
Setelah max dan chle meninggalkan mansion zain , tinggal mama dan papa serta kakek dan nenek maupun zain di ruang tersebut .
" Ma Pa , mona dan hendra harus pamit dulu . Maafkan mona ma ."Ucap mona memeluk mama nya .
Sementara hendra diam membisu karena memang kesalahan nya sulit di maafkan menyadari kemarahan papa mertua nya.
" Pa , maafkan hendra . Hendra janji akan memperbaiki semua ." Ucap hendra memeluk papa mertua nya sedangkan papa nya hanya diam .
" Apa kau bisa mengembalikan masa kecil zain yang kau campakan ?" Ucapan papa mertua nya. hendra menghela nafas kasar nya ucapan papa nya memang ada benar nya tapi semua bukan semata mata kesalahan nya .
" Pa, mona mohon jangan ungkit lagi masa itu ! Biarkan kami menebus kesalahan kami pa ." Mona yang hampir menitikkan air mata nya menggenggam tangan suami nya .
Hendra menepuk nepuk tangan mona menenangkan nya .
" Aku sudah memberi mu kesempatan bertahun tahun tapi kau masih menyimpan rasa pada wanita itu ." Ucap kakek arijaya .
" Aku hanya tidak ingin menyakiti nya atas kesalahan orang lain ,Pa." Ucap hendra menundukkan kepala nya .
" Sudah lah .Jangan di masukkan ke hati ucapan papa mu hendra. Semua belum terlambat untuk memperbaiki nya , gunakan waktu mu sebaik mungkin ." nenek jaya menimpali perkataan mereka berdua .
" Pergi lah , sampaikan salam ku pada kedua orang tua mu . Kami belum bisa datang , kau lihat sendiri menantu mu sedang merajuk." Ucap nenek jaya menenangkan mereka berdua.
" Baiklah Ma, mona dan hendra pergi dulu . Mona titip menantu ya ma ." Mona memeluk mama nya merasa lega karena mama nya mengerti dengan keadaan nya .
Arijaya berlalu meninggalkan ruang makan meninggalkan mereka dengan kemarahan nya .
Sedangkan zain hanya diam membisu bermain main dengan sendok kopi nya setelah istri nya merajuk meninggalkan nya .
Hendra dan mona memang sedikit kecewa dengan sikap papa nya yang belum bisa memaafkan nya namun mereka tak bisa berbuat apa apa kecuali mengalah .
" Pa,,,,." Mona yang memanggil papa nya tak di pedulikan nya .
" Sudahlah mona . Papa mu memang seperti itu , ia masih menyimpan perasaan luka ketika kau terluka oleh wanita itu . Mama akan memberi nya pengertian , pergi lah !! Hati hati di jalan ." Nenek jaya meyakinkan mona sua baik baik saja .
" Terima kasih Ma." Ucap hendra kemudian mendekati putra nya dan memeluk nya .
" Maafkan papa zain . Papa janji akan menebus semua kesalahan papa dan memperbaiki nya ." Ucap Hendra .
" Iya pa ." Zain tak ingin memperpanjang perdebatan antara mereka .
" Zain , mama menunggu menantu mama di mansion mama ." Ucap mona yang kemudian memeluk putra nya .
" Zain ,mama merindukan mu ." Bisik mona pada zain .
Zain hanya menepuk punggung sang mama tanpa menjawab apa pun .
Setelah beberapa saat mereka meninggalkan mansion zain , nenek jaya mendekati cucu nya yang duduk kembali di meja makan meminum kopi nya .
" Zain , serigala mu sedang merajuk kau tak ingin meluluhkan amukan nya ?" Nenek jaya menepuk bahu zain yang tengah menikmati kopi .
" Ia akan pulang dengan sendiri nya nek ." Zain dengan santai nya bangun dan berjalan meninggalkan ruang makan .
" Heehhh,,,, kau tidak khawatir dengan nya ." Nenek jaya terlihat bingung dengan sikap santai zain , ia lalu mengikuti nya berjalan di samping nya .
" Apa nenek ingin aku baku hantam dengan nya ? Olah raga Itu akan lebih membahayakan baby ,lebih enak olah raga di ranjang ." Ucap zain mengedipkan salah satu mata nya .
" Kau ini , Dasar anak nakal !!." Nenek jaya kesal dengan tingkah bucin cucu nya ia lalu berjalan pergi meninggalkan zain sendiri .
Belum sempat melangkah lebih jauh leo datang dengan raut muka yang berantakan dan baju yang lusuh seperti kurang tidur .
" Nek , di mana kakek ? " Leo yang gusar mencari kakek nya melihat sengit pada zain .
" Ada di kamar . Memang nya ada apa ?" Nenek jaya penasaran dengan apa yang terjadi dengan leo .
Yang nenek tahu cucu nya itu yang seorang dokter tidak pernah berpenampilan seperti itu .
Leo tidak menjawab pertanyaan nenek nya , ia berlari menuju kamar kakek dan nenek nya .
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu leo masuk ke kamar mereka mencari keberadaan sang kakek .
Sementara nenek dan zain saling pandang dan zain mengangkat bahu nya . Zain mengerti jika leo masih belum menerima kenyataan di depan nya bahwa vani telah bersuami dan juga orang yang berbahaya .
" Kek,,,kakek ,,,, kakek,,,,." Leo berteriak memcari keberadaan kakek nya yang ternyata tidak berada di kamar nya.
" Kakek ,,,,, kakek,,,,."
Leo dengan putus asa berteriak mencari keberadaan kakek nya .Sementara sang nenek berjalan dengan cepat menghampiri leo yang berada di kamar nya berteriak teriak .
Kakek arijaya yang datang menghampiri ayris sedang berada di pinggir kolam bersama leon memandangi ikan ikan di depan nya yang menampakkan diri karena ayris memberi nya makanan ikan .
Ayris tengah kesal dengan suami nya melempar makanan ikan ke kolam ikan .
" Aungg,,, aunggg,,,." Leo gembira melihat ikan ikan itu berharap mommy nya memberi ijin menangkap nya .
" Aung ,,Aungg,,,." Leon berlari ke sana sini melihat ikan ikan itu muncul ke permukaan berebut makanan .
" Kau egois !."
" Kejam "
" Menang sendiri ."
" Zainnnnnn,,,,, Aaaaaaaaaaa,,,, Kau egoisssss." Ayris berteriak keras membuat leon yang sedang bermain main dengan ikan ikan mommy nya berhenti diam membisu kemudian ia berlari meninggalkan mommy nya .
" Leoooooonnnnn ,,,, Kemari dan jangan coba coba untuk kabur ya !! Atau mommy akan menghukum mu ." Ayris yang melihat sekilas leon hendak berlari meninggalkan nya sendiri berteriak pada leon .
Leon yang mendengar teriakan ayris berhenti berlari kemudian berjalan secara perlahan mendekati ayris dan duduk di samping nya .
" Aungg ,,,." Ia meraung kecil menundukkan kepala nya .
" Kau ingin mommy menghukum mu ?" Ayris berteriak pada leon yang menundukkan kepala nya .
" Aungg,,,,." Leon meraung kecil seperti tanda menolak mommy nya .
" Ayris,,,, ." Ayris yang mengenal sosok orang yang memanggil nya menoleh sejenak lalu menghela nafas kasar nya .
" Sedang apa di sini ?" Kakek jaya tahu jika ayris tengah kesal dengan sikap zain yang dingin dan juga keras .
" Sedang memancing kek ." Jawaban ayris membuat kakek nya tertegun mendengar nya .
Kakek jaya baru mengetahui sikap ayris yang dingin dan juga keras seimbang dengan sikap cucu nya zain .
" Ada apa kakek kesini ? Bukankah kakek akan memancing ke laut ?" Ayris dengan nada dingin pada sang kakek membuat kakek nya tertawa .
" hahahaha,,,,, . Kau begitu percaya ucapan nenek mu ." kakek arijaya kemudian duduk di samping ayris .
" Jadi ,,, nenek berbohong pada ayris ? " Ayris menatap kakek yang duduk santai mengusap kepala leon .
" Menurut mu bagaimana ? "
Kakek jaya sengaja membuat penasaran dengan ucapan nya sendiri . Ia akan bisa menilsi secerdik apa cucu menantu nya itu .
" Kakek,,,, ayris tidak sedang bercanda . Ayris hanya menuruti keinginan baby . Apa salah ayris ?" Kakek jaya kalah telak dengan ucapan ayris karena ia tak mungkin menolak keinginan buyut nya .
" Kakek tidak bercanda . Kau tahu sayang , suami mu itu terkenal dingin dan kejam sejauh ini hanya kau yang mampu meluluhkan nya dan juga mendinginkan panas nya api yang membara." Ucap sang kakek .
" Kakek benar apalagi jika ia marah dan Ayris hampir saja membuat seorang gadis kehilangan kaki nya ." Ucap ayris menghela nafas kasar nya .
" Apaaaaa,,,, Zain akan memotong kaki orang ?" Kakek jaya terkejut mendengar penuturan ayris.
" Iya kek , waktu ayris akan kabur . Suami ku itu akan memotong kedua kaki asisten ayris."
" Benarkah ?" Kakek masih tidak percaya dengan ucapan ayris .
" Terkadang ayris sangat takut kek , tapi ia sangat menyayangi ku dan juga memanjakan ku . Aku sangat mencintai nya kek ." Ayris dengan malu berkata demikian dan menundukkan kepala nya ketika mengenang semua yang suami nya lakukan terhadap nya .
" Benarkah ? Kau mencintai nya , terima kasih nak . Kakek benar benar tidak menyangka zain tidak salah memilih mu sebagai istri ." Ucp sang kakek .
" Kakek benar benar bahagia ."
" Tapi kek , kenapa kakek tidak mengijinkan kami ke mansion mama ? kenapa seakan kakek membenci papa ? Maaf kek ." Ayris kemudian menundukkan kepala nya karena melihat kakek nya menghela nafas kasar nya .
" lain kali kakek akan menceritakan nya pada mu nak , sekarang masuk lah ! Bujuk serigala mu itu sebelum ia bertingkah buas." Ucapan kakek jaya memang ada benar nya .
Suami nya akan melampiaskan pada orang orang sekitar nya jika ia tengah kesal tanpa peduli orang itu bersalah atau tidak .
" Kakek benar , Maaf kek ayris harus pergi . Leon kau temani kakek dulu , mommy akan mengurus daddy mu dulu ." Ucap ayris menatap tajam pada leon .
Leon yang mengerti degan ucapan mommy nya meraung kecil.
" Aungg,,,."
Ayris kemudian berjalan masuk ke dalam mansion mencari keberadaan zain suami nya .
Ia bahkan berkeliling mansion tapi tak menemukan nya , hingga akhir nya ia berjalan menuju kamar nya .
Bersambung 😊😊