ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
Episode 75.


Zain yang melihat Max terdiam bisu sangat mengerti apa yang Max lamunkan . Ia pasti memikirkan Chleo ,adik bungsu nya itu selalu membuat ulah dan kejahilan .


" Max , apa kau tidak percaya pada ku." Ucap Zain membuyarkan lamunan nya.


" Ti ,,,, tidak kak , aku percaya." Ucap Max gugup mendengar pertanyaan kakak nya.


"Aku tahu kau khawatir Max , tapi misi ini harus berhasil ." Ucap Zain memandang ke arah Nax yang masih diam terpaku.


" Aku akan pulang bersama Rian dan kau bersiaplah untuk nanti malam." Zain meninggalkan Max sendirian , Max mengangguk pelan.


"Haaaaa haaaaa tunggu saja hadiah dari ku Max ,kau pasti menyukai nya. " Gumam Zain dalam hati.


Zain berjalan meninggalkan ruangan nya , ia memang pemilik gedung berlantai empat puluh itu. Meskipun ia seorang presdir tetapi tak menjadikan nya malas untuk ke kantor . Sesekali ia akan datang mengunjungi kantor nya .


Meskipun kadang ia tidak datang ke kantor karena perjalanan ke luar kota namun para pekerja tetap bekerja dengan baik.


Sedangkan Max masih menyelesaikan beberapa berkas yang tersisa di meja Zain.


Rasa khawatir nya hilang ketika Zain memberitahu jika Chleo baik baik saja. Zain mempunyai kejelian yang lebih tajam dari pada ia sendiri.


"Rian ,,,kita pulang sekarang." Ucap Rian ketika berpapasan dengan Zain dengan membawa amplop coklat .Ia lalu memberikan nya pada Zain , Zain hanya menerima nya tanpa membuka nya . Yang ia inginkan hanya pulang menyingkirkan kucing besar dari tempat nya .


Zain terlihat cemburu dengan kucing besar tersebut meskipun ia hanya boneka kucing .


Zain tak ingin cinta Ayris terbagi dengan kucing itu.


" Ada apa dengan tuan ? Apa ia sudah menjadi bucin ? biasa nya ia gila kerja ?" gumam Rian dalam hati.


"Dasar bucin akut ,,,, Haaaaa haaaaa . Bagus lah aku bisa bertemu Mira ." ucap nya lagi dengan tersenyum.


Rian melajukan kemudi setir nya membawa sang tuan muda kembali ke mansion.


"Rian ,,,." Suara Zain membuyarkan lamunan Rian tentang Mira , gadis itu menarik perhatian nya namun Mira seperti merpati ,jinak namun terbang ketika ada yang mendekat.


"Iya tuan ." Jawab Rian singkat .


" Iya tuan ." Jawab Rian singkat.


"Huuuuhhhh peter lagi , manusia keparat itu masih saja tidak jera. Awas saja kali ini aku tidak akan memberimu kesempatan." Gumam Rian dalam hati , ia merasa kesal telah memberi kesempatan peter untuk merubah diri nya sendiri .


Sementara Zain menatap amplop coklat yang Rian berikan pada nya. Ia terkejut ketika melihat beberapa photo yang ia lihat .Ia merasa kecolongan dengan semuanya .


" Dasar Wanita itu !! keparat itu akan tahu hukuman apa yang pantas untuk nya." Ucap Zain kesal , ia hanya mengkhawatir kan istri nya.


Tetapi ia tidak akan mengambil resiko apapun demi keselamatan istri nya , Zain tidak akan terburu buru mengambil keputusan . Bos Mafia itu memiliki perhitungan yang matang. Sama dengan apa yang telah ia rencanakan pada Peter.


Zain yang sudah sampai di Mansion melangkahkan kaki nya ke ruang bawah tanah , ia mencari anton untuk memperketat penjagaan istri nya .


" Anton,,,." Zain memanggil anton yang sedang berkutik dengan layar monitor sedang mengawasi gerak gerik seseorang di Mansion . Ia merasa kecolongan dengan kejadian ini.


" Ya bos." Jawab Anton singkat , Zain ikut mengamati gerak gerik tikus kecil itu.


" Kau tahu apa yang harus kau lakukan ?" Ucap Zain menatap tajam layar tersebut.


" Iya bos ." Jawab Anton singkat .


Zain meninggalkan anton pada ruang bawah tanah menuju lift rahasia yang langsung ke kamar Zain .


Klikk ,,,,


Zain yang telah sampai di kamar nya melihat Ayris yang tidur nyenyak dengan kucingnya membuat Zain merasa iri melihat nya .


Ia mengusap lembut pipi Ayris dan membelai lembut rambut panjang nya.


" *Sayang kau tidur lelap sekali. " Gumam Zain .


Bersambung 🙏🙏😊😊😊*