ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 282.


Derrrrrrrr,,,,,


Brakkkk,,,,


Semua orang yang berada di dalam ruangan terkejut menoleh ke belakang dan seketika merinding bulu kuduk mereka melihat tatapan tajam ayris .


Diana yang berada disana bersama leo memegang erat tangan leo gemetar melihat kemarahan kakak ipar mereka.


" Aku akan mencabik cabik lelaki tua itu ."


Zain menghela nafas nya ketika melihat istri nya yang memotong pembicaraan nya dengan anton, saat anton memberitahu jika memang rencana mereka menyingkirkan semua keluarga arijaya.


Bahkan salah satu kawanan mereka datang ke mansion adinata mencari keberadaan nenek beserta mama dan papa .


Sementara semua orang bergidik ngeri melihat tatapan ayris , zain mengulurkan tangan nya untuk membuat amarah ayris mereda .


" Sayang , kemarilah !"


Zain mengulurkan tangan nya pada ayris untuk mendekat pada nya.


" Hem,, ."


Ayris pun mendekat menghampiri suami nya tanpa basa basi meskipun ada anak buah nya atau pun kakek dan nenek mereka, zain menarik ayris ke dalam pangkuan nya .


Hal mesra yang sering mereka lihat tidak asing lagi bahkan hampir setiap hari mereka seperti menjadi budak cinta tak lepas satu sama lain.


" Kau membuat mereka semua takut , lihatlah adik iparmu gemetar mendengar suaramu !"


Bisik zain namun terdengar semua orang.


" Hihihi,,,, maaf . Aku hanya reflek ."


Setelah melihat sedikit senyum gemas ayris semua orang bernafas lega menyentuh dada masing masing .


Bahkan kakek dan nenek ayris sendiri tak menyangka begitu ditakuti seluruh penghuni mansion.


Sementara dave yang baru saja datang bersama istri nya terlihat kesal melihat undangan yang di bawa oleh mike asisten pribadi nya .


" Kakak,,,, kakak,,,, . Kau sudah gila ya ingin menikah lagi ? Bagaimana dengan kakak ipar ? Tak ku sangka kau begitu kejam , aku orang pertama yang akan membela kakak ipar."


Dave masuk tanpa memperhatikan semua orang yang tengah berkumpul dan juga memandang nya termasuk ayris dan zain .


" Bagaimana mungkin kau menikahi gadis seperti itu masih jauh dari kakak ipar ? Sepertinya aku harus menyuruh leo memeriksa saraf mu ."


Lily yang ikut bersama nya menarik narik tangan dave ingin memberitahu jika kakak ipar nya tengah menatap tajam pada nya tapi tidak di indahkan oleh dave.


" Lihat saja , kakek pasti akan memarahi mu ."


" Kau tidak takut harimau wanitamu mengamuk ? "


Ayris turun dari pangkuan zain menghampiri dave meskipun lily berulangkali menarik tangan nya namun dave yang terlihat kesal dengan undangan tersebut masih saja mengoceh hingga saat ayris berada di depan mata nya baru dave diam ternganga memandang kakak ipar nya ada disana .


" Kakak ipar,,,,."


Ayris menarik undangan yang di pegang oleh dave namun tangan dave reflek menarik kembali undangan tersebut hingga terjadi tarik menarik antara ayris dan dave.


" Berikan padaku !"


" Tidak ."


" Berikan !"


Tatapan tajam ayris mampu membuat semua orang terhipnotis tunduk pada perkataannya , hingga tangan dave melepas undangan tersebut.


Ayris membaca undangan tersebut dan sedikit tertawa tapi tak ada yang tahu arti dari tawa ayris yang sedikit mencurigakan.


" Hah,,,, hahaha,,, . Perfect sekali."


Brakkkkkk,,,,


Deg,,,


Semua orang terkejut mendengar gebrakan meja ayris dan juga sifat ayris yang seperti harimau terpampang di depan mata hingga semua orang ternganga tak berkedip sedikitpun .


" Kau lihat maya ! Cucu mu benar benar mengerikan jika sudah marah , ayo kita pergi dari sini !"


Bisik nenek jaya pada nenek maya.


" Benar , aku tak menyangka nya. Mirip sekali ayahnya ."


" Sebaiknya kita pergi dari sini !"


Keduanya berjalan secara perlahan tapi tidak dengan nenek nata yang ingin membantu menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh suami nya tersebut.


" Nata , ayo kita pergi ! "


Jaya memaksa nata untuk ikut bersama mereka.


" Tidak jaya, sudah saat nya aku harus mengakhiri semua drama ini. "


Ucap nenek nata penuh penyesalan.


"Maksud mu ?"


" Iya , aku harus mengakhiri nya . Dia harus menerima akibat dari perbuatan nya."


Nata memang telah mengetahui jika yang disampingnya bukan suami nya melainkan adik kembar suami nya.


Semua orang bergidik ngeri melihat kemarahan ayris namun tidak dengan zain .


Zain memang sudah mengetahui kemampuan beladiri ayris bahkan sempat beradu dengan nya saat awal pernikahan mereka.


" Sayang, kau membuat takut semua orang .Kemarilah !"


Zain sekali lagi mengulurkan tangan nya pada ayris meskipun ia sedang duduk diatas kursi kebesaran nya.


" Tidak. Kau sedang menipuku , lihatlah undangan ini ! Bagaimana mungkin ini rekayasa ?"


Ucap ayris berjalan memegang undangan tersebut memberikan nya pada zain .


Lalu ayris yang enggan menyambut uluran tangan dari zain, berdiri membelakangi suaminya dengan menyilangkan kedua tangan nya ke dada nya.


Zain yang melihat tingkah ayris tersenyum gemas melihat kemarahan istrinya lalu menarik nya ke atas pangkuan nya.


" Aaaaaa,,,,''


Suara lengkingan teriakan menggema di ruangan tersebut dan lagi lagi membuat semua orang melongo melihat mereka .


" Kalian pergilah ! Jalankan sesuai rencana kita ! "


Ucap zain.


" Baik bos."


Semua orang bergegas keluar berebut pintu keluar seperti sedang di dalam ruang bioskop .


Tak selang berapa detik pintu itu tertutup dengan remote yang di pegang zain .


Ceklek,,,,


" Huh , untung saja cepat berlalu ."


Ucap rian .


" Aku tak menyangka nyonya muda segarang leon bahkan lebih menyeramkan ."


Anton ikut menimpali.


" Beruntung chleo tak jadi ikut ke ruangan nya. Hah,,,,."


Max menghela nafas panjang nya.


" Ini di luar dugaan . Semenjak kakak ipar melahirkan berubah seperti ini."


Diana bernafas lega setelah sempat gemetar memegang tangan leo .


" Tapi semua tidak mungkin terjadi jika kakak ipar tak melihat undangan itu ."


Ucap leo .


Semua orang memandang ke arah dave dan lily yang membawa undangan itu masuk ke ruangan secara tiba tiba tanpa melihat keadaan sekitar nya.


" Kenapa kalian semua memandang ku ? Aku tidak tahu jika kakak ipar ada di dalam ."


Ucap dave membenarkan diri dengan ucapan semua orang .


" Tentu saja itu salah mu , aku sudah menarik narik tangan mu . Tapi mulut mu seperti perempuan nerocos tak berhenti ."


Ucap lily yang berubah menjadi garang lalu meninggalkan dave begitu saja.


" Eh,, sayang, kenapa menyalahkan ku ? Aku hanya tidak terima jika kakak ipar dihianati ."


"Heh, istri mu seperti nya sedang merajuk . Ingat dia sedang hamil !"


Ucap max menepuk pundak dave .


" Seperti nya kalian akan punya babygirl."


Ucap leo ikut menepuk sebelah lagi pundak dave.


Tak selang berapa lama lily kembali datang menghampiri dave lalu menarik telinga dave menuju kamar nya .


" Aaaaa,,, sakit sayang . Ampun ,,,,."


Dave yang digadang gadangkan seorang casanova kini sepertinya melemah ketika ia telah menikah bahkan saat istrinya sedang hamil.


" Hahaha,,,,,."


" Hahaha,,,,."


" Hahaha,,,,,."


Semua orang terkejut melihat aksi lily dan juga tertawa melihat dave yang kesakitan .


Sementara kakek dan nenek wijaya maupun arijaya kini tengah berdiskusi di ruang keluarga .


" Aku tidak menyangka cucuku seperti itu ketika sedang marah ."


Ucap maya .


" Ini belum seberapa maya , cucu mu bahkan mampu mematahkan kuku harimau kesayangan cucuku ."


Ucap kakek arijaya.


" Apaaa,,,,.Benarkah ? "


Kakek wijaya terkejut mendengarnya bahkan nenek maya menutup mulut nya denhan kedua tangan nya.


" Nata , apa yang kamu pikirkan ? Kenapa diam saja ?"


Ucap nenek jaya.


" Aku harus membantu zain menyelesaikan masalah ini, jaya. Sudah saat nya."


Ucap nenek nata .


" Sudahlah nata , zain pasti punya cara tersendiri menyelesaikan nya . Kau jangan khawatir !"


Kakek jaya mengerti kegelisahan yang dihadapi oleh nata .


" Disana terlalu berbahaya , untuk itu zain melarang kita pulang ke mansion masing masing . Ini lah saat yang dikhawatirkan zain."


" Jika kau bersikeras ikut , bukan membantu nya tetapi membuat zain tak tenang dengan bahaya yang akan mengancam."


Arijaya memang mengetahui jika pesta itu hanya jebakan untuk menghancurkan keluarga nya.


" Tapi ,,,,ari , aku tak bisa membiarkan lelaki itu sewenang wenang lagi."


"Sudah cukup , saat nya aku menyelesaikan semua masalah ini."


" Semula aku berpikir jika dia bisa menjadi sosok figure ayah yang baik tapi ternyata aku salah ."


Nata menyesalkan dengan kejadian puluhan tahun itu .


" Jangan bertindak gegabah ! Zain tidak akan mengijinkan nya meskipun kau bersikeras ."


Ucap arijaya sedikit menenangkan nata .


Mereka diam dalam keheningan di ruang tengah , entah apa yang ada dipikiran mereka masing masing .


Sementara di ruangan zain .


Ayris yang kini tengah merajuk pada suami nya karena undangan yang di bawa dave tak kunjung berbicara .


Melihat tingkah gemas ayris, zain menyambar bibir cerry yang kini tengah mengerucut tersebut . Menyesapnya dalam dalam bahkan tak melepaskan nya sebelum ayris membalas ciuman tersebut .


Satu detik dua detik bahkan menit , akhirnya runtuh dinding pertahanan ayris karena salah satu tangan zain bersikap nakal menyentuh bagian bagian sensitif ayris.


Satu ******* lolos dari bibir cerry tersebut ketika zain beralih menuruni leher jenjang ayris yang putih dan mulus.


Meninggalkan sedikit bekas disana bahkan membuat yang empunya menikmati sentuhan sentuhan tangan jahil nya.


" Sayang, sudah cukup ! Belum boleh , aku takut keterusan ."


" Memang nya kenapa ? "


Zain menghentikan aksi nya ketika ayris mendorong kepala suami nya memisahkan nya dari sebuah kenikmatan belaian zain.


" Sedikit lagi . Bertahan ya ! Hanya beberapa hari ."


Ayris tersenyum nyengir menunjukkan giginya yang menandakan jika kemarahan ayris telah mereda .


" Baiklah . Sudah tak marah lagi ?"


Ayris tak menjawab hanya menggelengkan kepala nya .


" Kalau begitu kau harus melakukan sesuatu untuk ku hari ini."


" Apa,,, ? Membantu mu memakai jas pernikahan mu ."


Jawaban ayris sekali lagi membuat zain menatap tajam istri nya .


" Bukan, ayo ikutlah dengan ku ! "


Zain menurunkan istrinya lalu menggenggam tangan nya berjalan menuju kamar mereka .


" Anton bekerja sama dengan salah satu televisi dan akan menyiarkan secara langsung kehidupan kita. Setidaknya mengambil sedikit video kita dan anak anak lalu siaran langsung secara live pengakuan nenek tentang orang tua tersebut."


" Apa kau mengerti ? Setelah itu aku akan membuat pengakuan jika aku telah menikah dengan istri secantik diri mu ."


" Dan pada saat nya nanti aku akan menggelar pesta terbuka mengenalkan mu dan anak anak ke dunia luar ."


" Bagaimana nyonya zain ?"


Zain menyentil sedikit hidung istri nya yang terlihat ternganga terkejut mendengar pernyataan suami nya.


" He'em ."


Ayris lega ternyata suami nya yang semula akan datang ke pesta itu ternyata hanya bergurau saja.


" Jadi ,,, kau tidak akan pergi ?"


" Tidak . Yah, semula aku akan pergi menyelesaikan orang tua itu . Namun , melihat mu semarah itu pasti semua orang akan kesulitan meredakan kemarahan mu ."


Ayris terkekeh lirih mendengar pernyataan suami nya .


" I love you ."


" More then you know."


Kedua nya berpelukan meskipun ada beberapa pelayan bahkan ibu dina disana yang sehak awal terlihat malu kini sudah terbiasa dengan pasangan suami istri yang tak lain kakak dari menantu nya.


Zain dan ayris mulai bersiap mempersiapkan rencana yang di berikan anton . Anton berpikir terlalu berbahaya jika tuan muda nya turun tangan karena banyak nya undangan yang tersebar .


Sedangkan leny yang tampak kesal mengejar leon karena salah satu higheel dibawa nya untuk bermain .


" Hei,,, leon , berikan higheel nya ! Jika tidak aku akan memberitahu nyonya muda ."


" Aung,,,,,Aung...."


Leon berhenti sejenak lalu meninggalkan higheel tersebut .


" Kau tidak tahu aku menjalankan misi penting hari ini , jika gagal nyonya akan mencekik mu ."


" Aung,,,, aung,,,."


Leon berlari ketika leny menyematkan nama nyonya di kalimat nya .


Dari kejauhan rian yang sudah siap dengan mobil nya menunggu leny yang tak kunjung tiba .


Hingga ia melihat leny yang berbalut baju sexy berlari tanpa mengenakan higheel karena takut higheel yang di pakai di incar lagi oleh leon .


Tanpa sengaja karena terburu buru hampir saja jatuh terpeleset .


" Hei leny,,, cepat sedikit !"


Rian berteriak kencang memanggil leny yang baru aja terlihat batang hidung nya.


" Aaaaaaaa,,,,."


Bersambung 🙏😊😂😂