ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 59.


Di Mansion utama , Max yang turun membawa nampan bekas sarapan chleo berpapasan dengan Dave yang kebetulan memang Menginap di Mansion.


"Hai,, , adik ipar . Kau sudah pulang ? " Ucap Dave dengan ejekan nya .


Max hanya mengeryitkan dahi nya melihat ke arah Dave tanpa menjawab sepatah kata pun.


Ia berjalan menuruni anak tangga untuk sampai ke lantai satu.


" Dasar tidak punya sopan santun ." Umpat Dave pada Max .


" Kau yang tidak punya sopan santun ." Max membalas perkataan Dave .


" Aku lebih tua dari mu." Ucap Max lagi.


" Tapi kau akan segera menjadi adik ipar ku." Balas Dave dengan santai nya ia bersiul mendahului Max .


Max kalah telak kali ini , Ia tidak berpikir sejauh itu. Memang sebenar nya se isi Mansion sudah mengetahui nya kalau memang mereka di jodohkan dari kecil tapi tidak dengan Chleo.


Zain melarang semua orang memberitahu nya karena usia Chleo masih muda.


Zain tak ingin Chleo terguncang oleh keputusan orangtua nya kala itu .


Semua keluarga sudah berkumpul di meja makan tapi tidak dengan Chleo yang belum bisa turun dari kamar nya , Namun bukan Chleo jika tidak membuat ulah.


" Sayang ,kau tampak kurus . Apa kakak mu tidak mengurusmu dengan baik?" Ucap Mona melirik ke arah Zain .


Mama nya memang sengaja berbicara seperti itu untuk mencari perhatian Zain.


Zain tetap dingin menikmati sarapanya.


" Bagai mana putaku tidak mengurus adik nya , lihat lah ia terlihat mempesona kaum hawa." Hendra menimpali ucapan Mona .


" Cihhkkkkk papa ,benar saja kau membela nya . Ia kesayangan mu." Balas Mona yang tidak mau kalah .


Sedangkan Zain ,Max dan Dave hanya menikmati sarapan nya . Mereka sudah sangat hafal dengan tabiat kedua orang tua mereka akan sering berdebat jija Zain pulang ke Mansion utama.


Zain memiliki sifat turunan dari ayah nya ketika masih dalam kandungan. Hendra yang bersikap angkuh dan dingin .


" Max ,kita akan segera kembali !" Ucapan Zain sukses membuat kedua nya berhenti berdebat.


Mona memandang tajam ke arah Hendra suami nya , sedang kan Hendra yang tersenyum diam.


" Sayang , Secepat itu kah." Ucap Mama .


" Tidak ,,,,, .Kau akan tetap di sini menjaga Chleo ." Ucap Zain memandang ke arah Dave. Dave hanya menghela nafas kasar nya.


Sedang kan Max hanya diam tetap menikmati sarapan nya.


" Zain , Bagaimana keputusan mu ?" Ucap Hendra pada putra pertama nya yang terlihat menghawatirkan Chleo.


" Max ,,." Zain memandang ke arah Max , seketika pria itu menghentikan aktivitasnya memandang ke arah Zain .


Ia menghela nafas nya dalam dalam lalu mengangguk pelan.


" Baik lah ,jika begitu kita harus segera mempercepat pernikahan ini. Papa tidak ingin terjadi seusatu pada nya." Ucap Papa hendra di meja makan .


" Max , kau sudah siap menikah ?" Tanya Papa hendra .


" Iya pa." Jawab Max singkat.


Sedangkan tanpa sepengetahuan mereka , Chleo mendengar percakapan itu memilih kembali ke kamar nya dengan tertatih tatih.


" Apa,,,, kak max akan segera menikah. " Ucap Chleo .


kekasih hati nya akan meninggalkan nya , apa ia sudah siap ?


" Tidak ,,,, aku tidak boleh bersedih. Dia memang kakak ku. " Ucap Chleo lagi.


" Tapi aku tidak bisa menerima perempuan itu , Aku mencintai nya."


" Tapi bagaimana aku bilang pada Papa dan Mama ?"


Chleo bermonolog sendiri , ia bingung dengan yang di dengar nya . Semua orang menyetujui nya , tetapi bagaimana dengan nya.


Chleo memejamkan kedua mata nya dan memutar otak nya berpikir . Bagaimana ia bisa mencintai Max sedangkan ia bersaudara, tetapi ia tidak bisa menepis rasa hati itu.


" Tidak,,,,,,, . aku mencintai nya . Kak Max tidak boleh menikah dengan siapa pun." Ucap Chleo.


Di balik pintu Chleo ada seseorang yang bersandar dan mendengar perkataan Chleo.


Max menyunggingkan senyum di sudut bibir nya ternyata cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan.


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™