ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 209.


Ayris dan zain yang telah siap kemudian meninggalkan kamar mereka turun ke lantai satu .


Zain yang biasa menggendong ayris membiarkan nya berjalan sendiri karena ayris yang meminta nya .Ayris tak ingin baju ketja suami nya menjadi lusuh kembali .


" Sayang kau sudah turun , bagaimana dengan tidur mu ? " Nenek jaya menyapa ayris yang terlihat menuruni anak tangga ke lantai satu .


" Iya nek , ayris tidur sangat nyenyak ." Ucap ayris tersenyum menjawab pertanyaan nenek .


" Nenek dan kakek hari ini akan menengok nenek mu di kota S . Kau harus jaga diri baik baik , karena nenek tidak ada di mansion beberapa waktu." Ucap nenek jaya .


Ayris yang enggan menjawab pernyataan nenek jaya memandang suami nya .Zain tak memberi respon apa pun ketika ayris memandang nya jadi ayris tak bisa meminta untuk ikut dengan nenek apalagi kakek melarang untuk pergi ke mansion adinata waktu makan malam beberapa waktu yang lalu .


" Iya nek, nenek hati hati di jalan . Tapi ,,,, kapan nenek akan pulang ? " Pertanyaan ayris membuat nenek jaya memandang sejenak pada suami nya .


" Kami akan segera kembali, sayang ." Ucap kakek jaya yang berjalan menuju meja makan .


" Zain , jaga baik baik ayris dan penerus keluarga kita ! Nenek tak ingin kejadian kemarin terulang kembali ." Zain tak nerespon ucapan nenek jaya , bagi nya istri nya harus mulai mengerti dengan kebiasaan nya dan juga kekejaman nya .


" Dimana leo ? Apa ia pulang ke rumah nya ?" Ayris yang mencari keberadaan leo tak menemukan nya di meja makan .


" Entahlah nenek juga tidak tahu ." Jawab sang nenek mengangkat bahu nya.


"Ia sudah pergi pagi pagi sekali ." Ucap kakek jaya .


Mereka kemudian sarapan pagi bersama sebelum zain mengajak istri nya ke kantor dan juga kakek dan nenek berangkat ke mansion adinata menjenguk nenek nata yang sedang sakit .


Ayris yang makan dengan lahap nya membuat nenek jaya dan zain memandang nya dengan seksama .


" Ayris , pelan pelan makan nya ." Ucap kakek jaya yang takut cucu menantu nya tersedak .


" Iya kek maaf, ini enak sekali ." Ucap ayris memakan sarapan nya yang hanya scramble egg dengan roti panggang kesukaan nya dan juga sup jamur .


" Sayang ,,,,,." Zain yang hanya memanggil nya dengan panggilan sayang mampu membuat nya berhenti memakan nya dan menatap ke arah sumber suara panggilan tersebut.


" Kau menginginkan lagi ? "


Zain mengusap pelan kepala ayris yang sedang menatap nya kemudian mengangguk pelan .


" Zain , kau membuat cucu ku takut ." Ucap nenek jaya pada zain .


Zain menoleh pada nenek nya kemudian mengangkar bahu nya .


" Tidak , zain hanya bertanya . Bukan kah nenek mendengar nya zain hanya bertanya tadi ?" Zain berkilah pada nenek nya setelah itu menyruput kopi hitam kesukaan nya .


" Sayang , sudah . Tak perlu menghiraukan suami mu yang seperti itu ." Ucap nenek jaya menghampiri ayris .


Zain yang mempunyai sifat dingin dari kecil karena melihat kedua orang tua nya yang sering bertengkar dan sering mengabaikan nya .


Ayris tersenyum lega mendengar nenek jaya menenangkan diri nya yang pagi tadi sempat ketakutan melihat pancaran mata serigala zain yang menakutkan .


" Sayang , kakek dan nenek berangkat dulu . Zain jaga ayris dan penerus keluarga kita . Ingat zain , jangan membuat nya takut ." Ucap nenek jaya yang memeluk tubuh mungil ayris .


Zain mendengus kesal mendengar perkataan nenek dan senyum kemenangan mengembang di bibir cerry ayris .


" Zain ,,,,." Sang kakek yang memanggil nya seakan menjadi isyarat tersendiri bagi zain , ia pun memotong perkataan kakek nya .


"Zain mengerti kek ." Jawab zain .


" Baiklah kakek berangkat dulu . Jaga diri kalian baik baik ." Ucap kakek menatap zain dan ayris .


Zain dan ayris mengantar kakek dan nenek sampai ke halaman belakang di mana helicopter mereka sudah siap membawa mereka ke kota S.


Setelah itu zain meraih pinggang ramping ayris kemudian berjalan menuju halaman depan untuk menaiki mobil yang telah di siap kan rian .


Rian yang sudah menunggu mereka membuka kan pintu untuk mereka berdua .


Zain memang tidak meninggalkan istri nya sendirian di rumah karena akan sangat sulit mengawasi pergerakan nya .


Berbeda jika ayris ikut bersama nya ke kantor pasti akan dengan mudah mengawasi nya .


Ayris bukan tipe orang yang manja tidak melakukan apa pun tetapi jika hati nya sedang dalam keadaan baik ia akan melakukan apa pun yang ia suka .


Zain sangat khawatir jika terjadi sesuatu dengan nya .


Rian yang nemegang kemudi stir melajukan mobil nya membawa mereka ke kantor .


Story Leo dan diana .


Ting tong ,,,,


Ting tong .....


Bunyi bel apartemen diana seakan membuat ibu nya terkejut karena mendapatkan tamu fi pagi hari .


Waktu itu keadaan mereka sangat susah sekali , sampai ia di tawari teman kerja nya untuk interview menjadi sekertaris zain .


Ia yang semula merasa minder karena merasa tidak pantas ternyata di pilih zain karena multitalenta dan juga kehidupan nya yang kurang baik mendapat simpati dari zain .


" Ehh,,,, siapa yang datang di pagi buta seperti ini ?" Ibu diana yang heran dengan siapa yang datang pagi pagi sekali berbicara sendiri .


Ting tong,,,,,


Ting tong,,,,,


" Iya tunggu sebentar ."


Ibu diana berlari mendekati pintu dan membuka nya. Sesosok pria tampan yang berdiri di balik pintu yang memencet bel berulang kali membuat ibu diana tertegun memandang sosok tersebut .


" Selamat pagi bu." Sapa orang tersebut tak lain adalah leo.


" Pa,,,, pa gi nak . Sedang mencari siapa ?" Ibu diana yang tergagap kaena sapaan leo membuat nya terkejut .


" Menjemput putri ibu , calon istri leo ." Ibu diana tertegun mendengar perkataan leo . Dan dengan cepat ibu diana pun tersadar dari terkejut nya .


" Ehhh,,,, calon suami diana ? Berarti calon menantu ku . AHahaha,,,, . Ayo masuk calon menantu ibu ." Dengan gembira nya ibu diana menyambut dengan hati yang bahagia ketika mendengar ada sosok pria yang akan menjadi menantu nya .


Karena selama ini ibu diana tak pernah melihat putri nya membawa seseorang pulang ke rumah untuk di kenalkan pada nya .


Diana hanya mementingkan pekerjaan nya untuk kebahagiaan ibu nya , pernah beberapa kali berpacaran namun tak sampai mengenalkan nya pada ibu nya karena kesibukan nya bekerja membuat beberapa kekasih nya mundur untuk meminang nya .


Ibu diana mempersilahkan leo duduk di meja makan karena sarapan pagi telah siap .


Diana memang jarang makan di rumah , ibu nya selalu membuatkan bekal untuk nya karena kesibukan nya menjadi sekertaris zain membuat nya enggan untuk sekedar nongkrong makan di restoran mau pun cafe .


Menjadi sekertaris zain memang sangat menyibukkan , diana pun enggan mencari pacar lagi karena akan berujung kecewa .


" Jadi kau benar pacar nya diana ? Sejak kapan ? Kenapa diana tidak bilang pada ibu ? "


Ibu diana yang gembira dengan kehadiran leo mencerca dengan berbagai pertanyaan .


" Bukan pacar ibu , tapi calon suami . Sejak kemarin kak zain sudah menyerahkan putri ibu untuk ku nikahi . Dan jika diana tak bilang dengan ibu mungkin ia malu menginginkan leo yang memberitahu ibu ." Ucap leo menjawab beberapa pertanyaan ibu diana .


" Ahahaha,,,, jadi nak leo adik nya nak zain . Bos nya diana putri ibu ? Uh ,,, senang nya akhir nya dapat mantu juga . " Ibu diana sangat gembira ketika mendengar pernyataan leo .


" Apa ibu akan merestui hubungan kami ?" Leo tersenyum menyentuh tangan ibu diana.


" Tentu saja , ibu akan merestui kalian . Kau tahu nak leo , ibu sudah lama menginginkan seorang menantu agar diana tak capek capek bekerja . Dan tentu nya akan segera memberi ibu cucu ,,,,hahahaha,,,,,." Ibu diana tertawa membayangkan diana menikah dan memberi nya seorang cucu .


" Hahaha,,,, . Permintaan ibu akan segera terwujud tapi ,,,,,." Mendengar kata tapi dari leo raut wajah ibu diana yang semula sumringah terlihat mengkerut merasa sedikit kecewa .


" Tapi kenapa nak leo ?" ibu diana berharap cemas mendengar lanjutan dari kata tapi dari leo .


" Ibu harus membantu ku membujuk diana untuk segera menikah . Leo tak ingin kak zain yang turun tangan , pasti mengerikan ." Ucapan leo memang ada benar nya juga . Ibu diana yang mendengar cerita diana tentang bos nya yang super kejam .


" Ibu tak mau kan jika kami gagal menikah ?" Perkataan leo sekali lagi membuat ibu diana tertegun mendengar nya .


" Nak leo jangan khawatir , ibu akan membujuk nya . Ehh,,,, kenapa diana belum keluar kamar ? Bukankah ia harus ke kantor ?" Ucap ibu diana setelah menyadari jam dinding tepat menunjukkan waktu diana berangkat bekerja .


Ceklek,,,


Suara pintu kamar diana yang terbuka dengan dandanan natural rambut yang masih tergerai diana keluar dari kamar nya .


" Ibu , diana hari ini tak makan di rumah . Ibu makan sendiri ya dan jangan lupa vitamin ibu di minum . Diana tak mau ibu sakit ." Diana membereskan barang bawaan nya tanpa menatap ibu nya dan tak melihat keberadaan leo di tempat itu .


" Tapi nak,,,, ." Ibu diana yang mencoba untuk protes tak mendapat respon dari diana .


" Ibu kan tahu , jika aku bekerja untuk memberi ibu kebahagiaan dan Presdir yang banyak membantu kita bu ." Ucap diana kemudian .


" Baik lah , ibu boleh jalan jalan tapi jangan terlalu capek dan bawa ponsel ibu . Jika ada apa apa segera hubungi diana ." Ucap diana yang menata rambut nya untuk di sanggul ke atas .


Leo tanpa bersuara terkesima dengan rambut panjang diana yang semakin membuat nya terpesona .


" Bagaimana jika aku yang mengantar ibu jalan jalan ?" Ucap leo secara reflek mendengar pernyataan diana.


" Baiklah ." jawab diana singkat .


" Ohh baiklah,,,,,, baiklah. Ibu sangat senang jika kau menemani ibu." Seakan ada yang ganjil diana menoleh ke belakang di mana ibu nya berada di meja makan tersebut .


" Kau,,,,,,,."


Bersambung 🙏🙏😊😊😊


Yang request diana dan leo author bikin selingan untuk kisah zain dan ayris ya ,biar ndak bosan .


happy reading