
Vani hanya tersenyum menutupi kekesalan nya melihat kemesraan ayris dan zain .
" Sialan , awas saja kau wanita jalang aku akan segera menyingkirkan mu ." Gumam vani dalam hati nya .
Zain yang menatap perbedaan ayris mengerti jika ia tengah cemburu, namun ia membiarkan apa yang akan ayris perbuat .
Makan malam yang agak berbeda itu selesai dengan hidangan penutup buah kesukaan ayris buah mangga meskipun sudah matang ayris memakan nya dengan lahap .
Vani yang kemudian pamit undur diri pada kakek dan nenek zain tidak mendapat tanggapan dari zain mau pun ayris .Karena selepas makan malam ayris menggelandang zain ke kamar nya ,ia yang menaruh curiga pada gadis itu harus waspada dengan gadis tersebut .
Sementara vani yang tengah kesal dengan kejadian tadi mengemudi tanpa memperhatikan kecepatan nya .Ia membanting stir sesuka hati nya meskipun sangat berbahaya tapi gadis itu tetap bisa menguasai kemudi stir nya .
" Aaaaaaaa,,,,, aaaaaaaa,,,,." vani yang berteriak teriak dengan membanting segala benda benda di rumah nya membuat seisi rumah ketakutan .
" Hahahaha,,,, ." Sebuah suara tawa ejekan semakin membuat vani tersulut emosi . Vani kemudian menarik kursi roda tersebut mendorong nya sampai terjatuh orang yang berada di atas kursi roda tersebut .
" Aaaaaaa,,,, aaaaaaaa." Vani yang berteriak semakin menjadi .
"Auwww,,,,auww,,,." Teriakan kesakitan orang tersebut membuat vani semakin puas .
Vani yang terus menendang orang tersebut hingga kesakitan bahkan mengeluarkan darah segar tanpa ampun .
"Akan aku pastikan kau tidak dapat hidup dengan tenang ." Ucap orang tersebut .
'' Hahahaha,,,,, . Apaaaa kau ingin membuatku tidak tenang ? Berjalan saja tidak bisa bagaimana cara mu membuatku tidak tenang ? " Vani yang berkata dengan ejekan seakan belum puas ia pun menendang kaki orang tersebut .
" Rasakan itu ! Brengsek ,,,,." Ia yang seperti kesetanan berjalan meninggalkan orang tersebut yang merintih kesakitan .
Beberapa orang pelayan membantu orang tersebut duduk di kursi roda dan mendorong nya ke kamar tuan nya tersebut.
" Kasihan tuan diperlakukan seperti itu, nyonya kejam sekali ." Ucap pelayan tersebut .
" Aku tidak menyangka nyonya yang dulu baik menjadi seperti itu ."
" Benar, aku juga sangat ngeri melihat kemarahan nyonya."
" iya benar , cantik cantik seperti setan."
" Seperti nya tuan telah salah pilih. "
Beberapa pelayan dengan obrolan nya yang mengatakan jika vani tak secantik paras mya .
Sementara di mansion arijaya , ayris dengan wajah serigala nya tengah kesal membuat zain harus bersabar menghadapi mood ibu ibu hamil .
" Sayang , kau tidak capek berjalan terus . Baby zain junior pasti kelelahan ." Ucap zain yang melihat istri nya berjalan mondar mandir .
" Jangan mengganggu ku ! Aku sangat kesal." Jawaban ayris membuat zain menatap tajam .
Entah kenapa ia tidak menyukai jawaban ayris yang cuek seperti itu .
" Ayrisssss,,,, ." Teriakan zain yang keras dan dingin membuat ayris berhenti berjalan kemudian menatap tajam pada zain .
Ayris sadar jika ia telah meluapkan kekesalan nya pada zain hingga membuat nya marah .
Dengan langkah cepat ayris berjalan menghampiri zain , duduk disamping zain memegang tangan nya.
" Sayang maafkan aku, Aku janji tidak akan mengulangi lagi ." Ucap ayris memegang jedya telinga nya dengan kedua tangan nya .
" Apa aku harus membuat mu ketakukan untuk membuat mu menurut ?" Ucapan zain membuat ayris bergidik ngeri .
Ayris yang tidak berani dan tak mampu menjawab hanya bisa menggelengkan kepala nya dan menatap ngeri pada tatapan mata suami nya .
" Ayo kita pulang sekarang !." Ucap zain dengan dingin .
" Tapi sayang ,,,,." Belum sempat ayris melanjutkan ucapan nya zain menatap tajam pada ayris . Ayris hanya menundukkan kepala nya , serigala jantan nya sedang tidak dalam keadaan baik .
Zain yang menghubungi pilot helicopter untuk bersiap kemudian menggendong ayris .
Setelah beberapa saat mereka tiba di halaman belakang , ayris dengan wajah yang bersembunyi di bidang dada zain tak mampu menahan ketakutan nya .
Pilot itu kemudian menerbangkan helicopter meskipun tengah malam seperti itu .
Tidak berapa lama ayris pun tertidur dalam dekapan zain sementara tujuan mereka belum sampai di mansion mereka .
Zain yang mengerti kecemburuan ayris harus segera menjauhkan target nya karena ia sedang hamil .Zain takut membahayakan janin yang ada di perut ayris .
Tidak berapa lama mereka telah mendarat sempurna dihalaman belakang membuat leon yang mendengar suara helicopter itu berlari mendekati sang tuan yang ternyata telah pulang kembali .
"Aunggg,,,." Leon meraung mengikuti sang tuan dari belakang .
Sesampai di kamar nya leon yang mengikuti zain duduk diatas kasur di samping ayris . Zain tidak mengusir nya dari ranjang tetapi mengelus kepala leon .
" Kau tahu mama mu sangat garang jika kau bersikukuh tetap di tempat tidur ." Ucap zain mengelus kepala leon .
Leon hanya mengendus endus nyonya nya dan juga tuan nya kemudian ia turun dari ranjang nya kemudian duduk di sofa kesayangan ayris .
" Aku hampir tidak mengerti rasa cemburu mu yang berlebihan ." Ucap zain mengusap lembut wajah ayris .
" Aungg,,,." Leon melihat zain hanya mengaung seakan mengiyakan perkataan sang tuan .
" Leon , kau harus menjaga mama mu dan juga baby junior seperti aku menjaga mu selama ini ." Ucap Zain .
Leon hanya memandang dan meraung kecil memandang tuan nya .
Sinar mentari pagi menyapu bumi , burung burung berkicauan di angkasa membuat gemuruh indah di pagi hari .
Zain yang telah bangun terlebih dahulu membersihkan diri nya di kamar mandi kemudian berganti baju kerja nya .Ia berniat memeriksa seluruh laporan dikantor nya .
Ia merasa kasihan karena ayris yang kelelahan dengan perjalanan nya ke mansion kakek .Zain tak tega membangunkan istri nya , ia lebih memilih menyuruh leon menjaga nya .
" Leon , jaga mama baik baik ! Aku akan pergi ke kantor sebentar ." Ucap zain yang melihat leon menghampiri nya .
" Aungg,,,." Leon hanya meraung pelan kemudian naik ke atas ranjang tidur di kaki ayris .
Beberapa saat kemudian zain yang sudah ditunggu rian berangkat ke kantor nya .
Sementara di mansion arijaya suasana menjadi gempar ketika para penjaga keamanan memberitahu tuan dan nyonya besar jika tuan muda zain telah meninggalkan mansion sejak dari semalam .
" Hahhh,,, cucu mu itu benar benar keterlaluan . Ia pergi begitu saja tanpa berpamitan , setidak nya biarkan ayris di sini ." Nenek jaya yang terlihat marah membuat kakek jaya tersenyum .
" Setidak nya itu lebih baik ." Jawaban suami nya membuat nya semakin kesal .
" Lebih baik bagaimana ? Kau tahu mansion ini baru akan ramai dengan tingkah cucu menantu tapi ,,,,." Nenek jaya tidak melanjutkan perkataan nya ketika ia melihat sosok seseorang yang memasuki pintu utama .
Nenek jaya pergi begitu saja tanpa berkata apapun .Meskipun suami nya memanggil nya berulang kali .
" Tapi ,,,,apa ?" kakek jaya yang melihat tingkah aneh pada istri nya memanggil nya berulangkali .
" Jaya,,, tapi apa ? Ehh jaya,,, . Dasar wanita aneh !." Kakek jaya ikut pergi dari ruang tengah berjalan menuju taman belakang .
Leo yang turun dari lantai dua berjalan ke pintu utama melihat sosok vani tepat di depan pintu .Ia pun tersenyum melihat tunangan nya itu yang tak seperti biasa nya ia menghampiri nya sepagi ini .
" Hai sayang , kebetulan kau datang . aku baru saja mau berangkat ." Ucap leo pada vani .
" Eh ,,,iya . Ada apa ? Kenapa kakek dan nenek terlihat marah ?" Ucap vani .
" Marah,,,, .Oh itu kak zain pulang tanpa pamit ." Jawaban leo membuat vani sedikit kecewa , ia datang membawakan makanan kesukaan zain .
" Apaaaaa,,, pulang ?" Vani yang terkejut tidak sengaja berteriak .
" Iya,,, biasa kak zain memang seperti itu . Eh,,, kau bawa apa ? Untuk ku ?" Leo melihat kotak kotak bekal dari tangan vani .
" Eh ,,iya ini untuk mu dan satu nya untuk kak zain .'' Ucapan vani membuat leo mengeryitkan dahi nya .
" Ehh ,,,kenapa buat kakak ?" Leo merasa penasaran dengan alasan vani .
" Dia kan calon kakak ipar ku ,lagi pula ia teman masa kecil ku . Kau mau kan mengantarkan ku ke mansion kakak ?" Ucapan vani yang semanis madu membuat leo terlena kebaikan nya .
" Untuk apa kesana ?"
" Sayang , sebentar lagi kan kita akan menikah . Aku belum begitu kenal dengan kakak ipar ayris kau mau kan membuat kami saling mengenal ?" Ucapan vani memang ada benar nya .
" Baiklah , tapi setelah selesai meeting ya ." Ucap leo kemudian menggandeng tangan vani menuju mobil nya .
Vani mengangguk tersenyum mendengar leo mengiyakan permintaan nya .
" Bagus sayang ,akhir nya sebentar lagi aku akan memiliki mu zain ." Gumam vani dalam hati nya .
Ia pun berjalan mengikuti langkah leo ke mobil sport nya menuju rumah sakit . Sementara vani dengan senyum nya yang mengembang dengan alam pikiran nya jika rencana nya akan berjalan lancar .
Leo yang mengira vani tersenyum untuk nya pun meraih tangan vani dan mencium nya .
Bersambung 😊😊😊🙏