
Ayris yang terjatuh dalan pelukan Zain terlihat marah dan tersulut emosi ketika mendengar pernyataan suami nya jika ia pemilik gedung itu .
" Lepaskan !!" Ucap Ayris menatap tajam pada Zain , Zain yang melihat perubahan istri nya tidak mengerti apa yang terjadi tidak melepas begitu saja .
" Sayang ,,, kenapa ? " Zain mencoba bertanya pada Zain namun disambut pukulan oleh Ayris .
Zain terkejut melihat nya ,seorang mafia sepertinya sangat sigap dengan serangan dadakan seperti ini .
Zain yang mencoba untuk meredam kemarahan Ayris masih dengan segala cara mengunci pergerakan ayris . Namun Ayris yang pandai bela diri pun dengan akal licik nya menyerang Zain . Baku hantam antara kedua nya membuat getaran getaran gerakan itu terdengar sampai ke luar ruangan .
Diana dan Rian tampak khawatir mendengar nya dari luar namun tidak bisa berbuat apa apa . Dua serigala itu sudah mulai bertempur membuat bulu kuduk mereka berdiri merasa ngeri .
Sedangkan Ayris dan Zain yang masih ber olahraga beladiri mereka masih belum menunjukkan tanda tanda berhenti .
Zain semakin tersenyum melihat kemampuan istri nya bela diri , ia sebenar nya bisa dengan mudah melumpuhkan pergerakan ayris namun Zain sengaja mengimbangi ayris . Ia sengaja melihat sampai dimana kemampuan Ayris .
Ayris merasakan lelah pada badan nya ia sudah mulai susah mengatur nafas nya . Namun juga tak menyerah begitu saja hingga akhir nya Zain bisa mengunci pergerakan ayris .
" Sayang ,,,, ." Zain segera membopong Ayris masuk ke ruang pribadi Zain dimana tempat itu adalah ruang istirahat Zain .
Dihempaskan tubuh ayris ke atas ranjang tempat tidur kemudian menindihnya dengan cepat. Ayris yang serasa ingin pingsan sedang mengatur nafas nya .
Ayris merasa aneh dengan tubuh nya , kenapa ia merasa cepat lelah atau mungkin karena sudah lama tak berlatih .
" Sayang ,,,, Ada apa ? kenapa menyeramg suami mu sendiri ?" Ucap Zain kemudian mencium kening Ayris .
Ayris tidak menjawab namun membuang wajah nya ke samping .Zain hanya tersenyum kemudian mengusap keringat yang keluar dengan tisu di meja samping .
" Sayang ,,,, ." Ayris tetap tidak bergeming sama sekali , rasa lelah dan kantuk mulai menyerang nya .
Zain yang melihat istrinya mulai lelah kemudian berguling ke samping memberi segelas air untuk ayris , ayris pun mengambil nya dan meminum nya . Setelah itu memberikan lagi gelas itu pada Zain kemudian ia berbaring lagi ke tempat tidur. Zain menarik ayris ke dalam pelukan nya ,dengan malu malu ayris mendekat mencari kenyamanan di sela sela lengan Zain .
Zain tersenyum melihat tingkah ayris , ada apa gerangan istri nya itu sehingga mengamuk seperti serigala .Selang beberapa saat Ayris sudah tertidur pulas , Zain memindahkan kepala nya ke bantal nya . Sedangkan Zain bangun dari tempat tidur nya , ia keluar ruangan mencari keberadaan anton .
Ceklekkk ,,,
Suara pintu ruangan Zain yang terbuka mengagetkan ke empat orang yang duduk saling menyandarkan kepala nya itu .
" Anton ,,,,." Bukan anton saja yang terkejut namun Rian ,mira dan diana terkejut hingga terjeduk kepala satu sama lain .
" Auuuuwwww ,,,. " Suara ke empat orang ity yang saling terjeduk kepala karena terkejut mendengar panggilan Zain .
" I,,,, iya bos." Jawab Anton sedikit gugup .
" Apa yang terjadi pada nyonya hari ini ?" pertanyaan Zain membuat Anton memandang pada Mira . Mira yang mengerti arti pandangan tersebut menghela nafas kasar nya .
" Nyonya muda ditabrak seorang perempuan yang mengaku sebagai calon istri pemilik gedung ini tuan ." Ucap Mira menundukkan kepala nya , ke empat orang itu tidak berani memandang ke arah sang presdir . Mereka berharap cemas tidak terkena amukan sang majikan .
" Anton ,,,,, ." Panggilan yang tertuju pada anton membuat anton menghela nafas kasar nya mengerti apa yang tuan inginkan .
" Nona lisha tuan. " Jawaban singkat anton membuat Zain mengerti tentang apa yang terjadi .
" Haaaa haaaaaa,,,,, rupanya kau sedang cemburu !! ." Tawa Zain pecah ketika mendengar siapa pembuat onar itu .
" Anton , Pulang lah bersama mira ! nyonya akan pulang bersama ku ." Ucap Zain kemudian membalikkan badan nya hendak kembali ke ruang kerja nya namun terhenti ketika mengingat jika ayris memerlukan baju ganti .
" Mira ,,,, Apa nyonya membeli beberapa pakaian ?" Tanya Zain pada Mira .
'' Iya tuan , nyonya membeli beberapa dress kesukaan nya ." Ucap mira .
" Diana ,,,,kau pergi ke bawah ambil beberapa pakaian itu dan bawa kemari ." Ucap Zain pada sekertaris nya .
" Baik tuan ." Jawab diana singkat .
Kemudian ke empat orang tersebut turun ke lantai bawah , sedangkan Zain kembali ke ruang kerja nya .
Zain sesekali melihat istri nya yang sedang tertidur di ruang samping . Ia tersenyum melihat istri nya yang sedang tertidur pulas .
Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar , Zain berjalan mendekati pintu kemudian membuka nya .
Ceklekkkk,,,,
" Tuan , ini beberapa pakaian yang di berikan mira pada saya ." Ucap diana memberikan paper bag pada Zain .
" Terimaksih diana ." Ucap Zain kemudian menutup pintu itu kembali .
Ceklekk,,,
" Cihhhhkkkkk dasar tuan ini . huuuuuhhhh." Ucap Diana sedikit kesal pada sang presdir yang menutup pintu tanpa membiarkan diana menjawab .
Zain meletakkan paparbag di atas meja ,kemudian Zain merapikan meja kerja nya dimana ia sudah menyelesaikan pekerjaan nya .
Kemudian meraih paper bag itu menuju kamar nya yang berada di samping .
Zain terkejut ketika mendapati istri nya tidak ada di tempat tidur , namun ia mendengar bunyi gemericik air shower di kamar mandi .
Ruangan istirahat Zain memang di lengkapi dengan beberapa perlengkapan bahkan beberapa pakaian di lemari pakaian .
Zain yang mendapat kan ide cemerlang nya pun segera menyusul serigala betina nya ke kamar mandi . Ia yang telah melepas semua pakaian nya ikut masuk ke dalam ruang shower kamar mandi .
Ayris terkejut dengan sentuhan lembut zain ke bagian perbukitan nya . Ia yang semula terkejut justru berbalik menikmati sentuhan zain yang dengan senang nya kedua tangan Zain membabat hutan belantara milik nya .
Desahan demi desahan keluar begitu saja , hingga sang ular naga ikut merasakan sentuhan hutan tersebut .
Kemudian Zain menyudahi permaian tersebut kala Ayris menginginkan lebih dari sekedar babatan tersebut .
Ayris berbalik menghadap Zain dengan tatapan tajam tapi menginginkan hal lain .Tetapi Zain tak mengindahkan nya , ia sibuk memberi sabun dan mengusap lembut setiap bagian tubuh ayris dengan telaten . Ayris yang mendapat perlakuan tersebut hanya diam membisu menatap nya lekat lekat .
Ia mulai berpikir jernih , suami nya memang tampan, kaya, lembut siapa yang tidak terpukau mendapat perlakuan seperti ini .
Apa ia sedang cemburu ? Cemburu ketika milik nya di klaim milik orang lain ? yahh fix ia sedang cemburu.
Zain yang selesai menyabuni istri nya kemudian menatap istrinya yamg tengah memandang nya .
" Sayang ,,,, Kau baik baik saja ? Apa ada yang sakit ?" Tanya Zain kemudian menggosok lembut setiap lekuk tubuh Ayris .
Namun ayris tak menjawab sepatah kata pun tapi masih memandang lekat suami nya .
Kemudian ia meraih wajah zain mencium bibir nya dalam dalam menikmati nya semakin dalam begitupun zain yang tak menolak dengan ciuman tersebut .
Hingga membuat sang ular naga bergejolak menginginkan tempat bersarang yang nyaman di gua terlarang nya.
Ayris yang mulai nakal memegang sang ular dan memasukkan ke dalam gua terlarang tersebut . Zain terkejut dengan tingkah ayris namun tak dapat di pungkiri ia juga menikmati nya . Hingga pergumulan panas di bawah shower itu berlangsung lama .
Zain yang sengaja menyudahi permainan tersebut tak ingin istri nya merasa kelelahan .
Ayris hanya tersenyum pada zain ketika ia terus memaksa suami nya menyelesaikan permainan tersebut dan zain mau tidak mau mengikuti alunan lagu yang ayris putar .
Beberapa saat kemudian setelah selesai dengan olahraga di kamar mandi , Zain membopong istri nya yang sudah memakai bathrobe .
Kemudian ia membaringkan istri nya di tempat tidur , ayris yang tadi nya garang berubah menjadi manja kembali .
" Aku sangat mencintaimu . Jangan hirau kan perkataan orang lain ." Ucapan Zain membuat Ayris menunduk malu , ia pasti sudah di beritahu mira tentang apa yang terjadi .
" Bukankah kau sudah tahu jika aku menikahimu secara sah di mata hukum ? Untuk apa kau khawatir ?" Ucap Zain yang memberikan lembaran kertas yang ayris dapat dari kantor catatan sipil .
Ayris pun terkejut melihat nya ,darimana suami nya tahu jika ia menyelidiki keabsahan pernikahan nya.
Ayris hanya tersenyum kemudian mengalungkan kedua tangan nya ke leher zain .
Ia merasa bersalah karena ketidak percayaan nya pada suami nya .
Bersambung 😊😊😁🙏🙏