ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 190.


Zain menggenggam tangan ayris dengan sangat erat , mengusap pelan wajah nya.


" Eh 'em,,,, Kau ingin membuat oramg tua mu iri ,zain ." Ucap papa hendra melihat kemesraan putra nya.


" Memang nya kenapa ? dia istri ku ." Zain dengan acuh menjawab pernyataan papa nya .


" Kalau papa mau bisa bermesraan dengan mama ." Zain melanjutkan lagi ucapan nya .


Semua orang memandang mereka menghela nafas kasar nya melihat kemesraan zain .Chleo yang sedari tadi memandang wajah ayris merasa pernah bertemu dengan nya .


" Ehhh,,,, seperti nya aku pernah bertemu kakak ? Dimana ya ? Chle lupa ." Ucap chleo yang sedari tadi memutar otak nya di mana ia pernah bertemu ayris .


" Wahhh,,,, jadi mama akan menjadi oma untuk kedua putri mama . hahaha,,,." Mona gembira mendengar kabar gembira dari kedua putra dan putri nya .


" Benarkah Ma ? Jadi istri max hamil juga seperti ayris ." Ayris gembira mendengar kabar dari mama mertua nya .


" Iya sayang . Tapi panggil saja adik mu chleo, karena kau baik baik saja jadi mama harus segera pulang dengan papa mu ." Ucap mama mona pada ayris .


" Kau lebih mementingkan pekerjaan dan suami mu di bandingkan dengan kesehatan menantu dan cucu mu ." Ucapan kakek jaya membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara .


" Kakek,,,,, ." Ayris yang girang melihat kakek jaya tersenyum lebar .


Papa hendra yang mendengar nya menghela nafas kasar nya . Ucapan papa mertua nya benar juga karena selama ini hendra sibuk bekerja demi mengusir rasa bersalah nya .


Tetapi ia lupa bukan hanya istri nya saja yang butuh kasih sayang nya melainkan anak anak nya juga .


Sementara chleo yang merasa iri dengan ucapan kakek nya menjawab pertanyaan sang kakek .


" Bukan cucu menantu kakek saja yang hamil , chle juga cucu kakek." Chle yang merasa iri akhir nya bersuara sementara max mengela nafas kasar .


" Kau berbeda dengan kakak mu ." Kakek jaya yang tidak mau mengalah mulai lagi dengan perdebatan nya .


"Apa beda nya sama sama cucu kakek ?" Ucapan chle mendapat sentilan dari max .


" Kau telah salah bicara sayang ." Bisik max tepat di telinga chleo.


" Kenapa ?" Chleo yang belum menyadari arah bicara suami nya dengan polos nya berbicara seperti itu .


" Kau dari kecil mendapat kan kasih sayang kedua orang tua mu berbeda dengan Kakak mu ." Belum sempat max menjawab kakek arijaya sudah menjawab pertanyaan chleo .


Dan chleo menyesal telah berdebat dengan kakek karena pasti akan menyangkut paut kan masa kalu kedua orang tua mereka .


" Kau dengar itu !." Bisik max .


Chleo menghela nafas kasar nya memandang ke arah orang tua nya .


Sementara ayris memandang sendu ke arah kedua mertua nya , hidup sendiri di panti asuhan membuat nya mengerti apa yang di rasakan zain .


Ayris kemudian memegang tangan zain menatap bola manik mata suami nya. Zain hanya memberi isyarat dengan kedipan mata nya , ia mengerti jika ayris tak ingin perdebatan ini di lanjutkan .


" Baiklah ,,,,baiklah kakek menang . Kakek puas !!." Chleo menyerah berdebat dengan kakek nya ,ia tengal kesal karena sang kakek selalu menyebut alasan masa lalu.


" Memang nya kenapa ?" kakek arijaya sengaja bertanya seperti itu .


" Pa,,,,, Sudahlah ." Mona mengerti kesalahan nya dan hendra memang sulit di maafkan .


" Kakek,,,, Apa nenek tidak ikut ?" Suara polos ayris nengakhiri tatapan tajam mereka .


" Nenek mu tertinggal di belakang ,jalan nya pelan seperti keong ." Ucap kakek jaya yang tidak tahu jika nenek sudah sampai di depan pintu .


" Kenapa kakek tidak menggendong nenek seperti zain yang selalu menggendong ayris ?" Ucapan ayris membuat sang kakek tertegun .


Sang nenek tersenyum puas karena sang kakek kalah telak dengan ucapan cucu menantu nya .


" Sayang , Kau baik baik saja ? Bagaimana dengan junior ?" Ucapan nenek membuyar kan lamunan kakek .


" Ay baik nek , hanya lelah saja hingga membuat ay pingsan. Junior sehat nek ,ia bahkan menginginkan masakan mama dan nenek ." Ucap ayris tersenyum memegang tangan sang nenek.


Dug ,,,,dug


Detak jantung mona berdetak kencang mendengar permintaan menantu nya , ia bahkan merasa akan sulit sekali menolak nya . Apalagi harus memilih antara suami dan anak nya .


" Zain, kau membuat nya lelah ? " Nenek jaya memandang tajam pada zain .


" Tidak nek , Zain sudah mengajak cucu menantu mu ke kantor tapi baby junior ingin makan sesuatu ." Ucap zain menjelaskan pada nenek nya .


"Apa kau kurang uang hingga tak mampu menggaji chef di rumah mu ?" Ucapan kakek lagi lagi membuat suasana ruangan itu mencekam .


" Kakek ,ayris Ingin masak sendiri . Ayris tidak ingin di masakin oleh chef, ini permintaan junior." Ucap ayris yang menundukkan kepala nya menggunakan cara ampuh untuk membuat kakek nya mengalah yaitu menitikkan air mata .


" Kalau sampai itu terjadi , kakek akan memukul suami mu ." Ucapan kakek jaya membuat ayris menjawab dengan cepat .


" Jangan kakek , kalau kakek pukul zain nanti tidak akan ada yang menggendong ayris lagi ." Ucapan ayris membuat tawa zain pecah .


" Hahahaha,,,, ."


Zain tertawa mendengar pernyataan ayris.


" Hahahaha,,,, .Suami ku sudahlah menyerah saja ! kau tidak akan mampu melawan junior ." Nenek jaya meledek kakek yang menghela nafas kasar nya .


" Kau benar jaya , buyut mu benar benar kuat ." Kakek jaya akhir nya menyerah ,ia pun duduk di sofa panjang di ruangan tersebut .


Ayris tersenyum mengembangkan bibir nya kemudian menatap sang suami dan mengedipkan salah satu mata nya .


" Sayang , aku baru tahu kakek sangat sayang dengan kakak ipar ." Bisik chleo pada max.


Max tersenyum memberi isyarat meletakkan jari telunjuk nya pada bibir nya untuk diam.


Sedang kan chleo hanya mengangguk pelan .


" Ayo kita pulang ! Buyut mu ingin kau memasak untuk nya ." Ucap sang kakek mengajak nenek untuk segera pulang .


" Dan kau ,,,, Aku tidak akan memberi pilihan yang sulit untuk mu memilih karena kau punya kehidupan sendiri ." Ucap kakek jaya menatap wajah mona putri nya .


Hendra sadar dengan ucapan papa mertua nya sedang menyinggung diri nya ia pun memutuskan untuk mengikuti papa mertua nya .


" Ayo Ma, Cucu kita ingin nenek nya memasak untuk nya ." Ucapan hendra membuat senyum nenek jaya mengembang begitu pun chleo dan max .


Mona yang tidak menyangka jika papa nya mengijinkan nya untuk tinggal bersama putra nya tertegun memandang wajah sang papa. Dan ia pun terkejut mendengar penuturan suami nya yang menunda pertemuan penting dengan klien nya demi dekat dengan zain putra nya .


Sementara ayris dan zain tersenyum salimg pandang melihat keakraban kedua mertua nya dengan orang tua nya .


Ketika semua orang beranjak meninggalkan ruangan tersebut , ayris mulai bertingkah hingga membuat semua orang melongo memandang nya .


" Sayang , kau belum membayar tagihan rumah sakit ? Bagaimanapun juga aku telah tidur selama beberapa jam di sini ?" Ucap ayris.


Zain mengeryitkan dahi nya terkejut mendengar penuturan istri nya . Di dalam benak zain berpikir apa ayris lupa jika rumah sakit ini rumah sakit kakek nya ?


Semua orang yang hendak berjalan meninggalkan ruangan tersebut berhenti menoleh ayris yang berbicara seperti itu .


" Sayang , ini rumah sakit kakek . Kita tak perlu mengeluarkan uang membayar nya ?" Ucap zain .


"Jadi kita tak perlu membayar ?" Ucap ayris dengan polos nya .


" Tentu saja , jika kakek suruh membayar kita pindah ke luar negeri saja . Jangan biarkan kakek bertemu cucu buyut nya ." Ucapan zain membuat semua orang bergidik ngeri menelan saliva nya .


Sementara sang kakek menghela nafas kasar nya karena zain memiliki sifat kejam seperti diri nya .


" Hahahaha,,,,, . Suami ku kau kalah lagi dengan buyut mu ." Sang nenek sengaja meledek suami nya.


Sementara semua orang yang mendengar perkataan sang nenek tidak berani menatap sang kakek dan nenek .


" Sudah lah ayo kita pulang !." Ucap sang kakek.


Akhir nya mereka semua berjalan meninggalkan ruangan tersebut . Tetapi belum sempat mereka benar benar keluar ruangan , mereka di kejut kan oleh suara manja ayris.


" Sayang , ,,,,." Ayris memanggil zain yang tengah mengulurkan tangan nya memapah ayris .


" Hem,,,." Ayris tersenyum merentangkan kedua tangan nya membuat semua orang yang menoleh mereka kembali terkejut mendengar sekaligus melihat kemesraan ayris dan zain .


Zain kemudian menggendong istri nya keluar dari ruangan dan pulang ke mansion zain .


Mereka semua menggelengkan kepala nya dengan tingkah manja ayris pada zain yang membuat mereka sebenar nya iri sekaligus bahagia.


Sementara chleo yang duduk di kursi roda menarik narik baju max menatap nya .


Max mengerti apa yang di maksud chleo menginginkan hal yang sama seperti kakak nya namun max tak lantas menuruti keinginan istri nya .


Max menggelengkan kepala nya menatap chleo , sedangkan chleo kesal mengerucutkan bibir nya .


Mereka semua berjalan menuju lobby rumah sakit menaiki mobil mewah yang sudah siap mengantar mereka pulang ke mansion zain .


Bersambung 🙏🙏😊😊😊😊


Part selanjutnya bagian vani ya ,pantengin terus 😊😊😊 jangan lupa klik favorite ya .


Happy reading .