
Ditempat lain faizal yang marah karena kebohongan vely membanting pintu kamarnya .
Derrrrrr,,,,,
" Sayang ,,,,, pelan kan sedikit nanti mama dan papa mendengar nya ." Ucap Vely yang mencoba menenangkan fai .
Tetapi ia tak mengindahkan nya , fai berlalu menuju balkon kamar menyalakan sebatang rokok .
Ia duduk memandang jauh ke angkasa , nyata nya ia tidak bisa semudah itu melupakan kebersamaan nya dengan ayris . Meskipun sekejap tetapi ia mengenang saat sang istri yang memanjakan nya , berbanding terbalik dengan vely .
Ayris yang sederhana tetapi bisa segala nya, berbeda dengan vely yang sexy tampil modis tetapi memasak saja tidak bisa .
Ia sangat menyesal karena tidak mengindahkan peringatan ibu nya . Tetapi tidak ia masih berpikir semua belum terlambat , ia harus mengetahui kebenaran yang di katakan oleh Ayris .
Fai masih menghisap putung rokok ditangan nya menghela nafas kasar nya.
" *Kenapa kau berubah sayang ? biasa nya kau bersikap lembut ."
" Apa aku telah jatuh cinta dengan mu ? kenapa rasa nya sulit sekali melupakan mu . Apa ini karma menyakiti mu ? Kenapa kau membalasku seperti ini sayang ."
"Tidak mungkin jika kita bercerai* Fai bermonolog sendiri dalam hati nya.
" Sayang,,,,,." Suara panggilan itu membuyarkan lamunan nya . Seketika Fai menoleh asal suara yang memanggil nya terlihat vely dengan pijama tidur nya menghampiri fai.
Ia duduk di pangkuan Fai bergelayut manja di dada fai , sedangkan fai hanya menghela nafas nya .
" Ada apa ? Kenapa melamun disini ? Kau masih memikirkan mantan istri mu itu ?" Ucap Vely dengan nada tidak suka nya pada ayris , vely merasakan cemburu ketika mengingat kejadian tadi .
Nanun Faizal tidak menjawab sepatah kata pun , ia tengah kesal dengan kebohongan vely . Andai saja ia tak mempercayai nya mungkin saat ini ia lah yang akan fai ceraikan bukan ayris .
Sejenak ia berpikir bagaimana vely bisa tahu jika ayris menggugat cerai ? Apa semua ini ada hubungan nya dengan vely ? .
Pikiran nya kacau berpikir kemana mana , entah mana yang benar tetapi fai punya segala cara untuk membuka semua rahasia ini .
" Sayang ,,,,, sayang ,,,, kau melamun kan wa,,,,." Ucapan vely terputus ketika mendapat tatapan tajam Fai .
" Aku lelah vel,,, turunlah ! Aku hanya ingin beristirahat ." Ucap Fai yang tampak tak bersemangat . Ia yang hendak berdiri menatap tajam vely , vely merasa kesal sikap fai yang berubah beranjak bangun dari pangkuan fai .
" Cikkkhhhhhh ,,,,. Masih memikirkan perempuan brengsek itu ." Vely berdecak kesal .
" Vely , aku sedang tak ingin berdebat ! Jangan bicara melebihi batasan mu ." Ucap faizal menatap tajam vely .
Vely tak mengindahkan tatapan nya ,ia di bakar oleh cemburu lagi pula fai tak mungkin meninggalkan dia .
" Haaaaahhhh ,,,, aku benar kan ? Kau sudah jatuh cinta pada nya ." Dengan emosi yang menyulut ia berbicara pada fai .
Tetapi fai tak mengindahkan vely , ia berjalan terus ke arah kamar mandi hendak membersihkan diri dengan shower mungkin akan membuatnya lebih baik.
" Kau tak boleh mencintai wanita sialan itu, aku sedang mengandung anak mu ." Ucap Vely yang mulai histeris karena tidak ada tanggapan dari fai .
Fai tetap berjalan tak mengindahkan vely namun vely yang merasa di abaikan semakin tersulut emosi .
" Diaaaaam,,,,,.!" Fai berteriak menatap vely .
" Dengar mas ,,,,kau tak boleh mengabaikan ku , aku sedang mengandung anakmu ." Ucap vely yamh mulai tidak stabil dengan amarah nya.
" Apa aaaaa,,,, anak. Anak yang mana ,,,? Jangan kau pikir aku tidak tahu itu anak siapa ? " Ucap Fai menjawab vely tak kalah sengit nya .
" Tentu saja anak mu ! Anak siapa lagi ? Jangan pernah menuduh ku selingkuh dari mu mas." Ucap vely .
" Haaaaaaa haaaaa ,,,, benarkah ? kau kira aku tidak tahu kau bertemu siapa saja ? " Perkataan fai membuat vely tertegun , ia tak percaya jika suami nya itu mengetahui nya .
" *Brengsek bagaimana fai bisa tahu aku bertemu dengan tony ? Apa ia juga tahu jika ini anak nya ? " Gumam Vely dalam hati .
" Tidak ,,, aku tidak boleh kehilangan dia* ."
" Ti,,,tidak mas , ini anak mu !" Ucap vely yang merasa agak ketakutan .
Fai merasa kesal berdebat dengan vely ia kemudian mengambil jaket dan kunci mobil nya . Vely yang melihat nya merasa sangat kesal di abaikan , ia semakin tersulut emosi.
" Mas ,,, kau mau kemana ? " Ucap vely yang mencegah tangan fai namun ditepis oleh fai .Fai tetap berjalan meskipun vely mengejar nya hingga terjatuh.
" Bukan urusan mu ,,,,." Fai yang tengah kesal mengabaikan vely yang tengah mengejar nya .
" Aku tidak akan membiarkan mu pergi mas ,,,." Vely bersikeras memegang lengan fai namun fai menepisnya berulang kali melepaskan pegangan tangan vely .
" Mas ,,, mas ,,,jangan pergi. Aku akan membunuh gadis brengsek itu jika kau menemui nya ." Ucapan vely menghentikan langkah fai .
Kemudian ia berjalan ke arah vely dan mencekik leher nya .
" Auuuuuwwww ,,,,sakit mas ." Vely merintih kesakitan ketika fai mencekik leher nya .
" Aku yang akan membunuh mu jika terjadi sesuatu pada nya ,,,, camkan baik baik !." Fai melepaskan tangan nya dan berlalu pergi .
Derrrrrrrrr,,,,,,,,
Vely yang mengatur nafas nya karena cekikan fai masih tersulut emosi .
" Aaaaaaaaa,,,,,,,." Vely berteriak histeris.
Sementara fai yang keluar menuruni anak tangga berpapasan dengan ibu mertua nya .Ia tak menyapa sekali bahkan tak menjawab pertanyaan ibu mertua nya tersebut.
" Fai ,,,, ada apa ? Kalian bertengkar ?" Ucap ibu mertua fai .
Namun fai tak mengindahkan pertanyaan tersebut berlalu pergi meninggalkan rumah .
Ia membanting stir kemudi mobil nya menuju rumah kontrakan yang dulu ditempati nya bersama ayris yang kini sudah menjadi milik nya .
Fai membeli rumah tersebut masih berharap jika ayris pulang nanti . Namun semua harapan itu telah pupus kala mendengar perkataan ayris tadi siang bahwa mereka telah bercerai.
Bersambung 😊😊🙏🙏🙏