
" Haaaaaaa,,,, haaaaaa." Bram yang tertawa kemudian menghampiri istri nya .
" Maafkan Aku sayang , aku terlalu terobsesi pada wanita itu hingga aku dibutakan oleh nya ."
" Andai aku mendengarkan ayah dan ibu mungkin aku tidak akan terjebak pada ular berbisa itu ."
" Bahkan sewaktu kamu di nyatakan hamil pun ,aku tidak memperdulikan mu . Maafkan aku sayang ." Bram menangis di pangkuan istri nya .
" Mas , Aku sudah memaafkan mu . Ada anak kita di sini ." Ucap Vivian menarik tangan tangan Bram meletakkan nya di atas perut nya .
" Aaaaaahhhh ,,, dia gerak sayang ." Bram yang girang dengan gerakan bayi dalam kandungan vivian . Namun Bram duduk diam termenung saat ia mengingat sesuatu .
" Ada apa ? Kenapa diam ?" Vivian melihat suami nya terdiam melepaskan tangan nya dari perut nya .
" Apa setelah kau melahirkan kau akan kembali pada kekasih mu itu ? Jika itu yang kau ingin kan aku akan memberimu ijin , tapi aku mohon biarkan aku bersama anakku ." Ucap Bram bersujud di kaki vivian .
" Haaaaaa haaaaaa Tentu saja ,,,,,." Belum sempat Vivian melanjutkan perkataan nya bram sudah memotong nya .
" Baiklah ,,, aku akan mengurus segala nya ." Ucap Bram kemudian ia bangun berjalan menuju ruang kerja nya .
" Sayang ,,, kau mau kemana ? " Bram tidak menjawab pertanyaan vivian , ia berjalan dengan langkah gontai ke ruang kerja nya .
Vivian mengerti jika ia kecewa dengan jawaban nya meskipun ia belum sempat melanjutkan nya .
Beberapa saat kemudian Bram yang telah sampai ke ruang kerja nya duduk termenung di sana . Ia menyadari kesalahan nya , menyadari jika ia keliru menilai Lisha . Ia baru sadar jika bram hanya di manfaatkan oleh Lisha .
Bahkan demi dia ,bram rela melakukan apapun demi Lisha meakipun harus merenggut kebahagiaan orang lain .
Bram menyadari jika kesalahan nya tidak mudah dimaafkan oleh vivian . Gadis itu benar benar tidak bersalah ,namun menjadi korban ambisi Lisha .
" Aku tahu , kau tidak akan dengan mudah memaafkan ku . Kesalahanku terlalu fatal ."
" Tak bisa kah kau memberiku satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku .''
Bram bermonolog sendiri di ruang kerja nya , ia menyesal dengan apa yang terjadi.
" Bodoh sekali !! Wanita gila itu membuat ku buta ."
" Aaaaaaaaggghhhh." Bram yang berteriak sendiri di ruang kerja nya hingga ia membuang seluruh benda benda di meja kerja nya .
Vivian yang menghampiri suami nya di ruang kerjanya tersenyum , ia mengerti jika suami nya tersulut emosi karena separuh jawaban nya yang menggantung .
Vivian memang tidak mencintai Bram apalagi saat ia merenggut kesucian nya, Vivi sangat membenci nya namun karena sang mertua yang menyayangi nya membuat nya bertahan dengan nya .
Meskipun vivi tahu jika bram berhubungan gelap dengan Lisha, namun ia tak memperdulikan nya karena masih membenci nya .
Namun vivi mulai pelan pelan membuka hati dan melayani bram sebagai seorang istri , meskipun begitu berat karena rasa cinta nya pada Zain tetapi semua tidak akan berubah karena keadaan yang berbeda . Pada kenyataan nya status nya tidak bisa di rubah ia telah menjadi istri sah bram .
" Sayang ,,,,,." Vivi yang mencoba memanggil bram tidak mendapat jawaban .
" Pergilah ,,,,!!." Sepatah kata yang bram ucapkan membuat nya semakin tersenyum . Ia yakin jika suami nya telah berubah .
Vivi mencoba menghangatkan suasana dengan mencium bibir Bram dalam dalam , bram hanya diam saja karena masih ada amarah dalam diri nya .
Vivi tak menyerah dengan nya , ia mencium menuruni leher Bram hingga bram merasa gemetar dalam dada nya . Baru kali ini ia merasa getaran aneh dalam dadanya , jika ia selalu meminta vivi dengan kasar tapi tidak untuk kali .
Vivi sendiri yang memulai nya hingga bram mengikuti setiap gerakan vivi . Ia tak dapat menahan lagi nafsu nya hingga melepaskan ciuman vivi .
" Sayang ,,, berhentilah . Aku mohon ,,,,." Bram yang memaksa menghentikan aksi nya.
" Aku menginginkan nya ." Bram terkejut mendengar bisikan istri nya .
" Tapi kau sedang hamil besar,,,,." Ucap Bram memandang lekat lekat istri nya .
" Baiklah , jika kau tidak mau maka aku yang akan memulai nya ." Vivi berbisik tepat di telinga bram kemudian mencium telinga bram .
Bram yang menikmati setiap sentuhan vivi terbuai seperti terbang ke awan .
Bram pun tidak sadar jika sang istri telah membuka bagian inti nya .
" Aaaaaaghhhhhh ,,,, sayang . Kau benar benar nakal ." Ucap Bram yang menikmati setiap permainan istri nya . Vivi yang tengah hamil besar memang aman jika ia duduk di atas nya sesuai anjuran dokter . Ia pun membiarkan vivi untuk memimpin perburuan nya .
Selang berapa saat kemudian perburuan kedua nya telah selesai membuat kedua nya kelelahan apalagi vivi yang tengah hamil besar .
" Sayang kau tidak apa apa ?" Bram yang khawatir dengan keadaan vivi mengangkat wajah vivi dari dada nya .
" Tidak ,,,, aku tidak apa apa .Kau sudah tidak marah ? Gendong aku ke bath up ." Ucap Vivi dengan manja .
Bram yang beberapa bulan terakhir bersama nya kini mengerti sikap sikap keras yang ada pada vivi itu karena diri nya . Sesungguhnya vivi wanita yang lembut tapi manja , vivi pun mulai berubah sikap sikap buruk nya di masalalu ketika bersama Zain .
" Kau ,,, sangat manja dan posesif akhir akhir ini . Kenapa ?" Ucap Bram .
" Haaaaaaa ,,,, haaaaa . Apa aku tidak boleh manja pada suami ku ? " Ucap Vivi mengalungkan tangan nya di leher bram .
" Aku mengingat perkataan ibu " Pertahankan apa yang menjadi milikmu " . Aku hanya mempertahankan mu dari wanita ular itu ." Ucap vivi tersenyum .
" Haaaaaaa ,,, haaaaaa . Aku sangat berterima kasih pada ibu karena mengirimkan mu untuk ku ." Bram yang masih menggendong vivi mencium kening nya .
Mereka begitu bahagia menerima kekurangan satu sama lain dan memaafkan kesalahan di masa lalu .
Sementara di tempat lain , jay yang kebingungan mencari keberadaan Lisha tidak menemukan jejak apa pun . Handphone milik Lisha yang tidak aktif , Jay juga mencari di apartemen nya sendiri bahkan apartemen Lisha sendiri kosong .
Jay yang masih berusaha mencari keberadaan lisha di club club langganan nya bahkan di tempat favorite nya juga tidak menemukan nya .
Jay yang mulai bingung lalu nenelepon kedua orang tua Lisha , bahkan ia pun belum pulang kesana . Jay yang lelah kemudian pulang ke apartemen nya .
Sementara orang tua Lisha khawatir dengan Lisha , mereka mulai mengingat dengan perkataan kakek Zain . Tetapi masih berusaha mencari keberadaan lisha dengan menyuruh orang orang kepercayaan nya .
Bersambung 🙏🙏😊😊😊
Lanjut ke part Zain dan ayris ya .