ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 235.


Ayris yang menatap ketiga nya tersenyum melihat kesigapan mereka .


Ayris melirik sejenak pada diana yang duduk di ruang kerja nya sedang fokus dengan kerjaan nya .


Ia pun berjalan mengendap endap lalu mendongakkan kepala nya mengintip ke ruang kerja diana.


" Adik ipar ,,, apa kau mau ikut dengan ku ?"


Ucapan ayris yang tiba tiba membuat nya terkejut dan membuat nya resah gelisah bahkan marah .


" A ,,haha,,, tidak nyonya . Mohon maaf , saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan karena wakil presdir tidak datang hari ini ."


Ucap diana yang seketika gugup dan berdiri daru tempat duduk nya.


" Apaaa ,,, max tidak datang ke kantor hari ini ? Apa dia sedang ada masalah ? Atau chleo sakit ,,? "


Ucap ayris yang terkejut mendengar penjelasan diana .


Ia pun berjalan kembali masuk ke ruangan suami nya tanpa berkata apa pun pada diana .


Sedangkan ketiga orang yang tengah menunggu nya merasa heran melihat nyonya mereka bertingkah seperti itu .


Mereka hanya menggerakkan kepala nya mengikuti kemana arah nyonya nya pergi.


Ceklek,,,,


Derrrr,,,


Mereka bertiga memegang dada mereka masing masing melihat dan mendengar bunyi pintu yang tertutup sangat keras.


" Huh,,, ada angin apa nyonya seperti itu ?"


Ucap selly .


" Hahahaha,,,,, . Ini belum seberapa ."


Mira menimpali perkataan selly.


" Diana ,,, ada apa ?"


Anton menghampiri diana yang masih berdiri diam seperti patung mendengar bunyi pintu yang sangat keras.


" Entah lah . Nyonya hanya bertanya apa aku mau ikut ke mall ? Aku sedang sibuk karena wapresdir tidak datang hari ini . Nyonya tiba tiba pergi tanpa berkata apa pun ."


Ucap diana.


Mereka menghela nafas panjang melihat sang nyonya yang seperti ratu tapi juga seperti seekor serigala buas jika sedang marah .


Di dalam ruangan .


Zain yang tengah sibuk menyelesaikan berkas berkas penting nya terkejut melihat istri nya membanting pintu .


" Sayang , ada apa ? Kau tidak ingin pergi ?"


Zain lalu meletakkan pena nya dan merentangkan tangan nya .


Ayris melihat suami nya merentangkan tangan nya menghampiri nya lalu duduk dipangkuan nya .


" Bukan,,,, kenapa max tidak datang ke kantor ? Apa chleo sakit ? Atau mereka sedang ada masalah ?"


Ucap ayris yang menanyakan beberapa pertanyaan .


" Entahlah,,, Aku belum menghubungi nya. Dari mana kau mengetahui nya ?"


Zain yang mengusap pelan wajah cantik ayris merasa heran istri nya mengetahui max tidak datang ke kantor .


" Diana ,,,,. Kenapa kau tidak menelepon nya ?"


Ayris menatap wajah suami nya dengan kedua tangan nya mengalung di leher zain .


" Aku,,, untuk apa ?"


Zain heran dengan sifat ayris yang menyuruh nya menelepon max .


Bagi zain hal seperti ini sudah biasa mereka sering bergantian ke kantor dan mungkin max atau pun rian ada tugas lain .


Tapi mood khawatir ibu hamil membuat ayris cemas dengan rumah tangga adik nya tersebut .


" Ahh,,, sudah lah . Aku tahu kau gengsi menelepon . Aku akan menyuruh anton saja .


Aku pergi dulu ya sayang ,,, muach."


Ayris yang mendengar jawaban zain merasa sedikit kesal lalu pergi meninggalkan suami nya.


Zain yang ingin menjawab pun tak sempat karena ayris pergi begitu saja meskipun memberikan ciuman di pipi zain .


Zain pun hanya menggelengkan kepala nya melihat istri nya seperti itu .


Ketiga orang yang berada di depan pintu terkejut ketika sang nyonya tiba tiba keluar dari ruangan zain dan membuat ketiga nya hampir terjatuh karena bersandar di depan pintu .


" Aaaa,,,,."


" Aaaa,,,,,."


Suara teriakan selly dan mira bahkan diana pun yang ikut dengan mereka hampir saja berteriak .


" Kalian ,,,,, . Kenapa ada di sini ? Jangan bilang sedang menguping ."


Ucap ayris yang menunjuk ketiga nya .


Sementara anton menerima telepon dari seseorang yang berdiri tak jauh dari sana .


" Sudah lah . Ayo jalan !"


Ucap ayris yang seketika melupakan semua nya mengingat waktu yang di berikan tidak lebih dari dua jam .


"Iya nyonya ."


Jawab selly dan mira bersamaan .


Mereka akhir nya turun dari lantai atas menuju lantai bawah seperti biasa nya menggunakan lift pribadi presdir.


" Anton , Bisa minta tolong hubungi max sekarang ."


Ucap ayris membalikkan badan nya ke arah anton .


" Baik nyonya."


Sesampai di lantai satu anton segera menghubungi max sesuai perintah nyonya nya .


📞 Calling " Max"


" Nyonya ,Max ada dalam sambungan telepon ."


Ucap anton setelah sambungan telepon nya tersambung.


" Speaker ."


Ayris menyuruh anton mengaktifkan loudspeaker untuk berbicara pada max.


" Baik nyonya ."


📞 :" Hei,,, Kenapa menelepon ku jika hanya diam tak bicara ?"


Ayris yang hendak menjawab perkataan max mendengar suara lain dalam sambungan telepon .


📞 :" Sayang, siapa yang menelepon ? Mengganggu saja . "


" Mereka tidak tahu jika kau sedang menemaniku."


" Awas akan aku cincang nanti bertemu !"


📞 :" Heiii,,,, kau mengatakan hal yang tidak sopan .Sementara aku mengkhawatirkan keadaan kalian ."


Suara dengan nada keras dan tinggi membuat ketiga orang yang di samping nya bergidik ngeri merasakan hawa dingin di sekitar nya .


📞 :" Apaa,,,, kakak ipar maaf . Aku tidak tahu jika kau yang menelepon dan juga kenapa pakai nomor anton ?"


📞 :" Anton matikan telepon nya ! Akan ku suruh leon memakan nya hidup hidup ."


" Baik nyonya ."


📞 :" Klik."


Sementara mereka bertiga bergidik ngeri mendengar perkataan Ayris.


Ayris kesal dengan sambungan telepon yang berbicara seenak nya sendiri tanpa menghargai orang lain .


Se sampai di gedung sebelah sebuah mall besar yang ayris kunjungi saat menenani suami nya kerja , ia pun pergi ke toko langgaban nya untuk nemilih beberapa baju yang ia sukai dan juga agak longgar untuk memberi rasa nyanan pada perut nya .


Beberapa lingerie pun ia beli untuk mengganti yang lama yang telah sesak atau tak muat untuk di pakai karena perut nya semakin membesar .


Ayris juga menyempatkan diri pergi ke toko busana laki laki untuk membeli beberapa baju untuk suami nya .


Setelah itu ia pun pergi ke toko perlengkapan bayi untuk melihat lihat mungkin ada yang ia sukai untuk di beli nya .


Mira ,selly dan juga anton kewalahan membawa beberapa barang belanjaan yang memang tidak seperti biasa nya ayris membeli nya begitu banyak.


" Sayang, apa kau ingin makan es cream ?"


Ucap ayris mengusap perut buncit ayris .


Mereka kemudian berhenti sejenak di kedai es cream seperti biasa nya menikmati dunia luar sejenak .


" Nyonya ,,,, "


Mira yang melihat nyonya nya tengah bersantai memanggil nya dengan sangat pelan .


" Ada apa mira ? kau mau lagi ?"


Ucap ayris .


" Bukan nyonya tapi,,,,."


Mira seakan ragu mengatakan apa yang ingin di katakan .


" Tapi ,,,, kenapa ? Katakan !"


Ayris merasa penasaran apa yang di inginkan mira .


" Waktu yang di berikan tuan ,,,, ."


Belum sempat mira melanjutkan ayris menengok jam tangan yang di pakaii nya ia pun sadar jika waktu yang dua jam yang di berikan zain hampir habis .


" Oh my god ,,,,, kalian sudah selesai ? Ayo kita pulang ! Serigala itu pasti akan meraung ."


Ucap ayris berkata pada ketiga nya .


Dengan bawaan yang banyak mereka kembali pulang ke gedung perkantoran suami nya .


Ia pun terkejut melihat sedikit keributan yang ada di lobby gedung tersebut .


" Nona tolong mengerti lah ! Jangan buat keribuatan di sini nona !"


Ucap salah seorang resepsionis.


" Aku tidak membuat keributan .Kalian yang keterlaluan tidak mengijinkan calon istri zain adinata masuk menemui nya ."


Ucap perempuan tersebut .


" Maaf nona , Apa anda memiliki bukti jika anda calon istri presdir kami ? "


Ucap salah seorang lagi .


" Lancang sekali mulut mu . Aku akan membuat kalian menyesal ."


Ucap perempuan tersebut tersulut emosi ketika mendengar perkataan resepsionis tersebut .


" Silahkan anda pergi nona !"


Beberapa Security lalu membawa wanita itu keluar dari lobby.


Ayris yang melewati nya melihat dari jauh pada wanita pembuat onar tersebut membuat nya menggelengkan kepala nya .


" Anton , apa tuan mu punya ilmu pemikat ? Banyak sekali yang mengaku calon istri nya ."


Ucap ayris yang kemudian berjalan menuju lift untuk naik ke lantai atas.


" Tidak nyonya. Kenapa anda berkata seperti itu ? "


Anton menatap bingung pada nyonya muda nya .


" Sudah lah . Kau pasti melindungi tuan mu ."


Ucap ayris mengerucutkan bibir nya.


Mereka bertiga bernafas lega sang nyonya bersikap wajar saja tidak menunjukkan taring nya.


bersambung 😊😊🙏🙏