
Diana yang tak bisa berbuat apa apa hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi menghela nafas kasar nya .
'' Bagaimana ini ? Gara gara cowok brengsek ini aku terluka .Enak saja ,aku harus menikah dengan nya ."
" Huhhh,,,, sialan ."
Diana masih saja mengumpat dalam hati nya tengah kesal dengan keputusan presdir .
" Gara gara perempuan sialan itu aku harus berhadapan dengan keputusan kakak ipar .Huhhhh ,,Awass nanti aku akan cekik leher mu !." Leo kesal mengumpat dalam hati nya .
Sedang kan zain dan ayris tersenyum saling pandang namun senyum yang mengembang itu seakan hilang di telan bumi ketika mengingat perkataan ayris sendiri .
" Kenapa ? Kau menginginkan sesuatu ?" Ucap zain memandang wajah istri nya .
" Tidak ,,, bukan aku tapi suami ku yang menginginkan sesuatu ." Ucap ayris yang mengerucutkan bibir nya memandang ke arah suami nya.
" Hahahaha,,,,, . Tentu saja , kau sendiri yang menawari ku ." Ucap zain dengan mengedipkan mata nya.
" Sayang, apa yang kau inginkan ?" Ayris yang mendekat pada zain bergelayut pada lengan suami nya .
"Aku,,,, hahahaha,,,,.Sesuatu yang sangat memabukkan ." Mendengar ucapan zain ayris melepaskan tangan nya kemudian mengerucutkan bibir nya .
" Huhhhh ,,,, dasar lelaki ." Ayris yang sangat kesal mengerucutkan bibir nya .
" Leo , antar diana pulang ! Bukankah kau perlu waktu mengenal nya ?" Ucap zain menatap tajam pada leo sementara leo mendengus kesal .
Apalagi dengan diana yang semakin kesal jika harus berdua dengan leo . Rasa canggung di depan presdir dan nyonya presdir membuat nya salah tingkah apalagi leo yang memandang tajam pada nya .
" Maaf presdir ,saya bisa pulang sendiri . Lagi pula akan sangat merepotkan jika tuan leo mengantar saya bolak balik ke kantor dan ke apartemen saya ." Ucap diana .
" Kakak dengar sendiri , dia tidak mau di antar .'' Ucap leo kesal terhadap kakak nya .
" Kau ini bagaimana sih ? nama nya perempuan pasti malu . Dasar tidak peka ,,, sama dengan kakak nya ." Ucapan ayris membuat zain menatap tajam ayris .
" Eh ' emm,,,,." Zain berdehem menatap tajam pada istri nya .
" Sayang kau kenapa ?" Ayris yang melihat sang suami menatap tajam pada nya bergidik ngeri merasa hawa dingin merasuk dalam jiwa nya .
" Kau tidak salah menyamakan ku dengan dia ?" Ucap zain menunjuk dengan jari telunjuk nya ke arah leo .
Leo yang melihat kakak nya sedang menunjuk ke arah nya berbalik menunjuk diri sendiri . Ia yang mengerti jika kakak nya tersulut api cemburu karena ulah istri nya membuat nya merinding dengan amukan nya .
" Sayang , aku akan mengantar mu pulang ." Leo mengedipkan mata nya pada diana sebelum serigala jantan itu benar benar meraung .
" Sayangg,,,,, ." Diana menirukan panggilan leo terhadap nya membuat nya semakin kesal dan marah terhadap nya .
" Ayo cepat !! Hari ini aku ada praktek ."Leo yang beralasan agar tidak terkena amukan kakak nya segera menarik tangan diana dan membawa kan barang barang diana.
" Kakak aku pinjam mobil mu , mobilku rusak waktu menabrak pembatas jalan . Bye." Ucap leo melambaikan tangan nya sedangkan diana merasa canggung dengan rok span nya hampir saja terjatuh karena tarikan leo .
" Saya permisi dulu presdir , nyonya ." Ucap diana .
"Diana ,,,, panggil kakak ipar ya ." ayris tengah menggoda diana kemudian mengedipkan mata nya pada diana .
Sedangkan diana hanya mengangguk tersenyum menoleh ayris . Ia tak sempat menjawab perkataan ayris karena leo terus menarik nya dengan keras .
" Kau lihat mereka sayang,, aku sangat senang sekali leo bersama diana daripada dengan vani ." Ucap ayris mengalihkan tatapan tajam zain .
" Sayang,,,, kenapa ? kau menginginkan sesuatu ." Ucap ayris yang menoleh kearah suami nya yang masih menatap nya dengan tajam .
" kau masih menayakan hal yang tak penting ." Zain yang benar benar di penuhi amarah seakan lupa jika istri nya tengah hamil .
" Baiklah ,,,, . Jika kau masih seperti itu ,aku akan pergi dengan leon . Huhhhhh,,,,,." Ayris tahu jiika zain tengah marah ia sudah berusaha untuk meredakan amarah nya tetapi tidak membuat nya mereda tetapi sebalik nya membuat nya semakin menjadi .
Ayris yang berdiri belum sempat melangkahkan kaki nya , sebuah tangan menarik nya kembali hingga jatuh ke pangkuan zain .
" Aku tidak akan mengijinkan mu pergi selangkah pun dari tempat ini ." Ucap zain menatap tajam istri nya .
" Jika aku tidak pergi untuk apa aku di sini ? Kau hanya menatap ku seakan ingin menerkam ku ." Ucap ayris kesal pada zain .
" Sayang ,,,,Apa maksud mu ?" Ucap ayris memandang tajam suami nya dengan kedua tangan merangkul pada leher zain .
" Kau akan tahu nanti ,,,."Zain memang sedang merencanakan sesuatu dan sengaja membuat istri nya kesal .
Zain tetap melangkahkan kaki nya menuju lantai dua kamar nya untuk memberi kejutan pada nya .
Di parkiran mobil , leo yang memilih sebuah mobil mewah biasa saja tetap menarik tangan diana .
" Tuan dokter tolong lepas kan tangan anda ! Ini sudah berada di tengah halaman parkir ." Ucap diana memandang tajam tangan nya yang di tarik leo.
" Jika aku tidak mau , kau mau apa calon istri ku ?" Ucap leo sengaja menggoda nya dan mengedipkan mata nya.
bruk ,,,bruk,,,,
" Auwww,,,,,." Diana yang tengah kesal karena panggilan iseng leo sengaja menginjak kaki leo hingga ia meringis kesakitan .
" Dasar cowok gila !." Diana kemudian berjalan meninggalkan dia sendiri .
Leo bergegas lari mengejar diana dan menarik nya ke mobil yang akan ia pakai untuk mengantar kan nya pulang .
" Lepaskan brengsek !!." Diana mengumpat kesal pada leo .
" Tidak sampai aku mengantarkan mu pulang ." Leo pun bersikeras pada diana yang meronta ingin di lepaskan .
Diana memang hanya mengenal kemarahan zain di kantor saja dalam perihal bisnis tapi tidak untuk keseharian nya dan tidak untuk perkataan nya di luar kantor .
Leo yang bersaudara dengan nya tidak berani membantah perkataan nya apalagi keputusan nya .
Beberapa saat yang lalu zain menjodohkan nya dengan diana , bagi diana mungkin biasa saja tetapi tidak untuk leo .
Kakak nya satu itu bahkan bisa berbuat lebih kejam dari kakek nya yang seorang mafia .
Jika ia sudah memutuskan pasti semua akan terjadi bahkan akan sulit terlepas dari keputusan kakak nya .
" Anda tidak perlu mengantar saya , saya bisa pulang sendiri ." Ucap diana pada leo .
'' Hehhh,,, sayang . Apa kau bisa merubah keputusan kakak ku ? bahkan kau menjadi sekertaris nya sudah sejak lama ?" Ucap leo memandang tajam pada diana lalu berjalan menghimpit nya . Diana yang melihat nya pun berjalan mundur secara perlahan lahan hingga terpojok di mobil .
Leo menyunggingkan senyum nya merasa menang dari diana yang terdiam sementara leo masih maju menghimpit nya .
Dug dug ,,,,
" Aduh ,,, kenapa detak jantungku berdetak sangat kencang ." Gumam diana dalam hati nya .
Ketika diana yang melihat leo semakin mendekat pada nya , ia pun semakin khawatir dan memejamkan mata nya menoleh ke samping membuat leo menyunggingkan senyum nya karena leo hanya ingin menarik gagang mobil membuka nya untuk diana .
" Sayang ,aku hanya ingin membuka pintu mobil untuk mu bukan mencium mu ? kenapa kau memejamkan mata ? jika kau menginginkan nya dengan senang hati aku akan memberikan nya ." Bisikan leo membuat diana tersipu malu dan sedikit memerah pipi nya .
Setelah itu diana masuk ke dalam mobil sedangkan leo berjalan ke arah samping untuk memegang stir kemudi .
" Huhh,,, untung saja .Jantung ku hampir copot karena ulah pria gila ini ." Gumam diana dalam hati .
" Ternyata gadis ini bisa membuat jantungku berdebar kencang dari pada si brengsek vila ." Gumam leo dalam hati .
Leo yang memegang stir kemudi kemudian mengemudikan nya dengan menyunggingkan senyum nya penuh dengan kemenangan . Ia yang di tugaskan mengantar diana pulang harus mengantar nya pulang meskipun ia sebenar nya telah kesal dengan gadis tersebut .
Sementara di depan kamar ayris yang masih memandang tajam pada zain , pikiran kotor ayris sudah membayangi benak nya hingga ia menghela nafas kasar nya .
Sedangkan zain bersikap dingin tanpa membuat ayris curiga sedikit pun .
Ceklekk,,,,,,, .
Zain yang membuka pintu kamar nya membuat ayris terkejut melihat pemandangan kamar nya .
" Waaaaaahhhhh,,,,,,."
Bersambung 🙏🙏🙏😊😊😊😂