ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
epidode 278.


" Aaaaaaa,,,,."


Semua orang terkejut dengan teriakan mona yang sangat mengagetkan .


" Mona,,, ada apa ?


" Apa kau hamil ?"


" Jadi benar memang hamil ?"


" Wah ,,,seru nya jeng , dapat cucu dan anak sekaligus."


Raut muka mona yang terkejut sangat meyakinkan jika ia memang hamil meskipun sebenar nya tidak.


" Hahahaha,,,,. Kalian tertipu , lihat lah ! Hasil


nya negative ."


Ucap mona di sertai tawa melihat reaksi semua orang yang mengira jika ia tengah hamil .


" Hah,,, negative ?"


Nenek nata bertanya pada menantu nya tersebut .


" Benar , sudah mona bilang ma jika kalian itu di perdayai oleh cucu mu ."


Ucap mona berlenggang pergi mendekati baby a yang kini tengah merengek meminta susu .


" Benarkah ? coba mama lihat testpack nya ?"


Jaya seakan tak percaya dengan perkataan putri nya lalu melihat ke kamar mandi milik cucu nya namun telah di buang di tong sampah oleh mona .


Jaya mengambil kembali testpack yang di buang oleh putri nya yang sangat mengejutkan jika testpack itu bergaris dua .


" Monaaa,,,, kau yakin jika hasil nya negative ?"


Jaya berjalan menghampiri nya dengan membawa testpack tersebut.


" Tentu saja ."


Mona melihat nya dengan seksama di menit pertama jika hasil nya negative namun rak benar benar memperhatikan nya.


" Nata, seperti nya kau akan mendapat kesibukan baru ."


Ucap nenek jaya.


" Apa maksud mu ?"


Nenek nata berharap cemas ketika jaya berkata demikian .


" Lihatlah ! Apa ini di namakan mendapat durian runtuh ? Di usia ku sekarang masih di beri kesempatan menimang cucu padahal kita sudah menimang cicit ."


Ucap jaya menghela nafas panjang nya memberikan alat testpack pada nata .


" Hahahaha,,,,, kau benar jaya , tapi apa hasil ini akurat ? jangan jangan kau menambah satu garis lagi pada alat ini ?"


Nata menatap penuh selidik ketika melihat memang benar jika hasil nya garis dua .


" Apa menurut mu aku sejahil itu ? "


Ucap jaya lalu duduk di sofa merasa kesal dengan sahabat sekaligus besan nya tersebut.


" Eh,,, sudah sudah ! Kenapa kalian bertengkar ? Tak perlu berdebat , bagaimana jika kita coba sekali lagi ? Cucu ku ayris menyimpan banyak testpack ."


Ucap maya menimpali perdebaran antara kedua nya .


" Kau benar maya ."


Ucap nata yang menghampiri mona yang kini tengah menyusui baby lalu mengambil alih baby tersebut menarik tangan mona ke kamar mandi .


" Eh,,eh,,, ada apa lagi ma ? Kenapa mengambil baby azka ? "


Mona baru saja melayangkan protes pada mertua nya karena tindakan nya sedikit membuat nya kesal .


" Tidak ada sayang, ikutlah sebentar !"


Ucap nata pada menantu nya mona .


Maya kembali mengambil alat test jehamilan di laci meja ayris yang kebetulan terdapat beberapa buah alat tersebut .


" Kenapa ke kamar mandi ? Mama tak percaya jika hasil nya negatif ."


ucap mona.


" Bukan seperti itu , kami hanya ingin memastikan saja ."


Ucap nata yang kemudian memberikan alat test kehamilan dari tangan maya .


Mereka bertiga sengaja menunggu di depan kamar mandi dan sengaja membuktikan sendiri apa yang mereka lihat salah .


" Tapi ma,,,, baiklah ."


Mona merasa tidak nyaman ketika ketiga mama nya itu menatap tajam pada nya dan akhur nya memutuskan untuk menerima usulan dari mereka melakukan tes ulang .


Beberapa saat kemudian mona keluar dengan urine yang di bawa , bukan dia yang antusias memasukkan alat test peck namun ketiga nya membuat nya tertegun dengan alat masing masing.


Ketiga nya membawa test masing masing dan menunggu nya beberapa menit , sedangkan mona tak mau ambil pusing berjalan menghampiri baby yang salah satu nya berada dalam gendongan dina .


" Mona , kau benar benar hamil ? "


Jaya menunjukkan test pack yang ia pegang pada mona.


" Iya benar , punya mama juga garis dua ."


Ucap nata.


"Huk,,,, huk,,,,. Apaaaa,,, garis dua ? tidak mungkin ma ."


Mona tersedak ketika mendengar perkataan mama nya dan juga mama mertua nya .


" Maya , bagaimana dengan mu ?"


Maya juga menunjukkan alat yang ia pegang dengan hasil salah satu garis samar .


" Garis samar dua ."


ucap maya.


" Apaaa,,,,.''


Mona tersentak kaget menghampiri ketiga mama nya yang menunjukkan hasil alat test kehamilan tersebut .


" Aaaaaa,,,,, tidakkkkk,,,,. Ini tidak mungkin ,,, . Kenapa bisa terjadi ? aku selalu tepat minum pil kb ."


Mona terkejut melihat nya lalu berteriak histeris dan juga berbicara sendiri lalu mengambil ketiga alat tersebut dari mama mama nya .


Mona pergi berjalan keluar meninggalkan kamar ayris dengan wajah yang berubah panik .


Semua orang terkejut melihat tingkah mona hingga tak berkedip memandang ia pergi meninggalkan kamar tersebut .


" Nenek , ada apa ? Kenapa kalian ada di kamar mandi ayris ? Ada apa dengan mama ? kenapa mama berteriak histeris ?"


Ayris dan zain muncul dari balik pintu ruang wardrobe milik nya .


Dan suara ayris ternyata menyadarkan mereka dari lamunan masing masing.


" Ah,,, tidak ada sayang . Mama mu terkejut melihat hasil test pack ."


Ucap nenek maya .


" Apa hasil nya ? mama benar benar hamil ?"


Ayris antusias menunggu jawaban dari ketiga nenek nya yang berbalik menatap ayris dengan menganggukkan kepala nya .


" Ahahaha,,,, mama hamil sayang. Eh ,,,tapi bagaimana kau tahu mama hamil ?"


Ucap ayris memeluk suami nya meskipun di depan nenek nya namun tak mendapat jawaban dari suami nya hanya mengangkat kedua bahu nya .


Ketiga neneknya menghela nafas panjang ketika melihat cucu nya bertingkah manja dengan suami nya di depan mereka .


Ucap ayris pada dina setelah menyudahi aksi pelukan nya pada suami nya .


" Tidak apa apa nak , ibu senang dengan ketiga baby ini . Lagi pula ibu tak ada kegiatan sama sekali disini ."


Ucap dina yang menggendong baby aksa.


" Ayris benar dina , istirahatlah ! Biarkan baby bersama mommy nya !"


Ucap nenek jaya yang mengerti arah pembicaraan cucu nya yang menginginkan waktu bersama.


" Iya dina , ayo kita turun makan dulu ! aku sudah lapar ."


Ucap nenek nata menimpali perkataan jaya .


Dengan isyarat mata yang di kedipkan nenek jaya akhir nya dina mengerti maksud dari perkataan ayri .


Dina meletakkan kembali baby aksa ke ranjang box nya lalu tersenyum pada kedua nya , ayris dan zain.


" Baik lah ,nak . Ibu akan menemani nenek mu makan di bawah ."


Ucap dina menyentuh pelan tangan ayris .


" Iya bu ."


Ayris tersenyum pada dina dan juga mengedipkan salah satu mata nya pada nenek nenek nya .


Mereka berempat meninggalkan kamar ayris , turun ke lantai satu ke ruang makan . Dan tak berapa lama mereka keluar dari pintu kamar ayris , suara bunyi pintu tertutup terdengar dengan jelas di telinga mereka .


" Kau dengar itu ! Cucu mu bahkan tak segan mengusir kita yang masih ingin bersama ketiga cucu buyut."


Ucap jaya terlihat sedikit kesal dengan cucu nya zain mau pun ayris .


" Hei,,, mereka masih muda , wajar jika ingin berduaan ."


Nenek maya menjawab pernyataan jaya dengan santai nya .


" Hah,,,, mungkin juga ingin istirahat ,jaya . Kau seperti tak pernah muda saja ."


Ucap nata menimpali perkataan maya .


" Benar ma , dina hampir tak pernah melihat diana dan leo ."


" Hahahaha,,,."


" Hahahaha,,,."


" Hahahaha,,,,."


Ucapan dina disambut tawa ketiga nya mendengar pernyataan dina .


" Eh,,, dina , kau jangan berharap bertemu dengan pasangan yang baru menikah itu ! Sudah pasti leo tak kan mengijnkan diana keluar ."


Jaya menepuk bahu dina yang terlihat sedikit sunyi tanpa kehadiran putri nya.


" Lebih baik kau menghabiskan waktu bersama kami ."


Ucap jaya pada dina .


" Benar dina , bagaimana kalau kita pergi nonton selepas makan siang ? Aku sudah lama tak melihat bioskop ."


Nata ikut menimpali perkataan jaya .


"Nonton ,,,? Apa kita akan pergi keluar mansion ?"


Maya belum mengetahui jika zain mempunyai bioskop sendiri di lantai atas.


" Aduh,,, maya ,,,maya , kau tidak tahu zain punya bioskop sendiri .Kenapa kita keluar mansion ? Di luar sangat berbahaya , untuk itu zain tak mengijinkan kita pulang ."


Jaya menepuk pundak maya yang terlihat bingung dengan acara yang akan mereka rencanakan .


" Hei,, aku belum pernah berkeliling semenjak di mansion cucu mu ."


Maya terlihat kesal pada jaya namun srmua itu ia lupakan ketika mendengar keadaan luar sangat berbaya .


" Apa maksud mu berbahaya ?"


Maya melihat jaya dengan tatapan nanar mendengar jika di luar berbahaya untuk mereka .


Jaya yang melihat tatapan nanar maya merasa enggan untuk menjawab pertanyaan maya .


Melihat kedua nya saling bertatapan nata menghela nafas panjang nya mengerti jika semua kerusuhan di sebabkan oleh adinata.


" Aku tahu semua karena adinata dan kau tak perlu menutupi nya dari ku, jaya."


Ucap nata yang berlalu meninggalkan mereka .


" Maafkan aku nata , bukan maksud ku untuk menutupi nya tapi cucu mu yang tak mengijinkan untuk memberitahu mu ."


Nata terkejut mendengar pernyataan jaya , menghentikan langkah nya membalikkan badan nya menghadap jaya.


" Apa maksud mu ? "


Nata berbalik menatap jaya dengan tatapan nanar .


" Sudahlah, jangan merusak suasana !"


Ucap jaya .


" Dina , kau tak perlu risau dengan semua nya ! Diana pasti sudah memberitahu mu tentang keluarga kami ."


" Iya ma, kami sudah mengetahui nya sejak lama . Tuan,,, a maksud nya zain sejak lama membantu keluarga kami ."


Dina tersenyum menjawab pertanyaan jaya yang memang mengetahui sejak lama seluk beluk keluarga arijaya.


" Bagus kalau begitu ."


Jaya lalu mengajak ketiga nya pergi makan siang yang selanjutnya akan pergi nonton bersana ke bioskop yang di miliki oleh zain .


Sisi lain mona yang sedang melihat ketiga alat test kehamilan itu merasa bingung bahkan berulangkali melihat nya .


Ia pun memperhatikan bentuk badan nya yang memang berbeda dari biasa nya .


" Apa aku ini hamil ? Aaa,,,, tidak tidak ,,, .Bagaimana mungkin ? Apa kata anak dan cucu ku jika aku hamil ?"


" Aku tidak pernah lewat minum pil kontrasepsi , kenapa bisa hamil ?"


" Aku akan menemui leo sebentar untuk memastikan nya ."


Mona pun bergegas ke luar kamar berjalan ke kamar leo dan diana .


Tok ,,,, tok,,,,


tok,,, tok,,


Didalam kamar leo terkejut ketika ada yang mengetuk pintu kamar nya , tak seperti biasa nya ada yg mengetuk pintu kamar nya.


" Sayang , kau menyuruh pelayan ke kamar kita ?"


Diana yang berada di depan tv melihat ke arah balkon dimana suami nya tengah bersantai di sana meskipun tengah memegang laptop kesayangan nya .


Tok ,,,,tok ,,,


Tok,,,tok,,,,


" Tidak ."


Jawab singkat leo .


Tok,, tok,,, tok,,,


Bersambung 🙏😊


Part keluarga dulu ya , author minta maaf lama update .


happy reading