
Zain beserta kakek dan nenek nya yang hampir tiba di mansion zain melirik istri nya yang mulai mengembangkan senyum nya .
Setelah beberapa saat mereka sampai di mansion zain ,ayris tampak sangat gembira .
Helicopter mendarat sempurna di taman belakang mansion , zain yang turun terlebih dahulu mengulurkan tangan nya pada ayris .
Ayris turun terlebih dahulu disusul kakek dan nenek arijaya.
Zain yang melihat ayris berjalan terlebih dahulu merasa ada yang aneh dengan istri nya . Kakek nenek zain dan juga zain yang mengikuti nya dari belakang hanya menggelengkan kepala nya melihat sang cucu yang tampak bahagia .
" Zain, Apa kau mempunyai peliharaan seperti yang ayris bilang ?" Tanya nenek jaya pada zain .
" Hahahaha,,,,Nenek mengira aku seperti itu ." Ucapan zain membuat nenek jaya menghela nafas kasar nya . Ia baru menyadari jika ia telah tertipu dengan cucu menantu nya .
" Hahahaha,,,, jaya jaya kau telah terperdaya .'' Kakek arijaya mengejek nenek hingga wajah nya berubah murung.
Ayris yang telah sampai ke dalam mansion terlebih dahulu mencari seseorang telah ia rindukan yang tak lain adalah mira .
" Mira,,, mira ,,, Miraaaaaa,,,,." Ayris yang memanggil mira tidak mendapat jawaban berteriak hingga seluruh penghuni mansion keluar mendengar teriak .
Kakek dan nenek yang melihat dan mendengar teriakan ayris terkejut dan juga tertegun . Mereka berhenti tepat di depan pintu utama hingga akhir nya zain memanggil mereka karena merasa kakek dan nenek nya tidak berada di samping nya .
" Kek nek , kenapa tidak masuk ?" Ucapan zain membuyarkan lamunan mereka .
" Zain,,, istri mu ternyata seperti tarzan . Wijaya kau akan syok melihat tingkah cucu mu itu ."Ucap kakek arijaya menggelengkan kepala nya .
" Pantas saja kau takluk pada serigala betina mu ternyata benar benar seperti serigala . Hahahaha,,,, ." Nenek jaya mengejek zain dan menertawakan cucu kesayangan nya itu .
" Kalian mengejek ku ,,,,." Ucapan zain dengan tatapan mata serigala nya membuat kedua kakek dan nenek nya menyadari bahwa serigala tersebut telah mengeluarkan taring nya menggelengkan kepala mereka .
" Miraaaaaaaaaa,,,,,, ." Suara ayris yang menggelegar sekali lagi membuat beberapa orang yang tengah tergopoh gopoh mencari keberadaan mira memegang kedua telinga nya .
Begitu juga kakek dan nenek zain yang diam mematung melihat ayris memanggil mira . Sedangkan zain hanya tersenyum diam bersandar pada dinding tembok .
" Nyonya sudah pulang , mira sedang ke bekakang memetik buah mangga untuk nyonya ." Pak mus yang datang dengan tergopoh gopoh menghampiri sang nyonya yang sedang mengeluarkan taring nya .
" Apaaaaa ,,,, mangga . Aku tidak menginginkan nya , cepat suruh ia kembali !! " Ucapan ayris membuat mata yang memandang nya merasa lega .
" Baik nyonya ." pak mus beranjak meninggalkan ayris di ruang tengah .
" Tunggu !! Tolong beritahu mira untuk membuatkan ku jus kesukaan ku ! Bawa ke ruang hidroponik ." Ayris yang seakan lupa jika kakek dan nenek ikut bersama nya meninggalkan mereka begitu saja .
" Baik nyonya ." Jawab pak mus singkat .
" Eehhh ,aku lupa ." Ayris berhenti di tangga pertama anak tangga ke lantai atas .
" Pak mus , tolong siapkan kamar untuk kakek dan nenek ! Terima kasih ." Ucap ayris kemudian menaiki tangga ke lantai atas .
" Baik nyonya ." Pak mus yang mendapat perintah untuk mencari mira dan menyiapkan kamar memanggil beberapa orang mencari mira dan ia juga menyuruh bagian lain nya menyiapkan kamar.
Zain hanya tersenyum melihat tingkah konyol istri nya , mansion yang dulu sepi mencekam kini berubah menjadi riuh semenjak ayris tinggal di sana .
" Zain ,,, ini benar cucu menantu ku ?" Ucap nenek jaya menghampiri zain yang bersandar pada dinding tembok memandang istri nya . Zain hanya tersenyum menganggukkan keoala nya .
" Jaya ,ia sama seperti dengan mu . Hahahaha,,,,,." Ucap kakek arijaya.
" Tidak,,,, tidak salah .Hahahaha,,,." Nenek jaya pun tertawa mendengar perkataan suami nya .
Mereka duduk berbincang bincang di ruang tengah dengan beberapa cemilan yang di sediakan pak mus .
Mira yang baru saja kembali membawa beberapa mangga muda kesukaan nyonya nya tersentak kaget ketika pak mus yang tiba tiba muncul menepuk bahu nya .
" Miraaa,,,,.Kau dari mana saja ? nyonya telah kembali , taring nya muncul mencari mu ." Ucap pak mus yang bernafas lega melihat mira .
" Memang nya kenapa nyonya memunculkan taring nya ? Apa dia menginginkan sesuatu ?" Mira dengan santai nya berbicara seperti itu pada pak mus .
" Nyonya menginginkan diri mu miraaaa . Meminta mu membawakan jus kesukaan nya ke ruang hidroponik ." Pak mus dengan nada kesal nya berbicara dengan nada setengah teriak pada mira .
" Apa orang suruhan ku tidak menemukan kebaradaan mu ? Aku menyuruh orang mencari mu , nyonya mu yang seperti petir membuat seisi mansion kalang kabut bahkan tuan dan nyonya besar ." Ucap pak mus.
Mira hanya tersenyum mendengar cerita pak mus tanpa sadar ia tertawa dimana sang nyonya berada di belakang nya .
" Hahahaha,,,,,." Suara tawa mira membuat ayris mengeluarkan taring nya .
" Miraaaaaaaaaaaa,,,,,,." Mira yang mendengar suara ayris terkejut kemudian berbalik menengok ke belakang dimana sang nyonya menatap tajam kepada nya.
" Kau dari mana saja ? Mana jus kesukaan ku ? Kenapa lama sekali ?" Ayris yang menatap tajam mira tanpa berkedip pun membuat mira bergidik ngeri .
" Maaf nyonya , saya dari kebun belakang memetik ini ,,,, kesukaan nyonya ." Ucap mira memperlihatkan mangga mangga muda pada ayris .
" Kenapa kau memetik nya ? Aku tidak menginginkan nya . Cepat bantu aku potong sayur ! Aku ingin memasak mie ramen ." Ucap ayris memberikan beberapa sayur yang ia petik di ruang hidroponik .
" I ,,,,i,,, iya nyonya ." Mira kemudian memberikan mangga mangga muda itu pada pak mus ,sementara ia mengambil sayur dari tangan nyonya muda nya .
Pak mus yang terkejut dengan para mangga muda itu hampir saja terjatuh .
Ia pun menggelengkan kepala nya melihat nyonya dan asisten nya tersebut.
Setelah beberapa saat mira yang membantu nyonya nya selesai menyiapkan bahan bahan mie ramen , ayris pun segera memasak nya .
Mira dan beberapa pelayan dapur bahkan chef yang khusus memasak untuk mereka pun hanya berdiri melihat sang nyonya memasak.
Seperti biasa nya ayris tidak mau di ganggu ketika ia terjun sendiri di dapur bahkan terkadang mira pun tidak boleh membantu .Mereka sudah sangat hafal dengan sifat nyonya muda nya yang terkenal garang tetapi baik hati. Bahkan tidak menunjukkan kesombongan nya meskipun sudah menjadi nyonya muda tuan mereka .
Nenek jaya yang tanpa sengaja ke dapur pun terkejut melihat beberapa orang berdiri dari arah samping berjejer melihat ke dapur .
Nenek jaya menepuk salah satu pelayan yang berada di jajaran tersebut .
" Ada apa sih ? Kenapa menepuk ku ?" Ucap salah satu pelayan tersebut tanpa menoleh siapa yang menepuk nya .
Nenek jaya yang terkejut dengan jawaban tersebut menepuk lagi bahu pelayan tersebut .
" Ada apa lagi ? Sudah sana ,kau tidak tahu nyonya jika sedang masak enak sekali ? " Ucsp pelayan tersebut .
" Oh jadi cucu ku pandai memasak ." gumam nenek jaya dalam hati .
" Lalu kenapa kau disini ? Dan tidak membantu ." Perkataan nenek jaya mendapat jawaban santai dari pelayan tersebut .
" Karena nyonya muda baik hati kami selalu dapat bagian . Dan Nyonya tidak ingin ada orang di dapur ketika sedang memasak ." Jawaban santai tersebut membuat nenek jaya tersenyum .
" Kau tidak tahu nyonya akan berteriak seperti serigala ketika ada orang yang lalu lalang di dapur ketika nyonya sedang masak ." Ucap pelayan itu lagi .
" Benarkah ?" Pertanyaan memojokkan pun membuat orang tersebut menoleh ke belakang .
" Nyo,,,, nyonya besar . Maaf kan saya nyonya ." Ucap pelayan tersebut berlari meninggalkan dapur .
Sementara beberapa orang yang berjajar itu yang mendengar kata nyonya besar di sebutkan segera menoleh ke belakang dan mereka berlari tanpa sepatah kata pun ternasuk chef dapur mereka .
"Cucu ku ternyata mempunyai kebaikan hati yang luar biasa ." Ucap Nenek jaya .
Ayris yang telah selesai memasak pun memanggil chef yang biasa ada di samping nya .
" Chef,,, chef ,,, chef." Panggilan ketiga tidak ada jawaban ayris segera menoleh ke belakang sedangkan mira dan pak mus terkejut melihat nyonya besar berada disana .
" Aduhhh mira ,,, bisa jadi perang dunia . kenapa nyonya besar disini ? Kemana pergi nya chef ?" pak mus yang berbisik pada mira pun berharap cemas .
" Aku tidak tahu ,,, . Cepat panggil chef !! jika tidak nyonya akan mengeluarkan taring nya ." bisikan mira membuat pak mus bergidik ngeri , ia pun berlari mencari keberadaan chef .
" Kenapa nenek ada disini ? Chef kemana ? Jangan bilang nenek menakuti mereka ya !." Ucapan ayris membuat nenek jaya tertegun . Ia baru menyadari ucapan pelayan tersebut .
" Ne,,, nenek ingin nengambil air di kulkas .Nenek tidak melihat mereka ketika nenek sudah sampai." Ucap nenek jaya .
Ayris menatap tajam pada nenek jaya tentang kebohongan nya .
" Nenek , chef tidak mungkin meninggalkan dapur ini ketika ayris memasak nek . Jadi nenek jangan mencoba untuk membohongi ayris ." Ucapan Ayris membuat nenek jaya rak berkutik lagi .
Chef yang tergopoh gopoh berlari menghampiri ayris karena seperti biasanya setiap masakan nya harus lulus uji coba .
" Mira ,,,,hidangkan di meja makan . Yang setengah buat kalian ."Ucap ayris ketika chef mengacungkan jempol nya .
" Ayo nek , kita ke meja makan . Ayris sudah lapar ." Perkataan ayris hanya mendapat anggukan dari nenek jaya.
Ayris di samping seperti serigala ketika ua sedang marah , ia juga jago beladiri bahkan memasak juga .
Nenek jaya sangat senang dengan cucu menantu nya , di samping ia cucu sahabat nya ia juga menjadi menantu idaman .
Zain memang beruntung memiliki istri seperti ia .
Bersambung 😊😊🙏🙏🙏🙏🙏