ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 292.


" Sayang, kenapa tak membangunkanku ? Bagaimana dengan anak anak ?"


" Kau sangat keterlaluan membuatku tak berdaya."


Ucap ayris tanpa memperhatikan ada beberapa orang yang ada diruangan itu.


" Awas saja , aku akan membalasmu ."


"Huk,,,,huk,,,,."


Mendengar zain terbatuk ayris secara reflek mengambil minuman memberikannya pada zain.


Diana mendekati max memegang tangan orang yang kini telah menjadi saudaranya setelah ia menikah dengan leo, merinding ngeri ketika mendengar ancaman ayris.


Begitu juga dengan anton dan rian yang akan duduk di kursi tepat didepan meja kerja zain terhenti saat mendengar ancaman nyonya mudanya.


" Kau ini seperti baby saja."


Setelah itu menepuk nepuk punggungnya secara perlahan lalu pergi meninggalkan suaminya.


" Huk ,,, huk,,."


Diana tercengang melihat perlakuan kakak iparnya yang semula marah tetapi bersikap lembut saat suaminya sedang ada sedikit masalah hingga membuatnya tercengang.


" Eh,,, kenapa ada suara perempuan ? Sayang , kau selingkuh ?"


Ayris tak menoleh ke belakang karena tengah mengucir rambutnya ke atas.


" Aku akan mematahkan kaki dan tanganmu jika kau melakukan itu."


Tak ada jawaban dari zain, ayris menoleh ke belakang bahkan akan menghampiri zain .


Mereka di buat gemetar dengan perkataan nyonya mudanya bahkan hampir tak bergerak sama sekali.


Matanya membelalak ketika melihat beberapa orang di ruang kerja zain.


" Eh,,, sejak kapan kalian disini ? Kenapa pagi pagi begini di sini ."


Tak ada satu pun yang menjawab pertanyaan ayris takut pawang leon itu akan mengeluarkan taring nya.


" Maaf kakak ipar, kami tidak tahu jam dinding dibawah rusak."


Max yang hanya berani menjawab pertanyaan ayris.


" Hah,,,,mungkin pak mus lupa memperbaikinya . Maklum lah dia sudah tua."


Ucap ayris meninggalkan mereka yang tengah meeting di ruang kerja zain.


" Kakak,,, kau bermalam disini ?"


Ucap max menatap kakak nya yang tengah memeriksa berkas berkas didepan mejanya yang hanya menghela nafas panjangnya tanpa menjawab pertanyaan max.


" Pantas saja mama dan ibu tidur dikamar kakak."


Entah sejak kapan diana menjadi lebih humoris dan terbuka semenjak menikah dengan leo .


Dokter playboy itu ternyata telah mengubah cara pandang bahkan kepribadiannya yang dulu lebih serius kini berubah menjadi lebih santai.


" Mama ingin tidur bersama cucunya ."


Jawaban ringan zain hanya membuat semua orang menganggukkan kepalanya.


" Tuan , rencana konferensi pers telah dipersiapkan dengan matang. Bahkan tuan jack akan ikut andil didalamnya."


Ucap anton.


" Hem,,,. Bagaimana dengan tua bangka itu ?"


" Sesuai petunjuk tuan jack beny berhasil mengetahui dimana letak titik tuan ajinata bersembunyi ,tuan."


" Hanya tinggal menunggu perintah tuan."


Ucap anton menjelaskan secara detail.


" Bagus ."


" Tuan, pemegang saham di perusahaan lila group mempertanyakan kebenaran tentang nona lily ."


Setelah anton selesai melaporkan apa yang menjadi tugasnya , giliran rian yang kini memberikan laporan perihal urusan kantor .


" Apa jack tidak bisa menyelesaikan masalah itu ? "


" Tuan jack sudah berusaha meyakinkan pemegang saham namun tetap saja mereka ingin mendengar keputusan tuan muda."


Ucap rian .


" Pergilah ke perusahaan lila group meyakinkan mereka !"


Ucap zain .


" Baik ,tuan ."


" Tuan rusdi mengundang tuan muda secara pribadi dalam acara pernikahan putrinya dengan tuan jack ,tuan."


" Mereka akan mengadakan makan malam secara pribadi dengan keluarga di kediaman tuan rusdi ."


Ucap rian kemudian menyerahkan kartu undangan pada zain .


" Hah,,,, cinta lama kembali bersemi."


Jawaban zain membuat semua orang berpandangan satu sama lain.


" Ada masalah lain ? "


" Tidak tuan, sejauh ini kondisi perusahaan baik baik saja bahkan saham saham di perusahaan lain semakin meningkat ."


" Hanya,,,,."


Rian memberi jeda kalimatnya seakan ragu mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.


" Katakan !"


" Perusahaan tuan hendra sedang dalam masalah karena adanya pemindahan kantor dari kota sebelum nya ke kota ini."


" Para pemegang saham ragu kantor yang baru bahkan jika perusahaan tersebut di kota ini akan maju seperti sebelumnya."


Rian menjelaskan tentang kondisi perusahaan papanya pada zain.


" Hah,,, kenapa dia memindahkan kantornya kesini ? Apa dia juga akan memindahkan mansionnya ?"


Zain tak mengerti tentang apa yang diinginkan papanya hingga berbuat seperti itu.


"Tuan hendra berencana menjual mansionnya dalam acara lelang dan juga membeli sebuah mansion tak jauh dari sini ,tuan ."


" Ada ada saja . Lalu ,,,,?"


" Beberapa client tuan hendra beralih ke perusahaan kita , saya khawatir akan mengakibatkan kerugian untuk perusahaan tuan hendra mengingat kita tak punya cukup alasan menolak kerjasama dengan mereka."


" Baiklah."


" Bagaimana denganmu max ? Apa semua baik baik saja ?"


" Iya kak, semua terkendali . Hanya,,, laporan leny belum ada , meeting dengan client tentang pembangunan hotel mewah di sebuah resort ."


Ucap max.


" Biarkan dia bermain dengan perasaannya sebentar ! Sepertinya dia sudah menemukan pilihan yang tepat."


" Pilihan yang tepat ? Maksud kakak ?"


Max mengisyaratkan dengan menggerakkan kedua tangannya.


"Hem,,,."


" Hah,,,,."


Semua ternganga mendengar perkataan zain yang tengah bermain main dengan pena ditangannya.


" Kenapa kalian terkejut ? Kalian tak senang leny berhasil move on dari mark."


" Tidak ,tuan. Kami bahkan merasa senang jika itu terjadi . Hanya heran selama ini leny tak pernah berkata apa pun pada kami."


Anton menjawab pernyataan zain dengan seksama .


" Baiklah , pergilah ! "


" Baik ,tuan."


Ketika semua nya pergi hanya tinggal diana yang masih berkutik dengan laptopnya dan juga max yang melakukan hal sama.


Sedangkan zain mengambil kartu undangan yang dikirimkan oleh tuan rusdi padanya.


" Kak, berkasnya sudah selesai . Aku harus bergegas ke bawah jika tidak nenek pasti memarahiku ."


" Hem,,, ."


Diana mengambil berkas tersebut yang telah dicetak dari mesin print , menyusunya rapi lalu memasukkan ke dalam sebuah map yang ada di meja zain.


Diana menutup kembali laptopnya lalu menyimpanya di salah satu sudut meja yang terletak diruangan zain.


Setelah itu bergegas berjalan ke luar ruang kerja zain dimana ia ada janji dengan para nenek menonton bioskop hari itu.


Ceklek,,,


Diana memuatar gagang pintu ruangan tersebut berjalan secara perlahan ketika max membuka suaranya dengan ragu ragu.


" Kak,,,,."


" Hem,,,."


" E,,,, a,,, em,,,,."


" Ada apa ?"


Zain menatap wajah max yang terlihat cemas dan khawatir bahkan seakan ragu ingin membuka mulutnya.


"E,,,,,."


" Kau ini lama sekali ."


Diana muncul dari balik pintu menunggu hal apa yang akan ditanyakan max pada zain.


Max terkejut menoleh ke bekajang yang ternyata diana belum benar benar pergi dari sana.


" Kau,,,."


" Ada apa ? ada masalah ?"


Sekali lagi zain bertanya pada max yang diam kaku tak bergerak entah apa yang akan ia tanyakan.


" Dia ingin menanyakan berapa lama kakak puasa setelah kakak ipar melahirkan ."


Zain membelalakkan matanya mendengar perkataan diana bahkan ketika menatap max yang menggaruk kepalanya.


" Sebentar lagi chleo melahirkan , dia tak percaya ketika mendengar setelah melahirkan tak mendapat jatahnya ."


" Sudah max , aku sudah membantu mu . Daaa,,,,."


" Kau,,,,. Awas kau !"


Max tak menggubris tatapan kakaknya melainkan mengejar diana yang sengaja mengejeknya .


Diana tahu ,max akan mengejarnya berlari ke arah lift menghindari kejaran max yang tak mungkin menggapainya setelah lift berjalan.


" Hah,,, enak saja kau mengejekku sesuka hati . Awas kau diana ! aku akan membalasmu."


Ucap max terengah engah berlari mengejar diana yang hilang entah kemana .


Sedangkan zain hanya tercengang dengan polah tingkah mereka yang sedikit membuatnya terhibur . Jika dulu max dan diana cenderung fokus memikirkan pekerjaan dan tak memikirkan hal hal yang berbau asmara, berbeda dengan sekarang cenderung lebih suka bercanda bahkan saling menggoda satu sama lain.


" Ada apa kau mengancam istriku ? "


Secara tiba tiba leo muncul dari arah belakang yang tak diduga sama sekali.


" Aku akan memberinya pelajaran karena mengejekku ."


" Enak saja , dia itu istriku . Seenaknya kau memberi pelajaran. Memangnya apa yang dilakukannya ?"


Adu debat terjadi antara max dan leo.


" Dia mengejekku aku tak mendapat jatah setelah chleo melahirkan."


" Hahahaha,,,,, hanya itu."


" Hem,,,."


" Memang benar, setelah chleo melahirkan terjadi masa nifas tak boleh melakukan hubungan intim sebelum masa itu selesai."


" Apaaa,,,,."


Max terkejut mendengar penjelasan leo yang seorang dokter.


" Masa kehamilan chleo yang memasuki trimester ketiga memang di anjurkan olahraga untuk melancarkan jalan baby keluar ."


" Eh,,, bagaimana perasaanmu akan menjadi seorang ayah ?"


Setelah istrinya yang sengaja mengejek max , leo pun melakukan hal yang sama hingga max menatap tajam pada leo.


" Aku hanya tanya seperti itu kau menatap ku seperti seekor umpan yang siap diterkam.Sudahlah , lebih baik aku pergi menemani istriku nonton."


Leo berlalu pergi melambaikan tangannya ,kesal terhadap sikap max.


Sedangkan max masih diam membisu bahkan tak bergerak tertegun mendengar penjelasan leo yang notabenenya seorang dokter.


Jika ia merasa kesal karena tak percaya pada perkataan diana yang seorang perempuan , tapi tidak dengan penjelasan leo yang seorang dokter.


Zain menutup kembali berkas berkas yang ada didepannya lalu menyalakan sebatang rokok , duduk di balkon ruang kerjanya menikmati pemandangan gunung dari balkon tersebut.


Jauh di dalam relung hatinya di lubuk hati yang paling dalam tersimpan beberapa teka teki yang tak bisa diketahui dengan mudah meskipun oleh istrinya sendiri.


Gelar yang kini disandang oleh zain tak main main bahkan butuh perjuangan yang luar biasa. Bahkan harus mengorbankan kesetiaan orang orangnya dan mungkin saja orang terdekatnya.


Tak berapa lama , matanya terpejam mengingat flash back kehidupan pahitnya yang jauh dari orang tua bahkan tak di akui oleh papanya.


Zain yakin , keputusan papanya memindahkan kantor dan mansionnya karena dirinya yang menjadi salah satu alasannya.


Zain juga mengingat beberapa saat lalu banyak orang orang yang mengaku sebagai kekasih ,calon istri bahkan baru baru ini secara lantang mengaku sebagai istrinya.


Teka teki zain yang jarang bertemu orang dan hanya ada di balik layar menjadi sorotan beberapa publik bahkan musuh yang datang selalu terkecoh dengan rencananya.


Saat menerawang jauh ke alam sana , zain mengingat saat bertemu dengan istrinya bahkan saat ayris yang pemalu bahkan takut dengannya berubah menjaga garang segarang leon dan leona.


" Sayang, sedang memikirkan apa ?"


Ayris muncul secara tiba tiba memeluknya dari belakang .


" Memikirkan tingkah polah istriku saat mencoba kabur dari mansion ini ."


Ucap zain meraih tangan lembut istrinya lalu menciumnya dan juga meraih tubuh ramping ayris untuk duduk dipangkuannya.


" Hahahaha,,, aku tak menyangka sekeras apapun usahaku akhirnya kembali ke mansion ini ."


" Eh,,, tapi semua karena mira . Aku hanya tak ingin melukainya dengan kekejamanmu ."


Ucap ayris menyandarkan kepalanya ke bilah dada zain.


" Karena kekejamanmu pula aku jatuh cinta padamu dan juga punya ketiga baby mungil dan lucu ."


Ayris semakin mengeratkan pelukannya pada zain.


" Sungguh ?"


" He'em,,,,."


Dengan senyum yang mengembang menghiasi wajah ayris, Zain tersenyum membalas dengan kecupan di kening ayris.


" Besuk , aku akan mengajakmu ke rumah besan ."


Ucap zain.


" Besan,,,,? Maksudnya ?"


" Paman lily menikah dengan putri salah satu sahabat kakek adinata. Mereka mengundang kita makan malam."


" Apa kita akan hadir semua disana ? "


" Tidak , hanya kau dan aku . Tua bangka itu masih berkeliaran di luarsana , aku tak ingin membahayakan orang lain."


" Hem,,, baiklah."


Zain memang berencana mengecoh ajinata untuk datang ke acara konferensi pers yang di adakan untuk mengklarifikasi tentang semua kejadian yang terjadi , sedangkan zain menghadiri undangan yang diberikan paman lily.


" Apa kau ingin memulai lagi nyonya zain arijaya ?"


Ucap zain ketika melihat tangan ayris bermain main di bilah dada nya .


" Tidak , aku masih lelah . Kau seperti leon , garang setelah mendapat mangsa nya."


Zain terkekeh geli mendengar pernyataan ayris.


Kedua nya menghabiskan waktu mengingat kembali masa yang telah berlalu meskipun kini telah memiliki anak tak memudarkan cinta mereka berdua.


Bersambung 🙏😊