
Meskipun sangat membekas penghianatan keluarga yang di lakukan ajinata namun zain masih berbelas kasih karena orang itu turut membesarkan ayahnya bahksn menemani nenek hingga usia nya saat ini.
Kebencian yang dimiliki nya membutakan mata hati nya hingga tega mengakhiri kakak kandungnya sendiri .
Zain bisa bernafas lega meskipun masih banyak rintangan yang ada di depan nya bahkan mungkin mengancam nyawa anak dan istri nya namun setidaknya musuh dalam selimut telah disingkirkan tanpa mengotori tangan nya sendiri.
Ayris seorang yang tak pernah mengerti apa yang terjadi dalam hidup nya harus berterima kasih dengan suami nya yang semula dibenci nya tetapi justru memberikan kebahagiaan pada nya .
Juga telah mempertemukan dengan satu satu nya keluarga yang masih ada untuk nya.
" Sayang , terima kasih telah mengisi hari hari ku selama ini ."
Zain memeluk istri nya sangat erat bahkan tak ingin melepaskan begitu saja.
" Apa hanya berterima kasih ?"
" Apa yang kau inginkan ?"
" Separuh kekayaanmu."
" Hahaha ,,,jangankan separuh , semua nya akan ku berikan padamu dan anak anak ."
Ayris memicingkan mata nya pada zain yang kini meletakkan kepala nya di bahu ayris.
" Tidak, kenapa anak anak dapat bagian ? Aku yang menemanimu mencintaimu ."
" Sayang, anak anak akan menjadi penopang hidup kita menjalani masa tua nanti ."
" Kau benar ."
" Aku sangat bersyukur memilikimu meskipun awalnya aku membencimu karena menculikku bahkan memisahkan ku dengan si brengsek itu. Tapi aku sadar kalau kau adalah jodoh yang akan menemaniku hingga rambutku memutih ."
Mendengar perkataan ayris , jiwa dan batin zain bergejolak tersentuh dengan perkataan nya.
Zain lebih memilih bermain main disela sela leher jenjang putih milik istrinya tanpa mempedulikan raungan leon yang memanggilnya sedari tadi.
" Aung,,,,, aung,,,,."
"Aung,,,, aung,,,,."
" Sayang , cukup ! Leon memanggil kita ."
" Biarkan saja ! Aku sedang ingin bermanja denganmu , bahkan tak kan mau ku lewatkan sedetikpun ."
" Tapi,,,, bagaimana kalau anak anak bangun ? chle melahirkan bayinya dan mama tengah sibuk mengurus nya."
" Tidak ."
Zain bahkan tak mengindahkan peringatan istrinya.
" Aung ,,,aung,,,, ."
" Aung,,,, aung,,,,."
Leon masih terus menerus meraung memanggil kedua nya yang berada di balkon ruang kerja zain.
Brukkk,,,,,
" Leon , Ada apa ? Apa baby menangis ?"
" Aung ,,,aung."
Leon berhasil mendobrak pintu kamar yang tembus ke balkon , tak menjawab pertanyaan ayris leon hanya menggigit baju ayris lalu menariknya keluar ruangan hingga ke kamar mereka .
" Oek ,,,oek,,,oek,,."
" Sayang,,,,, sayang mommy , cup,,,cup,,,cup. Ada apa baby aksa ? Apa kau lapar ?"
Ayris setengah berlari ketika mendengar suara baby aksa menangis keras, lalu mencoba menenangkannya menggendongnya ke dalam pelukan nya.
Tangis baby aksa tak kunjung diam hingga ayris sendiri kesulitan menenangkan nya . Zain yang melihat istrinya kewalahan meraih baby aksa ke dalam gendongan nya.
" Hah,,,, kau ingin di gendong daddy ? Nakal ya ."
Ucap ayris mendekati baby aksa yang diam tersenyum saat dalam gendongan zain .
" Sepertinya dia akan menjadi saingan mu ."
Ayris menoel beberapa kali pipi baby aksa yang tembem kini tengah tersenyum pada daddy nya.
" Dia mirip dengan mu ."
Ayris memberikan asi yang ada di botol milik baby aksa pada zain .
Zain duduk di sofa di ikuti ayris yang ada di sebelah kirinya.
" Kebahagiaan kita sudah lengkap , semua sudah mendapat jodoh masing masing bahkan akan segera memberikan pewaris untuk mama dan papa ."
" Keluarga besar kita juga tinggal disini menghabiskan masa tua nya."
" Apa kau punya keinginan lain ?"
Ayris bersandar pada salah satu lengan zain mengungkapkan perasaan nya .
" Ada ."
" Adaaa,,,,? apa ?"
Ayris mengangkat kepala nya rasa tak percaya merasuk ke dalam benaknya mendengar suaminya masih memiliki impian lain.
" Honeymoon ."
" Apaaa,,, honeymoon ?"
Ayris membelalakkan matanya ketika mendengar permintaan suami nya untuk kembali honeymoon bersama.
" Sayang, anak anak kita masih kecil kau tega meninggalkan nya ?"
" Lagi pula bagaimana kau ingin honeymoon kalau setiap hari honeymoon di kamar ruang kerja mu ."
Ucap ayris mengerucutkan bibirnya kesal pada zain yang menginginkan honeymoon meskipun ia tahu ketiga anaknya masih kecil.
" Hahaha,,, aku hanya becanda ."
Zain meraih ayris ke dalam pelukan nya setelah baby aksa berhenti menyusu.
" Bercandamu kelewatan ."
" Memilikimu dan anak anak adalah kebahagiaan yang tiada ternilai harga nya."
Ucap zain.
" Jangan pernah meninggalkan ku."
" Aku mencintaimu dan anak anak ."