
Lily yang berjalan dari ruang pesta sesekali mengusap pantat nya yang tertusuk jarum injeksi milik niki .
Dave yang melihat nya pergi merasa heran pada sang kakak yang tampak senang berbincang dengan teman nya dan kenapa tidak mengantar nya pulang ? Ia pun menyusul gadis tersebut dari kejauhan .
" Brengsek !! Semua karena wanita genit itu pantat ku jadi sakit. "
Umpat lily mengusap pelan bagian yang terkena tusukan .
" Awas kau !! Jika aku bertemu dengan mu aku akan membuat mu tak bisa berjalan ."
Ucap lily yang tengah kesal .
Ia pun berjalan menyusuri hotel ber bintang lima tersebut untuk sampai ke lobby utama .
Tanpa sepengetahuan nya pun dave tengah mengikuti nya dari belakang .
Cara berjalan lily yang berubah membuat dave mempercepat langkah nya menggapai lily karena jalan lily yang terlihat sempoyongan membuat nya sedikit khawatir.
" Ada apa dengan gadis itu ? Seperti mau pingsan saja."
Gumam dave .
Benar apa yang jadi firasat nya dalam hitungan jari lily sudah lemah tak berdaya . Beruntung dave segera meraih tubuh mungil tersebut dan lily tak sampai jatuh ke lantai karena sudah tidak kuat menopang tubuh nya.
" Kenapa kau tiba tiba pingsan ? Apa yang sebenar nya terjadi ?"
Dave yang menggendong lily sampai ke lobby hotel .
Dave meminta tolong joki untuk mengambilkan mobil nya namun orang suruhan rian yang mengawasi tempat tersebut memberitahu pada joki untuk mengatakan jika mobil nya mengalami kempes ban .
" Maaf tuan , mobil anda ban sebelah kiri kempes . Apa anda bisa menunggu sebentar ? saya akan mencoba menggantikan nya ."
Ucap joki tersebut .
" Tidak apa apa ,saya naik taksi saja . Bisa minta tolong panggilkan taksi ?"
Ucap dave pada joki tersebut .
" Tentu tuan ."
Joki tersebut meminta resepsionis nenanggil taksi sementara ia keluar menunggu taksi tersebut.
Tak berapa taksi pun datang , joki tersebut berlari ke dalam lobby memberitahu dave jika taksi yang di pesan telah datang .
" Tuan , taksi sudah menunggu di depan."
Ucap joki tersebut pada dave .
" Baiklah , terima kasih ."
Jawab dave yang kemudian menggendong lily menuju depan hotel .
Dave yang tengah menggendong lily melihat kecurigaan pada lily yang mengeluh kepanasan dengan gaun terbuka seperti itu .
" Air ,,, air ,,,, haus .Panas,,,, panas ,,,."
Semakin lama semakin membuat khawatir akhir nya dave memutar balik ketika joki tengah membukakan pintu taksi .
Ia berlari menuju resepsionis meminta satu kamar untuk di huni .
" Tuan kamar vip yang anda inginkan sedang penuh tapi ada satu kamar yang masih kosong apa anda menginginkan nya ?"
Ucap resepsionis tersebut .
" Iya baiklah , apa pun itu ."
Dave tidak menanyakan kamar apa yang akan mereka huni karena kondisi lily yang tidak memungkinkan.
" Mari tuan saya akan mengantar anda ?"
salah satu resepsionis mengantar dave yang tengah menggendong lily .
Sampai di depan kamar dave mengheka nafas kasar nya karena kamar yang di tempati adalah kamar yang para pengantin baru pesan yaitu suite presidential room .
" Mari tuan ."
Setelah membantu membukakan pintu untuk dave , resepsionis segera undur diri namun di cegah oleh dave yang meminta es batu untuk di letakkan di bath up .
Resepsionis segera menekan tombol intecom untuk menyuruh room boy membawakan nya untuk dave .
Setelah selesai lily yang berada di tempat tidur merancau membuat dave mengerti jika ia terkena pengaruh semacam obat .
" Sebenar nya apa yang terjadi dengan mu ? Kenapa kak zain membiarkan mu pulang sendiri ? Sementara kondisi mu seperti ini ."
Ucap dave mengusap lembut pipi lily.
" Panas ,,,, panas ,,, ."
" Panas,,,, panas ,,,,."
Rancauan lily yang membuat nya seakan tertusuk duri dari jiwa kelakian nya .
Dave menggendong lily ke kamar mandi kemudian meletakkan nya di bath up yang telah terisi beberapa es batu .
Sementara di tempat pesta .
Zain yang tengah berbincang dengan kakek wijaya yang ternyata di hampiri oleh surya membuat tugas zain terasa lebih mudah .
" Bagaimana kabar mu wijaya ?"
Surya yang menggandeng jane terlihat tersenyum seperti mengejek nya .
Namun tidak bagi jane yang merasa kesal karena ia harus berhadapan dengan zain secara langsung dan itu membuat nya seperti tak punya urat malu .
" Surya ,,,, ."
Kakek wijaya yang menoleh siapa yang tengah menyapa nya terkejut karena tak menyangka jika surya berada di tempat itu juga .
" Apa kau terkejut melihat ku ? Hahahaha ,,,,,. Kau tidak yakin jika aku masih hidup ?"
Perkataan surya seakan membuat wijaya geram .
" Hahahaha,,,,. Aku tidak menyangka jika kau menghianati nya untuk daun muda seperti ini ?"
Ucapan wijaya membuat surya naik pitam .
" Bagaimana dengan mu ? kau tak jauh beda dengan ku ."
Surya yang terpancing emosi terlebih dahulu atas ucapan wijaya mengepalkan tangan nya begitu pun dengan jane yang lebih kesal mendapat penghinaan dari semua itu .
" Setidak nya aku masih setia pada istri ku dan mempertahankan rumah tangga ku ? Bagaimana dengan mu ? Meninggalkan orang yang telah mengandung benih mu."
Surya terkejut mendengar ucapan wijaya begitu juga dengan maya yang baru tahu jika ayah dari anak kakak nya tersebut sekarang berada di depan mata nya .
Bagai di sambar petir di siang hari maya yang merasakan emosi nya memuncak dengan sekuat tenaga mengepalkan tangan nya dan ketika kaki nya hendak melangkah maju wijaya menggenggam tangan istri nya dengan isyarat mata nya menyuruh maya tidak berbuat sesuatu .
" Zain , kakek permisi dahulu hari sudah terlalu larut ."
Ucap kakek wijaya yang kemudian menggandeng istri nya pergi .
" Surya ,,, Apa kau mengenal wanita yang berada di sebelah sana ?"
Ucap kakek wijaya sebelum meninggalkan tempat itu .
Surya menoleh ke arah yang di tunjukkan oleh wijaya yang ternyata membuat nya sangat terkejut .
" Sukma ,,,,."
Surya bergegas berjalan menghampiri sukma yang lama ia cari sedangkan wijaya yang telah pergi meninggalkan suasana pesta yang nasih riuh .
Zain mendapat satu pesan dari rian berjalan meninggalkan tempat itu di ikuti oleh rian dan leny yang berada di belakang nya dan beberapa orang yang mengawal keberadaan nya .
" Bagaimana ?"
Zain menginginkan penjelasan dari rian dan leny yang menjalankan rencana nya .
" Semua berjalan sesuai rencana bos . Tuan dave membawa nona lily menginap di hotel ini dan tuan jack telah membawa wanita itu ."
Ucap rian.
" Bagaimana dengan tua bangka itu ?"
Zain yang menanyakan seseorang yang sangat membuat ia kesal .
" Sesuai rencana bos ketika tuan dave membawa nona lily menaiki taksi , tuan dave mengurungkan niat nya karena kondisi nona lily yang memburuk . Ada seorang pengunjung yang memakai baju yang sama yang menggantikan posisi mereka naik ke dalam taksi."
Ucap rian yang sudah berada di lobby utama dengan mobik yang siap di depan mereka .
Rian pun memegang stir kemudi membawa tuan nya kembali ke mansion .
"Leny ,,,."
Leny yang duduk di samping rian menoleh ke belakang dan membungkukkan badan nya .
" Iya tuan. "
Jawab leny singkat.
" Seperti nya kau harus tinggal di sini sampai nyonya mu melahirkan junior ! Apa kau punya pacar di sana ?"
Ucapan tuan nya membuat leny terkejut jareba ia belum pernah bertemu dengan nyonya nya sama sekali .
" Ti,,, tidak tuan . Baik tuan,, sesuai perintah anda ."
Ucap leny yang sedikit gugup tapi senang mendengar permintaan sang tuan .
" Bagus ."
Zain yang teringat istri nya mengambil ponsel nya dan melihat dimana sang istri berada .
Ayris sedang kesal dengan suami nya , ia pun melampiaskan pada semua pekerja yang harus lembur membantu nya memasak sekaligus menghabiskan makanan nya.
Di mansion .
Nenek jaya yang bangun di tengah malam karena mendengar kegaduhan yang terdengar sampai ke kamar nya membangunkan suami nya arijaya.
" Suami ku , bangunlah ! Ayo kita lihat suara apa di luar sana !"
Ucap nya menggoyang goyangkan tangan nya .
" Aku mengantuk jaya , kau saja yang melihat nya . "
Kakek jaya menutup selimut kembali .
" Hei,,, bagaimana kalau ayris membuat ulah ?"
Ucapan istri nya membuat nya sukses membuka mata nya lalu bangun dari tempat tidur.
" Baiklah , ayo !!"
Kakek dan nenek keluar dari kamar nya berjalan menuju arah sumber suara kegaduhan .
Setelah sampai di depan dapur mereka berdua terkejut melihat para pekerja yang berada di dapur di tengah malam seperti ini .
" Mira ,,, apa yang di lakukan nyonya mu ? Kenapa semua orang berada di dapur ? Apa mereka tidak tidur ?"
Ucap kakek jaya pada mira yang baru saja turun dari lantai atas .
" Nyonya sedang memasak kek , dan semua orang di suruh nyonya memakan apa yang nyonya masak ."
Ucap mira .
" Apaaaa,,,, tengah malam seperti ini ?"
Nenek jaya terkejut mendengar nya lalu mengintip di dapur dengan suami nya .
Sedangkan mira ke dapur memberikan beberapa sayur yang ia petik dari ruang hidroponik .
" Lihat lah cucu mu ! Apa aku bilang benar kan ?"
Ucap nenek jaya pada suami nya .
" Hemm ,,, . Cucu dan menantu sama sifat nya , sama sama kejam ."
Ucap sang kakek menghela nafas nya dalam dalam .
Tak berapa lama nenek jaya menghampiri ayris yang tengah memasak karena kasihan melihat pekerja yang mulai mengantuk .
" Sayang , kenapa malam malam begini memasak ?"
Ucap nenek jaya .
" Kasihan baby twins kecapekan nanti ."
Nenek jaya yang mengusap perut ayris .
" Nenek sudah bangun , apa nenek ingin makan sesuatu ? Ayris akan memasak nya untuk nenek ."
Ucap ayris tersenyum pada nenek jaya .
" Tidak sayang . Sudah cukup memasak nya kasihan mereka ingin tidur ayris . Kau juga harus memperhatikan baby ."
Ucap nenek jaya .
" Semua ini karena cucu nenek yang meninggalkan ku tanpa pamit."
Ucap ayris yang tengah memotong sayur .
Sedangkan nenek jaya tertegun mendengar pernyataan nya .
" Tapi sayang kasihan mereka juga butuh iatirahat."
Ucap nenek jaya .
" Tidak , sampai tuan nya pulang ."
Semua pekerja terkejut mendengar jawaban nyonya muda nya dan menghela nafas kasar mereka .
" Tapi sayang,,,, ."
" Tidak ada tapi tapi an nek ."
Ucap ayris menatap tajam sang nenek .
Nenek jaya tertegun mendengar perkataan ayris dan juga benar yang di katakan suami nya kalau mereka sama sama kejam .
" Baik lah ."
Nenek jaya tidak punya pilihan lain selain mengalah lalu meninggalkan ayris yang berada di dapur dan berjalan menuju meja makam dimana suami nya berada di sana mengambil piring mencicipi makanan yang berada di atas meja .
Tak berapa lama zain yang telah kembali memasuki ruang tamu dan berjalan menyusuri ruangan yang sangat besar tersebut melewati beberapa ruangan untuk sampai ke dapur .
Zain pun terkejut melihat apa yang ada di atas meja dan juga kakek dan nenek nya yang berjalan mengelilingi meja makan .
" Eh ,,jaya , ini enak sekali . Coba kau cicipi !"
Ucap sang kakek .
" Benarkah ?"
Nenek jaya pun berjalan menghampiri suami nya .
" Benar , bagaimana memasak nya ?"
Mereka pun berjalan bersama mengelilingi meja makan .
" Kakek ,,, nenek ,,, apa yang kalian lakukan ? Kenapa belum tidur ?"
Ucap zain yang terkejut melihat kakek dan nenek nya berada di meja makan .
" Tentu saja mencicipi makanan . Kau kira sedang apa ?"
Ucap kakek yang sedikit ketus pada zain.
" Kau harus mencoba nya zain , makanan ini enak sekali ."
Ucap nenek jaya .
" Siapa yang memasak makanan sebanyak ini ?"
Zain menghela nafas kasar nya melihat begitu banyak makanan di meja .
" Itu,,, ."
Kakek dan nenek jaya kompak secara bersamaan menunjuk kearah dapur dimana sang istri tengah memasak .
Zain menghela nafas kasar nya karena sedikit meminum minuman yang memabukkan ia sedikit naik darah .
" Kau dan istri mu sama . Sama kejam nya , kau lihat itu para pelayan sudah mengantuk tapi istri mu tak mengijinkan mereka istirahat ."
Ucap nenek jaya menunjuk para pelayan yang berjajar di belakang .
Zain sedikit menyunggingkan senyum nya lalu berjalan menghampiri istri nya .
" Sayang , apa yang kau lakukan ?"
Ucap zain yang berada di belakang ayris dan ketika ayris menoleh ke belakang zain telah meraih nya dan menggendong nya .
" Sayang,,, aaaaa . Kau mengagetkan saja ."
Ayris terkejut mendengar suara suami nya dan juga aksi nya yang tiba tiba menggendong nya .
" Pak mus , bereskan kekacauan ini dan suruh para pelayan istirahat !"
Ucap zain yang menggendong istri nya .
" Ta,,, tapi sayang aku belum selesai me,,,masak ."
Ayris menyembunyikan wajah nya ketika zain menatap tajam pada nya.
"Baik tuan muda ."
Jawab pak mus singkat .
" Zain , kau tak ingin mencoba nya ?"
Ucap sang nenek ketika zain menggendong istri nya melewati mereka .
" Untuk kakek dan nenek saja ."
Ucap zain yang menaiki lift agar cepat sampai ke kamar nya.
" Lihat lah cucu mu ! Pasti akan ada perang dunia ."
" Sudah lah jaya , ayo kita tidur !"
Ucap sang kakek .
" Baiklah ."
Nenek jaya menyuruh mira menyimpan semua makanan di kulkas jika tidak habis .
Mira mengiyakan permintaan nenek di bantu para pelayan .
Bersambung 😊😊🙏