
Ditempat Ayris, Ayris yang sedang memetik Rose kesukaan nya . Mencari keberadaan Mira ,ia akan menjalankan misi nya mencari tahu tentang beberapa hal.
" Mira ." Panggilan Ayris membuat mira tergopoh gopoh berlari ketempat nya.
" Iya nona. Apa nona butuh sesuatu ?" Ucap Mira .
" Mira ,,,,,,, e,,,, a,,,, Apa kau tahu tentang vivia ? Ada beberapa pelayan yang berbicara di belakang , tanpa sengaja aku mendengar nya." Ucap Ayris dengan beberapa penjelasan.
" Ih ,,,, orang orang itu cari masalah saja. jika tuan muda tahu kalian bisa mati." Ucap Mira dalam hati.
" Memang nya kenapa nona ? Apa yang mereka bicara kan ?" Tanya Mira penuh selidik.
Ia harus mencari tahu tentang hal itu dan segera memperingati pak Mus sebelum tuan Max dan tuan muda mengetahui nya.
" Tidak ,,, hanya saja mereka bicara jika vivia tunangan Zain lebih lembut daripada aku ?" Ucap Ayris sembari memetik beberapa bunga lily juga.
" Benar ya ,ia tunangan Zain ? Lalu kenapa mereka tidak menikah ? Apa ia lebih cantik dari ku ?" Ucap Ayris lagi ,ia menghela nafas nya. Ada rasa cemburu yang bergelayut dalam hati nya . Pikiran dan hati nya tidak sinkron .
"*Kenapa aku sangat cemburu dengan gadis yang bernama vivia itu ? apa ia lebih cantik dari ku ? ahhhh tidak tidak ,,,, aku tidak boleh begini ." gumam Ayris dalam hati.
" Haaaa haaaaaa ,,,,, rupa nya nona sudah mulai cemburu." Gumam Mira dalam hati*.
" Nona vivia memang tunangan Tuan muda namun ia menghilang ketika beberapa minggu sebelum hari pernikahan." Ucap Mira.
" Nona vivia sangat cantik,,,,,,,." Mira tidak melanjutkan ucapan nya, ia ingin mengetahui reaksi Ayris.
" Oh begitu,,,,,, huuhhhhhh. Yasudah." Jawab Ayris merasa kesal.
" Haaaaa haaaaa ,,,,, ternyata nona merasa iri juga. padahal saya ingin bilang jika nona vivia sangat manja seperti nona lisha ia tidak peduli dengan kami para pelayan kecil berbeda dengan anda nona." gumam Mira dalam hati.
Sepasang mata yang mengawasi Ayris menyunggingkan senyum di sudut bibir nya. Ia merasa senang ketika Ayris mengerucutkan bibir nya dan merasa cemburu.
" Mira ,,, Aku sudah selesai . Terimakasih menemani ku memetik bunga ." ucap Ayris tersenyum.
" Kalian semua jangan lupa habis kan cemilan nya ya , selamat bekerja." Ucap Ayris lagi tersenyum.
Ayris melangkahkan kaki nya meninggalkan ruangan hidroponik tersebut berlenggang menuju kamar nya dengan beberapa bunga di tangan nya.
" Nona,,,,, Biar saya saja yang membawa bunga nya." Ucap Mira mengekor di belakang .
" Tidak Mira , aku bisa membawa nya sendiri. Kau pergilah istirahat !" Ucapan Ayris seakan menjadi perintah , Mira lagi lagi di buat tertegun dengan ucapan Ayris.
" Nona berbeda sekali dengan nona vivia , ia perhatian dan juga baik hati." Gumam Mira dalam hati.
Beberapa Pelayan yang bekerja di ruangan hidroponik pun tertegun mereka terkejut dengan nyonya mereka yang terlihat seperti urakan tapi murah senyum dan baik hati.
Berbeda dengan Vivia yang anggun mempesona tetapi sangat manja.
" Nyonya baik sekali ." Ucap salah satu Pelayan.
" Iya benar , murah senyum ." jawab pelayan di antara mereka.
" Tidak manja juga ,meskipun jadi nyonya tetapi mau bertegur sapa dengan kita ." ucap satu di antara pekerja.
'' Iya benar sekali , berbeda sekali dengan nona vivia ." mereka saling bertukar pendapat .
" Beruntung kita dapat nyonya Ayris." Ucapan ity terhenti ketika terdengar suara dehemam seseorang.
" Ehhhkhemmm,,,,,, ."
Mereka seketika menoleh ke arah sumber suara dan terkejut ketika melihat asal suara tersebut yang ternyata adalah Pak Mus .
" Sudah ,,,, kembali bekerja ." Ucap pak Mus.
" Baik ,,,,, pak mus." Jawab mereka serentak.
Pak mus yang memandang ke arah Ayris tertegun melihat sikap ayris yang baik hati.
" *Tuan besar ,tuan muda tidak salah pilih." Gumam nya dalam hati.
Bersambungππππππ*