
Vani dan leo yang keluar dari kamar nya tidak menemukan keberadaan seorang pun di lantai bawah .
Akhir nya mereka berdua memutuskan ke bioskop untuk nonton film mengisi waktu senggang mereka .
Ayris yang berada di dalam kamar berjalan kesana kesini seperti bola yang menggelinding kesana kesini .
Zain hanya berbaring di tempat tidur nya membaca buku kesukaan nya , sesekali ia melihat serigala betina nya yang terlihat kesal .
" Awas saja kau betina ! Aku akan membuat perhitungan dengan mu." Ayris yang tengah kesal mengomel sendiri tak karuan .
Zain yang melirik nya sesekali tersenyum mendengar dan melihat tingkah ayris .
" Sayang , kemarilah ! Aku akan membacakan buku untuk mu ." Ucap zain menepuk sebelah kasur nya .
Ayris yang mendengar ucapan zain hanya melirik nya tanpa merespon permintaan nya .
Zain yang tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari ayris kemudian bangun dari tempat tidur menghampiri ayris tanpa ava aba apapun zain menggendong tubuh ayris ke ranjang tempat tidur .
"Kau nakal sekali ! " Ucap zain menyentil hidung ayris kemudian menarik ayris ke dalam pelukan nya .
Ayris melihat zain yang memegang buku memperlihatkan pada diri nya . Ayris tersenyum melihat buku bacaan zain yang ternyata buku panduan ibu hamil .
Rasa amarah yang menyelimuti nya seakan hilang tanpa jejak karena buku tersebut .
" Sayang , sejak kapan kau membaca buku ini ?" Zain tersenyum mendengar pertanyaan istri nya.
"Sejak kau marah marah dan tidak mau makan ." Ucap zain. Ayris tersipu malu mendengar jawaban zain.
Zain yang kejam ternyata punya kelembutan untuk diri nya dan sang junior membuat amarah ayris mereda .
" Sayang , Sejak kapan kau mengenal vani ? Kenapa ia terlihat menyukai mu ? Bukankah ia tunangan leo ?" Beberapa pertanyaan keluar dari bibir ranum ayris .
Zain tersenyum pada nya , tampak nya ayris akan memulai lagi perang dengan nya .
" Vani teman masa kecil ku ,sayang .Ia tinggal di sebelah mansion lama kakek , sewaktu kakek menjemput ku untuk tinggal bersama nya. Waktu itu aku ber umur sepuluh tahun ." Ucap zain menjelaskan pada ayris .
" Ia pindah keluar negeri mengikuti kedua orang tua nya setelah aku tinggal bersama kakek selama tiga bulan ."
" Terkadang ia masih mengunjungi ku ketika musim liburan tiba .Tapi setelah beberapa tahun terakhir ketika aku bersama vivian ia tidak menampakkan diri lagi . "
" Setahun terakhir ini aku hanya mendengar ia bertunangan dengan leo ."
" Masalah dia menyukai ku , apa mungkin calon adik ipar menyukai kakak ipar nya ?" Ucapan zain memang ada benar nya tapi siapa yang bisa menebak nya .
" Siapa yang tahu isi hati seseorang ? Aku hanya melihat nya memeluk mu ."Ucap Ayris .
" Sudahlah sayang , kau hanya sedang cemburu . Dengar !! Aku hanya mencintai mu tidak akan ada yang lain selain kamu ." Ucap zain menangkup wajah ayris kemudian memagut bibir ranum ayris yang menggoda nya .
" Eh,,, siapa vivian ?" Ayris yang melepaskan pagutan zain karena teringat ucapan zain tentang vivian .
" Vivian kekasih ku yang dulu tapi ia menghilang saat aku dan dia merencanakan pernikahan ." Ucap zain memgenang vivian.
" Kau masih mencintai nya ." Zain tersenyum kemudian menggelengkan kepala nya .
Zain mencium dalam dalam bibir ayris menyesap nya lebih dalam hingga bertukar saliva untuk kedua nya .
Ayris yang terburu nafsu semakin menikmati setiap sentuhan zain apalagi kedua tangan zain ikut bergerilya melepas kancing baju ayris satu persatu. Namun zain yang mengingat sesuatu melepas ciuman nya begitu saja .
Ayris yang melihat aksi zain setengah jalan lagi hanya mendengus kesal memukul mukul kadur tempat tidur nya kemudian menelungkupkan wajah nya ke bawah bantal .
''ahhh,,, puk puk ." Suara pukulan ayris pada kasur nya seakan membuat zain senang . Ia menyunggingkan senyum berjalan ke arah pintu kamar kemudian mengunci nya .
Ia berjalan kembali mendekati istri nya yang tengah kesal , meraih wajah sang istri dari bawah bantal .
'' Sayang , kau kenapa ? Kenapa seperti itu ?" Ucap zain menggoda ayris .
" Aku tidak apa apa ." Jawaban ayris yang tengah kesal membuat nya tersenyum puas.
Zain memang senang mempermainkan ayris karena ia pun sering melakukan hal yang sama .
" Hei,,, kemarilah !." Zain yang mencoba merayu nya tidak membuah kan hasil .
" Tidak , pergilah ! aku akan tidur ." Ucap ayris sinis.
Zain yang mencoba meraih tubuh istri nya yang tetap kekeh tak bergerak membuat zain bergerak dari bawah .
Zain menyingkap dress ayris hingga ke atas melepas underware ayris . Ayris mengangkat bantal yang menutupi wajah ayris dengan polos nya ia bertanya pada suami nya yang sudah bertelanjang dada .
" Kau mau apa ?" Ucap ayris .
Zain yang tidak menjawab oertanyaan ayris menciumi perut buncit ayris kemudian bergerak ke atas melepas pengait penutup gunung kembar ayris .
Ayris merasakan sensasi dari pergerakan zain membuat nya menggeliat dan meloloskan desahan dari bibir ranum nya .
Desahan ayris yang sexy membuat gairah zain menggebu setelah beberapa hari ia menahan nya dan juga mempermainkan ayris .
" Emmm ahhhhh,,,, "
Desahan demi desahan ayris keluarkan membuat zain semakin ingin memainkan gitar spanyol nya . Ia bermain main di atas hutan belantara dimana sebuah gua terlarang yang selama ini membuat nya kecanduan telah siap dengan sarang nya .
Zain dan ayris yang dengan hasrat yang menggebu sudah tak tertahan lagi membuat si empunya memasuki gua terlarang nya .Ayris yang tengah menikmati setiap sentuhan suami nya .
Beberapa saat setelah pertempuran zain dan ayris terkapar di atas ranjang dengan keringat yang bercucuran .
Ayris yang merasa lelah mencari kenyamanan di lengan zain membuat zain tersenyum pada istri nya .
Vani yang mengantar leo pulang ke mansion sengaja turun untuk mampir sebentar . Ia sengaja mencari celah untuk mendekati zain tanpa di curigai oleh leo .
" Van , kamu ikut makan malam ya ? Kak zain dan kakak ipar ada di sini ." Ucap leo .
Pucuk di cinta ulam pun tiba , seperti paribahasa akhir nya kesempatan itu datang .
Vani yang tidak menjawab pun tersenyum menganggukkan kepala nya .
Mereka yang akhir nya masuk ke dalam berjalan ke samping taman di mana ada sebuah gazebo dan sebuah taman yang indah .
Meskipun membosan kan vani tetap mengikuti keinginan leo demi melancarkan rencana nya .
" Vani , aku akan mandi sebentar ? Kau mau ikut ?" Ucap leo pada vani.
" Tidak , kau saja aku masih ingin di sini . Nanti aku akan menyusul ke dalam ." Ucap vani .
" Baiklah , jangan lama lama disini nanti masuk angin ." Leo meninggalkan vani sendirian di gazebo .
Sementara vani hanya tersenyum mengangguk .
" Huuhhh,,,, membosankan . Andai saja dengan mu pasti rasa nya tidak seperti ini . Tunggu beberapa saat lagi, aku tak harus berpura pura menjadi seorang yang baik ." Gumam vani .
" Andai saja aku tidak gegabah bertunangan dengan mu mungkin aku sudah menjadi istri mu zain bukan wanita itu ."
" Aku akan menyingkir kan nya bagaimana pun cara nya meskipun harus dengan tangan ku sendiri ." Ucap vani yang bermonolog sendiri di gazebo .
Sepasang mata yang tak jauh dari sana melihat dan mendengar ucapan vani tanpa ia sadari .
Vani yang beranjak masuk ke dalam mansion mencari keberadaan leo .Tetapi mata indah nya berbinar ketika melihat zain menuruni anak tangga .Ia segera menghampiri zain dan ingin memeluk tubuh zain namun di tepis oleh tangan nya .
Tapi akal licik perempuan itu tak berhenti di situ saja ia menempelkan tubuh nya bergelayut pada lengan zain tanpa peduli status ia siapa .
" Eh hem,,,, ." Sebuah suara dengan tatapan tajam menatap pada vani .
Ia pun terkejut dan tak menyangka yang ia lihat adalah istri zain yang berada di anak tangga tak berapa jauh dari zain .
" Eh,,, kakak ipar . Aku dan zain sahabat kecil yang sudah lama tak bertemu ." Ucap vani tersenyum .
Vani sedikit menyunggingkan senyum puas nya melihat ayris yang menatap tajam pada mereka . Ia berusaha memancing percikan api untuk ayris .
" Oh ya,,, begitu ya ." Ucap ayris singkat .
" Iya kakak ipar , bahkan kami sering pergi bersama . Aku sering menginap di mansion lama kakek sewaktu liburan. " vani yang sengaja membicarakan zain .
" Sayang, ayo kakek dan nenek sudah menunggu !." Ucap zain yang tidak membiarkan serigala betina nya terpancing emosi .
Ayris yang menerima uluran tangan suami nya menatap tajam pada vani lalu berjalan mendahului nya .
Vani yang melihat sikap zain merasa kesal. memandang tajam ke arah mereka berdua .
Di ujung tangga atas muncul leo yang telah selesai mandi , ia tersenyum melihat vani di bawah anak tangga .
" Sayang ,kau menunggu ku ." Vani yang tengah kesal terkejut dengan kemunculan leo .
Ia merasa gugup takut jika leo memgetahui aksi nya tadi .
Vani pun tersenyum mengangguk pelan , leo pun menggandeng ke meja makan .
" AH,,, hampir saja aku ketahuan . Aku tidak bisa seperti ini , aku harus bergerak cepat m" Gumam vani dalam hati nya .
Mereka yang berjalan ke meja makan segera duduk di kursi masing masing . Sementara sebuah mata tajam tengah memandang vani tanpa ia perhatikan .
Sementara ayris yang bersikap biasa saja melayani zain seperti biasa nya .
Vani tampak kesal melihat kemesraan zain dan ayris . Leo yang melihat nya telah salah paham mengira jika vani ingin merasakan hal yang sama seperti kakak nya . Sejauh ini leo tidak bisa bersikap romantis karena profesi nya sebagai dokter yang selalu sibuk .
Bersambung 😊😊