorang pawang yang sudah datang ke kamar nya.


" Baik lah leona , kau harus berjuang ! Anak mu akan menjaga ketiga baby A , kau mengerti !"


Ucap ayris mengusap pelan kepala leona .


" Aung,,,,."


" Aung,,,,."


" Dan kita akan menghabiskan masa tua bersama ."


Glek,,, glek,,,


Masa tua bersama ? Nenek nenek yang ada disana menelan saliva nya masing masing ketika mendengar ayris mengatakan masa tua bersama .


Bagaimana mungkin cucu yang mereka sayangi menghabiskan waktu bersama harimau ? Tak pernah terbesit di pikiran mereka tingkah konyol ayris benar benar menepuk jidat mereka.


" Aung,,,,."


" Aung,,,,."


" Leon, temani leona ! Jangan seperti daddy mu !"


Ayris melirik sekilas pada suami nya mengingatkan nya sewaktu akan melahirkan baby A.


" Aung,,,.''


''Aung,,,.''


Kedua meraung pelan tanda mengiyakan perkataan ayris.


Setelah kekacauan itu selesai , mereka semua benafas lega lalu meninggalkan kamar ayris yang tengah menyantap sarapan mereka .


Sedangkan ada beberapa pelayanrumah yang membersihkan kamar ayris bekas dari leona.


" Cucu mu benar benar membuat semua orang cemas."


" Aku tidak mengira ayris akan dekat dengan harimau itu ."


kakek jaya dan kakek wijaya berbincang setelah mereka turun ke lantai satu .


" Kakek tidak tahu, kakak ipar ratu nya kak zain ."


Ucap leo menyela pembicaraan wijaya dan arijaya .


" Tentu saja, dia kan istri kakak mu ."


Puk,,,


Kakek arijaya memukul pelan lengan leo yang ternyata juga mempernainkan nya.


" Hahaha,,,,."


Leo tertawa puas senang membuat kakek nya merasa kesal karena diri nya .


Di kamar ayris .


Zain dan ayris yang selesai dengan sarapan nya memilih beristirahat karena rasa lelah yang ayris rasakan ketika malam hari harus menyusui si kecil .


" Sayang, aku akan menyuruh mira menemani mu . Suami mu harus bekerja keras untuk mu dan ketiga anak kita."


Ucap zain setelah membantu ayris berbaring di tempat tidur .


" Em,,, . Aku tidak menyangka jatuh cinta pada pria kejam seperti mu ."


Ucap ayris mengalungkan kedua tangan nya pada leher zain yang akan beranjak dari duduk nya.


" Aku juga tidak menyangka jatuh cinta pada mu pada pandangan pertama ."


Ayris yang selalu bermanja pada zain memulai mencium bibir suami nya , menyesap dalam dalam bibir jahat tersebut .


" Sudah cukup ! Jika tidak , aku tidak akan tidur."


Ayris mencoba mengalihkan topik pembicaraan karena ia sendiri paham betul jika diteruskan akan membuat nya tidak tahan dengan semua nya .


" Baik lah , aku ke ruang kerja dulu . Mira akan datang menemani mu ."


" Baik lah ."


Ayris kemudian mencium pipi zain sebagai hadiah kecil untuk suami nya.


Memang benar , mira yang telah muncul di depan pintu sengaja tidak membuat suara agar nyonya nya tidak terganggu tidur nya.


Tak berapa lama mona pun datang di depan pintu kamar ayris juga memberi isyarat agar mira tak bersuara karena tak ingin menantu nya tersebut terganggu tidur nya.


Mona begitu setia menemani ayris karena ingin mengubah masa lalu nya menjadi masa depan yang baik .


Di ruang kerja zain .


Max dan rian telah berada di sana menunggu nya untuk mendapat tanda tangan atau pun membicarakan kontrak kerja baru bagi partner bisnis yang ingin bekerja sama mau pun menambah kontrak kerja baru .


Tapi , diana pun datang di balik pintu untuk memastikan pekerjaan nya setelah mangkir beberapa hari pasca pernikahan nya dengan leo .


" Tuan muda, saya akan menjalankan rencana selanjut nya seperti yang tuan ketahui."


Ucap rian pada zain .


" Baik lah ."


" Kak , ini berkas yang kakak ingin kan. "


Ucap max memberikan sebuah map yang di minta zain untuk menyiapkan nya.


" Rian , berikan ini pada leny !"


Ucap zain memberikan map baru saja di periksa zain pada rian .


" Baik , tuan muda."


" Apa kakak akan hadir dalam undangan tuan rusdi ?"


Max merasa khawatir kakak nya akan pergi ke sarang musuh meskipun kakak nya tahu jika rusdi adalah orang baik namun pengaruh buruk adinata membuat nya seperti tengah membela nya.


" Tidak, aku tidak bisa meninggalkan kakak ipar mu . Lagi pula kau sendiri tahu jika acara itu bertujuan menjebak ku ."


" Lalu ,,,? "


" Rian dan leny yang akan ke sana , tentu nya dengan kedatangan jack akan membuat suasana semakin tegang seperti yang ku inginkan ."


Ucap zain yang mulai memainkan pena nya memutar mutar di atas meja.


Tok,,, tok,,,


" Masuk !"


Ceklek,,,,


" Maaf kak , apa aku boleh masuk ?"


Yah , orang yang mengetuk pintu ruang kerja zain adalah diana .


Diana memang sekertaris nya di kantor tapi juga adik ipar nya ketika berada di rumah .


" Ada apa diana ? Apa masa bulan madu mu sudah selesai ?"


Ucap zain memandang heran pada diana.


" Ih,,, kakak ipar , aku harus menyudahi nya . Tanggung jawab ku masih menumpuk ."


" Apa suami mu mengijinkan nya ? Keluar kamar saja tidak boleh dan ku lihat kau tak pernah keluar kamar semenjak menikah dengan nya."


Max sengaja membuat diana benafas panjang dengan mengajukan pertanyaan konyol pada nya.


" Jangan menggoda ku ! ada pengantin baru lain nya di sini ."


" Huk ,,, huk,,,,."


Rian tersedak mendengar ucapan diana yang juga sengaja menggoda nya .


" Tuan , saya pamit undur diri . Leny harus pergi ke kantor tuan rusdi untuk mengadakan rapat pemegang saham ."


" Baik lah . Ingat , kalian semua harus berhati hati !"


" Baik tuan. "


Rian yang melihat sisi sindiran dari mereka berdua memilih untuk meninggalkan tempat itu .


Sementara max dan diana memilih untuk bekerja dari rumah karena memang zain tak mengijinkan diana keluar dari mansion .


" Uh ,, untung saja . Dasar max gila , apa dia nggak sadar dulu sangat dingin menjadi bucin ?"


"Lebih baik aku berangkat ke kantor sekarang ."


Rian sempat ke paviliun mengambil jas nya yang akan di pakai ke pesta nanti malam .


Leny lebih dahulu berangkat ke kantor bersama selly yang kini di tugaskan membantu di kantor bersama selly .


Zain sengaja membuat pasar saham di kalangan pengusaha turun bertujuan untuk membuat sedikit pelajaran pada seseorang yang menjadi musuh dalam selimut .


Bahkan orang awam pun tak kan menyadari nya jika memang ada penyusup yang begitu rapat menyimpan semua rahasia.


" Bagaimana max ? Apa semua berjalan sesuai rencana ?"


Zain hanya ingin memastikan keinginan nya segera terwujud dan juga semua orang mengerti apa yang penyusup itu ingin kan.


" Iya kak, sesuai rencana hanya ada satu masalah ."


Zain yang hendak meninggalkan ruang jerja nya berbalik memutar badan nya menatap max.


" Apa ?"


" Saham yang di miliki sila harus di tarik kembali dengan kata lain harus di beli kembali . Tapi aku rasa tidak mungkin , mereka akan curiga jika kita telah mengetahui nya . Kecuali papa ,,,."


Max tidak melanjutkan perkataan nya karena takut kakak nya akan tersinggung dengan pendapat nya.


" Katakan !"


Zain menatap tajam pada max yang seakan ragu mengatakan sebenar nya.


" Papa harus mengadakan rapat pemegang saham dengan alasan membagi warisan , dengan demikian mau tidak mau para pemegang saham harus mengembalikan semua atau bisa di bilang menjual kembali kepada pemilik nya."


" Lalu,,,,?"


" Lalu ,,, aku tidak yakin papa akan membantu . Jika itu terjadi perusahaan papa akan mengalami kerugian ."


Ucap max .


" Dengan begitu kakek itu tidak mempunyai sedikit saham sedikit pun dan dia tidak bisa berbuat apa apa karena dia membeli saham tersebut secara sembunyi ."


Max melanjutkan kembali perkataan nya .


" Aku akan pikirkan cara lain . Sebaik nya kalian beristirahat dan kau diana ,,,, leo pasti melayangkan protes pada kakak ipar mu jika kau masih terus bekerja."


Zain menghilang di balik pintu rahasia yang tersembunyi di balik rak buku .


" Kau dengar itu diana , suami mu pasti menunggu mu pergi lah !"


Ucap max melirik sekikas pada diana .


Diana menghela nafas panjang nya dan juga menyentuh dahi nya tak petcaya keluarga hesar itu begitu peduli dengan nya.


" Baik lah . Panggil aku jika kau membutuhkan bantuan !"


Diana beranjak pergi meninggalkqn ruang kerja zain yang merupakan presdir dimana tempat ia bekerja sekaligus kakak dari suami nya.


" Hem,,,.''


Di satu sisi , hendra yang tanpa sengaja melintas di depan ruang kerja zain mendengar percakapan mereka lalu kembali ke kamar nya .


Sedangkan diana kembali ke kamar nya setelah beberapa saat membantu max menyelesaikan dokumen dokumen perusahaan .


Seperti yang di duga ,leo memasang muka masam ketika diana sampai di kamar nya namun ketika diana memilih untuk menemani ibu nya leo menarik tangan diana .


" Mau kemana ? "


" Ke kamar ibu ."


" Tak ingi mengajak ku ?"


" Tidak ."


" Kalau begitu aku tak kan mengijinkan mu ."


Leo menutup pintu kamar nya dan mengunci dengan remote kontrol agar tak bisa di buka oleh diana.


" Baiklah , ayo kita pergi !"


Diana sengaja membuat leo sedikit kesal agar wajah masam nya tidak terlihat lagi di wajah nya.


" Tidak , setelah yang satu ini ."


" Huh,,, kau ini , tak ada habis nya ."


" Tidak akan , kau tahu aku jatuh cinta pada mu saat pandangan pertama .


" Benar kah ? "


Tangan nakal pengantin baru itu mulai berwisata ke alam hayalan mereka .


Diana dan leo masih tenggelam dalam suasana pengantin baru , tak hayal mereka jarang keluar dari kamar nya .


Sementara zain yang tengah melihat istri nya tertidur pulas memilih ikut berbaring si samping ayris meskipun mama dan nenek nya ada di sana .


Bersambung 🙏🙏😊