ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 91.


Zain yang semula pesimis bisa melupakan vivia ternyata hanya ucapan belaka , pada kenyataan nya ia bisa menghapus semua kenangan maupun cinta pada vivia.


Hati nya terganti dengan kehadiran Ayris , gadis garang yang ia temui hanya beberapa kali mampu memikat hati nya.


Ketika Zain memejamkan mata nya ia tersenyum dengan bibir mengembang , Ayris yang semula memejamkan mata nya membuka nya perlahan . Ia mendongakkan kepala nya melihat Zain tersenyum kemudian tangan jahil nya menoel noel pipi Zain .


Zain yang merasa ada pergerakan tangan di pipi nya terkejut . Kemudian ia melihat ke arah Ayris yang sedang tersenyum menjadi gemas di buat nya. Ia gulingkan tubuhnya hingga menindih tubuh Ayris kemudian membelai lembut pipi nya dan mencium kening ayris . Ayris hanya tersenyum melihat Zain yang menatap nya dengan dalam .


" Sa,,,,,." Belum sempat Ayris mengeluarkan sepatah kata pun , Zain membungkam bibir ceri nya dengan bibir nya beradu dengan dalam saling bertukar saliva himgga membuat Ayris kehabisan nafas nya.


Kemudian Ayris memukul punggung Zain tanda ingin di lepaskan nya ciuman tersebut .


" Sayang , kau ingin membuat ku pingsan ?" Ucap Ayris berdecak kesal , ia tak menyangka jika Zain tak melepaskan nya .


'' Haaaaaaa ,,,, haaaaaa . Kau sedang merajuk sayang . Apa kau menginginkan lagi ?" Ucap Zain menggoda nya . Ayris semakin mengerucutkan bibir nya , Zain yang melihat nya menarik ayris dalam pelukan Zain.


" Sayang aku hanya bercanda . Tidur lah !" Ucap Zain membelai lembut kepala Ayris.


Ayris memgikuti keinginan suami nya , ia pun terlelap dalam lengan Zain .


Zain memang sengaja ingin membuat Ayris tertidur , ada sesuatu yang harus ia kerjakan .


" Sayang ,tidur lah . Aku akan segera kembali ." Ucap Zain mencium kening Ayris kemudian ia memberikan kucing kesayangan nya .


Zain melangkah ke dalam lift pribadi nya menuju ruang bawah tanah . Ada sesuatu yang harus ia kerjakan dengan Anton.


Ting,,,,,


lift itu pun terbuka langsung di ruang baeah tanah ,markas pribadi nya yang ia bangun sedetil mungkin untuk persembunyian dari musuh.


" Bos ." Sapa Anton yang mengetahui kedatangan Zain , karena lift itu hanya digunakan oleh Zain.


" Ada apa anton ? " Tanya Zain kemudian menatap berkas yang di berikan oleh anton.


" Cihhhhkkkkk ,,,,, .Dasar murahan ." Zain berdecak tak percaya dengan apa yang di lihat nya .


" Anton ,dimana Rian ? " Tanya Zain yang mencari keberadaan Rian .


" Rian sedang mengantar Leni ke bandara bos . Leni kembali ke negara A untuk menyelesaikan misi yang tertunda." Ucap Anton menjelaskan nya pada sang bos tak lain adalah Zain.


" Bagus , bagaimana misi itu apa kau sudah menyelesaikan nya ?" Ucap Zain yang menginginkan beberapa informasi dari nya .


" Sudah bos , peter dan jane tidak termasuk dalam anggota bawah siapa pun bos ." Ucap anton , anton merupakan tangan kanan nya selain Rian dan leni .


" Tikus kecil itu sudah mulai menunjukkan taring nya bos . Sebaik nya nyonya muda harus berhati hati ." Anton menjelaskan setiap detil perkembangan tentang penyelidikan yang di inginkan bos nya .


" Ia akan mengunakan cara licik nya . Karena jalur keras akan mudah di lumpuhkan oleh nyonya apalagi nyonya ,,,,." Anton tidak melanjutkan perkataan nya ,ia takut bos nya akan tersinggung dengan apa yang di ucap kan .


" Ada apa dengan istri ku ?" Ucap Zain ,ia heran kenapa anton berhenti berkata tentang istri nya.


" Nyonya muda bisa bela diri bos ." Ucap Anton mebghela nafas kasar nya ,ia tidak tahu apa reaksi yang akan di terima nya .


" Apaaaaaaa,,,,,, Istriku bisa bela diri ." Ucap Zain terkejut mendengar perkataan Anton .


" Iya bos , Nyonya menguasai nya sejak nyonya masih muda ." Ucap Anton menjelaskan tentang nyonya muda nya tak lain adalah Ayris.


" Haaaaaaa,,,,, haaaaaaa.Bagus , jadi aku tidak akan terlalu mengkhawatir kan nya ."Ucap Zain , ada rasa kagum pada istrinya juga ada rasa bahagia .


" Anton awasi terus tikus itu ! jangan sampai melukai istri ku ." Ucap Zain yang memerintahkan pada anton.


''Baik bos ." Jawab Anton mengangguk pelan .


Sedangkan Zain meninggalkan tempat itu , menuju kamar nya . Ia takut istri nya terbangun karena tidak ada diri nya disamping nya.


*Bersambung 🙃🙃🙃😁😁😁


Maaf ya jika author kelamaan up nya


happy reading*