ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 183.


Jederrrrr,,,,,


Ayris yang tidak melihat sekeliling nya langsung masuk ke ruang istirahat zain .


Sementara selly dan anton menatap ngeri pada pintu tersebut.


Begitu juga max ,diana dan rian yang tak jauh di sana tertegun dengan pintu yang di banting sang nyonya .


" Hei,,, ada apa dengan nyonya ? Kenapa membanting pintu seperti itu ?" Rian yang bertanya pada anton merasa hawa mencekam saat ini .


" Nyonya bertemu dengan mantan ." Ucap anton .


" Pantas saja serigala itu meraung keras ." Ucap max yang menggelengkan kepala nya .


" Aku baru melihat sekarang nyonya segarang itu menutup pintu ." Diana yang menangkup mulut nya dengan kedua tangan nya.


" Kau tidak lihat tadi teriakan nya mengguncang seluruh isi mall ." Selly yang tiba tiba kelepasan menutup mulut nya dengan kedua tangan nya .


" Apaaaaaaa,,,,." Suara ke tiga orang itu secara bersamaan terkejut mendengar ucapan selly.


"Lalu bagaimana dengan isi ruangan itu ?"


" Ada tuan dan nyonya besar ."


Diana yang tiba tiba menunjuk ruangan presdir membuat semua orang bergidik ngeri.


" Apaaaaa,,,,,." Suara serempak ketiga nya membuat mereka merasa cemas .


" Ayo kita pergi !!." Ucap rian mengajak semua orang pergi dari hadapan pintu yang baru saja di banting ayris.


Sementara di dalam ruang kerja zain , papa dan mama zain yang berada di dalam ruangan terkejut melihat menantu nya segarang itu .


Mereka tidak menyangka jika zain putra nya yang dingin seperti itu dikalahkan dengan gadis yang terlihat lemah lembut tapi garang seperti putra nya .


" Zain , apa itu menantu ku ? kenapa ia berubah garang ? " Ucap mama mona menutup mulut nya .


" Papa tidak menyangka ternyata kegalakan mu masih di ungguli oleh menantu. Hahahaha,,,,," Papa hendra tertawa menggelengkan kepala nya .


" Bukan ma , dia istri ku bukan menantu mama ." Ucapan zain lebih mengejutkan lagi hingga membuat mama mona membelalakkan mata nya.


" Kau ini ."Mama mona berdiri menepuk lengan zain dengan keras .


" Auwwww,,,. Sakit Ma." Zain yang meringis kesakitan membuat mama mona menghentikan tepukan nya .


" Zain , kalian baik baik saja kan ? Apa ada masalah hingga menantu seperti itu ? " Mama mona yang ingin memberi kejutan pada ayris ternyata sebaliknya mendapat kejutan dari ayris.


"Memang nya ada apa ? " Zain dengan santai nya menjawab pertanyaan sang mama .


" Apa kau tak melihat tadi ?" Mama mona merasa aneh dengan sikap putra nya.


" Apa,,,, ? Zain tidak melihat apa pun ." Zain tetap menutupi sikap istri nya yang sering berubah ubah karena hormon ibu hamil m


" Zainnnn,,,,." Mama mona berteriak keras namun ia tersadar jika menantu nya ada disana segera menutup mulut nya dengan kedua tangan nya .


Zain tahu jika ada sesuatu di luar sana yang membuat mood ayris berubah seperti itu .


Zain tidak mungkin mendekati ayris saat ini karena pasti serigala betina nya akan meraung keras . Ia pun memilih membiarkan ayris tenang terlebih dahulu .


" Zain ,,,, sayang . Kenapa melamun ? Kamu tidak sedang ada masalah kan dengan menantu ?" Mama mona yang masih ingin tahu karena sikap ayris memaksa zain untuk mengatakan nya .


Papa hendra yang melihat perubahan mimik wajah mona memegang erat tangan nya serta menepuk nepuk secara pelan .


Sedang kan zain hanya menghela nafas kasar nya melihat kedua orang tua nya yang sedang melo.


" Apa papa dan mama mau menginap di mansion zain ?" Zain hanya ingin membuat kedua orang tua nya tenang lalu menawarkan mereka menginap .


Zain memang tidak mengijinkan siapa pun datang ke mansion nya apalagi menginap kecuali kakek dan nenek arijaya .


" Benarkah ? Mama boleh menginap di sana ? Tapi setelah mama berkunjung ke rumah chleo, mama akan menginap beberapa hari di mansion mu ." Ucap mama mona dengan wajah bahagia.


" Tidak ada setelah nya ." Ucapan zain membuat sang papa tertawa dengan sikap dingin putra nya .


" Hahahaha,,,,, kau kalah sayang ." Papa hendra tertawa mendengar perkataan zain .


" Hei,,,, kau tidak boleh begitu pada mama mu . Itu tidak adil buat mama ." Mama mona kesal dengan ucapan zain .


" Tapi sayang nya tidak ada penawaran untuk itu ." Ucap zain dengan santai nya .


" Mama tinggal memilih , iya atau tidak ?." Zain bermain main dengan pena nya di atas meja . Ia yang sebenar nya tidak tega membuat pilihan seperti itu tapi ia hanya ingin tahu mana yang lebih sang mama pilih .


Mama mona yang tengah berpikir merasa bingung antara anak sulung nya atau anak bungsu nya yang akan ia singgahi terlebih dahulu .


Selama ini ia memang jauh dari zain karena kedua orang tua nya membawa zain menjauh dari mereka karena sikap hendra yang tidak berubah .Sedang kan chleo selalu bersama nya sejak ia bayi karena hendra yang sudah berubah lebih banyak mencurahkan kasih sayang nya pada dave dan juga chleo .


Mona tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu ,menginap di mansion zain dekat dengan putra nya dan juga menantu nya , kapan lagi bisa mendapatkan kesempatan ini ?


Zain yang sangat pandai berdiri ke arah pintu kemudian berbalik menghadap mama nya menatap dengan senyum karena ia tahu mana nya bimbang dengan keputusan nya .


" Waktu mama sudah habis . Zain tidak akan kecewa dengan keputusan mama ." Ucap zain kemudian memutar gagang pintu .


Ceklek,,,,,,


" Mama akan menginap di mansion mu zain ." Ucap sang mama dengan senyuman . Papa hendra merasa lega pada akhir nya ia tidak mengutamakan anak bungsu nya . Sang papa ingin juga menghabiskan waktu dengan anak dan menantu nya .


" Baiklah ,Anton dan selly akan membawa mama dan papa pulang ." Ucap zain memanggil ke dua nya melalui pesan singkat yang ia kirim pada anton .


" Hei,,, itu tidak adil . Kenapa kita tidak pulang bersama ?" Mama mona merasa ada diskriminasi jadi ia mencoba protes pada putra nya .


" Mama,,, ayris sedang dalam mood yang tidak baik . Mama ingin melihat lagi kejadian tadi ?" Mama mona yang memutar balik ingatan nya dimana sang menantu membanting pintu dengan sangat keras menggelengkan kepala nya .


Mama mona kemudian meraih tas dan mengajak suami nya bergegas pergi dari kantor zain sebelum serigala betina atau menantu nya meraung keras .


Anton dan selly yang sudah siap menyambut tuan dan nyonya besar kemudian mengantar mereka pulang ke mansion zain .


Sementara zain menguci pintu ruang kerja nya berjalan menuju ruang istirahat nya . Ia tak melihat istri nya di ranjang tempat tidur yang kosong itu , tapi terdengar bunyi gemericik air shower dari kamar mandi membuat zain menyunggingkan senyum jahil nya .


Zain merasa ada yang aneh dengan istri nya sepulang dari jalan ke mall sebelah dan belum sempat menanyakan nya pada selly maupun anton ada kejadian apa hingga membuat istri nya berubah garang seperti itu .


Zain yang membuka pintu kamar mandi secara perlahan membuat ayris tak mendengar nya sama sekali .


Ia melihat istri nya tengah polos dengan shower yang menyala , ayris mengelus-elus perut nya yang sudah membuncit . Ayris tersenyum dengan perut nya , ia juga melihat dan mendengar ayris bermonolog sendiri dengan baby junior .


Senyum jahil zain yang kemudian melepas pakaian nya ,ikut masuk ke dalam ruang shower .


" Emmmm ,,,ahhhhhh,,,."


Bersambung 😊😊😊😜