ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 294.


Rusdi memang ikut andil dalam konferensi pers tersebut namun semua hanya sebuah strategi memancing ajinata keluar dari persembunyiannya.


Meskipun zain sudah mengetahui dimana ajinata bersembunyi namun perlu adanya bukti tindak kejahatan secara langsung.


Waktu yang di nanti telah tiba , dimana ayris telah siap dengan gaun casual nya untuk menghadiri undangan dari tuan rusdi besan adik iparnya.


" Sayang, bagaimana penampilanku ? Apa aku terlihat cantik , sexy ?"


Ayris sengaja menggoda suaminya yang kini tengah mengerutkan dahinya .


" Kenapa pakai gaun ini ? Kau membuatku cemburu ."


Ucap zain menghampiri istrinya di depan cermin besar di ruang ganti.


" Hihihi,,, tidak , bukankah kau yang menyiapkannya ?"


" Hem,,, benar . Tapi kecantikanmu membuatku tak ingin mengenalkanmu ke dunia luar."


" Jadi,,, aku akan tetap menjadi istri rahasia ceo bahkan seorang mafia yang sangat kejam sepertimu ?"


Ucap ayris membalikkan badannya lalu sengaja menjatuhkan diri ke pangkuan zain.


" Hem,,, sepertinya memang begitu ?"


" Tapi ,,, bagaimana kalau kau ternyata punya simpanan lain ?"


Zain mengerutkan keningnya bahkan sama sekali tak menyangka jika ayris akan sampai ke arah itu.


" Apa kau pikir aku mampu ke arah itu ? Melihat kecantikanmu saja aku sangat tergila gila bahkan yang ini ."


Tangan nakal zain menyusur ke setiap lekuk tubuh ayris berhenti pada bagian yang di sukai oleh zain .


" Kau sangat nakal ."


Zain terkekeh geli saat berhasil memperdayai ayris.


Yah, kedua nya bahkan tampak seperti pasangan yang baru saja menikah meskipun telah memiliki si kecil triple .


Ayris menitipkan baby pada mira untuk menjaga keperluan serta saat baby akan mandi sekalipun .


" Mira ,,,.Aku titip si kecil padamu ."


" Baik , nyonya muda ."


" Eh ,,, apa kau belum ada ini ?"


Ayris berkata lirih dengan isyarat salah satu tangan nya menyentuh perutnya sendiri.


Wajah memerah melongo menatap tangan ayris nyonya muda nya membuatnya sedikit merasa malu bahkan sedikit canggung pasal ada tuan muda di sela sela percakapan mereka.


" Sayang , kau jangan terus menggoda nya ."


Ucap zain ketika melirik sekilas raut wajah mira berubah malu karena pertanyaan ayris.


" Hem,,, aku kan hanya bertanya . Rian sudah membuka segel rumah nya berarti potensi punya baby akan segera ada ."


" Bilang saja pada rian untuk mencetak goal secepat nya ."


" Hem , baiklah . As your wish ."


Percakapan antara tuan dan nyonya mudanya membuat mira sedikit gugup meskipun agak mencengangkan mira .


" Daaa ,,, baby . kalian jangan nakal ya ! Mommy akan pergi sebentar menyelesaikan tugas."


Ayris berpamitan pada ketiga baby mencium pipi mereka masing masing.


Kedua nya pergi turun ke lantai bawah dimana seluruh keluarga berada di lantai bawah tengah bercengkerama berbicara tentang masa tua mereka .


" Kak, aku menumpang pada mu saja ."


Dave muncul dari arah tangga bersama lily yang kini berbalut gaun cantik meskipun perutnya agak membesar tak menutupi aura kecantikannya .


" Tidak ada tumpangan ."


Jawaban sengit zain membuat lily sedikit memgerucutkan bibir nya yang semula senang akan bersama kakak ipar nya namun pupus harapan nya ketika zain menolak memberi tumpangan .


" Kau pelit sekali ,kak ."


Gumam lily .


" Baiklah kalau kau bersikeras , apa kau sudah siap naik balon udara ?"


" Kenapa naik balon udara ?"


Lily melayangkan protes bahkan tak mengerti kenapa harus menaiki balon udara.


" Apa menurutmu mobil sport kesayanganku bisa untuk mengangkut kalian ?"


Tatapan tajam zain pada kedua nya membuat ayris terkekeh geli memandang nya.


" Hihihi,,,,."


" Hah,,, baiklah , aku akan meminjam mobil sportmu yang lain ?"


Ucap dave sedikit kesal dengan sikap arogan kakak nya yang sama sekali tak berubah .


" Begitu lebih baik."


" Semua karena kakak aku harus memindahkan kantorku ke kota ini .Karena mobil ku belum datang jadi aku pakai mobil kakak ."


" Ya , terserah kau !"


" Mike sangat sulit di hubungi akhir akhir ini ."


Dave seperti seorang perempuan mengeluhkan sesuatu yang tak penting di bahas namun juga berarti untuknya.


" Dia sedang dalam urusan , kau jangan mengganggunya !"


Ucap zain melirik pada dave.


" Tapi dia asistenku , aku juga membutuhkan nya."


Dave lagi lagi melayangkan protesnya pada kakak sulungnya.


" Kau jangan terlalu egois hingga tak memikirkan pasangan yang cocok untuknya ."


" Daaa ,,,."


Zain melambaikan tangannya meskipun tak menoleh ke belakang .


" Eh,,,, eh,,, apa maksud kakak ?"


Dave terkejut dengan penuturan kakaknya tak sengaja meninggalkan istrinya yang tertinggal jauh memilih duduk di sofa .


Hamil muda membuat lily sedikit lelah tak mampu berjalan cepat seperti biasanya.


" Sayang,,,, kenapa kau duduk disana ?"


Dave berbalik lagi memghampiri istrinya ketika tak melihat kehadiran nya disampingnya.


" Eh ,,, kalian mau kemana tampak rapi ? Jangan bilang pada mama akan pergi konferensi pers ya ?"


Mona muncul di sela sela percakapan mereka meskipun tak tahu tujuan mereka namun hati nurani seorang ibu yang khawatir pada putra putri nya tetaplah ada.


" Tidak , ma. Paman lily mengundang acara makan merayakan pernikahannya ."


Ucap zain.


" Lalu ,,, apa mama dan papa harus ikut ?"


" Tidak ,ma. Terlalu berbahaya."


" Apa mama sudah bisa menjinakkan papa ?"


Ucap zain mencium pipi mama nya lalu pergi menggandeng istri nya .


Wajah blush on di kedua sisi pipi kanan dan kiri sedikit membuat mona tercengang dengan putra sulungnya yang kini tengah menggodanya.


" Ma, papa sedang marah ? "


Dave yang tak tahu permasalahan mereka merasa sedikit khawatir namun justru membuat sang mama sedikit malu .


" Tidak , kakakmu terlalu berlebihan ."


" Dave pergi dulu ya ma."


" Hati hati di jalan ,nak . Jaga lily dia sedang mengandung cucu mama !"


Mona sedikit berteriak ketika dave juga meninggalkan dirinya .


" Anak anak mau kemana ma ?"


" Kenapa kita tidak di undang ?"


" Zain tak mengijinkan kita semua pergi ."


" Hah, sampai kapan semua ini akan berlalu ?"


Ucapan hendra tak sengaja terdengar hingga ke telinga nenek nata yang merasa bersalah atas semua yang terjadi .


" Ayo ma kita naik ke atas ! Bermain dengan ketiga baby ."


Mona menganggukkan kepala nya mengiyakan permintaan suaminya tanpa menyadari jika mama mertua nya mendengar percakapan mereka.


Tak jauh dari tempat itu , nata menitikkan air mata di sudut mata nya mendengarvputra nya sendiri mengeluhkan atas kesalahannya .


Jika nata membuka suara jauh sebelum hari ibi mungkin putranya juga tak akan menderita seperti itu .


Tak kan ada kekacauan di dalam biduk rumah tangga mereka dan juga akan selalu hidup harmonis . Nata mengira ajinata bisa menggantikan suaminya yang hilang entah kemana tak ada jejak sama sekali bahkan hampir tak pernah diketahui jika zain tak berhasil membuka kedok dari ajinata.


" Nata , ada apa ? Kenapa kau bersedih ? "


Jaya melihat sahabat sekaligus besan nya itu tengah mengusap airmata di kedua sudut matanya.


" Tidak jaya , aku hanya merasa bersalah dengan semua yang terjadi ."


" Jika aku tak menutup mata dan telinga demi hendra mungkin kekacauan ini tak kan terjafi . Tapi ternyata sikapku telah menyakiti putraku sendiri ."


Ucap nata menghela nafas panjang nya .


" Sudah lah nata, tak perlu menyesali yang terjadi . Aku yakin zain bisa menyelesaikan semua nya ."


Jaya mengusap pelan bahu nata menenangkan penyesalannya.


" Maafkan aku jaya , aku sudah merepotkanmu selama ini."


" Hei ,,, kau ini bicara apa . Kau harus bahagia zain mampu mengungkap fakta yang ada . Meskipun kau mengungkap waktu itu , apa mungkin kau bisa hidup bersama anak cucu sekarang ?"


Ucapan nata memang ada benarnya , kekejaman ajinata pada kakak kandung nya tak mungkin juga melepas kehidupan nata .


" Jika pada saat itu suami mu di bunuh secara keji , bagaimana dengan mu ? Aku yakin ada motif lain di balik semua kekejaman itu ."


" Bersabarlah sedikit lagi ! Kita akan menemukan jawaban apa yang keluar dari semua teka teki tersebut."


Ucap jaya pada nata.


" Bagaimana semua akan terungkap jika pelaku bisa melarikan diri ?"


Nata menyesalkan kaburnya ajinata dari tahanan bahkan dengan bantuan seorang perempuan .


" Tenanglah ! Keadaan ini tidak akan lama ."


Jaya mengajak sahabatnya berkumpul bersama menghilangkan semua kesedihannya meskipun itu tidak mudah baginya .


Di kediaman rusdi .


Tuan rusdi telah menunggu kedatangan tamu agung zain arijaya yang merupakan pemilik z company , satu perusahaan raksasa pemilik saham terbesar di kalangan perusahaan lainnya di dunia bisnis yang kini telah maju pesat.


" Pa,,,, kenapa mondar mandir terus ? Mama pusing melihat papa seperti itu ."


Nyonya rusdi berusaha menenangkan suaminya yang terlihat gelisah.


" Papa sedang menunggu tamu kita ,ma. Bagaimana cara ku meminta maaf pada adinata yang menitipkan anak dan istrinya padaku sebelum bedebah itu melakukan hal yang keji terhadapnya ?"


" Papa benar benar tak menyangka semua itu terjadi pada nya yang papa kira hanya bercanda tapi jadi satu firasat kepergiannya."


" Rahasia yang terkubur beberapa puluh tahun terkuak begitu saja oleh cucu adinata sendiri bahkan tak akan bisa di ungkap oleh orang awam."


" Mama tahu , semua sudah garis nya . Adinata beruntung punya keturunan yang sangat perkasa bahkan benar benar seorang cucu penerus keluarga adinata ."


" Mama baru sadar kenapa nata bersikeras tak ingin memiliki keturunan lagi ternyata ini alasannya ."


Percakapan mereka terhenti dengan kedatangan jack dan putri mereka liana yang baru saja datang dari tempat tinggalnya .


Jack memilih tinggal di sebuah apartemen mewah dari pada tinggal dengan rusdi , jarak antara tempat kerja dan juga dari kantor lila group lebih dekat .


" Ada apa ma ? Seperti melihat hantu saja ."


Ucap liana ketika melihat mama nya terdiam dengan kedatangan mereka.


" Tidak , kau cantik sekali hari ini ."


" Tentu saja , hari ini kita kedatangan tamu dari keluarga arijaya apalagi keponakan jack akan datang dengan suami nya ."


" Benarkah ? "


" Hem."


" Satu kebetulan bisa bertemu dengan pricilya."


Tak berapa lama sebuah iringan mobil sport yang di kendarai dave tiba di kediaman tuan rusdi yang merupakan teman dari kakeknya adinata.


Jack menyambutnya terlebih dahulu atas kedatangan keponakannya dan juga suaminya.


" Paman , selamat atas pernikahanmu . Lily hanya bisa kasih ini untuk bibi ."


Ucap lily memeluk paman nya memberikan kotak besar pada pamannya.


" Terima kasih sayang . Dave,,, paman berterima kasih pada mu berhasil membujuknya .''


" Paman tidak akan tahu bagaimana aku membujuknya harus bermain kuda lumping dulu ."


" Semua itu salah anakmu bukan salah ku ."


Jack tercengang melihat keponakannya yang sedikit kesal dengan dave.


" Baiklah ,,, baiklah , tak perlu bertengkar ."


" Mana kakakmu dave ?"


Jack tak melihat sosok zain yang ditunggu tuan rumah baik di samping maupun di belakang mobil dave.


" Sebentar lagi akan datang paman ."


Benar saja , tak berapa lama mobil zain terlihat parkir di halaman kediaman rusdi.


" Zain,,, ah ,,,maaf , tu,,,."


" Tidak ,,, tidak , jangan panggil aku tuan ! Bukankah kau paman dari adik ipar ku ? Kita satu keluarga ."


" Terima kasih atas seluruh bantuanmu ,zain."


" Sama sama, paman."


" Paman , kau belum terlalu tua tapi di panggil paman ."


Celetuk lily membuat semuanya tertawa melihat tingkah polah bumil satu ini.


" Hahahaha,,,,."


Tawa renyah terdengar di antara mereka .


" Sayang,,,."


Suara familiar ayris mengejutkan jack seperti pernah mengenalnya bahkan pernah bertemu dengannya .


" Nona, anda ,,,?"


Jack tercengang melihat ayris yang berdiri di hadapannya .


" Ini istri saya , paman . Ayristiani wijaya ."


Zain mengenalkan ayris pada jack , namun ayris diam membisu seakan menerawang jauh ke alam sana seperti pernah mengenal jack.


" Apa ini satu kebetulan ? Bahkan takdir mempertemukan saya dengan nona. Terima kasih atas bantuan nona waktu itu ."


Ucap jack dengan mata berkaca kaca.


"Paman sudah sembuh ? Syukurlah , ayris ikut senang ."


" Maksud nya ?


Zain mengerutkan dahinya .


" Zain, aku banyak berhutang budi pada mu . Setelah menyelamatkan keponakan ku dan perusahaan nya , aku juga berhutang budi pada istrimu yang telah menyelamatkan ku dari kecelakaan saat kakakku sengaja membuatku celaka."


Rasa haru menghantui jack atas segala budi yang keluarga arijaya berikan padanya .


" Sayang , lily sudah datang ?"


Bersambung 😊🙏