ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 103.


Zain yang masih dalam perjalanan ke mansion utama melihat ke layar laptop nya , ia melihat istri nya yang masih tertidur pulas. Ia tersenyum mengamati layar tersebut , pak hari yang memandang nya lewat kaca spion nya tersenyum melihat tuan muda kesayangan nya berubah tak sedingin dulu .


Ia melihat seperti nya tuan nya sudah banyak berubah .


" Tuan muda ,apa saya akan segera mendapat junior kecil ." Ucap Pak har tersenyum menatap zain lewat kaca spion .


" Haaaaaa haaaaa ,seperti nya akan segera terjadi . Apa pak har mau ikut dengan ku ?" Ucapan zain tak lagi seperti dulu , ia menjadi lebih ramah sejak kehadiran istri nya itu.


" Tentu saja ,saya akan senang sekali bermain dengan junior ." Ucap Pak har tersenyum manis , ia membayangkan kehadiran zain junior .


Selain pak mus ,pak har ada satu lagi yang begitu menyayangi zain sejak kecil yaitu ayah nya max . Hingga ia tidak bisa melupakan pengorbanan ayah max untuk nya . Zain pun bertekad mendidik max menjadi lelaki mandiri yang bertanggung jawab ,melindungi nya dari segala bahaya .


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di mansion utama .Beberapa kerabat sudah berdatangan tinggal menunggu kedua mempelai dan juga Zain , sedangkan Dave yang selalu ada menemani papa nya disetiap pertemuan apa pun .Meskipun ia punya bisnis sendiri tetapi ia memilih mengalah menemani papa nya .


Tiba di depan pintu utama sang mama sudah menanti nya , sedangkan papa nya masih setia berbincang bincang .dengan beberapa kerabat terdekat.


" Sayang , kenapa terlambat ? " Ucap mama zain merentangkan kedua tangan nya . Zain menyambut pelukan mama nya , ia bersikap seperti biasa saja .


Meskipun ia sudah mengetahui apa yang terjadi dengan masa lalu kedua orang tua Zain .


" Ada beberapa urusan ma." Ucap zain kemudian berlenggang dengan gandengan mama nya menuju ruang tengah tempat acara.


" Apa kau sudah menemukan pengganti vivia ,zain ?" Ucap mama nya sambil menggandeng putra nya tersebut. Sedangkan zain hanya diam seribu bahasa , ia tak mungkin menceritakan tentang ayris .Zain merasa belum tepat mengenalkan ayris istri nya pada keluarga nya ,meskipun papa nya sudah mengetahui nya .


" Ayo lah zain , mama sudah tua . Mama ingin menimang cucu." Perkataan mama nya seakan mengingatkan Zain dan harapan nya segera tumbuh junior kecil di perut ayris.


" Mama bisa memintanya pada max atau dave ." Ucap zain meninggalkan mama nya yang terhenti langkah nya karena pertanyaan nya sendiri .


" Cihhhhhkkkkk,,,,,Kau ini semakin dingin saja . Bagaimana akan mendapat seorang istri ?" Ucap Mama zain , namun tidak di pedulikan sama sekali oleh zain . Ia berjalan ke arah papa nya yang sedang mengobrol dengan para kerabat .


" Zain ,,,,,, putra ku . Akhir nya kau datang juga , mana is ,,,,,." Ucapan papa nya mendapat tatapan tajam dari zain tetapi menjadi perhatian buat dave . Dave merasa ada yang disembunyikan oleh kakak nya itu.


" Haaaaaaa haaaaaa,,,. " Papa zain memilih tertawa merentangkan kedua tangan nya memeluk Zain .


" Apa papa tahu bahaya itu datang dari mantan istri papa ? " Bisikan Zain sukses membuat papa nya tertegun .Namun tidak menjawab sepatah kata pun dan berusaha bersikap normal seperti tidak terjadi apa apa .


Dengan senyuman mereka masih berbincang bincang dengan para kerabat dan juga teman dekat mama dan papa nya .


" Kak ,apa kakak tahu lisha ada disini ?"Bisikan dave membuat zain melayangkan tatapan mata elang nya .


" Ia sedang mencari kakak." Ucap Dave lagi , ia sengaja mengganggu konsentrasi srigala jantan tersebut.


Namun zain tidak mengindahkan sama sekali dengan ucapan Dave , meskipun dengan seribu cara Zain dapat mematahkan pertahanan Lisha.


" Maaf kan max kak." Ucap max menundukkan kepala nya .


" Haaaahaaaaa,,,,, untuk apa meminta maaf bukankah ia memang sudah dijodohkan dengan mu sejak kecil bahkan sejak dalam perut mama." Ucap Zain dengan santai nya tanpa menyadari jika chle berada disekitar mereka.


Beberapa saat kemudian Chle turun dengan berbalut gaun yang yang sangat cantik dengan riasan natural nya tak sengaja mendengar perkataan kakak nya dengan max , ia membungkam mulut nya dengan kedua tangan nya.


" Jika kau ingin minta maaf berikan segera mama seorang cucu. " Ucap Zain meninggalkan max yang masih tertegun mendengar ucapan zain.


" Kak ,,,,, ." Suara panggilan untuk nya membuyarkan lamunan max , max membalikkan badan nya mencari arah sumber suara .


Ketika ia mendapatkan siapa yang memanggilnya ,max tertegun terpesona akan kecantikan chle .


" Sayang kau cantik sekali , ternyata putri mama sudah dewasa . Ia telah menjadi seorang istri ." Mama mona berjalan dari arah samping menyambut chleo yang sudah turun dari kamar nya .


" Lihatlah suami mu terpesona dengan kecantikan mu ." Kemudian Mama berjalan menggandeng chleo untuk berjalan ketempat acara , mama yang berpapasan dengan max pun menyenggol siku tangan max yang sedari tadi diam membisu. Max yang tersadar pun segera mengikuti dari belakang .


Beberapa saat kemudian acara makan selamatan pernikahan max dan chleo pun di mulai papa dan mama memperkenalkan chleo dan max sebagai pengantin , memberikan wejangan wejangan kepada kedua nya dan juga mempunyai keinginannya ingin segera menimang cucu .


Sontak saja para kerabat bahkan temen dekat keluarga pun tertawa karena permintaan papa nya , selain itu mereka memberikan ucapan selamat pada chle dan max atas resmi nya pernikahan mereka .


Chle yang merasa kesal dengan max mau tidak mau harus tersenyum karena kedatangan para kerabat .


Acara resepsi akan di adakan beberapa bulan kemudian setelah kedua kakaknya menemukan tambatan hati nya .


Sedangkan lisha masih bergelayut manja di tangan zain membuat max dan chleo merasa kesal . Namun atas perintah kakak nya max hanya mendiamkan drama yang sedang di mainkan lisha .


Mama zain yang melihat itu tersenyum ,ia mengira jika zain menerima lisha menjadi teman dekat nya . Sedangkan mama papa lisha pun berpikiran hal yang sama .


" Jeng , lihat anak kita semakin dekat saja .Bagaimana jika kita mempercepat acara pertunangan nya ?" Ucap mama lisha , sedangkan mama zain hanya tersenyum . Mama zain masih memamdang putra nya yang terlihat memyembunyikan sesuatu , ia tidak ingin terburu buru mengambil keputusan .


Keputusan yang ia ambil untuk dave menjadikanya mawas diri ,ia tak ingin kejadian yang sama terulang kembali .


" Serahkan pada anak anak saja jeng ." Ucap mama zain , namun perkataan nya memberi sedikit rasa kecewa pada mama lisha .


Acara yang di adakan siang itu telah selesai , chle dan max berjalan menuju kamar nya sedangkan Zain dan dave ke ruang kerja papa nya .


Sesampai di kamar chle yang tengah cemberut merebahkan diri nya ke ranjang tempat tidur nya , sedangkan max berjalan ke kamar mandi berganti pakaian .


Bersambung 🙏🙏😊😊😊😊😊