
Ayris beristirahat menuju kamar nya diikuti oleh leon sementara zain pergi keruang bawah tanah menemui anton yang berada di sana .
Ceklek ,,,
Semua orang bergegas menghampiri pintu karena sudah pasti orang yang membuka pintu tersebut adalah zain , bos mereka .
" Bos,,,,."
Beberapa orang menundukkan kepala nya setelah menyapa zain .
" Dimana anton ?" Anton yang baru selesai berlatih menghampiri bos nya .
" Ya bos ." Anton berlari tergesa gesa ke hadapan sang bos.
" Apa yang terjadi dengan nyonya mu siang tadi ?" Anton yang sudah tahu dan paham akan sifat zain menghela nafas kasar nya .
" Nyonya muda bertemu dengan mantan suami nya bos dan juga istri dari mantan suami nya ."
Ucap anton .
" Braakkkkkkkkk,,,,."
Zain yang menggebrak meja membuat semua orang tak berani menatap ke depan .
" Lalu ,,,,." Zain kemudian bergerak menuju layar monitor di depan nya mengamati setiap sudut kamera.
" Nyonya sangat marah dan menyuruh saya menyingkirkan laki laki itu, bos." Ucapan anton membuat zain menyunggingkan senyum nya di sudut bibir nya .
" Baiklah , jika kau ingin bermain main dengan ku ." Ucap zain menatap layar monitir di depan nya .
" Anton , singkirkan laki laki itu segera ! Dan juga awasi perempuan itu !." Ucap zain menunjuk layar yang menampakkan gambar vani .
" Baik bos ." Ucap anton membungkukkan kepala nya setelah sang bos berjalan meninggalkan tempat itu menuju lift yang membawa nya ke kamar nya .
Ting ,,,
Zain menaiki lift tersebut langsung ke kamar nya membuat leon yang berada di sofa menghampiri nya .
" Sayang , mommy mu sudah tidur ? " Ucap zain mengusap kepala leon.
"Aungg,,,,." Leon hanya meraung kecil kemudian mengikuti zain yang menghampiri ayris .
Zain mengusap pelan kepala ayris kemudian menyentuh wajah nya hingga ketikaia hendak mengusap perut ayris yang terlihat membuncit kaki leon menyentuh tangan zain seakan tak membiarkan zain menyentuh perut nya .
" Aku tahu kau khawatir mommy bangun , tapi tenanglah ! Daddy akan menyentuh secara perlahan ." Ucap zain .
Leon yang percaya dengan ucapan zain kemudian menunduk duduk di bawah ranjang ayris .
" Sayang , maaf kan aku yang belum bisa mengenalkan mu pada dunia .Aku tidak ingin mengganggu ketenangan mu di luar sana ." Ucap zain .
" Tapi kau harus siap ketika saat itu tiba ." Ucap zain yang kemudian mencium kening ayris .
Zain berjalan berganti pakaian dengan pakaian rumah menghampiri beberapa baju baru yang baru di beli ayris .
Zain tersenyum memandang beberapa baju tersebut kemudian berjalan kembali ke tempat tidur menghampiri ayris.
" Leon ,kau harus jaga mommy mu baik baik ketika daddy tidak berada di samping nya .Kau paham !! " Ucap zain menatap pada leon .
Leon yang meraung kecil mengendus endus pada zain seperti menginginkan sesuatu .
Zain yang mengerti sikap leon segera bangun dari tempat tidur berjalan ke arah pintu .
Leon pun mengikuti zain di belakang nya , leon memang sesekali memginginkan bersama ayris tetapi zain tidak mengijinkan leon tidur di sana .
Ayris yang sering berubah ubah mood nya karena kehamilan nya membuat zain takut membiarkan leon berada di sana .
Ceklek,,,,
" Pergilah bermain !! " Ucap zain mengusap kepala leon .
Zain kembali menutup pintu kemudian berjalan mendekati ruang kerja nya yang berada di sebelah kamar tidur nya .
Ayris yang bangun dari tidur nya mencari seseorang di samping nya yang ternyata tidak ada siapa pun . Baik zain suami nya mau pun leon tidak berada di sana.
" Ehhh,,,, kemana dua orang itu pergin ? Kenapa tidak ada yang membangunkan ku ? Awas ya !!" Ucap ayris yang menggerutu .
Ia kemudian bangun berjalan menuju lemari pakaian nya mengambil baju baru yang ia beli yang sudah tersusun rapi di lemari .
Ayris yang mencoba mengganti pakaian nya dengan baju hamil tersebut tersenyum sendiri memandang tubuh nya di kaca cermin .
" Hihi ,,,, ini lucu . Tapi sayang perut nya belum begitu besar ." Ucap.ayris memandang diri nya di cermin kaca .
Ketika ia ingin melepaskan baju nya sebuah tangan meraih tubuh nya membuat nya terkejut .
" Ihh ,,, sayang mengagetkan saja ." Ucap ayris yang melihat siapa yang menarik nya dan ternyata suami nya sendiri .
" Kau sedang memikirkan orang lain , melihat suami mu sendiri terkejut ." Ucap zain yang sengaja berpura pura marah dengan sikap ayris .
" Tidak ,,,, aku sedang mencoba pakaian ini ,sayang nya dedek belum terlalu besar jadi nya lucu ." Ayris yang sadar dengan tatapan mata zain segera mengalungkan tangan nya ke leher suami nya .
" Benarkah ?" Zain kemudian melirik pada wajah imut ayris yang seperti memelas pada nya .
" Iya sayang . Ayo kita turun !! Mama dan papa pasti sudah menunggu kita ." Ayris dengan segera mengalihkan pembicaraan mereka .
Ayris yang semula ingin berganti pakaian yang lain tidak meneruskan nya karena terlihat raut wajah zain yang sensitif .
Zain yang tetap diam terpaku menatap tajam ayris namun ayris tak mengindahkan nya . Ia mendorong tubuh zain ke luar ruang ganti berjalan ke arah pintu .
Mereka yang menuruni anak tangga menuju ruang makan dimana kedua orang tua nya sudah menunggu di meja makan .
" Pa Ma ." Sapa ayris pada kedua mertua nya .
" Sayang , cantik sekali menantu mama ."Ucap Mona pada ayris yang tengah mencium tangan nya .
" Mama bisa saja .Mama dan papa akan menginap lama kan ? Ayris sangat senang ada teman di rumah ." Ucapan ayris membuat mama dan papa menghela nafas kasar nya .
Ayris yang menatap pada kedua mertua nya dengan tatapan bingung membuat ia sedikit merasa kecewa karena reaksi kedua nya menunjukkan satu hal yang terlihat ada kecemasan .
Sementara zain yang tahu dengan sikap kedua orang tua nya hanya menghela nafas nya . Zain yang sudah paham dengan sikap kedua orang tua nya hanya diam membisu .
" Ada apa Ma ? " Ucap ayris dengan penuh harap cemas .
" Sayang , maafkan mama dan papa . Papa ada sedikit pekerjaan yang harus segera diselesaikan jadi besuk kami harus pulang sayang ." Ucap mama mona dengan lemah lembut tapi membuat ayris kecewa.
" Tapi mama janji , mama akan menginap lama setelah papa mu menyelesaikan pekerjaan nya ." Ucapan mama mona membuat senyum ayris mengembang mendengar nya .
" Benarkah ? Mama janji ." Ayris yang tidak percaya dengan ucapan mama mertua nya karena ayris mengira kedua mertua nya tidak menyukai diri nya .
" Iya sayang mama janji tapi ,,,, harus dapat ijin suami mu ."Perkataan sang mama membuat zain mendengus kesal . Ayris pasti merengek meminta ijin pada nya .
" Sayang ,,,, ." Belum sempat zain berpikir ke alam jauh sana , benar saja ayris sudah merengek meminta ijin pada zain .
Zain mengangguk pelan menatap ayris .
Kedua orang tua zain terkejut melihat putra nya yang mengangguk pelan mendengar panggilan sayang istri nya .
Berbeda sekali dengan sifat zain yang selama ini mereka kenal. Zain yang tidak mengijinkan mereka menginap disana bahkan datang bertandang saja zain tidak mengijinkan nya .
"Ye ,,,,, yee,,,,,.Mama lihat itu ,suami ku mengijinkan mama menginap di sini ." Ucap ayris yang bahagia mendapat ijin suami nya .
Perkataan ayris membuat lamunan mama mona dan papa hendra mereka buyar kemudian mereka tersenyum pada menantu mereka .
Makan malam itu serasa menyenangkan buat ayris karena tidak seperti biasa nya . Ayris yang terbiasa berdua dengan zain bahkan zain yang selalu memanjakan nya , tak hayal ayris sering tak keluar kamar karena sikap zain yang memanjakan nya .
Kehadiran orang tua zain membuat suasana mansion jadi lebih riuh.
Bersambung 🙏😊😊😊