
Setelah sampai ke atap ayris menatap heran pada suami nya , ia tak mengerti apa yang sedang direncanakan oleh zain .
Ayris hanya berharap yang terbaik dari segala kemungkinan yang terjadi .
Setelah beberapa saat ayris diam mematung memandang ke arah suami nya penuh dengan beribu pertanyaan . Setelah berada di rumah sakit dengan seorang dokter perempuan yang memanggil nya kakak ipar kemudian membawa nya ke suatu tempat dengan helicopter.
" Sayang , ayo !!." Zain memanggil ayris dengan mengulurkan tangan nya pada ayris , ayris yang masih terdiam mematung terkejut mendengar suara panggilan zain dan juga uluran tangan zain .
Dengan tersenyum ayris menggenggam erat tangan zain kemudian naik ke helicopter begitu pun rian yang siaga mengawal tuan nya .
Helicopter yang di siap kan kakek arijaya membawa mereka pulang ke mansion arijaya .
" Sayang , kita mau pergi kemana ?" Pertanyaan ayris membuat senyum zain mengembang di wajah nya .
" Kau akan segera tahu setelah sampai di sana !." Ucap Zain menyentil hidung nya .
Ayris mengerucutkan bibir nya karena tidak mendapat jawaban dari zain . Meskipun begitu ia tidak dapat berbuat apa - apa hanya bisa menunggu sampai tempat tujuan . Zain tidak akan mudah membuka mulut nya mengatakan kemana ia mengajak nya pergi.
Di mansion arijaya , sang kakek yang berjalan mondar mandir di ruang tamu merasa khawatir dengan penolakan cucu menantu nya . Ia telah banyak mendengar orang orang kepercayaan nya sifat serigala yang di miliki cucu menantu nya .
" Hei,,, kenapa kau mondar mandir seperti itu ?" Ucap nenek jaya yang tiba tiba muncul di ruang tamu .
" Aku sedang merasa khawatir ?" Kakek arijaya yang merasa cemas tidak bisa tenang sebelum kesayangan nya datang .
" Memang nya siapa yang akan datang ?" Nenek jaya menjadi penasaran karena tingkah laku suami nya yang seperti itu.
" Siapa lagi kalau bukan kesayangan mu ?" ucap kakek arijaya .
" Benarkah ! kesayangan ku Zain ." Mendengar perkataan kakek ,nenek jaya tersenyum bahagia kemudian berdiri menggoyang goyangkan lengan suami nya.
" Ehh,,,iya benar . Bahkan membawakan hadiah dan bonus untuk mu ." Nenek jaya tertegun mendengar perkataan kakek .
" Apa maksud mu ? hadiah dan bonus !." Nenek jaya yang tidak mengerti perkataan kakek ganya bisa bertanya.
" Nanti kau akan mengetahui nya sendiri . Sudahlah , buatkan aku kopi sana !! " sang nenek hanya tersenyum mengangguk pelan kemudian ke belakang membuatkan permintaan suami nya .
Sementara Zain yang telah sampai di halaman belakang membantu ayris turun dari helicopter.
Kemudian berjalan ke arah halaman depan pintu utama , meskipun agak jauh zain tetap berjalan untuk memberi kejutan pada nenek nya .
" Sayang , ini rumah siapa ? Besar sekali , bahkan lebih besar dari mansion kita ." Ucap ayris menggandeng lengan suami nya .
Bukan mendapat jawaban yang di inginkan, ayris lagi lagi kecewa dengan senyum zain .
" Kenapa kau tidak mau menjawab ? jika seperti ini , aku tidak mau lagi ikut ke kantor !." Ucap ayris mengerucutkan bibir nya . Ia tengah kesal dengan sikap zain yang penuh misterius.
" Sayang , kau sedang marah ?." Zain kemudian berhenti memandang wajah ayris yang tengah membelakangi nya dan juga berhenti diam mematung tanpa bergerak sedikit pun.
" Tidak,,,, ." Jawaban ayris membuat zain tertawa .
" Hahahaha,,,, ." Zain hanya tertawa kemudian menggendong istri nya yang tengah merajuk .
" Aaaaaaaa,,,,, Turunkan ! malu di lihat orang , ada rian di sini." Ucap Ayris yang setengah berteriak karena terkejut ketika zain tiba tiba menggendong nya .
Zain tidak memperdulikan ucapan ayris , ia terus berjalan sampai ke pintu utama setelah itu menurunkan ayris dari gendongan nya .
Ayris yang terkejut melihat sosok kakek tua berambut putih meskipun tak melihat wajah nya , ia merasa sedikit takut dan cemas .
Kemudian bersembunyi di belakang tubuh tegap zain , zain yang melihat nya hanya tersenyum . Ia mengerti kegelisahan ayris apalagi bertemu dengan keluarga besar nya .
" Mana hadiah ku dan bonus nya ?" Suara zain membuat kakek nya menoleh ke arah nya .
" Dasar cucu kurang ajar !!" Kakek arijaya naik pitam mendengar kali pertama kata yang zain ucapkan .
" Hahahaha,,,,,,, . Bukan kah kakek sendiri yang menjanjikan nya pada ku ?" Ucapan zain semakin membuat kakek arijaya mendengus kesal .
" Hei,,, kau itu cucu ku bukan pemenang lomba yang menginginkan medali ." Kakek arijaya tak kalah cerdik dengan zain .
" Tapi aku pemenang lomba ! kau lihat kek, aku sudah berada di sini ." Perkataan Zain membuat kakek arijaya cemberut .
" Tapi cucu menantuku tidak datang jadi aku tidak akan memberikan hadiah mu apalagi bonus nya !." Ucap kakek arijaya semakin sengit nya .
" Kau curang kek , lain kali aku tidak mau pulang !!." Ancaman zain sukses membuat kakek arijaya menghela nafas kasarnya.
Ayris yang berada di balik punggung zain se sekali mengintip dari sela lengan zain melihat perdebatan antara cucu dan kakek tersebut.
" Minta apa pada kakek ? Jika kakek mu tidak mau memberikan nya maka nenek yang akan memberikan nya untuk mu !." Ucap nenek jaya yang tiba tiba muncul membawa kopi meletakkan nya di meja .
" Kenapa kau tidak masuk zain ?" Ucap nenek jaya tanpa melihat pada zain .
Setelah meletakkan kopi tersebut nenek jaya mengangkat wajah nya terkejut melihat seseorang yang berada di belakang zain yang hanya menengokkan kepala nya saja dengan kedua tangan memegang baju di pinggang zain .
" Heiiii,,,, siapa gadis itu ?" ucapan nenek jaya membuat kakek arijaya membalikkan badan nya terkejut melihat seseoang yang seperti mengintip dari balik badan zain .
" Hahahaha ,,,, Jadi mana hadiah ku ? ingat ya dengan bonus nya !!." Zain sekali lagi membuat kakek nya kesal .
" Itu yang ku sebut sebagai hadiah mu bahkan ada bonus nya ." Ucap kakek arijaya pada nenek jaya .
" Apa maksud mu ?" Nenek jaya yang masih belum mengerti dengan perkataan kakek nadih bertanya pada nya .
" Siapa lagi kalau bukan cucu menantu mu ?." akhir nya nenek yang mengerti menyenggol kakek dan hampir saja terjatuh .
" Benar kah ?." Dengan girang nya nenek berjalan tanpa memperhatikan kakek dan menyenggol nya hampir saja terjatuh .
" Hahahaha,,,,, ." Zain hanya tertawa melihat nenek dan kakek nya .
" Cucu menantu ,,, kau cantik sekali. Siapa nama mu ?" Ucap nenek menarik tangan ayris dari belakang zain, sementara zain bergeser sedikit agar nenek nya bisa melihat istri nya .
Ayris yang tak menjawab apa pun hanya menatap ke arah zain dengan tatapan bingung .
" Hei,,, cucu nakal ! Jangan bilang kau sedang mengancam nya ." Nenek jaya yang melihat reaksi ayris yang sedang menatap zain .
" Hahahaha ,,,,,,,." Zain tidak menjawab hanya tertawa melihat mereka berdua.
" Sayang , nenek,,,,nenek nya zain . Mama nya zain itu putri nya nenek dan itu kakek nya zain suami nenek. Ayo sayang mari kita masuk !." Ucap nenek jaya tersenyum pada ayris .
Nenek jaya menggandeng ayris masuk ke dalam mansion dengan senyum nya yang mengembang .
Ayris yang mendapat anggukan dari zain pun tersenyum berjalan bersama nenek jaya .
Nenek jaya menyuruh ayris duduk di samping nya dengan senyum yang mengembang nenek jaya memegang tangan ayris .
Zain mengikuti nenek nya dari belakang kemudian duduk di samping kakek nya .
" Sayang , siapa nama mu ?" Tanya nenek jaya menyentuh lembut tangan ayris .
" Ayristiana nek , panggil saja ayris." Jawab ayris.
" Bagaimana dengan hadiah nya ?" Zain yang masih saja membahas masalah itu .
" Hemmm kau,,, baiklah baiklah . Kakek akan segera mengurus apa yang kau ingin kan ." Ucap kakek arijaya .
" Bukan aku yang menginginkan , tapi kakek sendiri yang menjanjikan hadiah dan bonus nya ." Ucap Zain yang tidak mau kalah dengan kakek nya.
" Apa maksud kalian ? hadiah apa ? bonus apa ? " Nenek jaya melihat suami nya dan cucu nya berdebat merasa heran begitu pun ayris yang sama sekali tak mengerti .
" Hahahaha,,, Kakek akan memberikan aku dan ayris sebuah pulau dan kapal pesiar sebagai hadiah jika aku pulang ke mansion hari ini juga ." Ucap zain menjelaskan pada nenek nya .
'' Apaaaaa,,,, ! hanya sebuah pulau , kenapa kau tidak meminta lebih dari itu ?" Ayris terkejut mendengar jawaban nenek nya ketika mendengar penjelasan suami nya .
" Kau itu terlalu memanjakan cucu mu , dia bahkan bisa membeli nya sendiri tanpa aku memberikan nya ." Ucap kakek yang tak mau kalah dengan nenek.
" Kau tidak malu pada cucu menantu mu ." Kakek yang seakan melupakan ada kehadiran anggota keluarga baru yang berada di tengah mereka .
" Baiklah , jika kalian menginap di sini kakek akan mengurus nya untuk mu sebagai hadiah pernikahan kalian ." Nenek jaya tersenyum mengembang mendengar suami nya mengalah demi cucu menantu nya . Baru kali pertama kakek arijaya mengalah dalam perdebatan karena kehadiran ayris .
" Nak , lihat lah ! setelah kau meluluhkan serigala mu ,serigala nenek pun juga luluh . Kau pembawa keberuntungan ." Ucap nenek jaya tersenyum pada ayris , ayris pun hanya tersenyum pada nenek karena tak tahu apa yang akan ia katakan .
" Baik lah , deal ." Kata zain kemudian menghampiri istri nya.
" Sayang , kita akan menghabiskan uang kakek setelah makan siang . Apa kau senang ?" Ayris tersenyum mengangguk pelan .Perkataan zain membuat nenek nya tertawa riang sementara kakek arijaya hanya menghela nafas kasar nya .
Setelah beberapa saat kemudian pelayan yang datang dari dalam memberitahu jika makan siang sudah siap dan mereka pun berjalan menuju ruang makan .
Kebahagiaan terpancar di wajah ayris karena mendapat sambutan hangat dari kakek dan nenek zain dari pihak mama nya . Semula ayris merasa takut jika mereka akan menolak nya karena status dan juga tidak se derajat dengan mereka . Namun Justru sebalik nya , kakek dan nenek zain sangat ramah kepada nya .
Bersambungπππππ