ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 291


📞 :" Selamatkan saja nyawamu sendiri !"


📞 :",,,,,,."


Ajinata terdiam ketika mendengar suara jack yang menjawab telepon lisha.


📞 :" Apa kau terkejut ? Aku menjawab telepon kekasihmu ."


📞 :" Hahaha,,,, untuk apa terkejut . Aku sudah biasa menghadapi hal seperti ini dan perlu kau ingat lisha sama sekali tidak berpengaruh padaku. Aku hanya berterimakasih pada gadis bodoh itu."


📞 :" Hahahaha,,,,, Sungguh . Kau mungkin lupa tak seorang pun bisa lolos dari king mafia black devil . Nyali mu terlalu tinggi bahkan keluar melangkah saja kau sudah tak bisa ."


📞 :" So,,, nikmatilah hidupmu ! Aku akan menunggu berita kematianmu ."


📞 :" Klik."


" Dasar brengsek , memang siapa kau ? Berani sekali mengancamku ?"


" Apaaa,,,, aku tak bisa bebas ? "


" Hah,,,, keluar dari penjara saja bisa apalagi mematahkan lidahmu ."


" Awas kau jack ! Aku akan mengirimmu pada kakakmu yang bodoh itu."


Ajinata mengumpat sendiri setelah jack memutus sambungan telepon yang ditujukan pada lisha.


" Dasar gadis bodoh !! Bagaimana bisa tertangkap ?"


Ajinata tak hentinya mengumpat diri sendiri orang orang yang sudah membantunya bahkan kakaknya yang telah meninggal .


Kebencian yang dulu ada semakin melebar hingga berubah menjadi dendam yang membuatnya buta akan tali persaudaraan.


" Brengsek ,,,,bagaimana aku akan bebas kemanapun jika tak ada sandaran sama sekali ?"


" Aku harus mencari cara keluar dari negara ini ."


" Yah, secepatnya."


Ajinata masih berpikir untuk bisa lolos dari negara ini meskipun orang orang black devil sudah mengepungnya dari seluruh penjuru arah.


Sementara di lightblue , liana yang masih marah dengan sikap jack memilih untuk bermain main dengan ikan ikan yang ada disebuah aquarium besar milik jack di ruangan jack.


" Sayang, apa kau masih marah ? "


" Menurutmu ?"


" Em,,,,."


Belum sempat jack menjawab pernyataan liana , istrinya memotong perkataannya menunjuk sebuah ikan besar di aquarium tersebut.


" Eh,,, ada ikan besar . Apa ikan itu bisa berkembang biak dengan aquarium kecil ini ?"


Jack yang memeluk liana dari belakang tersenyum ketika mendengar pertanyaan sederhana yang dilontarkan liana namun kali ini , liana tak lagi bernada ketus tapi sangat ramah.


"Apa menurutmu pemilik lightblue tak bisa berkembang biak ?"


" Tentu saja tidak, kau ini bodoh sekali . Mana bisa pria hamil ? yang hamil itu aku ."


Tanpa sadar liana terperangah dengan pertanyaan jebakan yang dilontarkan jack yang menyunggingkan senyum.


" Kalau begitu aku akan menyuruh istriku berkembang biak. "


" Mana bisa tanpa ada pembuahan . Kau,,,,."


Liana berbalik menatap jack yang tengah tersenyum devil padanya.


Buk ,,,,buk,,,


Liana sadar dan benar benar sadar dari jebakan tersebut lalu memukul lengan jack yang melingkar di perutnya.


Dengan tangan sigap jack membalikkan badan liana menyerangnya dengan seketika.


" Sudah ,cukup ! Aku tak mau melakukannya disini. Meskipun ada kamar rahasia mu, aku yakin kau pasti banyak melakukannya dengan wanita lain."


Ucap liana nengerucutkan bibirnya tapi tak ada nada marah sana sekali.


" Hem,,,, apa kau merasa jijik denganku ?"


" Tidak, bagiku semua itu adalah masa lalu dan,,,,aku hanya ingin menjadi masa depanmu tanpa melihat masa lalu."


" Terima kasih istriku."


Ucap jack mencium kening liana.


" Baiklah , aku akan menagihnya saat sampai dirumah."


Deg,,,,


Detak jantung liana berdegup kencang ketika mendengar jack berkata demikian.


" Mau kemana ?"


" Menyelesaikan masalah."


Jack mengedipkan salah satu matanya berjslan menggenggam erat tangan liana.


" Bram , apa gadis ingusan itu mempunyai permintaan ?"


" Ia ingin bertemu dengan bos."


Jawaban bram membuatnya sedikit mengerutkan dahinya .


Jack berharap akan segera pulang menagih janjinya harus menyelesaikan sedikt masalah.


Ceklek,,,,,


" Jack,,, kau kah itu ? Tolong aku jack , ampuni aku ."


Mata lusy yang tertutup mengira jika orangyang datang adalah jack.


" Kau tak ingat ? bagaimana aku memberikan kenikmatan padamu ?"


" Bukankah kau sendiri yang bilang , aku berbeda dengan yang lain ?"


" Bahkan kau selalu meminta lebih."


" Tolong jack , ampuni aku . Aku janji tidak akan kabur lagi ,bahkan aku akan melalukan apapun untukmu ."


" Aku mencintaimu jack."


" Jack,,,, jack,,,."


Telinga lusy samar samar mendengar sepatu berbeda dari yang biasa dikenakan jack bahkan lusy terdiam ketika suara itu semakin mendekat bahkan bulu kuduk lusy pun berdiri.


" Jack,,,, kau tak sedang bercanda kan ?"


Tak ada jawaban maupun suara apapun di dalam ruangan .


Liana mendekati gadis yang tengah terikat duduk dikursi bahkan matanya juga ditutup sebuah kain hitam.


" Kau,,, ingin memuaskan suamiku ? kau mencintainya ?"


" Apa aku tidak salah mendengarnya ?"


Liana berbisik pelan ditelinga lusy .


" Kau mencintai seseorang yang sudah beristri ."


" Tidak, jack belum menikah bahkan dia berjanji menikahiku ."


Lusy tahu kalau pemilik lightblue tidak akan melepaskanya begitu saja karena berusaha kabur dari lightblue.


Hanya dengan cara itu lah lusy bisa bebas dari terkaman mereka yakni dengan merayu dan mempengaruhi orang orang disekitar nya.


" Oya,,, apalagi yang dia katakan ?"


Liana memancing lusy mengeluarkan semua perkataannya atau bisa dibilang membuaekan gadis itu bicara semaunya.


" Tolong , lepaskan aku ! Aku akan mengatakan semuanya ."


" Dia berkata aku hanya miliknya terbukti selama ini tak ada yang menjamahku kecuali dia ."


" Hahaha,,,, benarkah ? kalau begitu aku akan memanggilnya ."


Bram merasa khawatir kalau nyonya pemilik lightblue akan terpengaruh pada perkataan lusy ,segera mengirim pesan pada tuannya meskipun sedang menerima panggilan.


Tak lama kemudian liana keluar dari ruangan tersebut yang mana secara kebetulan jack sudah mengakhiri panggilannya , melihat pesan yang dikirimkan bram .


Rasa khawatir dan cemas menghantui pikiran dan perasaannya , takut kalau liana percaya kepadanya.


" Sayang,,,,. Urus gadismu ! Aku akan menunggu di mobil."


Liana pergi berlalu begitu saja tanpa menoleh sedikitpun .


Sepertinya tampak kesal dengan apa yang varu saja di dengarnya.


" Waktumu hanya lima menit jika kau tidak segera datang,,,, ku pastikan apartemenmu hancur ."


Liana hanya menoleh menatap tajam pada jack lalu meninggalkannya begitu saja, setekah berhenti sejenak.


Jack melongo melihat liana ,lalu berjalan ke salam ruangan menghampiri bram.


" Bos, ,,."


" Apa yang terjadi dengan nyonyamu ? "


Jack melongo ketika bram membisikkan seauatu padanya .


" Jack ,,,, jack ,,, sayang."


Plakk,,,,,,


" Jangan pernah menanggilku dengan mulut kotormu itu !"


" Tapi ,,,jack, bukankah kau mencintaiku ."


" Hahaha,,,, bermimpilah selagi waktumu masih ada ."


Jack pergi begitu saja setelah menampar wajah lusy.


" Bram,jaga dia baik baik ! Zain menginginkannya hidup hidup ."


" Baik ,bos."


Jack berlalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan setiap perkataan lusy .


Sedangkan bram hanya mengangguk pelan . Ada hawa ngeri yang dirasakan oleh bram ketika mendengar tuan zain menginginkan hidup hidup gadis sampah itu.


" Apaa,,,, zain menginginkanku ? Lepaskan aku jack ! kau bahkan tak mampu menyentuh kulitku ."


" Hahaha,,,, zain saja melindungiku , calon suami ku terimakasih sayang."


" Hei,,,lepaskan aku ! Sialan ,,,, brengsek kalian semua ."


Tak ada yang menanggapi teriakan tersebut bahkan pintu itu sudah tertutup rapat dengan penjagaan yang ketat setelah king mafia menginginkannya.


Jack mengejar istrinya yang menyatakan menunggunya di mobil , rasa takut kehilangan muncul didalam benaknya .


Ia bahkan tak pernah merasakan jatuh cinta bahkan mencintai seorang perempuan setelah kepergian istri pertamanya .


" Dasar wanita brengsek !"


Jack mengumpat kasar saat sedang berjalan menyusul istrinya.


Deru nafas yang tersengal sengal , jack berlari ke basement dimana ia memarkir mobilnya.


Jack berlari kesana kemari tapi tak menemukan mobilnya lalu menelepon bram meminta kunci mobilnya .


" Shitss,,,,, Sialan . Semua gara gara perempuan sialan itu .''


" Ayolah sayang angkat teleponnya ."


Beberapa kali jack mencoba menelepon tapi tak ada jawaban sama sekali .


" Bos, ini kunci mobilnya ."


Jack tak menjawab perkataan bram hanya meraih kunci tersebut lalu mengemudi dengan kecepatan tinggi .


Jack takut terjadi sesuatu dengan liana yang mungkin terpengaruh dengan ucapan lusy.


Liana menunggu beberapa saat tapi sayang yang empunya tak kunjung keluar dari dalam club malam miliknya.


" Awas kau jack ! Aku akan memberimu pelajaran ."


" Bagaimana aku pulang ? Tak bawa dompet handphone ."


" Aaaa,,,, menyebalkan."


Mau tidak mau liana berjalan masuk kembali mencari orang yang dicari seperti seorang maling yang sedang menyelinap.


Tak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang entah siapa , liana tak mengenal sama sekali.


Bruk,,,,


" Nyonya ,,,, kenapa ada disini ?"


" Memangnya aku dimana ? Sampaikan pada bosmu aku menunggunya ."


" Tapi nyonya,,,.'"


Liana berbalik menatap bram ketika ragu dengan apa yang dikatakannya.


" Jangan bilang ,,,."


" Tidak ,nyonya. Bos sudah pulang menyusul nyonya ketika melihat mobilnya tak ada diparkiran basement."


" Apaaaa,,,, sudah pulang ? Dia tidak parkir di basement kenapa mencarinya disana ? Apa bosmu sudah tergila gila dengan gadis itu ?"


Liana hampir tak percaya dengan apa yang didengarnya.


" Tergila gila pada nyonya , gimana sih ? "


Gumam bram dalam hatinya.


" Berikan kunci mobilmu !"


" Mobil saya di bawa bos ,nyonya ."


" Apaaa,,,, dia sepertinya sudah gila ? Telepon dia , suruh putar balik . Bagaimana aku bisa pulang ?"


" Baik ,nyonya ."


Bram menghubungi jack yang tengah mengemudi dengan kecepatan tinggi bahkan terlihat sangat cemas .


Meskipun kesal jack tetap mengangkat telepon bram .


📞 Calling '' Bos."


📞 Incoming call " Bram."


📞 :" Ya ,bram. Ada apa ? Apa terjadi sesuatu ?


📞 :" Bos, anda harus putar balik sekarang juga."


📞 :" Apaaa,,,, tidak , istriku sedang tak baik baik saja, bram. Aku yakin kau bisa menyelesaikannya."


📞 :" Bos , bukan itu ,,, tapi nyonya ada disini ."


📞 :" Apaa,,,, liana ada disana ? Bagaimana bisa ?"


📞 :" Bos memarkir mobil dihalaman club bukan di basement dan nyonya menunggu didepan.


📞 :" Klik ."


" Kenapa dimatikan ? Dasar bos nggak ada akhlak."


" Eh' em,,,,."


Liana mendengar samar samar mendenhar umpatan bram .


" Maaf ,nyonya. Bos akan segera kembali ."


" Kau bilang bos mu nggak ada akhlak , memang dia nggak ada akhlak meninggalkan istrinya sendiri disini,,, huh,,,."


" Kenapa nyonya tak meneleponnya ?"


" Bagaimana bisa menelepon ? Dia menggendongku begitu saja ketika keluar dari rumah ."


" Haaaaaaa ,,,,."


" Benar benar tak menyangka bos sudah berubah menjadi budak cinta."


Bram tak pernah menyangka sama sekali , bosnya berubah dalam sekejam mendengar pernyataan liana yang memilih menunggu diruang kerjanya.


Sementara di ruang kerja zain anton dan rian sudah menunggu tuan muda nya yang masih belum menampakkan batang hidungnya .


Seperti biasanya max maupun diana ikut memeriksa berkas berkas kantor setelah beberapa minggu terakhir ini vacum dari kantor.


" Eh ,,, menurutmu apa yang dilakukan kakak zain ? Kenapa lama sekali ? "


Ucap diana .


" Kau tidak sedang dalam suasana bulan madu kan ?"


Sindiran telak max membuat diana seketika menatap tajam padanya.


" Heh,,,, aku sedang ada janji dengan kak lily . Enak saja , yang dalam masa bulan madu itu kau bukan aku ."


" Apa maksudmu ? Kau tidak tahu istriku hamil besar , bagaimana bulan madunya ?"


Max merasa tersindir bahkan tak habis pikir diana memutar balik fakta , sementara dia baru saja menikah.


"Heh,,,, kau tidak tahu sehabis melahirkan suami akan berpuasa selama empat puluh hari."


" Kau tidak percaya tanya saja pada kak zain . Aku akan pergi ke bawah , bisa bisa nenek memarahiku karena terlambat ."


Max masih tampak merasa bingung bahkan tak mengerti apa yang dikatakan diana.


" Kau akan pergi kemana diana ? Ini untukmu ."


Zain muncul dari balik pintu lalu menyerahkan sebuah berkas pada diana.


" Hehe,,,, kak zain, nenek menungguku pergi nonton bersama."


Diana kembali lagi setelah melihat zain keluar dari balik pintu dan juga membawa berkas untuknya meskipun ia sudah hampir sampai pintu keluar.


Ceklek,,,,


" Sayang , kenapa tak membangunkanku ?Bagaimana dengan anak anak ?"


Bersambung 😊😊🙏😜