
Anton tak lantas ikut ke lantai atas karena ia harus meletakkan semua barang barang belanjaan sang nyonya ke dalam bagasi mobil .
Sedangkan mira dan selly yang ikut ke lantai atas merasakan suasana yang mencekam dan hawa ngeri yang akan terjadi .
Ayris sampai di depan ruang kerja suami nya yang masih merasa kesal dengan kejadian di lobby tadi memperlihatkan wajah kesal nya.
" Nyonya , anda sudah kembali ?"
Diana menyambut nya saat sampai di depan lift .
" Hemm,,,,,."
Ayris tak menjawab apa pun hanya mengiyakan apa yang di katakan diana .
" Nyonya,,,, ."
Belum sempat diana melanjutkan perkataan nya bahwa presdir tengah menerima tamu tapi terdahului ayris yang berjalan tanpa memperdulikan apa pun .
Ceklek,,,,
Derrrr,,,,
Suara pintu terbuka dan bantingan pintu membuat diana dan mira serta selly yang melihat nya mengelus dada mereka.
" Uhh,,,, hampir saja copot jantung ini ."
Ucap selly .
" Kau jago beladiri tapi masih terkejut ."
Ucap mira mengejek selly .
Buk ,,,,,buk,,,.
" Auww ,,,, sakit ."
mira meringis kesakitan karena mendapat pukulan di sisi bahu nya .
" Ada apa dengan nyonya mu mira ? Kenapa sensi sekali ? Bukan kah tadi dia baik baik saja sebelum berangkat ?"
Diana masih tak percaya dengan apa yang di lihat nya .
" Aku masih belum sempat memberitahu presdir sedang menerima tamu .''
Ucap diana.
" Apaaaaa,,,,!"
" Apaaaa,,,,, !''
" Lalu kenapa kau biarkan masuk ? "
Ucap mira nenepuk jidat nya sendiri .
" Bagaimana memberitahu jika nyonya mu saja tak ada respon seperti itu ?"
Diana lalu berjalan ke ruangan nya .
" Haah,,, mudah mudahan taring nya tidak keluar."
Ucap selly yang kemudian berjalan ke ruang di mana mereka menunggu .
" Yah , aku berharap begitu ."
Mira mengikuti selly dari belakang .
" Memang nya ada apa ?"
Diana menghentikan langkah nya ketika mendengar selly berkata seperti itu .
" Nyonya melihat seorang perempuan mengaku sebagai calon istri tuan di lobby sebelum kita naik tadi ."
Ucap mira yang kemudian pergi meninggalkan diana.
" Apaaaa,,,,, ! Aduhh,,, bisa bahaya jika seperti ini ."
Ucap diana yang menepuk jidat nya sendiri.
" Memang nya kenapa ?"
Selly membalikkan badan nya menengok diana .
" Di dalam ada seorang wanita yang menjadi tamu presdir ."
Ucap diana .
" Haaaaa,,."
" Haaaaa,,, ."
Mira dan selly terkejut saling pandang dan menutup kedua mulut nya .
Sadar dengan ucapan diana mira bergegas menarik tangan selly kemudian berlari pergi dari tempat itu .
Sedangkan diana yang masih terpaku diam membisu melihat aksi kedua orang teman nya tersebut .
" Hei,,, kenapa masih di situ ? pergi lah ke ruangan mu !"
Mira berteriak pada diana .
Diana yang mendengar teriakan mira berlari menuju ruangan nya .
Di dalam ruangan .
Zain yang sedang kedatangan tamu tak lain adalah sahabat nya di dunia bawah tengah membicarakan sesuatu yang sangat penting .
Zain yang memang sesekali menengok ke arah jam membuat lily curiga pada nya .
" Hei ,,,zain , siapa yang tengah engkau tunggu ? Mata mu tak lepas dari jam yang melingkar di tangan mu ."
Ucap lily .
" Seseorang yang sangat istimewa ."
Jawab zain .
" Hahahaha,,,,, . Kau yang dingin ini punya seseorang yang istimewa ? Aku akan mempertaruhkan nyawa untuk mu jika kau punta seorang wanita istimewa."
Ucap lily dengan sombong nya yang mendapat senyuman dari zain .
" Bagus , akan aku tagih janji mu ."
Zain tersenyum mendengar ejekan lily .
Tak berapa lama kemudian bunyi suara gagang pintu dan bantingan pintu membuat kedua nya tertegun apalagi lily yang baru saja membanggakan diri jika zain tak punya teman wanita.
Lily tertegun memandang wajah cantik dan imut yang baru saja masuk dari luar ruangan tanpa mengetuk pintu tapi justru membanting pintu .
" Zain , siapa dia ?"
Ucap lily secara pelan.
" sssttt,,,.Diam lah !"
Zain meletakkan jari telunjuk nya untuk tidak bersuara pada lily .
Ayris yang baru masuk ke dalam ruangan suami nya merasa kesal dengan kejadian yang baru saja ia lihat di lobby kantor .
" Sayang , kau punya ilmu pemikat apa hingga semua orang bilang calon istri mu ?"
Ucap ayris yang tak memperhatikan keadaan sekeliling nya langsung duduk di kursi kebesaran zain .
" Apa mereka tidak tahu jika kau sudah beristri ? Bahkan sebentar lagi mempunyai twins baby ."
Gumam lily dalam hati dengan menunjuk zain mau pun ayris.
" Ingin rasa nya menjambak perempuan itu !"
" Sayang , besuk aku ingin membawa leon dan leona."
"Jika ada perempuan yang mengaku ngaku calon istri mu aku akan menyuruh mereka memangsa nya hidup hidup ."
Lily yang mendengar perkataan ayris mengangkat kedua kaki nya ke sofa karena merasa ngeri.
Sementara zain hanya tersenyum melihat dan mendengar apa yang di katakan istri nya itu dan ternyata ayris memiliki sisi cemburu yang besar .
" Apa dia tidak tahu jika istri mu sangat galak ? Aku bahkan mematahkan kuku kaki leon yang tajam dan runcing itu ."
Lily bertambah ngeri mendengar nya hingga menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
" Awass saja jika kau berani berselingkuh ! Aku akan memotong burung mu !"
" Tapi bagaimana nanti aku bisa buat adik lagi untuk baby twins ?"
Zain tersenyum dengan ucapan istri nya sementara lily tertegun mendengar nya .
" Gadis ini memiliki sisi kejam zain tapi sangat polos bahkan bisa membuat zain tersenyum."
Ucap lily dalam hati nya .
" Tidak ,,, tidak ,,,, . Perempuan itu akan ku cakar wajah nya dengan begitu dia tidak bisa mendekati suami ku lagi ."
" Tapi ,,, kuku ku terlalu cantik untuk melukai seseorang dan sangat di sayang kan ."
" Ahaa,,,, leon dan leona yang akan bekerja ."
Zain melipat kedua tangan nya di bilah dada nya sementara lily bergidik ngeri memegang wajah nya dengan kedua tangan nya .
" Sayang,,,, sayang,,,, kenapa kau diam saja ?"
Ayris pun memutar kursi yang ia duduki dan mata nya membelalak ketika melihat sosok perempuan cantik dengan kaki naik ke atas sofa dan juga kedua tangan yang memegang wajah nya .
Dia pun seperti api yang tersiram bensin , api amarah nya datang seketika ketika melihat wanita itu di sana .
" Siapa kau ? kenapa ada di ruangan suami ku ?"
Zain tak menjawab pertanyaan ayris begitu pun lily yang terkejut dengan nada tinggi seperti seekor serigala yang ingin menerkam mangsa nya menunjuk diri nya .
" Oh,,,, jangan jangan kau ingin menggoda suami ku ? "
Ayris menunjuk lily yang terlihat terkejut dan semakin tersudut ketika ayris mulai mendekati nya .
Semakin mendekat lily pun semakin bingung menjawab apa karena tidak mungkin ia bicara tentang dunia bawah pada istri sahabat nya tersebut .
Sementara zain hanya tersenyum dan hanya melihat tingkah yang menggemaskan istri nya ketika ia sedang cemburu pada perempuan lain .
" Tidak,,,, tidak ,,,,, kakak ipar ."
Ayris berhenti melangkahkan kaki nya lalu memandang pada suami nya dan bergantian memandang ke arah lily .
" Kakak ipar ,,,,,? Kau adik ipar ku ?"
Ayris terkejut mendengar perkataan lily lalu bertanya kembali .
" I,,, i,,,iya kakak ipar ."
Ucap lily terbata bata tetapi merasa lega karena pada akhir nya ayris berjalan mendekati suami nya dan duduk di pangkuan nya .
" Sayang,,,, dia adik ipar ku ? Siapa dia ? Bukankah mama mona hanya memiliki tiga orang anak ?"
Ucapan ayris di jawab anggukan oleh zain .
" Lalu siapa dia ? Jangan bilang calon istri leo ? Bagaimana dengan diana ?"
Ayris yang tak berhenti bicara pun tak memberi kesempatan zain mau pun lily bicara .
" Atau ,,, jangan - jangan dia hanya pura pura saja ?"
Ucap ayris memandang tajam pada lily yang membuat nya terkejut hingga menaikkan kembali kedua kaki nya ke sofa .
" Sayang , dia lily calon istri dave ."
Bisik zain pada ayris kemudian mencium pipi istri nya tersebut .
" Dave,,,, . Kenapa kau tidak datang bersama nya ? Kau ingin menipu ku ?"
Ayris yang masih curiga masih menatap tajam pada suami nya dan sesekali pada lily .
" Dave sedang sibuk mengurus perusahaan nya . Kau ingin bertemu dengan nya ? Aku akan menyuruh nya datang ke mansion ."
Ucap zain .
" Tidak ,,,kalian pasti bohong . Kalian pasti bersekongkol menutupi kesalahan kalian ?"
Mood ayris yang kini telah berubah membuat zain semakin khawatir jika ayris tak cepat luluh emosi nya .
" Sayang,,,,."
Suara zain yang agak meninggi membuat ayris memandang tajam pada suami nya.
" Aku tidak akan membiarkan orang lain merebut mu dari ku termasuk kau !"
Ayris menunjuk lily dengan tatapan yang tajam .
" Apaaaa ,,,,aku merebut nya ? Kakak ipar ,,,,Dave ku lebih ganteng untuk apa aku merebut suami mu yang dingin itu ?"
Lily ikut tersulut emosi dengan perkataan ayris.
" Apaa ,,,,dave lebih ganteng ? Jelas suami ku yang paling ganteng . Banyak di luar sana yang mengaku sebagai calon istri nya sedang kan dave ,,,,?"
Ayris tak mau kalah dengan perkataan lily .
Zain merasakan suasana akan semakin bertambah parah dengan para wanita yang terus menerus berdebat apalagi mood ayris yang kurang baik hari ini .
" Tidak,,,, dave."
" Tidak,,,, zain."
" Tidak ,,, dave ."
" Tidak ,,,, Zain ."
Perdebatan yang kian memanas membuat zain menghubungi anton untuk membawa keluar lily dari ruangan nya .
Anton yang baru sampai dari lantai bawah terkejut mendapat pesan dari tuan nya .
Ceklek,,,,.
Anton pun terkejut melihat perdebatan antara nyonya pertama dan calon nyonya kedua .
" Nona lily ,,,, mari saya antar ke bawah nona ."
Ucap anton yang menarik lily begitu saja.
" Dengar kakak ipar ! Aku belum kalah , kita lanjutkan lain waktu ."
Ucap lily yang setelah itu keluar dari ruangan .
" Baiklah , aku akan menunggu mu ! "
Ucap ayris dengan penuh kemenangan .
Lily yang keluar dari ruangan dengan anton merasa sedikit kesal namun juga lega karena terhindar dari serigala kejam istri sahabat nya tersebut .
Bersambung 😊😊🙏🙏