ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 225.


Se sampai di mansion nenek maya duduk lemas tak bertenaga di sofa ruang tamu . Ia masih tak percaya dengan apa yang di lihat dan di dengar nya .


Ia pun teringat perkataan suami nya yang mengataka ia berubah karena gadis tersebut.


Suami nya berkata benar ada nya dan dengan mati matian membela nya ternyata ia bukan cucu kandung nya hanya segelintir orang yang memanfaatkan kekayaan saja .


" Nyonya , anda baik baik saja ?"


Ucap salah satu pelayan yang melihat nyonya nya duduk termenung di sofa .


" Aku baik baik saja minah . Bisa tolong ambil kan segelas air ?"


Nenek maya merasa ada rasa pilu di dalam hati nya meskipun tak haus namun mulut nya ingin meneguk segelas air untuk menenangkan hati dan pikiran nya .


" Baik nyonya ."


Minah bergegas ke dapur mengambil pesanan yang di minta nyonya nya .


Nenek maya yang tersadar dari lamunan nya bergegas pergi menjenguk dokter rio yang mengalami kecelakaan ke rumah sakit .


" Nyonya,,,, nyonya,,,, . Anda mau kemana nyonya ? Air putih nya nyonya ."


Minah yang melihat nyonya nya pergi dengan terburu buru membuat minah heran lalu menggelengkan kepala nya .


" Kenapa nyonya pergi terburu buru seperti itu ?Mudah mudahan tidak terjadi apa apa dengan nyonya dan tuan ."


Minah kembali membawa air putih yang di minta nyonya nya ke dapur lagi .


Beberapa saat kemudian nenek maya yang tekah sampai di rumah sakit berjalan menuju resepsionis menanyakan di mana ruangan dokter rio di rawat .


Setelah mencari kesana kesini nenek maya yang berhasil menemukan ruangan tersebut terkejut melihat dokter rio terluka parah .


" Jay,,,, bagaimana dengan ayah mu ? Nenek merasa bersalah atas kejadian ini ."


Ucap nenek maya pada jay putra dokter rio .


" Ayah dalam kondisi stabil nek meskipun terluka parah . Nenek jangan berpikir seperti itu , Ayah kecelakaan di jalan bukan di rumah nenek ."


Ucap jay menenangkan nenek maya.


" Jay yakin ayah bisa melewati masa seperti ini ."


Jay memang anak yang kuat meskipun ibu nya telah meninggal sewaktu melahirkan nya dulu kini ayah nya juga terluka parah , ia pun tetap tegar .


" Jay , kamu anak yang kuat . Nenek akan selalu ada untuk mu jika kau membutuhkan sesuatu ."


Ucap nenek maya .


" Terima kasih nek . Jay hanya butuh dukungan nenek agar ayah cepat sembuh ."


Ucap Jay tersenyum pada nenek maya .


" Tentu jay , nenek sangat menginginkan ayah mu kembali seperti semula ."


Nenek maya hampir menitikkan air mata ketika melihat kondisi rio yang di penuhi beberapa luka dan juga selang infus .


" Sudahlah nek . Sebaik nya nenek pulang hari menjelang malam nek ,lagi pula ayah belum bisa di ajak berkomunikasi. "


Ucap jay .


" Iya jay , nenek pamit dulu . Jangan lupa kabari nenek jika terjadi sesuatu pada ayah mu ."


Nenek maya menepuk tangan jay dengan lembut .


Nenek maya yang meninggalkan rumah sakit dengan perasaan yang tidak karuan dan juga pikiran yang tidak menentu melihat apa yang terjadi di depan mata nya .


Ia sungguh tak menyangka gadis yang di anggap cucu itu bersikap kejam seperti itu .


Ia pun berkali kali mencoba menghubungi kakek wijaya berulang kali namun tak ada jawaban .


Ia kemudian mengirim pesan pada suami nya .


Teks mesegge " Suami ku "


πŸ’¬ :" Wijaya , aku telah melakukan kesalahan besar ."


πŸ’¬ :" Kau benar wijaya ternyata dia bukan cucu kita ."


πŸ’¬ :" Gadis itu benar benar kejam bahkan dokter rio pun menerima kekejaman nya ."


πŸ’¬ :" Dokter rio mengalami kecelakaan sewaktu pulang dari mansion kita ."


πŸ’¬ :" Maafkan aku wijaya . Aku telah melakukan kesalahan besar ."


Setelah mengirim pesan nenek maya berjalan menyusuri koridor rumah sakit meskipun tak mendapat jawaban dari kakek wijaya menuju halaman parkir mencari sopir pribadi nya yang akan mengantar pulang ke mansion .


Beberapa saat setelah bertemu dengan sopir pribadi nya tak lantas menyuruh nya membawa pulang ke mansion melainkan ke tempat seseorang yang membuat keamanan nya terjamin .


Sementara neta yang masih berjalan jalan di mall menoleh ke arah jam di mana hari semakin gelap dan sebagai cucu yang baik ia harus tetap berpura pura polos untuk menutupi semua sandiwara nya .


"Sayang , aku harus pulang ."


Ucap neta pada boy kekasih nya.


" Kenapa buru buru ? Aku masih ingin bersama mu bahkan aku belum sempat menyumbu mu."


Ucap boy di gedung bioskop ketika beta pamit ingin pulang .


" Kita mampir dulu ke hotel sebentar ya ?"


boy kemudian memaksa neta menuruti permintaan nya .


" Tapi hari sudah gelap a,,,, ."


" emmm,,, ,,,,ahhhhhhh."


Belum sempat neta melanjutkan perkataan nya boy sukses membuat nya mendesah ketika bibir nya bermain main di leher jenjang milik neta .


" Sayang please,,,,,!"


Boy merengek rengek dan tak henti nya melancarkan aksi nya .


" Baiklah ,,,, baiklah ,,, . Ayo !."


Neta akhir nya menuruti keinginan kekasih nya.


Beberapa saat setelah nya neta kembali ke mansion dengan perasaan bahagia dengan menenteng beberapa paper bag berisi barang belanjaan nya dan juga bertemu kekasih nya .


Meskipun ia pulang dalam keadaan kurang bertenaga setidak nya mereka telah melepas rasa rindu dan dahaga mereka.


Di depan pintu mansion ia pun di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang tak pernah ia sangka dan sangat ia hindari selama menjalankan misi nya ternyata sedang berdiri di depan mansion .


" Ibu ,,, untuk apa dia datang kesini ? Dari mana ia tahu aku tinggal disini ?"


Gumam neta dalam hati nya .


" Apa dia mengikuti ku ? Tidak ,,,,tidak ,,,, tidak mungkin mengikuti ku tapi telah sampai duluan ."


" Lalu siapa yang memberitahu nya ?"


" Om surya ? Tidak mungkin karena aku tidak melanggar kesepakatan . Lalu siapa ? "


Neta yang berdiri diam membisu berada tak jauh dari ibu nya berdiri terkejut ketika ibu nya menyadari keberadaan nya di sana .


" Netaaaa,,,,, . Kau di sini nak ."


Ibu neta menghampiri neta kemudian memeluk nya .


Dia yang masih dalam lamunan nya seakan tak menolak tapi juga tak menginginkan nya .


Tersadar dari lamunan nya neta kemudian mendorong ibu nya hingga tersungkur di lantai .


Ibu nya sangat terkejut dengan sikap neta yang tidak pernah seperti ini . Yang dulu neta lemah lembut kini seakan tak mengenal nya berbeda sangat jauh .


" Sudah ku bilang aku tidak mengenal mu .Pergi ! ''


Neta dengan sangat garang membentak ibu nya lalu menyuruh nya pergi .


" Neta ,,, aku ini ibu mu . Aku yang mengandung mu selama sembilan bulan ."


Ibu neta yang seakan tidak terima perkataan neta merasa sedih hingga menitikkan air mata nya.


" Dengar , Aku bukan putri mu . Pergi dari sini !"


Neta semakin kesal dengan sikap ibu nya .


" Pergiiii,,,,, ! Pergi dari sini ."


Neta menarik tangan ibu nya menyuruh nya pergi dari teras mansion .


" Tidak neta ,,, tidak . Jangan lakukan itu nak !"


Ibu neta meronta untuk di lepaskan dan memohon pada neta namun neta mengabaikan perkataan nya dan terus menarik nya.


" Pak,,, pak ,,,, security ."


Neta memanggil security yang menjaga pintu gerbang dengan berlari tegopoh gopoh mereka datang ketika mendengar neta berteriak memanggil mereka.


" Iya nona muda ."


Salah satu security menjawab panggilan neta .


" Nona muda ,,,? Apa maksud mu neta ? Neta apa kau sudah tak mengakui ibu lagi ?"


Ibu neta terkejut mendengar perkataan security pada putri nya .


" Usir ibu ini dari sini ? Jangan biarkan dia masuk dengan alasan apa pun ! "


Neta kemudian menghempaskan tangan ibu nya hingga jatuh tersungkur .


Kedua security pun menarik paksa ibu itu keluar dari mansion tersebut .


" Neta,,,, neta,,,, .Tega sekali kau pada ibu . Lihat saja ibu akan membuktikan kau anak ibu. "


Ibu neta yang di tarik secara paksa masih saja berteriak pada neta .


Neta tak perduli dengan teriakan tersebut berlalu meninggalkan mereka dengan menenteng paper bag yang ia letakkan di lantai .


" Tunggu ! Apa yang kalian lakukan ? Lepaskan wanita itu ! "


Ucap seorang wanita pada kedua security tersebut .


" Nyonya ,,,, . Nona muda yang menyuruh kami membawa nya keluar dari mansion ."


Ucap salah satu security .


Ucap wanita paruh baya tersebut .


" Tentu saja nona ayris nyonya ."


Salah satu nya pun memberitahu wanita tersebut jika yang di maksud adalah ayris .


" Ayris ,,, ? Kenapa wijaya tidak memberitahuku jika telah menemukan cucu nya ?"


Gumam wanita tersebut dalam hati .


" Lalu siapa wanita ini ?"


Ucap wanita itu .


" Nyonya , saya adalah ibu kandung neta yang mereka sebut nona muda .Saya tidak mengerti kenapa mereka menyebut nya nona muda ."


Ucap ibu neta .


" Ini ,,,,,saya punya bukti jika neta putri saya dan saya ibu kandung nya ."


Ibu neta memberikan beberapa bukti jika memang benar neta putri nya .


Kedua security dan nyonya tersebut melihat beberapa bukti dengan seksama .


" Lalu kenapa anak ibu mengaku sebagai nona muda kami ?"


Ucap salah satu security tersebut .


" Saya pun tidak mengetahui nya pak ."


Ibu neta terlihat bingung ketika security bertanya pada nya.


" Oh,,, aku tahu . Apa karena kalian menginginkan kekayaan kami jadi kau nenyuruh putri mu menyamar sebagai nona muda di sini ?"


Ucapan nya sungguh sangat pedas membuat orang yang mendengar nya merasakan nyeri.


" Tolong jaga ucapan anda nyonya ! Untuk apa saya datang membawa bukti ini jika saya yang menyuruh putri ku menyamar ?"


Ucapan ibu neta tak kalah pedas dan tak kalah sengit dengan nyonya tersebut .


" Lalu ,,,? "


" Beberapa jam yang lalu ada seorang wanita yang memberikan alamat nya pada saya untuk memberikan bukti ini dan berjanji membantu membuat putri ku kembali ."


Ucap ibu neta yang memang benar ia bertemu dengan nyonya maya.


" Baiklah , ayo kita temui putri mu !"


Ajak nyonya tersebut pada ibu neta .


Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam mansion sementara neta yang sudah sampai ke kamar nya berbaring lega dan tersenyum puas di ranjang empuk milik nya .


Begitu pula security tersebut yang sengaja berjaga untuk membantu jika ada perlawanan atau pun hal yang tidak di ingin kan .


" Minah,,,,, minah ,,,,."


Panggilan suara yang tertuju pada minah membuat yang empu nya berlari tergopoh gopoh mencari arah sumber suara tersebut .


" Iya nyonya . Aaaa,,,, nyonya sukma kapan anda tiba nyonya ?"


Minah terkejut melihat sukma yang tak lain adalah kakak dari maya.


"Sstt,,, . Panggil nona muda mu sekarang ! Katakan pada nya ada yang ingin bertemu !"


Ucap nyonya sukma meletakkan jari telunjuk nya ke bibir nya dan menyuruh mina memanggil neta.


" Baik nyonya ."


Minah bergegas naik ke atas ke kamar neta yang terletak di lantai dua .


Tok,,,, tok,,,tok,,,,


Ceklek,,,,


" Nona , maaf ada tamu yang mencari nona muda di bawah ."


Ucap minah .


Neta yang tengah berbaring merasa makas untuk turun ke bawah namun ia merasa khawatir jika orang itu adalah boy atau pun orang yang telah menyuruh nya .


" Tamu ? siapa lagi yang mencari ku ? "


Gumam neta dalam hati.


" Mengganggu saja ! semua gara gara boy badan ku terasa pegal semua."


neta yang masih bermonolog dalam hati .


" Baiklah bi , Tunggu sebentar ! aku akan turun ."


Ucap neta yang kemudian bangun dari tidur nya berjalan ke lantai bawah .


" Baik nona ."


Minah kemudian turun mendahului neta ke lantai bawah .


Neta yang berjalan dengan langkah gontai terasa lesu karena tenaga nya terkuras habis oleh ulah kekasih nya.


Ia tak memperhatikan keadaan sekitar nya hanya ingin segera menemui tamu tersebut .


"Kau,,,,, ."


Neta terkejut ketika melihat ibu nya yang tengah duduk dengan seseorang yang tidak ia kenal di ruang tamu .


" Untuk apa kau datang kesini lagi ? Bukankah aku sudah menyuruh mu pergi dari sini ?"


Ucap neta yang tersulut emosi ketika melihat ibu nya berada di sana .


" Jaga bicara mu nona ! Bukankah dia ibu mu ? Dia mempunyai bukti jika kau putri nya ."


Ucap nyonya sukma.


" Bukan, aku nona muda ayris cucu dari pemilik mansion ini . Dan kau ,,,, ? siapa yang mengijinkan mu masuk sementara nenek tidak ada ? Aku akan memecat nya ."


Neta semakin geram dengan kedua nya hingga tak sadar jika ia adalah kakak dari nenek maya .


" Hahahaha,,,,, . Benarkah kau ayris bukan netalisa ?"


Nyonya sukma sengaja membuat neta mengeluarkan amarah nya.


Dug ,,dug,,,


Detak jantung neta berdegup kencang ketika mendengar nama nya di sebutkan .


"Tentu saja bukan ."


Jawaban neta yang masih menunjukkan ketenangan membuat semua nya juga tenang .


" Lalu apa kau mengenal ku ? Sebagai cucu wijaya kau pasti tahu siapa aku ini ?"


Nyonya sukma dengan lincah nya bertanya pada neta dan berjalan mengelilingi nya.


" Tentu saja aku tidak ingat karena aku amnesia."


Neta yang kini memainkan peran nya secara sempurna bisa mengelabuhi orang lain taoi tidak dengan sukma kakak maya ini memang sulit di kalah kan .


" Hahahaha,,,,, . Di daftar check up kesehatan mu ini tidak ada riwayat kecelakaan yang terjadi dan keterangan yang menyebutkan kau amnesia nona ."


Ucap nyonya sukma melempar laporan check up kesehatan nya .


" Sialan ! bagaimana orang tua ini tahu semua nya ? Yah ,ini semua pasti karena ibu .'


Gumam neta dalam hati .


" Penjaga ,,,, penjaga ,,,, . Usir wanita ini keluar dari sini ! "


Ucap nya kemudian melangkah pergi meninggalkan mereka.


" Baik nyonya."


" Aaaa lepaskan ! "


Neta meronta ronta ketika kedua penjaga menarik kedua tangan nya .


" Semua ini karena ibu aku harus meninggalkan kemewahan ini ."


Neta yang bisa melepaskan diri dari kedua penjaga tersebut mendekati ibu nya dan mencekik leher nya .


" Aakkk,,,, akkk,,,."


Ibu neta mencoba melepaskan cekikan putei nya di bantu dua penjaga tersebut .


" Heeeiii apa yang kau lakukan ? lepaskan !!"


Nyonya sukma berlari membantu memisahkan antara ibu dan anak tersebut .


Terjadi tarik menarik antara kedua nya namun semua nya terhenti ketika nyonya sukma terpental menatap meja kepala nya .


" Aaaaaaa,,,, Bruk."


teriakan nyonya sukma membuat semua msta memandang nya dan terkejut melihat darah yang keluar dari kepala nya .


'' Nyonyaaaa,,,,."


" Nyonyaaa,,,,."


" Nyonyaaa,,,,."


" Aduhhh mati aku , aku harus segera melarikan diri . Aku tidak mau di penjara ."


Neta yang melihat nya pun panik dan bergegas lari meninggalkan tempat itu .


Sedangkan ibu neta dan kedua penjaga berlari menghampiri nyonya sukma menolong nya .


Penjaga pun berlari memanggil sopir untuk membawa nyonya sukma ke rumah sakit .


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™


Author selesain dulu ya part ini


happy reading