ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 187.


Setelah ber benah diri zain yang hendak berangkat ke kantor memandang istri nya yang tengah bersedih .


" Sayang , mama akan datang lagi lain waktu . Jangan bersedih seperti itu !." Ucap zain mengusap pelan wajah istri nya .


" Tapi kenapa mama cepat sekali pulang ? Apa mama tidak menyukai ku ?" Ayris merasa kecewa dengan mama mona yang hanya sekilas di mansion mereka .


" Tidak sayang, papa ada urusan bisnis jadi harus cepat kembali. Kau mau ikut ke kantor ?" Zain memandang wajah istri nya yang terlihat kecewa.


" Tidak ,, aku ingin memasak dulu." Ucap ayris tersenyum pada zain .


" Tidak, kau tidak boleh kecapekan . Ikut dengan ku ke kantor sekarang ." zain menatap tajam pada ayris .


" Tapi ,,, baby yang ingin makan daddy ." Ucapan ayris membuat zain menghela nafas kasar nya .


" Hei baby nakal , kau jangan membuat mommy kecapekan ." Ucap zain menyentuh perut ayris dan mencium nya .


" Tidak daddy , Baby hanya ingin makan masakan mommy setelah itu mommy akan menyusul daddy ke kantor ." Ayris tersenyum pada zain mengalungkan kedua tangan nya ke leher zain lalu mencium bibir zain dengan cepat . Ayris tahu jika ber lama lama di area itu akan sulit melepaskan diri .


" Baik lah , daddy menunggu mu di kantor ." Ucap zain mencium kening ayris kemudian berangkat ke kantor dengan Rian yang sudah menunggu nya .


Ayris mengantarkan suami nya ke depan pintu utama setelah zain berangkat ke kantor ,ayris berjalan ke dapur ingin memasak sesuatu .Namun ia menyempatkan diri ke ruang hidroponik nya memetik beberapa sayuran dan juga saat nya mengganti bunga bunga di kamar nya .


Ayris berjalan perlahan ke lantai dua menaiki anak tangga untuk sampai ke ruang hidroponik di lantai dua .


Setelah beberapa saat ayris berada di lantai dua terlihat mira yang berteriak kemudian berlari keluar kamar nya.


" Aaaaaaaaaaa,,,,,,.Tolong !." Mira yang berteriak keluar dari kamar sang nyonya membuat Ayris yang telah sampai di ruang hidroponik menoleh ke arah nya .


Dan ternyata mira tengah berlari di kejar oleh Leon . Leon terlihat marah mengejar mira sedangkan mira terus berlari ketakutan .


" Leooooooonnnnnn,,,,,,." Teriakan ayris yang menggema membuat seisi mansion menutup kedua telinga nya .


" Aaaaaaaa,,,,, nyonya tolong saya nyonya ." mira kemudian berlari bersembunyi di belakang ayris .


Leon yang mendengar teriakan ayris mengurangi kecepatan lari nya berjalan mendekati ayris .


" Aunggg,,,,,." Leon meraung kecil menghampiri mommy nya.


" Kau nakal pagi ini ." Ucap ayris mengusap pelan kepala leon .


" Aunggg,,,." Leon meraung kecil dan menggelengkan kepala nya seakan tahu apa yang di katakan oleh mommy nya .


"Mira, apa yang terjadi ? Kenapa leon mengejar mu ?" Ucap ayris melihat ke arah mira .


" Saya hendak membersihkan tempat tidur nyonya dan menyuruh leon untuk turun tapi ia marah dan mengejar saya ." Ayris yang masih ketakutan karena leon masih bersembunyi di belakang sang nyonya .


" Hahahaha,,,,,,, . Pantas saja , kau mengganggu nya tidur .Sudahlah ayo temani aku petik sayur ." Ucap ayris .


" Baik nyonya ." Jawab mira singkat .


" Ayo leon ! Ikut mommy petik sayur untuk daddy mu ." Ucap ayris pada leon .


" Aunggg,,,,, ." Leon hanya meraung pelan mengikuti ayris .


Ayris masuk ke ruang hidroponik di temani mira dan juga leon .


Sementara di depan pintu gerbang utama bel klakson sebuah mobil mewah yang meminta untuk di bukakan pintu membuat security menghampiri nya .


" Maaf nona, anda siapa ? Dan untuk apa anda datang kemari ?" Tanya salah satu security tersebut .


" Maaf pak, saya dokter vani tunangan dokter leo sekaligus dokter kandungan nona ayris. Bolehkah saya bertemu dengan beliau ?" Ucap vani dengan senyum ramah nya .


Security yang mendengar nama leo dan Ayris di sebutkan tidak berani berkutik lalu membiarkan vani masuk je dalam mansion tersebut .


Setelah itu vani menyetir mobil nya ke halaman utama untuk memarkir mobil nya .


Ia kemudian turun memasuki pintu utama yang memang terbuka setiap saat .


Setelah melihat ke sana sini tak ada orang dan saat ia melihat botol vitamin ayris dengan cepat ia mengganti isi nya dengan obat lain . Dan ketika ia ingin menaiki tangga baru lah vani bertemu dengan pak mus yang tengah lewat di ruang tengah .


" Maaf nona , anda mencari siapa ? Dan untuk apa anda datang ke sini ? Apa anda sudah membuat janji ?" Ucap pak mus pada vani .


" Maaf pak, Saya dokter vani yang di suruh dokter leo untuk mengantar vitamin untuk nona ayris ." Ucap vani tersenyum .


" Oh berikan pada saya atau anda ingin menunggu nyonya memetik sayur " Ucap pak mus menerima vitamin dari vani .


" Apa masih lama ? Karena saya ada praktek pagi ini ." Vani yang beralasan pada pak mus hanya berbasa basi .Karena yang sebenar nya terjadi ia ingin segera pergi dari tempat itu .


"Apaaa,,,, Leon . Tidak ,,,,tidak aku bisa di terkam harimau itu jika ber lama lama disini ." Gumam vani dalam hati .


" Oh begitu , saya pamit pak mus sampaikan salam saya pada nyonyamu ya . Saya tidak bisa lama karena ada praktek." Ucap vani kemudian tersenyum meninggalkan pak mus .


Senentara pak mus neketakkan vitamin itu di meja makan .


Vani dengan senyum bahagia menghiasi wajah nya karena ia telah berhasil mengganti vitamin dengan obat lain .


Ia kemudian melajukan mobil nya meninggalkan mansion zain .


" Hahahaha,,,,, Ayris ayris kau akan kalah kali ini . Aku akan segera mendapatkan mu zain." Ucap vani dalam mobil nya .


" Dan laki laki bodoh itu akan segera menjadu sasaran amukan kakak nya . Hahahaha,,,,, ."


" Sekali tepuk dapat dua mangsa . Hahahaha,,,, Vani vani kau akan mendapatkan orang yang kamu cintai ."


Vani yang berbicara sendiri dalam mobil bahkan ia tertawa berulang kali karena ia merasa menang dalam pertandingan itu .


Sementara ayris yang turun dari lantai dua membawa beberapa sayuran di temani dengan mira dan leon .


Leon berjalan duluan mengendus endus lantai seperti bau aneh .


Ayris berjalan melewati meja makan kemudian ia teringat belum meminum vitamin nya yang di berikan leo .


Mira berjalan ke dapur sedangkan leon berjalan kesana sini seperti mencium aroma lain .


Baru berapa saat melangkah tiba tiba ayris jatuh tersungkur setelah meminum vitamin tersebut .


Leon yang melihat nya meraung keras tetapi orang orang di sekitar nya tidak ada yang mengerti tentang bahasa yang di gunakan oleh leon karena ia hanya meraung .


"Aungg,,,,,."


"Aungg,,,,."


" Aungg,,,,."


Leon berjalan mondar mandir tapi tak ada tanggapan dari penghuni rumah karena yang ada hanya mereka ketakutan mendengar suara raungan leon .


" Leon ,,, diam ! Pergi sana ! Mengganggu saja ." ucap mira ketika leon meraung di dekat nya .


" Aungg,,,,, ."


" Aunggg,,,,,."


Kemudian leon yang hendak berlari keluar ruangan mencari pawang nya bertemu dengan max .


" Aunggg,,,,,,."


" Aunggg,,,,."


Leon meraung melihat max kemudian menarik bagian tangan nya ke arah mommy nya .


" Hei,,, leon ada apa ? Kenapa kau meraung seperti itu ?" Ucap max .


Max hanya mengikuti arah leon yang seakan ingin menunjukkan sesuatu .


Ketika sampai di tempat leon berhenti berjalan mengitari sang mommy yang tergeletak di sana tak sadarkan diri .


" Kakakkkkkkk,,,,,,."


Max yang berteriak kencang membuat uang berada di dapur terkejut kemudian berlari ke arah sumber suara.


" Nyonyaaaaaa,,,,,, ." Mira berteriak keras .


" Nyonya ,,,, ada apa dengan nyonya tuan ?"Pertanyaan pak mus membuat max menggelengkan kepala nya .


" Pak mus cepat bantu aku mengangkat kakak !." Ucap max pada pak mus .


" I,,,,, iya tuan. " Pak mus membantu max mengangkat ayris sementara leon terus meraung .


Max yang di temani mira membawa ayris ke rumah sakit , sementara pak mus menenangkan leon yang terus meraung .


Bersambung 🙏🙏😊😊😊