ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 128.


Beberapa saat setelah zain sampai di kamar nya , benar saja sang istri telah mencari nya ke setiap sudut ruangan .


" Sayang ,,,, kau darimana ? Kenapa meninggalkan aku sendirian ? ." ucap Ayris yang terkejut dengan kemunculan Zain yang secara tiba tiba .


" Ada apa sayang ? Kau merindukan ku ?" Ucap Zain yang sengaja menggoda nya memeluk tubuh ayris .


" Tidak ,,,, aku lapar . Aku ingin makan dari tangan mu ." Ucapan Ayris membuat Zain mengeryitkan dahi nya . Bukankah Zain selalu menyuapi nya ? Tapi mengapa Ayris bersikap sangat manja dengan nya akhir akhir ini bahkan ia tak ingin ditinggalkan walau hanya sebentar saja .


" Baiklah , tunggu disini ! Aku akan ke bawah mengambil sarapan ." Ucap Zain kemudian melangkah pergi ke luar kamar namun langkah nya terhenti ketika suara manja ayris memanggil nya .


" Sayang ." Ucapan Ayris menghentikan langkah Zain menoleh kepada nya .


" Hemmmmm ,,," Jawab Zain .


Ayris berjalan ke arah nya mengalungkan kedua tangan nya dan mencium pipi Zain .


" Aku mencintaimu , muuuaaacchhh ." Ayris yang bersikap manja pada Zain membuat Zain mengulas senyum kemudian memeluk tubuh istri nya .


" Kau mau ikut dengan ku turun sayang ." Ucapan Zain mendapat gelengan kepala dari ayris . Zain kemudian menggendong istri nya ke sofa kesayangan nya .


Beberapa saat kemudian Zain yang kembali dengan sarapan pagi nya , ia tak melihat sang istri menonton film drama kesukaan nya melainkan film action .


" Sayang ,,,, makan dulu !" Ucap Zain kemudian menyuapi ayris dengan tangan nya . Ayris yang tampak begitu bahagia dengan perlakuan Zain terhadap nya mengulas senyum .


Zain menyentuh lembut pipi Ayris , entah mengapa ada rasa khawatir dengan istri nya itu .Namun Zain tahu jika Ayris tidak bodoh mencerna apa yang terjadi nanti nya.


Setelah beberapa saat Ayris merasa kenyang ,ia menahan tangan Zain yang menyuapi nya .


" Sayang aku sudah kenyang , kau habiskan saja ya !" Ucap Ayris tersenyum meraih gelas susu di depan nya . Zain hanya tersenyum melihat sikap manja Ayris kemudian makan sisa sarapan nya.


Setelah beberapa saat Zain telah menghabiskan sarapan nya ,ia meletakkan piring kotor di meja depan samping kamar . Para pelayan baik Pak mus atau pun mira tidak akan berani mengetuk pintu di hari week end seperti ini .


Zain maupun Ayris akan menghabiskan waktu di kamar mereka atau pun di ruang bioskop bahkan bisa jadi di ruang hidroponik. Quality time suami istri mereka benar benar membuat para pekerja merasa iri dengan keromantisan mereka.


Beberapa saat kemudian Papa Zain menelepon Zain yang mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan keluarga lisha perihal kejadian itu . Papa Zain yang semula marah karena putra nya yang telah beristri di tuduh melakukan tindakan tidak senonoh hanya bisa diam . Ia paham tentang putra nya yang tidak mungkin melakukan hal itu namun papa zain hanya mengikuti alur cerita apa yang sebenar nya terjadi .


" Bagus , sesuai prediksi semua akan berjalan dengan lancar ." Gumam Zain dalam hati nya.


Zain hanya mengiyakan keputusan papa nya tanpa memberi penjelasan pada papa nya namun bukan berarti hal tersebut benar . Zain hanya merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan papa nya .


" Sayang ,,,, malam ini aku akan bertemu dengan papa ,apa kau mau ikut ?" Ucapan Zain membuat Ayris mendongakkan kepala nya memandang wajah sang suami .


" Malam ini ?" Ucap Ayris sedikit terkejut .


" Hemmmm ,,,, ."


" Tidak ,,, aku malas sekali keluar kamar . Badan ku lemas rasa nya hanya ingin tidur ." Ucap Ayris yang memang terlihat letih akhir akhir ini .


" Aku akan segera memanggil dokter ." Ucap Zain .


" Tidak sayang , aku tidak sakit tapi hanya ada sedikit rasa lelah saja ." Ucap Ayris mencegah tangan Zain meraih gagang telepon .


" Iya ,,,,sayang ." Ucap Ayris mencium pipi Zain kemudian memeluk tubuh suami nya .


Benar saja jika ayris kelelahan , ia sudah tertidur dalam pelukan Zain . Zain segera menggendong istri nya membaringkan nya di ranjang , menyelimuti nya mencium kening nya .


" Sayang ,,, kau akan menghadapi sesuatu yang lebih mengejutkan untuk menguji cinta mu pada ku ?"


" Sebagai nyonya Zain adinata kau harus sekuat beton untuk menyingkirkan lawan lawan mu ."


" Aku hanya berharap dia tumbuh di sini untuk membuatmu kuat dan mempertahankan milik mu ." Ucap Zain yang bermonolog sendiri mengusap pelan perut datar ayris .


Ia mengusap lembut pipi Ayris membelai rambut panjang nya .Wajah nya yang polos memancarkan aora kecantikan alami yang membuat Zain menyembunyikan istri nya dari publik.


Beberapa saat setelah ayris benar benar terlelap , Zain mengganti pakaian nya dengan stelan jas warna hitam kesukaan nya .


Kemudian Zain turun ke bawah mencari keberadaan Rian dan juga selly .


Ting ,,,,,


Lift ruang bawah tanah yang terbuka membuat semua orang para anak buah Zain menoleh ke arah lift . Mereka semua tahu jika week end tidak mungkin tuan muda nya turun ke bawah .


Zain melihat semua anak buah nya terkejut melihat kedatangan nya hanya menghela nafas nya .


" Apa aku seperti hantu hingga kalian menatap ku seperti itu ." Ucap Zain dengan tatapan tajam nya ke semua orang yang kalang kabut berbaris setelah melihat kedatangan nya .


" Maafkan kami bos ." Ucap Anton selaku pemimpin kedua setelah Zain .


" Rian kau ikut dengan ku !" Ucap Zain .


" Baik bos ." Jawab Rian singkat dengan membungkukkan kepala nya .


" Selly,, ,jaga baik baik nyonya muda . Jangan biarkan keluar Mansion tanpa se ijin ku .!" Ucapan Zain membuat bulu kuduk selly merinding , ia sudah hafal dengan sikap kejam sang bos mafia tersebut .


" Baik bos ." Jawab Selly membungkukkan kepala nya .


Setelah beberapa saat Zain berangkat bersama Rian menuju hotel yang di sebutkan papa nya . Papa Zain sengaja terbang mendadak tanpa mengajak mama nya untuk menghindari kemungkinan keributan yang terjadi .


Rian mempercepat laju kemudi nya sesuai yang di inginkan sang bos menuju hotel tempat pertemuan tersebut .Sang papa yang sudah menunggu di hotel tersebut sengaja menginap di hotel sesuai permintaan Zain .


Zain memang melarang papa nya untuk tidak bertemu dengan menantu nya terlebih dahulu.


Papa Zain menaruh curiga pada Zain namun putra nya itu meyakinkan papa nya untuk memberi waktu sang menantu . Akhir nya papa nya pun mengerti jika menantu kesayangan nya itu butuh waktu karena menjadi menantu keluarga adinata tidak lah mudah .


Setelah beberapa saat ,Rian yang sudah sampai pada tempat tujuan nya turun membukakan pintu untuk sang tuan .Terlihat sang papa yang tengah masuk dalam hotel .


" Papa ,,,,."


bersambung 🙃🙃🙏🙏🙏


happy reading 😊