
Ayris masih memikirkan hal yang terjadi pada diri nya selama beberapa hari ini . Ia juga tak berhasil mencari cara keluar dari Mansion maupun menghubungi fai .
Ia pun merasa khawatir akan terjadi sesuatu pada suami nya tapi seharus nya fai lah yang harus merasa khawatir katena hilang nya diri nya.
" Mira ."
Suara panggilan ayris membuat mira menoleh pada nya dan menghampiri sang nona.
" Siapa tuan Zain ? Apa dia punya istri ? kenapa ia membiarkan aku tinggal disini ? Apa istri nya tidak cemburu ? Apa yang sebenar nya terjadi ?"
Tanya Ayris pada mira yang hanya tersenyum mendengar pertanyaan a
yris .
" Nona ,apa anda tahu kalau anda adalah calon istri tuan zain ."
Gumam Mira dalam hati.
" Nona akan mengetahui nya sendiri ."
Jawab mira tersenyum pada ayris .
" Apa dia sangat tampan se tampan suami ku ?"
Ucap ayris pada mira .
" Wahhh ,ternyata nona sudah tahu kalau tuan zain sangat tampan . Bahkan menjadi idola kaum hawa."
Gumam Mira .
" Tentu saja , karena tuan zain akan menjadi suami nona hingga membanggakan seperti itu."
Gumam mira dalam hati nya.
Mira hanya tersenyum mendengar ayris berbicara meskipun ia mengira tuan zain lah yang menjadi bahan pembicaraan mereka.
"Hubby ,aku merindukan mu . Apa kau tak mencari ku atau setidak nya khawatir padaku ?" Gumam Ayris dalam hati yang terus memikirkan fai dan mengenang saat beberapa hari bersama nya.
Pernikahan yang baru berjalan sebulan harus hancur dengan ulah zain yang menginginkan diri nya .
Ayris tidak tahu jika ia sudah bercerai dari fai semua ter tutup rapat karena ayris pun terk kurung di mansion tersebut.
Bahkan ayris tak pernah keluar dari kamar tersebut karena zain melarang mira mengijinkan nya keluar .
Dengan berbagai cara pun ayris mencoba membujuk mira namun hati nya selalu kalah jika mira berbicara akan di hukum tuan nya .
Hingga ia seakan menyadari jika telah di culik oleh tuan zain .
Mira hanya tersenyum ketika mendengar ayris mengumpat kesal sesekali ia memandang iba pada nona nya namun ia pun tak bisa berbuat apa apa .
"Nona apa anda bisa membantu saya ?"
Tanya mira yang mulai menjalankan misi yang di berikan max pada nya.
" Tentu saja . Ada apa Mira?"
Tanya Ayrisyang terlihat penasaran karena baru kali ini ,mira membutuhkan bantuan nya.
" Saya akan pergi sebentar menengok keluarga saya , tetapi tuan zain tak mengijinkan saya jika tidak ada surat ijin dari nona. Saya hanya meminta tanda tangan nona."
Ucap Mira ber hati-hati sekali berbicara karena ia pun tak mau rencana nya gagal .
Ucap ayris yang terkejut mendengar penuturan dari mira.
" Maaf nona ,sesuai aturan yang ada dimansion memang harus seperti itu ."
" Karena saya pelayan nona."
Ucap Mira melanjutkan perkataan berharap nona nya tidak menaruh curiga terhadap nya.
" apa harus seperti itu ? ada ada saja."
Ucap ayris berdecak kesal .
" Sini mira, berikan pada ku kertas nya ! aku akan menandatangani nya."
Ayris mengambil beberapa kertas yang di berikan mira tanpa memeriksa nya terlebih dahulu .
Ia merasa iba dengan mira sebagai balas budi karena beberapa hari telah merawat nya.
Ayris memberikan kembali kertas kertas yang telah di tandatangani pada mira .
"*Terimakasih nona ,setidak nya anda memberi saya kesempatan tidak di asingkan oleh tuan .jika aku gagal dengan misi ini ."
" Maafkan saya karena membohongi anda." Gumam Mira dalam hati nya*
" Terima kasih nona ."
Ucap mira tersenyum pada ayris .
mira yang setiap hari membantu ayris menyiapkan bahan bahan untuk membuat rajutan karena rasa bosan ayris di dalam kamar.
" Nona , Saya akan berangkat sekarang . Apa nona butuh sesuatu?"
Tanya Mira yang selesai menyiapkan bmsemua bahan nya.
" Tidak mira . Terima kasih ."
Ucap ayris
" Mira ,,,. Apa kau bisa menolongku mengirim surat ini ?"
Ucap ayris memberikan amplop pada mira .
Mira memgernyitkan dahi nya antara percaya dan tidak tentang surat itu .
" Iya nona, tentu saja ."
Mira menoleh ke arah ayris lalu menghampiri nya dan mengambil amplop tersebut .
" Hati hati di jalan ya ! Cepat kembali ! aku akan kesepian tanpa ada nya kehadiran mu ."
Mira sontak terkejut dengan perkataan ayris yang ternyata nona sangat ramah .
Mira hanya tersenyum dan mengangguk tanpa menjawab pernyataan ayris.
Tanpa di sadari Ayris sepasang mata serigala tajam sedang mengawasi nya terlihat siap menerkam mangsanya .
bersambung,,,,😊😊😊🙏🙏