ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 200.


Zain yang telah sampai di kamar nya kemudian membaringkan ayris di tempat tidur .


" Eh,, kenapa ke kamar ? bukan nya tadi akan menemui diana ?" Ayris merasa heran karena suami nya membawa nya ke kamar mereka .


" Sayang , kau ingin suami nya bau kecut setelah membuatkan rujak untuk mu ?" Ucap zain membalikkan badan nya menghadap ayris .


Ayris menggeleng dengan senyum nya yang mengembang , ketampanan suami nya membuat nya tergila gila sama seperti perempuan lain .


" Sayang kenapa tersenyum seperti itu ? Apa kau terpesona dengan ketampanan suami mu ini ?" Ucapan zain yang semula membuat nya malu kini merasa kesal dengan godaan suami nya .


" Tidak ,,,,." Ucap ayris mengerucutkan bibir nya .


Zain tersenyum melihat istri nya seperti itu , ia memang senang sekali menggoda istri nya .


" Ayo ! Kau mau ikut menemani ku atau kau akan cemburu suami mu bersama wanita lain ." Ucapan zain sukses membuat ayris terperanjat.


" Apaaaaa ,,, wanita lain ? Tidak ,,, aku tidak akan mengijinkan mu menemui nya ." Ucap ayris menoleh menatap tajam suami nya zain .


" Ehh,,, bukan nya perempuan itu diana sekertaris mu ." Ucap ayris yang kemudian melihat kejanggalan pada perkataan suami nya.


Zain yang sedang menggoda nya mengangkat bahu nya membuat ayris terbakar api cemburu .


" Kalau begitu ikut lah !." Ucapan zain semakin membuat ayris kesal . Ternyata zain masih ingin menemui perempuan itu ketika ia melarang nya .


"Huhhh,,,,." Ayris menghela nafas kasar nya .


Zain tesenyum melihat istri nya merasa lebih cemburu lagi terhadap nya , apa lagi soal perempuan .


Zain menggenggam tangan istri nya kemudian berjalan menuju pintu rahasia langsung ke ruang kerja nya .


Ceklekkk,,,,


Ayris memandang tajam pada suami nya yang tersenyum melirik nya , hati ayris semakin di penuhi rasa cemburu yang membuat nya semakin kesal .


" Awas saja jika kau melirik perempuan itu !!." Gumam ayris dalam hati nya .


Ayris melihat seorang gadis yang familiar di sofa yang tengah menunggu suami nya .


" Diana,,,, ." Panggilan suara lolos dari bibir ayris kemudian ia menatap pada zain yang tengah mengedipkan mata nya .


Akhir nya ayris mengerti jika suami nya tengah mempermainkan nya .


" Selamat siang nyonya muda ." Ucap duana menyapa ayris bangun dari duduk nya dan membungkukkan badan nya ketika ia mendengar ayris tengah nemanggil nya .


" Selamat siang diana . Hei,,, kenapa dengan tangan mu ? Kau terluka ?" Ayris menyapa kembali sekertaris suami nya yang membawa seabrek dokumen dan berkas berkas di meja menghampiri nya dengan terburu buru.


Ia lalu memegang tangan diana dengan hati hati dan wajah yang sendu .


" Tidak apa apa nyonya . Tadi tersrempet mobil di jalan ." Ucap diana secara pelan .


" Apaaaa ,,, tersrempet mobil ? Siapa yang berani menyrempet mu ? Aku akan menyuruh leon menggigit nya ." Ucapan ayris membuat diana menelan ludah nya .


" Tidak apa apa nyonya , saya baik baik saja ." ucap diana sedikit ketakutan mendengar kata leon dari nyonya presdir nya .


Diana memang mengetahui jika presdir nya memiliki peliharaan seekor harimau .


" Sayang , biarkan aku bekerja dulu dengan diana . Duduk lah di kursi itu !!." Ucap zain menunjuk kursi kebesaran nya .


" Baiklah , tapi jika aku bosan bolehkah aku akan keluar bermain dengan leon ?" Perkataan ayris membuat diana semakin bergidik ngeri ia kemudian kembali melihat berkas berkas yang harus di periksa dan di lihat zain .


Sedangkan zain mengangguk pelan dan tersenyum sebagai jawaban nya pada istri nya .


Beberapa saat kemudian mereka yang bergulat dengan berkas berkas dokumen begitu serius bahkan sampai ayris tertidur di kursi karena menunggu mereka .


Sesekali pun zain melihat ke arah istri nya yang tengah tertidur pulas , ia berhenti sejenak berjalan menghampiri ayris yang tengah tertidur . Zain membopong nya ke sofa kemudian menyelimuti nya.


Setelah beberapa saat ,zain kembali melanjutkan dengan beberapa berkas berkas nya .


" Presdir ,pemilik Raya group ingin mengadakan meeting dengan kita membahas kerja sama . Mereka sudah membuat janji bulan lalu ." Diana melihat buku diary yang merupakan catatan pribadi untuk mengingat beberapa pertemuan penting yang harus di datangi presdir.


" Baiklah , atur waktu dengan mereka ! Suruh Rian menggantikan ku menghadiri pertemuan tersebut ." Ucapan presdir membuat diana tertegun namun ia mengerti apa yang harus ia lakukan.


Seperti biasa nya presdir memiliki alasan tersendiri kenapa melakukan semua itu .Diana sudah sangat hafal dan jelas .


" Diana , apa luka mu baik baik saja ? Aku akan memanggil leo mengobati nya ." Ucap zain meletakkan lembar terakhir yang telah selesai di tanda tangani .


" Tidak perlu merepotkan presdir , Mira sudah membantu saya mengobati nya tadi ." Ucap diana yang membereskan kembali berkas berkas nya.


" Baiklah kalau begitu ,,,,." Belum sempat zain melanjutkan perkataan nya , zain melihat istri nya yang tengah bergerak hampir terjatuh . Zain dengan sigap menangkap pergerakan ayris .


" Euggg,,,,. Sayang kau sudah selesai ? Maaf , aku ketiduran." Ucap ayris yang mengerjapkan mata nya melihat sang suami berada di depan nya .


" Hemm,,,,." Jawaban zain membuat ayris tersenyum kemudian merentangkan kedua tangan nya karena mengira jika diana telah pergi .


" Presdir ,saya permisi kembali ke kantor !." Ayris kemudian mendorong tubuh kekar suami nya yang menghalangi nya melihat suara yang baru saja ia dengar .


Ayris merasa sedikit malu dengan tingkah mya di depan sekertaris suami nya tersebut .


" Baiklah diana , Nyonya akan mengantar mu ke depan ." Ucapan zain semakin membuat ayris malu . Ayris menarik baju zain karena merasa malu dengan perkataan suami nya .


Zain memiliki alasan tersendiri kenapa menyuruh ayris mengantar diana turun ke bawah . Sebuah pesan teks masuk dimana menyebutkan jika leo tengah memaksa anton membuka pintu isolasi ingin membuat perhitungan dengan vani .


Zain tersenyum menyeringai di sudut bibir nya karena pada akhir nya leo menyadari kekeliruan nya.


Ayris yang sebenar nya masih merasa sedikit malu membuat nya mau tidak mau harus mengikuti kehendak suami nya .


Ayris yang kemudian bangun dari duduk nya berjalan ke arah pintu mengantar diana kembali ke kantor.


Sementara zain berjalan memasuki lift pribadi nya untuk turun ke ruang bawah tanah melihat kekacauan yang tengah di buat oleh leo adik nya.


Ting,,,,


Anton segera berlari menghampiri pintu lift yang berbunyi dimana zain ada di balik pintu lift tersebut .


" Bos ." Anton segera membungkukkan badan nya memberi rasa hormat pada zain .


" Apa yang ia lakukan ?" Zain menatap tajam pada semua orang orang nya .


" Ia memaksa membuka pintu ruang isolasi bos ." Ucap anton .


" Lalu ,,,,?"


" Kami berhasil memaksa nya meninggalkan tempat ini ." Ucap anton menundukkan kepala nya .


'' Bagus ." Jawaban singkat yang membuat semua menundukkan kepala nya .


Zain kemudian berjalan mengamati layar monitor dimana leo sedang mengumpat kesal karena tidak di ijinkan masuk ke ruang isolasi tersebut .


Zain menghela nafas kasar nya ketika melihat mobil leo di parkiran rusak dengan sangat hebat karena menabrak pembatas jalan.


" Dasar anak nakal !." Zain mengumpat kesal dengan tingkah sang adik.


Leo yang tengah kesal berjalan menuju anak tangga untuk ke lantai atas menemui sang kakak


Saat memasuki anak tangga pertama tanpa melihat yang ada di depan nya ,ia menabrak seseorang .


" Auwww,,,, . Sakit ."


Bersambung 🙏🙏😊😊😊