ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 233.


Zain dan ayris yang telah bersiap ke kantor dengan pengawalan yang super ketat dengan beberapa orang orang pilihan dan juga asisten sang istri beserta bodyguard nya.


" Sayang, kenapa banyak orang mengikuti kita ?"


Ayris yang merasa ada yang ganjil menggoyang goyang kan lengan suami nya tanpa memandang ke arah suami nya.


" Memang nya kenapa ? Apa mereka mengganggu mu ?"


Zain menutup layar laptop nya kemudian menarik istri nya ke dalam pelukan nya .


" Tidak,,, tapi apa ini tidak berlebihan ?"


Ayris mendongakkan kepala nya menatap wajah suami nya.


" Apa menurut mu setelah kejadian itu aku akan membiarkan terjadi lagi ?"


Ayris diam termenung seakan berpikir di alam pikiran nya.


" Hmm,,,, terserah pada suami ku saja ."


Ayris yang akhir nya mengalah kini tengah bermain main dengan jari telunjuk nya di bilah dada zain .


" Ada apa ? Kau menginginkan sesuatu ?"


Ayris diam sejenak mendongakkan kepala nya ke wajah suami nya seakan bertanya bagaimana ia bisa mengetahui nya jika ayris tengah menginginkan sesuatu .


" Bagaimana kau tahu sayang ? Aku bahkan belum mengatakan nya ."


Ayris mengerucutkan bibir nya kesal terhadap suami nya.


" Hahahaha,,,, . Bagaimana seorang zain tidak tahu jika istri nya menginginkan sesuatu saat jari jemari nya bermain di tempat yang ia sukai ?"


Bisik zain yang semula tertawa kemudian berbisik pada ayris karena ada anton dan rian di dalam mobil .


Ayris kemudian menundukkan wajah nya yang merah merona karena merasa malu dengan bisikan suami nya.


Beberapa saat kemudian saat sampai di lobby kantor zain dikejutkan dengan seseorang yang membuat huru hara di depan gedung perkantoran nya .


" Apa ada masalah ?"


Zain enggan turun karena melihat ada beberapa wartawan yang menyerbu orang tersebut .


" Saya sedang mengkonfirnasi dengan security dan resepsionis tuan ."


Ucap rian .


" Ada apa ? Kenapa banyak wartawan ?"


Ayris yang menengok dari kaca jendela mobil terkejut dengan keributan yang terjadi di kantor suami nya.


" Entah lah ,,. Tenanglah ! Tidak akan terjadi sesuatu dengan kita ."


Ucap zain menarik kembali ayris ke dalam pelukan nya .


Rian yang tengah mengkonfirnasi dengan para karyawan yang berada di kantor mendapat berita jika ada seorang wanita yang mengaku sebagai calon istri zain mencoba untuk masuk namun di halangi oleh security karena tidak dapat menunjukkan bukti .


Namun selang beberapa menit ia mengundang banyak wartawan untuk membuat keributan di gedung kantor tersebut.


Setelah rian menjelaskan raut wajah ayris berubah menjadi kesal dan marah ketika mendengar penjelasan rian .


Ia pun duduk membelakangi zain dengan melipat kedua tangan nya di dada nya .


" Anton,,, singkirkan segera perempuan itu ! Jangan ada sisa sama sekali !"


Zain menatap tajam pada luar jendela mobil kemudian menarik istri nya yang sedang merajuk ke dalam pelukan nya .


" Eh,,, apaaa,,,, tak ada sisa ? Apa hal yang sana seperti perempuan itu ?"


Gumam ayris dalam hati nya yang terasa byeri mendengar pernyataan zain .


" Baik tuan ."


Anton menjawab singkat lalu menghubungi para anak buah nya untuk menangkap dan menyingkirkan pembuat onar tersebut .


" Hei ,,, Apa istri seorang zain mudah di perdaya seperti itu ?"


Zain menarik istri nya yang sedang merajuk .


Ayris yang semula menghempas tangan kekar zain tak kalah kuat menghempaskan lagi tangan tersebut .


Ia pun mengalah membiarkan diri nya di dalam pelukan suami nya.


Rian melajukan mobil nya melewati huru hara tersebut masuk lewat base ment yang menjadi tempat ternyaman jika sedang ada keributan .


Beberapa menit telah berlalu zain mengulurkan tangan pada istri nya untuk masuk melewati lift rahasia yang langsung menuju lantai di mana zain bekerja .


" Sayang, kenapa kita lewat sini ?"


Pertanyaan polos ayris membuat zain mengernyitkan dahi nya .


" Apa kau ingin tersorot para wartawan tersebut ? Dan pasti nya kau harus siap menjadi sorotan publik jika mereka tahu kau istri dari pengusaha zain arijaya."


Ucap zain mengedipkan sebelah mata nya.


" Itu berarti aku tidak akan bisa jalan lagi ke mall ?"


Ucap ayris yang sejenak berfikir tentang perkataan suami nya .


" Bisa di katakan seperti itu ? Dan kau akan mendapatkan pengawalan yang lebih dari sekedar selly dan mira bahkan bisa lebih lagi ."


Mereka pun berjalan dengan beberapa bodyguard di belakang mereka .Namun ayris tampak sedang berpikir keras atas apa yang baru di katakan suami nya tersebut .


" Tidak ,,,, tidak,,,, . Jangan lakukan itu !"


Ucap Ayris memandang ke arah suami nya .


Setelah beberapa saat mereka tiba dilantai dimana ruangan zain berada , zain menggenggam tangan ayris dengan penuh cinta lalu masuk ke dalam ruangan tersebut .


Diana yang menyambut mereka dengan menundukkan kepala nya menghela nafas lega ketika ayris diam tak menggoda nya saat melewati nya .


Namun ketika hendak masuk ruangan ayris berhenti melangkahkan kaki nya hingga membuat zain juga berhenti heran memandang ke arah istri nya .


" Adik ipar ,,,, apa kau tidak merindukan tunangan mu ?"


Ayris benar benar membuat diana kian merasa malu dan tak berani mengangkat wajah nya.


"Sayang,,,,."


Zain sedang memperingati istri nya yang suka menggoda sekertaris nya .


" Aku dengar kakek akan menjodohkan nya dengan perempuan lain ."


Ucap ayris yang sengaja menggoda diana sedangkan zain hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah jahil istri nya .


Mereka pun masuk ke dalam ruangan lalu zain duduk di kursi kebesaran nya dan menyuruh istri nya duduk di pangkuan nya namun ayris menolak nya .


" Sayang , duduk lah !"


Ucap zain menepuk paha nya pada ayris.


Ayris pun berpikir sejenak dengan menatap beberapa tumpuk berkas di meja nya .


" Tidak sayang , kaki ku terasa lelah dan ingin meluruskan nya di sofa itu ."


Ayris kemudian menunjuk sofa kesayangan nya yang ada di salah satu sudut ruangan zain .


Zain kemudian mengiyakan permintaan istri nya dengan mengangguk kan kepala nya .


Diluar ruangan .


Diana yang merasa lega karena sang nyonya presdir telah masuk ke dalam ruangan menghilangkan rasa kecanggungan mereka.


" Uh,,, aman ,,,, aman ."


Ucap diana mengelus dada nya .


Dug ,,,,dug,,,,


Detak jantung diana berdegup kencang ketika mengingat jika leo akan di jodoh kan .


" Ehh,,,, kenapa jantung ku berdegup kencang ?''


Gumam diana dalam hati .


" Bukan kah aku senang jika playboy itu tidak mengganggu ku ?"


" Lagi pula aku bukan se level dengan nya dan lebih baik untuk nya ."


Diana yang tak sadar melamun tak menyadari kedatangan teman nya di samping nya yang sedari tadi memperhatikan nya .


" Derrr,,,,,."


Rian yang baru saja dari bawah mengagetkan diri nya.


" Eh ,,,, copot ,,,copot ,,,. Kau ini mengagetkan saja."


Diana memukul lengan rian yang iseng mengagetkan nya .


" Salah sendiri melamun ."


Rian sengaja meledek nya yang melamun memegang dada nya .


" Ehh ,,,,melamunkan leo ya ? Hahahaha,,,,,."


Ucap rian sengaja mengejek nya meninggalkan nya sendiri .


" Awas kau ! Aku akan mengadukan mu pada mira ."


Mira yang tiba tiba muncul dari belakang nya terkejut mendengar nama nya di sebut oleh diana menepuk bahu diana.


" Mengadukan apa ?"


Ucap mira setelah menepuk bahu diana.


" Aaaaaa,,,, hantu ,,,,."


Diana yang terkejut berteriak seperti melihat hantu .


" Enak saja hantu . Kau yang hantu,,,."


Ucap mira berjalan neninggalkan diana lalu selly mengikuti nya dari belakang tersenyum pada diana dan di susul pula dengan anton .


Diana terkejut melihat mereka secara kompak berjalan beriringan di kantor presdir nya . Pasti ada yang tidak beres karena tidak biasa nya presdir di kawal oleh orang orang pilihan nya .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏