ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 158.


Zain dan ayris yang duduk berdampingan terlihat harmonis membuat nenek dan kakek nya tersenyum bahagia .


Nenek jaya sesekali mencuri pandang pada ayris yang menurut nya seperti mengenal gadis itu . Namun ia tak menemukan jawaban nya , akhir nya hanya bisa tersenyum memandang muda mudi yang tengah bahagia .


Zain mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk istri nya membuat nenek dan kakek merasa iri ingin mengulang kembali masa muda mereka.


Ayris hanya tersenyum malu mendapat perlakuan tersebut , apalagi di depan kakek dan nenek arijaya .


Ayris yang mulai menyendok makanan nya dan tengah memakan nya merasa mual yang sangat hebat . Akhir nya Ayris berlari mencari toilet terdekat di ruang makan . Kakek dan nenek arijaya terkejut melihat cucu menantu nya berlarian seperti itu .


Sementara zain ikut berlari di belakang nya menyusul ayris di kamar mandi .


" Huek ,,,, huek,,, huek,,, huek ." Ayris tak henti nya memuntahkan isi dalam perut nya .


" Huek,,,, huek,,, huek,,, huek,, ." zain menepuk pelan pelan tengkuk ayris .


Sementara kakek arijaya dengan tenang memakan makan siang nya tapi tidak dengan nenek yang merasa cemas dengan cucu menantu nya .


" Hei,,,,, kau ini hanya makan saja . Lihat itu cucu mu tidak suka dengan makanan kita !." Ucap nenek jaya memukul lengan kakek .


" Aduhhhh,,,, kenapa memukul ku ?" Kakek yang tidak merasa tidak terjadi apa apa hanya berdiam diri menikmati makanan nya.


"Kau tidak lihat cucu menantu mu memuntahkan makanan nya ." Nenek jaya yang mulai kesal dengan kakek , kini mulai mengomeli nya .


" Lalu aku harus apa ? Anak nya yang tidak mau makan kenapa menyalahkan ku ?" Kakek yang juga kesal karena istri nya mulai bawel karena melihat ayris berlari ke toilet .


"Anak ,,,, ? Anak siapa ? Maksud mu kita akan punya buyut ." Nenek jaya memang baru menyadari jika ayris tengah hamil muda.


" Itu yang aku sebut hadiah dan bonus ." Ucap kakek dengan santai nya .


" Hahahaha,,,,,,,, . Kenapa tidak bilang dari tadi ? kalian membuat ku bingung saja .Akhir nya aku punya buyut ,,,,,." Nenek jaya sangat senang mendengar berita tersebut.


"Aku harus membuat perayaan besar besar an ." Nenek jaya menerawang ke alam jauh sana tentang apa yang di pikirkan nenek.


" Kau jangan bermimpi terlalu tinggi ! Zain tidak akan mengijinkan nya , cucu kesayangan mu itu sangat protektif dan juga posesive ." Kakek arijaya yang mengasuh zain dari kecil bahkan hingga kini pun masih memantau pergerakan cucu kesayangan nya .


" Dia sama seperti mu posesive." Nenek jaya terlihat kesal karena penjelasan suami nya.


Sementara di toilet ayris yang selesai dengan muntah nya merasa lemas sekujur badan nya seperti tak bertenaga .


" Sayang, kau baik baik saja ? Apa aku perlu memanggil vani kesini ?" Ucapan zain membuat ayris mengingat wanita itu yang memanggil nya kakak ipar .


Ayris hanya menggeleng pelan dengan senyum nya yang pucat pasi .


" Sayang aku ingin istirahat ." Ucapan Ayris mendapat anggukan dari zain .


Beberapa saat setelah keluar dari toilet ayris berjalan ke meja makan memandang pada kakek dan nenek arijaya .


" Kakek nenek , bolehkah ay ber istirahat ? ayris merasa lemas setelah muntah tadi ." Ucap ayris pada kakek dan nenek .


" Tentu saja sayang , Apa kau tidak ingin memakan sesuatu ?" Nenek jaya merasa cemas karena ayris tidak memakan makan siang nya.


"Tidak nek ,terima kasih." Jawab ayris singkat .


" Baiklah , beri tahu nenek jika kau menginginkan sesuatu !." Ucap nenek jaya .


" Iya nek ." Ayris yang menjawab dengan singkat kemudian merentangkan kedua tangan nya pada zain .


Zain yang melihat rentangan tangan ayris kemudian menggendong nya sedangkan ayris mengalungkan kedua tangan nya ke leher zain . Zain berjalan meninggalkan kakek dan nenek menaiki anak tangga menuju kamar nya di lantai atas .


Kakek dan nenek jaya terkejut melihat pemandangan itu di depan mata mereka. Mereka benar benar tak menyangka jika cucu kesayangan nya bersikap romantis seperti itu .Bahkan tidak memperdulikan kehadiran orang lain di sekeliling nya .


" Lihat lah cucu mu itu ! Tak menganggap kita ada . Bahkan tak malu bermesraan di depan kita ." Ucap kakek menghela nafas kasar nya .


" Setidak nya gunung es mu telah mencair ." Nenek jaya yang membela zain tersenyum melihat kemesraan cucu nya.


" Sudah lah , Ayo kita pergi !."


" Pergi kemana ? Bukan kah makanan mu belum selesai ?'' Nenek jaya merasa heran dengan sikap suami nya yang tidak seperti biasa nya .


" Kemana lagi jika bukan untuk mengurus permintaan nya ." Kakek arijaya mendengus kesal melihat istri nya yang terlihat sudah pikun .


" Hahahaha ,,,,, aku hampir lupa .Bukan kah hadiah itu terlalu kecil ? " Ucap nenek jaya tang mengikuti kakek dari belakang menuju ruang kerja nya .


" Jika cucu buyut ku lahir nanti aku akan memberikan yang lebih besar, lagi pula cucu mu bukan hanya dia . Jika aku memberikan semua nya pada nya cucu yang lain akan merasa iri ." Kakek mendengus kesal pada nenek jaya.


" Tapi kesayangan ku hanya dia . Kau tahu , dari dalam kandungan ia sudah tidak di harap kan . Ia juga hampir saja ter tabrak mobil jika ayah max tidak menyelamatkan nya . Ia tidak mendapat kasih sayang kecuali dari kita ." Nenek jaya mengenang masa masa waktu zain kecil .


" Sampai kau berhasil membujuk nya keluar dan memilih ikut dengan kita ." Nenek jaya hampir saja menitikkan air mata nya mengenang saat saat itu .


" Kau benar sekali jaya . Sudah lah , jangan ingat lagi masa itu ! Cucu kita sudah menemukan kebahagiaan nya ." Ucap kakek merangkul pinggang nenek jaya berjalan menuju ruang kerja nya .


Kakek dan nenek arijaya melimpahkan kasih sayang nya pada zain lebih besar daripada dengan leo ataupun dengan adik adik zain dave dan chleo .


Di kamar zain , zain yang sedang menemani istri nya tidur pun ikut berbaring di samping ayris hingga tertidur . Setelah itu ia melihat sekeliling kamar nya yang tidak berubah sama sekali . Design dan warna kamar kesukaan nya serta pernak pernik kamar yang tidak berubah sama sekali .


Zain mengembangkan senyum nya melihat semua nya , meskipun ia tidak pernah pulang ke mansion arijaya namun kamar nya tetap rapi dan juga bersih .


Zain kemudian meninggalkan ayris yang sudah terlelap dengan sangat pelan dan hati hati keluar dari kamar nya .


Zain berjalan ke lantai bawah menuju ruang kerja kakek nya . Zain yang sudah hafal dengan sifat kakek nya mengerti jika kakek arijaya sedang menunggu nya di sana.


Tok ,,,tok,,tok,,tok,,,,


Ceklek ,,,


Zain membuka pintu ruang kerja kakek nya dimana kakek arijaya dan nenek jaya sudah menunggu nya sejak tadi .


" Zain , bagaimana dengan menantu ku ? Apa ia sudah tidur ?" Nenek jaya merasa khawatir dengan keadaan ayris .


" Ayris sudah tertidur nek , akhir akhir ini memang suka tidur ." Ucap Zain kemudian duduk di sofa dekat dengan nenek nya .Zain membaringkan kepala nya di paha nenek jaya dan memejamkan mata nya .


" Zain , kau sudah besar sekarang . Sebentar lagi , kau juga akan memiliki seorang anak ." Ucap Nenek jaya membelai rambut zain .


" He'emmm."


" Nenek merasa baru kemarin kau bermain main dengan nenek , tapi sekarang ,,,,, nenek akan menjadi buyut untuk anak mu ." Nenek jaya merasakan kebahagiaan tapi juga kepiluan bila mengingat zain sewaktu kecil .


" Eeeeeh ,,,,, kenapa kau tidak memberitahu nenek jika telah menikah ? Pantas saja , kakek mu membela mu sewaktu pertemuan dengan keluarga reno ." Perkataan nenek nya membuat zain membuka mata nya memandang wajah nenek jaya .


" Nenek , kakek sudah mengetahui nya . Kenapa kakek tidak memberitahu nenek ? Jadi jangan salahkan zain ." Ucap zain memiringkan kepala nya menyembunyikan wajah nya di perut nenek jaya .


" Apaaaaa,,,,,!." Nenek jaya terkejut mendengar jawaban zain .


" Kakek ingin memberi kejutan pada nenek mu ." Kakek arijaya membela diri atas perkataan zain .


" Bagaimana dengan adinata ? Apa dia sudah mengetahui nya ? Huuuuuh ,,,,, Tua bangka itu pasti mencari segala cara lagi .Aku menyesal menitipkan mama mu waktu itu ." Ucap nenek jaya merasakan sedikit pilu di hati nya .


" Hahahaha ,,,,, Tenang saja jaya , Adinata akan kalah dengan keegoisan nya sendiri . Cucu menantu mu bukan orang biasa seperti yang kita kira ." Ucap kakek jaya.


" Apa maksud mu ?" Nenek jaya yang tidak mengerti perkataan suami nya semakin bingung .


" Waktu yang akan menjawab nya jaya , Kau harus bersabar melihat drama yang akan terjadi . Ini ,,,,,." Kakek Arijaya memberikan sebuah map yang berisi sertifikat pulau dan kapal pesiar .


Nenek jaya yang menerima nya dan membaca nya terkejut melihat nama belakang zain yang berubah menjadi keluarga besar nya .


" Ehhh ,,,, sejak kapan nama belakang zain berubah ? kenapa aku tidak mengetahui nya ?" Ucap nenek jaya yang heran melihat nya .


" Sejak zain tinggal di sini nek , zain meminta kakek merubah nya ." Ucap zain kemudian bangun dari pangkuan nenek jaya .


" Ehhh,,, kenapa nama ayris terlihat familiar ? Ayristiana wijaya ? Apa ia cucu wijaya yang lama telah hilang ? " Nenek jaya pun terkejut melihat nama lengkap ayris.


" Hahahaha,,,, kau ternyata cepat tanggap jaya . Kejelian mu itu yang membuat ku jatuh cinta waktu kali pertama bertemu dengan mu ." Kakek jaya tersenyum menjelaskan pada nenek jaya .


" Ihhh,,,, kau ini malu dengan cucu kita .Bagaimana kau mengetahui nya ? Apa wijaya sudah mengetahui nya ?" Nenek jaya semakin tertarik dengan cucu menantu nya .


" Kakek wijaya sudah mengetahui nya , namun zain butuh waktu yang tepat untuk memberitahu ayris nek . Nenek tahu , cucu menantu mu itu seperti serigala jika sedang mengamuk ." Ucapan zain membuat nenek jaya dan kakek arijaya tertawa secara bersamaan .


" Hahahaha,,,,,."


" Hahahaha,,,,,."


" Kenapa kalian tertawa ? apa zain terlihat lucu ?" Zain mendengus kesal melihat kakek dan nenek nya tertawa .


" Gunung es ternyata kalah dengan seigala betina nya .Hahahaha,,,,,." Ucapan nenek jaya seakan meledek zain yang tengah kesal.


Mereka berbincang bincang membicarakan kenakalan ayris yang sempat ingin kabur dari mansion maupun saat ia mengetahui jika lisha mengaku sebagai calon istrinya .


Kakek dan nenek zain yang mendengarkan cerita zain tertawa tanpa henti hingga akhir nya zain melupakan ayris yang sedang sendirian di kamar .


Tanpa pamit pada kakek dan nenek nya zain berlari meninggalkan mereka menuju kamar nya di lantai atas .


Bersambung 😊😊🙏🙏