
Zain yang telah sampai di mansion hanya ingin bertemu dengan anton dan mengetahui meeting rian dengan perusahaan s group.
Sementara ia membaringkan ayris di sofa dan menyelimuti nya , zain turun ke rusng bawah tanah .
" Anton ." Anton yang tengah menyusun laporan mengenai gadis yang zain suruh untuk di selidiki telah selesai nenghampiri bos nya yang secara tiba tiba berada di belakang nya .
" Ya bos . Ini laporan yang bos ingin kan ." Anton menjawab dan memberi laporan pada zain dengan menyerahkan sebuah berkas pada zain sang big bos.
Setelah melihat berkas yang di berikan anton , zain menatap laporan beserta foto gadis itu dengan tatapan sinis .
" Gadis itu merupakan anggota salah satu geng mafia bawah tanah bos ." Ucap anton .
" Ia merupakan anggota di bawah pimpinan white lily .Namun seperti nya lily tidak mengetahui pergerakan gadis itu ."
" Seperti yang bos lihat , pasti bos mengetahui arah rancah mana ia bergerak ." anton menyambung perkataan nya lagi .
" Masalah kalung yang sama itu , istri tuan wijaya membuat postingan di media sosial yang menarik nya dalam rencana nya mengaku sebagai cucu tuan wijaya yang hilang ."
Ucapan anton membuat nya mengeryitkan dahi nya .
" Apa ada backgroud dari gadis itu ?" Bukan zain kalau tidak menanyakan hal detil pada anak buah nya .
" Seseorang yang mungkin tuan wijaya sangat kenal bos ." Anton memberikan beberapa lembar photo pada zain .
" Apa hubungan nya dengan kakek adi ?" Zain yang mungkin belum mengerti menghela nafas kasar nya ketika melihat beberapa lembar photo yang di berikan anton .
" Saya kira tentang masa lalu bos ." Jawaban anton membuat semakin kesal jika berhubungan dengan masa lalu yang tidak ada hubungan nya dengan nya .
" Anton , awasi terus pergerakan gadis tersebut ! "
" Beri surat peringatan tertulis pada lily tentang anak buah nya ."
" Baik bos ." Jawab anton singkat .
" Aku akan pergi beberapa hari . Apa kau mengerti apa yang ku maksud ?" Zain menatap tajam pada anton sedangkan anton mengangguk pelan .
" Baik bos . Semua sudah siap ." Anton memang orang kepercayaan zain yang nemegang seluruh kendali .
" Bos ,ini laporan tentang pemilik S group. " Rian memberikan berkas penyelidikan nya pada zain .
Zain melihat beberapa berkas nya dengan seksama dan dengan teliti .
Ia menghela nafas kasar nya ketika melihat data data yang di berikan oleh rian .
" Wanita itu benar benar cari mati ." Ucap zain mendengus kesal jiwa kejam nya seakan bangkit kembali .
" Apa ada yang melindungi nya hingga seberani itu ?" Zain yang langsung to the point merasa ada suatu kejanggalan dengan pemilik S group .
" Ada bos . Orang yang sangat anda kenal bos , saya ragu untuk mengatakan nya ." Rian menundukkan menghrla nafas panjang nya .
" Katakan !." Zain menatap tajam dan mendengar dengan seksama atas apa yang di katakan oleh rian .
" Tuan adinata ." Ucap rian menundukkan kepala nya .
" Tua bangka itu benar benar tidak berubah . Jika kau bukan ayah dari papa ku sudah ku pastikan hidup mu tak tersisa oleh leon ." Zain mengerang kesal mendengar Rian memgatakan keterlibatan kakek nya untuk perusahaan lain .
" Apa ada motif lain ? Selain mendekati ku ."
Zain menatap tajam pada selembar photograph yang di berikan rian pada nya .
" Sejauh ini saya tak melihat motif lain selain menghancurkan tuan arijaya ." Ucap rian .
" Baiklah .Rian dia bagian mu ."
" Baik bos ." Jawab rian singkat .
Zain kemudian meninggalkan ruang bawah tanah berjalan ke ruang tengah menghampiri istri nya yang tengah tertidur pulas .
Zain yang kemudian menggendong istri nya kembali ke dalam mobil .
Rian menyetir dan beberapa bodyguard yang mengawal nya sampai ke pelabuhan di mana kapal pesiar yang di berikan kakek arijaya berada akan membawa mereka ke pulau yang di berikan kakek nya sebagai hadiah pernikahan nya dengan ayris .
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di pelabuhan di mana kapal pesiar itu bersandar .
Zain menggendong ayris masuk ke dalam kapal pesiar beserta beberapa bodyguard pilihan yang mengawal nya .
Zain memang sengaja ingin memberi kejutan pada ayris dan juga menjauhkan nya sememtara dari berita berita miring yang kini mulai bertebaran di media .
Kakek adinata dan pemilik S group memang sengaja menebar berita miring dan Isu berita untuk menjatuhkan zain mau pun kakek arijaya .
Penghinaan yang di lakukan arijaya karena memisahkan nya dengan zain membuat nya sedikit menorehkan luka pada nya dengan terus mengacaukan hidup zain .
Namun adinata salah jika melakukan hal tersebut karena zain bukan lawan seimbang mereka .
Zain hanya ingin melihat kesadaran kakek nya tersebut namun tak juga melepaskan nya.
Zain hanya ingin melihat sampai di titik mana ia akan mencoba memaksakan kehendak nta dan juga sampai dimana berbuat kehancuran .
Zain memandang wajah lelah istri nya dengan perut nya yang membuncit , mengusap pelan kening nya lalu mencium nya .
Ia pun ikut berbaring di samping istri nya karena rasa lelah yang ia rasakan seharian .
Mata nya memandang ke arah langit langit terasa sulit untuk di pejamkan . Ia masih memikirkan perkataan kakek wijaya maupu. anak buah nya .
Semua membuat nya tidak mengerti dengan apa yang terjadi .
Tak pernah terpikirkan kehidupan nya yang dari kecil hingga sekarang sangat tragis bahkan kakek kandung nya sendiri ingin menghancurkan nya .
Teka teki apa yang sebenar nya terjadi antara ketiga kakek itu hingga membuat nya harus menghadapi beberapa masalah dalam hidup nya .
πincoming call " Kakek arijaya"
π:" Hmm,,,."
π:" Apa kau sedang bepergian ? Nenek mu bingung mencari istri mu ."
π :" Aku sedang mengajak istri ku berkeliling ditempat certifacate yang kau berikan ."
π :" Malam -malam seperti ini ?"
π :" Ya ."
π :" Baiklah , jaga baik baik ayris . Ia dalam keadaan bahaya ."
π :" Apa kakek meragukan ku ?"
π :"Tidak ,hanya ,,,,."
π :" Tua bangka itu tak kan mampu menyentuh ayris seujung rambut pun ."
π :" Kau sudah mengetahui nya ."
π :" Tentu saja . Sebaiknya kakek pensiun agar tak kalah telak dengan ku ."
π :" Dasar cucu tengik."
π :" Hahaha,,,, . Apa aku salah berbicara kek ."
π :" Sebaik nya berhati hati . Ia lawan yang patut di waspadai disamping itu kau tahu jika ia kakek mu .
π :" Apa dia memandang aku cucu nya ? Sebaik nya dia yang berhati hati pada ku ."
π :" Baik lah . Kakek tutup telepon nya, Nenek mu sedang tidak baik hati nya ."
π :" Sampai kan salam zain pada nenek ,kek ."
π :" Baiklah ."
π :" Klik ."
Kedua nya menutup telepon masing masing , baik zain mau pun kakek arijaya .
Zain memandang ke arah laut lepas tampak gelap gulita dengan suara ombak yang berdeburan saling menyapa di tengah mereka.
Zain tidak habis pikir akan mengalami hal seperti ini , berperang dengan kerabat sendiri .
Namun bukan zain jika ia tidak tega membuat orang lain menyesal bermain main dengan nya .
Bersambungππππ