ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 127.


Di tempat lain Lisha terkejut dengan keadaan diri nya yang tengah amburadul di atas ranjang hotel tersebut . Kemudian ia melihat Jas yang tengah tergeletak di atas sofa membuat nya mengembangkan senyum .


Ia mengira jika ia semalam bersama Zain , pasti fotografer yang ia sewa sudah mempunyai photo jika Zain masuk dalam kamar hotel tersebut .


" Bagaimana aku bisa berada di sini ? pasti Zain yang membawa ku kesini ? Tapi ,,,,bagaimana mungkin aku yang tidak sadarkan diri ? tidak tidak ,,, ." Belum sempat lisha melanjutkan perkataan nya ia terkejut melihat orang yang berada di depan nya .


" Kau ,,,, siapa kau ? Kenapa ada di kamar ini ?" Ucap lisha menarik selimut menututupi tubuh polos nya .


" Haaaaaa haaaaa ,,, aku ? Kau lupa jika semalam kau yang memaksaku berada di kamar ini ? " Ucap pria tersebut .


" Tidak ,,,, pasti kau salah ." Lisha mengelak apa yang telah di katakan pria tersebut .


" Haaaaaa haaaaa ,,,, Aku sudah melihat semua bentuk lekuk tubuh mu . Ngomong ngomong kau sangat hebat mengimbangi ku . Tapi ,,,, sayang kau sudah tidak perawan ." Ucap Pria tersebut meraih wajah lisha lalu menghempaskan nya .


Pria tersebut meraih jas yang tergeletak di sofa kemudian memakai nya setelah itu keluar dari kamar tersebut . Fotografer yang baru tersadar dari tidur nya melihat ada yang keluar dari kamar tersebut memotho pria tersebut yang hanya terlihat punggung nya saja .


Sedang kan lisha berteriak histeris di dalam kamar setelah pria tersebut keluar dari kamar nya .


" Aaaaaaaaaaaaa ,,,, brengsek ."


" Aaaaaaaaaa tidakkkk ,,,, kenapa rencana ku gagal ? " Lisha yang kalang kabut dengan keadaan diri nya merasa kesal .


Ia masih mengingat tentang kamerawan nya yang telah ia sewa untuk memotret jika Zain masuk ke dalam kamar nya .


Lisha bergegas ke kamar mandi membersihkan diri nya dan memakai kembali baju nya tapi sayang nya baju tersebut sudah robek , seorang model papan atas seperti diri nya tidak akan sanggup jika berpakaian seperti itu tapi tidak mengapa untuk memuluskan rencana nya .


Setelah beberapa saat ia keluar kamar kemudian ia mencari keberadaan fotografer tersebut. Beberapa saat kemudian Lisha menemukan orang tersebut dan ia langsung memotret lisha dengan keadaan baju yang robek .


" Bagaimana ,,,? kau berhasil memotret nya ? " Tanya lisha kemudian mengajak nya pergi meninggalkan tempat tersebut . Lisha segera menghubungi asisten nya untuk menjemput nya.


" Hanya ini saja ,,,, entah kenapa aku tertidur semalam ?" Ucap kamerawan tersebut mengangkat bahu nya .


" Shitttttt,,,,, Sialan ! Kenapa bisa begini ?" Ucap Lisha menggerutu kesal karena rencana yang ia susun berantakan tak menghasilkan .


Ia mulai berpikir bagaimana cara menjebak Zain , beberapa saat setelah melihat photo orang yang keluar dari kamar hotel tersebut dengan jas milik Zain muncul ide cemerlang di otak lisha .


" Bagus ,,,, setidak nya ini bisa menjebak nya meskipun reputasi ku tapi setidak nya ia jatuh ke dalam pelukan ku ." Gumam lisha dalam hati menyunggingkan senyum di sudut bibir nya .


" Cetak photo ini dan juga photo ku muat di halaman berita surat kabar ."Ucap Lisha mengembalikan kamera milik orang tersebut .


Sang kamerawan terkejut mendengar permintaan lisha , ia tak hanya merusak reputasi nya sebagai model top papan atas tetapi juga perusahaan ayah nya .


" Maksud mu ,,,,?" Ucap nya yang tak lain bernama Robi .


" Muat berita tentang ku dan photo orang tersebut di kamar hotel, setelah itu aku akan mengadakan konferensi pers ." Ucap Lisha menyunggingkan senyum nya .


" Apa ini tidak menjatuhkan reputasi mu dan juga perusahaan ayah mu ?" Ucap Roby .


" Kau akan tahu setelah konferensi pers ." Ucap lisha .


" Aku akan memberi bayaran yang membuatmu tergiur ." Ucap lisha lagi mengeluarkan secarik kertas cek pada robi .


" Waooooowwww ,,,,, ." Ucap Robi tersenyum melihat jumlah cek tersebut .


Setelah beberapa lama Robi turun ke kantor tempat nya karena lisha mendrop nya sampai kantor nya . Kemudian lisha langsung ke apertemen nya untuk berganti baju .


" Kau benar benar gila lisha ,,,,." Ucap sang asisten.


" Haaaaaa haaaaa ,,,,Aku sudah tergila gila pada nya sinta , dengan segala cara aku akan mendapatkan nya ." Ucap lisha pada sinta sang asisten .


Setelah beberapa saat sinta mengemudi sampailah ke blok apertemen mewah milik lisha , mereka pun menuju ke atas dimana tempat tinggal Lisha .


Robi yang bekerja sama dengan awak media segera membuat berita sesuai apa yang di minta lisha . Senyum nya memgembang menetima cek berjumlah fantastis , ia tak menyia nyiakan kesempatan ini .


derrrtt dertttt ,,,,


Ponsel lisha berdering dari berbagai pihak termasuk sang ayah yang begitu marah dengan berita tersebut . Lisha membiarkan telepon itu berhenti dan enggan mengangkat nya .


Ting tong,,,,,,


Bunyi bel membuyarkan senyuman lisha , sementara sang asisten berjalan membuka pintu dan ternyata adalah orang tua lisha .


" Lisha ,,,,, ." Ucap sang ibu memeluk lisha sementara lisha berpura pura menangis di hadapan mereka .


" Ma,,,, pa ,,,,." Lisha terisak dalam tangis nya . Bukan lisha jika tidak bisa membuat kedua orang tua nya percaya .


" Bagaimana ini bisa terjadi ? Jangan bilang lelaki itu Zain lisha . Jas yang dipakai seperti warna jas yang di pakai Zain semalam ." Ucap Papa lisha , namun lisha hanya menangis mendengar pernyataan papa nya namun tidak menjawab sepatah kata pun .


" Apa maksud mu pa ? Zain ,,, ? Kalian bertemu dengan nya ?" Ucap mama lisha melepas pelukan nya .


" Semalam kami mengadakan pertemuan membicarakan bisnis papa . Dan lisha menunggu nya , ia benar benar brengsek sialan !!! Aku harus segera menghubungi hendra untuk meminta pertanggungjawaban Zain ." Ucap sang papa .


Lisha sedikit menyunggingkan senyum nya setidak nya papa nya akan berjuang untuk nya .


" Bagus pa ,,, lisha yakin papa akan mendukung ku ." Gumam lisha dalam hati .


" Tapi pa ,,,, jika om hendra menolak nya ." Ucap lisha .


" Jika dia menolak nya maka kita harus mengadakan konferensi pers untuk menjeratnya ." Ucap papa lisha .


" Iya benar mama setuju .Jadi mereka tidak akan meremehkan kita ." Ucap mama lisha menimpali perkataan suami nya .


Setelah beberapa saat berdiskusi akhir nya papa lisha menghubungi ayah Zain yang setuju mengadakan pertemuan di kota tersebut .


Sementara Zain yang sudah mempridiksi hal tersebut tersenyum , ia turun ke bawah menemui anak buah nya di ruang bawah tanah .


Ting ,,,,


Anton dan Rian yang mendengar bunyi lift segera menghampiri Zain sang bos .


" Bos ,,,." sapa kedua nya di tambah lagi seseorang kepercayaan nya yang telah ia tunggu yaitu selly .


" Kau sudah melihat berita tersebut ? " Ucap Zain .


" Iya bos sesuai prediksi ." ucap anton .


" Selly kau terlalu senang berada di negara S ." Ucap Zain memandang tajam ke arah selly .


Selly hanya tersenyum tidak menjawab ucapan sang bos .


" Apa anton sudah memberitahu mu kenapa kau di panggil kembali kesini ? " Ucap Zain .


" Iya bos , mengawal nyonya muda ." Ucap selly .


" Bagus , keselamatan nya kuserahkan pada mu ! Dan kau harus tahu nyonya pandai beladiri ." Ucap Zain memandang ke arah selly .


" Baik bos ." Ucap selly menganggukkan kepala nya .


" Anton tutup semua berita media di saluran tv kita ! Aku tidak ingin nyonya melihat nya . Wanita ular itu pasti akan berbuat nekat ." Ucap Zain .


" Baik bos ." Jawab anton menganggukkan kepala nya .


Setelah beberapa saat Zain berjalan ke arah lift menuju kamar nya , ia takut sang istri terbangun dengan tidak ada nya ia di samping nya .


Bersambung 🙃🙃🙃🙏